Anda di halaman 1dari 36

REFERAT

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROME


(OSAS)
Pembimbing:
dr. Rangga R. Syarif, Sp. THT-KL, M. Kes

Disusun oleh:
Maulfi Kholis

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR (KKS) SMF ILMU THT-KL
RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
TAHUN 2014
Pendahuluan
Masih banyak penderita OSAS yang belum
terdiagnosis
Sleep apnea syndrome dibagi menjadi tiga tipe
yaitu tipe sentral, tipe obstruksi dan tipe
campuran
Mendengkur adalah gejala OSAS yang sering
disepelekan
Komplikasi OSAS banyak dan berbahaya
Anatomi jalan nafas
Definisi OSAS
Obstructive sleep apnea syndrome (OSAS)
diartikan sebagai berhentinya aliran udara
pernapasan selama 10 detik atau lebih pada
saat tidur walaupun ada upaya bernapas
(respirasi effort), yang disebabkan oleh
obstruksi jalan napas
Epidemiologi OSAS
Negara-negara maju 2- 4% pada pria dan 1-
2% pada wanita
Anak-anak 3% dengan frekuensi tertinggi
pada usia 2-5 tahun
OSAS terdapat pada lebih dari 40% individu
dengan IMT 30 kg/m2 atau individu dengan
sindrom metabolik
Pasien dengan penyakit kardiovaskular
memiliki prevalensi OSAS yang tinggi
Etiologi OSAS
OSAS disebabkan oleh obstruksi berulang
saluran napas selama tidur

Faktor-faktor risiko yang berperan pada OSAS
Umum - Obesitas (IMT> 30 kg/m2)
- Gender (pria>wanita)
- Riwayat OSAS pada keluarga
- Pasca menopause
Genetik atau kongenital - Sindrom down
- Sindrom pierre-robin
- Sindrom marfan
Abnormalitas hidung/faring - Rinitis
- Polip nasal
- Hipertrofi tonsil dan adenoid
- Deviasi septum nasi
Penyakit lain - Akromegali
- Hipotiroidisme
Kelainan struktur saluran napas atas - Lingkar leher >40 cm
- Abnormalitas sendi temporomandibula
- Mikrognatia
- Retrognatia
- Makroglosia
- Abnormalitas palatum
- Kraniosinostosis
Polip nasal
Hipertrofi tonsil
Hipertrofi adenoid
Deviasi septum nasi
Lingkar leher >40 cm
Mikrognatia
Retrognatia
Makroglosia
Kraniosinostosis
Patofisiologi OSAS
Ada tiga faktor yang berperan pada
patogenesis OSAS
1. Obstruksi saluran napas daerah faring akibat
pendorongan lidah dan palatum ke belakang
2. Kelainan fungsi kontrol neuromuskular pada
otot dilator faring
3. Kelainan kraniofasial mulai dari hidung
sampai hipofaring

Manifestasi Klinis OSAS
Gejala malam hari Gejala siang hari
Mendengkur
Napas berhenti di sela-sela
mendengkur
Rasa sesak dan tercekik yang membuat
penderita terbangun
Nokturia
Insmonia
Bangun dengan perasaan tidak segar
Sakit kepala pagi hari
Nyeri tenggorokan pada saat bangun
tidur
Mengantuk yang berlebihan di siang
hari
Kelelahan berkepanjangan
Defisit kognitif : gangguan kosentrasi
dan memori
Kebingungan di pagi hari
Perubahan mood dan kepribadian,
mencakup depresi dan anxietas
Disfungsi seksual, mencakup impotensi
dan penurunan libido
Refluks gastrointestinal
Hipertensi

Klasifikasi OSAS
Klasifikasi berdasarkan American Academy on
Sleep Medicine:
OSAS ringan : AHI 5-14
OSAS sedang : AHI 15-30
OSAS berat : AHI >30
Pemeriksaan fisik
Hal-hal yang harus dinilai pada pemeriksaan fisik adalah
IMT
Ukuran lingkar leher
Keadaan rongga hidung
Perasat Mueller
Penilaian Friedman tounge position
Bentuk palatum mole
Bentuk uvula
Palatal flutter
Palatal floppy
Ukuran tonsil
Penilaian Friedman tounge position
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Oksimetri pada saat tidur
Pemeriksaan sleep endoscopy
Radiografi saluran nafas
Polisomnografi (PSG) baku emas
Polisomnografi

Penatalaksanaan OSAS
Menurunkan BB
Continuous positive airway pressure (CPAP)
Bedah
Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)
Genioglosus advancement
Maksilo-mandibular osteotomi
Miotomi hioid dengan suspensi
Laser-assisted uvuloplasty (LAUP)
radiofrequency ablation (RA) palatum
nasal radioablation
Tonsilektomi
Adenoidektomi
Continuous positive airway pressure
(CPAP)
Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)
Genioglossus advancement
Maxillomandibular osteotomy
Miotomi hioid dengan suspensi
Komplikasi OSAS
Neuropsikologis: kantuk berlebihan pada siang hari,
kurang konsentrasi dan daya ingat, sakit kepala,
depresi.
Kardiovaskuler: takikardi, hipertensi, aritmia,
blokade jantung, angina, penyakit jantung iskemik,
gagal jantung kongestif, stroke.
Respirasi: hipertensi pulmonum, cor pulmunale.
Metabolik: diabetes, obesitas.
Genito-urinari: nokturia, enuresis, impotensi.
Hematologis: polisitemia.
Simpulan
Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) adalah
suatu sindrom obstruksi total atau parsial jalan
nafas yang menyebabkan gangguan fisiologis
yang bermakna dengan dampak klinis yang
bervariasi
Beberapa keadaan dapat merupakan faktor risiko
OSAS seperti hipertofi adenoid dan atau tonsil,
obesitas, disproporsi sefalometri, kelainan daerah
hidung
Polisomnografi merupakan pemeriksaan baku
emas untuk menentukan diagnosis OSAS
Terimakasih

Beri Nilai