Anda di halaman 1dari 22

-Asep Hidayat

- Iin Enggarwati
Diare merupakan penyakit sering terjadi pada
anak. Menurut catatan WHO, diare membunuh
dua juta anak di dunia setiap tahunnya.

Diare disebabkan oleh infeksi.

Akibat dari infeksi saluran cerna pengeluaran
toksin menimbulkan gangguan sekresi dan
reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat
dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan
keseimbangan asam basa, invasi dan destruksi
sel epitel, penetrasi ke lamina propria
kerusakan mikrovili yang dapat menimbulkan
malabsorpsi.

DEFINISI
Diare adalah peningkatan keluaran tinja dengan
konsistensi lebih lunak atau lebih cair dari
biasanya dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24
jam. (IDAI 2012)
ETIOLOGI
Infeksi
Faktor
makanan
Malabsorbsi
Diare yang terjadi secara akut dan
berlangsung kurang dari 14 hari, dengan
pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang
sering dan tanpa darah.
Diare
Akut
Diare yang disertai darah dalam tinja.
Disentri
yang mula-mula bersifat akut namun
berlangsung lebih dari 14 hari. Dapat dimulai
sebagai diare cair atau disentri. Kehilangan
berat badan yang nyata sering terjadi.
Diare
Persisten
DIARE SEKRETORIK DIARE OSMOTIK
Penilaian A B C
Lihat : Keadaan umum Baik, sadar Gelisah, rewel Lesu lunglai/tidak sadar
Mata Normal Cekung
Sampai cekung &kering
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Rasa haus
Minum biasa,tidak haus Haus, ingin minum banyak Malas minum atau tidak bisa
minum
Periksa : Turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat
Kembali sangat lambat
Hasil pemeriksaan Tanpa dehidrasi
Dehidrasi ringan/sedang.
Bila ada 1 tanda di atas
ditambah 1/lebih tanda lain
Dehidrasi Berat. Bila ada 1
tanda di atas ditambah 1/
lebih tanda lain
Terapi Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C
Bagian tubuh yang
diperiksa
Nilai untuk gejala yang ditemukan
0 1 2
Keadaan umum Sehat Gelisah, cengeng, apatis,
mengantuk
Mengigau,
koma/syok
Kekenyalan kulit Normal Sedikit kurang Sangat kurang
Mata Normal Sedikit cekung Sangat cekung
UUB Normal Sedikit cekung Sangat cekung
Mulut Normal Kering Kering & sianosis
Denyut nadi/menit Kuat < 120 Sedang (120-140) Lemah > 140
Nilai 0 -2 : dehidrasi ringan
Nilai 3 -6 : dehidrasi sedang
Nilai 7 -12 : dehidrasi berat
1


1. Anamnesis

Pada anamnesis perlu ditanyakan hal-hal sebagai berikut:
lama diare, frekuensi, volume, konsistensi tinja, warna, bau,
ada/tidak lendir, dan darah. Bila disertai muntah: volume dan
frekuensinya. Kencing: biasa, berkurang, jarang, atau tidak
kencing dalam 6-8 jam terakhir. Makanan dan minuman yang
diberikan selama diare. Adakah panas atau penyakit lain yang
menyertai seperti batuk, pilek, otitis media, campak.

Tindakan yang telah dilakukan ibu selama anak diare:
member oralit, membawa berobat ke Puskesmas atau ke
Rumah Sakit dan obat-obatan yang diberikan serta riwayat
imunisasinya.
2. Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan fisik perlu diperiksa: berat badan,
suhu tubuh, frekuensi denyut jantung dan pernafasan
serta tekanan darah. Selanjutnya perlu dicari tanda-
tanda utama dehidrasi: kesadara, rasa haus, dan turgor
kulit abdomen dan tanda-tanda tambahan lainnya,
seperti ubun-ubun besar cekung atau tidak, mata
cowong atau tidak, ada atau tidak adanya air mata,
bibir, mukosa mulut, dan lidah kering atau basah.

Pernafasan yang cepat dan dalam indikasi adanya
asidosis metabolic. Bisingusus yang lemah atau tidak ada
bila terdapat hipokalemi. Pemeriksaan

Darah: darah lengkap, serum elektrolit,
analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan
tes kepekaan terhadap antibiotika
Urin: urin lengkap, kultur, dan tes kepekaan
terhadap antibiotika


1. Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru
2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
3. ASI dan makanan tetap diteruskan
4. Antibiotik selektif
5. Nasihat kepada orang tua

Pemberian oralit
Beri ibu 2 bungkus oralit formula baru
b. Larutkan 1 bungkus oralit formula baru dalam 1 liter air
matang untuk persediaan 24 jam
c. Berikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air
besar, dengan ketentuan:
o Untuk anak berumur < 2 tahun: berikan 50-100 ml tiap
kali BAB
o Untuk anak 2 tahun atau lebih: berikan 100-200ml tiap
BAB
d. Jika dalam waktu 24 jam persediaan larutan oralit
masih tersisa, maka sisa larutan harus dibuang.

Zinc 10 hari
umur 6 bulan : 10mg ( tablet) per hari
> umur 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari

Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut
meskipun anak telah sembuh dari diare. Untuk
bayi, tablet zinc dapat dilarutkan dengan air
matangm ASIm atau oralit, Untuk anak-anak yang
lebih besar, zinc dapat dikunyah atau dilarutkan
dalam air matang atau oralit.
ASI dan makanan tetap diteruskan

sesuai umur anak dengan menu yang sama
pada waktu anak sehat untuk mencegah
kehilangan berat badan serta pengganti nutrisis
yang hilang
Antibiotik selektif
Antibiotika pada umumnya tidak diperlukan pada
semua diare akut oleh karena sebagian besar
diare infeksi adalah rotavirus yang sifatnya self-
limited dan tidak dapat dibunuh dengan
antibiotika.
Nasihat pada ibu
kembali segera jika demam, tinja berdarah,
berulang, makan atau minum sedikit, sangat
halus, diare makin sering, atau belum membaik
dalam 3 hari.
ekstremitas perlu karena perfusi dan capillary
refill dapat menentukan derajat dehidrasi yang
terjadi.

Penilaian beratnya atau derajat dehidrasi dapat
ditentukan dengan cara obyektif yaitu dengan
membandingkan berat badan sebelum dan
selama diare dan subyektif dengan menggunakan
kriteria WHO, Skor Maurice King, kriteria MMWR,
dan lainnya.
Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik,
isotonik dan hipertonik )
Renjatan hipovolemik
Hipokalemia (dengan gejala meteorismus,
hipotonik otot, lemah, bradikardi, perubahan
pada elektrokardiogram )
Hipoglikemi
Intoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat
defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili
mukosa usus halus
Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik
Malnutrisi energi protein, karena selain diare dan
muntah penderita juga mengalami kelaparan
1,2,3