Anda di halaman 1dari 36

LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B)

Disampaikan Pada Acara


Rapat Koordinasi Nasional BKPRD
Se-Indonesia

Oleh :














































SEKRETARIS DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH

LETAK PROVINSI SULAWESI TENGAH :
2
0
22 Lintang Utara dan 3
0
48 Lintang Selatan, serta
119
0
22 dan 124
0
22 Bujur Timur
BATAS - BATAS WILAYAH :
Utara : Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo;
Timur : Provinsi Maluku;
Selatan : Provinsi Sulbar dan Prov. Sultra
Barat : Selat Makassar.
GAMBARAN UMUM PROVINSI SULAWESI TENGAH
LUAS WILAYAH :
Daratan = 65.526,72 Km
2

Laut = 193.923,75 Km
2
Garis Pantai = 4.013 Km
2
Jumlah Pulau = 1.402 pulau
ADMINISTRATIF PEMERINTAHAN 2014:
12 Kabupaten
1 Kota
170 Kecamatan
1781 Desa dan 166 Kel (BPS, Sulteng Dalam Angka 2013)
JUMLAH PENDUDUK :
Tahun 2012 sejumlah 2.729.227 jiwa dengan
kepadatan rata-rata 39 jiwa/Km
2
PENINGKATAN PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR
3
PENINGKATAN PERTUMBUHAN
EKONOMI MELALUI
PEMBERDAYAAN EKONOMI
KERAKYATAN
SULAWESI TENGAH
SEJAJAR DENGAN
PROVINSI MAJU
DIKAWASAN TIMUR
INDONESIA DALAM
PENGEMBANGAN
AGRIBISNIS DAN
KELAUTAN MELALUI
PENINGKATAN KUALITAS
SUMBERDAYA MANUSIA
YANG BERDAYA SAING
PADA TAHUN 2020
PENINGKATAN KUALITAS
SUMBERDAYA MANUSIA
YG BERDAYA SAING
BERDASARKAN KEIMANAN
DAN KETAKWAAN
1
2
3
PERCEPATAN REFORMASI
BIROKRASI, PENEGAKAN
SUPREMASI HUKUM DAN HAM
9
PENGELOLAAN SUMBERDAYA
ALAM SECARA OPTIMAL
DAN BERKELANJUTAN
5
4 4
VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2011-2016
PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH DAN NASIONAL
Sumber: BPS, BRS PDB Indonesia & PDRB Provinsi Sulteng 2013, Rilis Feb 2014.
TREND LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
PROVINSI SULTENG & NASIONAL TAHUN 2008 - 2013
Trend laju pertubuhan ekonomi Provinsi Sulteng selama periode
2008-2013 cenderung meningkat, diatas pertumbuhan ekonomi
nasional & melampaui target yang diamanatkan didalam RPJMD
Provinsi Sulteng 2011-2016.
LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI SULTENG
DALAM PERSPEKTIF NASIONAL TAHUN 2013
9,38
PERKEMBANGAN PDRB PERKAPITA
PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2008-2013
Perkembangan PDRB Perkapita ADHB Provinsi Sulteng selama
periode 2008-2013 cenderung meningkat, dan masih dibawah PDB
Nasional.
Capaian PDRB Perkapita ADHB Provinsi Sulteng telah melampaui
target yang diamanatkan didalam RPJMD Provinsi Sulteng Tahun
2011-2016.
Sumber: BPS, BRS Pertumbuhan Ekonomi Sulteng dan Nasional Tahun 2013, Rilis 5 Feb 2014
Sumber: Website BPS RI, PDRB Provinsi Sulteng 2012, Diakses 2 Feb 2014
PDRB PERKAPITA PROVINSI SULTENG
DIREGIONAL SULAWESI TAHUN 2012
1
8
.
6
6

1
9
.
4
6

2
0
.
1
4

1
1
.
8
3

1
5
.
7
8

9
.
5
6

0
5
10
15
20
25
30
35
40
S
U
L
A
W
E
S
I

T
E
N
G
A
H
S
U
L
A
W
E
S
I

S
E
L
A
T
A
N
S
U
L
A
W
E
S
I

U
T
A
R
A
S
U
L
A
W
E
S
I

B
A
R
A
T
S
U
L
A
W
E
S
I

T
E
N
G
G
A
R
A
G
O
R
O
N
T
A
L
O
P
e
r
s
e
n

PDRB PERKAPITA PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
18,66
PERKEMBANGAN TINGKAT KEMISKINAN PROVINSI SULAWESI TENGAH
DAN NASIONAL TAHUN 2008-2013
Sumber: BPS RI, Profil Kemiskinan di Indonesia September 2013, Rilis 1 J anuari 2014
Sumber: BPS RI, Profil Kemiskinan di Indonesia September 2013, Rilis 1 J anuari 2014
PERKEMBANGAN JUMLAH & PERSENTASE PENDUDUK MISKIN
PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2008-2013
1
4
.
3
2

1
0
.
3
2

8
.
5
0

1
3
.
7
3

1
2
.
2
3

1
8
.
0
1

0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI UTARA SULAWESI TENGGARA SULAWESI BARAT GORONTALO
PERSENTASE KEMISKINAN PROVINSI PERSENTASE KEMISKINAN SULAWESI PERSENTASE KEMISKINAN NASIONAL
KONDISI KEMISKINAN PROVINSI SULAWESI TENGAH
DALAM PERSPEKTIF REGIONAL SULAWESI TAHUN 2013
Sumber: BPS RI, Profil Kemiskinan di Indonesia September 2013, Rilis 1 J anuari 2014
14,32
PERKEMBANGAN PERSENTASE KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA
SE-SULAWESI TENGAH TAHUN 2011-2012 (SEPTEMBER)
Sumber: BPS Provinsi Sulteng, Kemiskinan Kabupaten/Kota se-Sulteng, Rilis 1 September 2013
PERKEMBANGAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT)
PROVINSI SULAWESI TENGAH DAN NASIONAL
TAHUN 2008-2013 (AGUSTUS)
Sumber: BPS, BRS Ketenagakerjaan Provinsi Sulteng, Rilis Nov 2013
PERKEMBANGAN NTP BULANAN PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN 2013
Sumber: BPS, BRS Perkembangan NTP Bulanan Provinsi Sulteng Tahun 2013
Ket: - Jan s.d. Nov 2013 Tahun Dasar 2007
- Des 2013 Tahun Dasar 2012
PERKEMBANGAN NTP BULANAN SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN
(NTP-P) PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2013
Sumber: BPS, BRS Perkembangan NTP Bulanan Provinsi Sulteng Tahun 2013
Ket: - Jan s.d. Nov 2013 Tahun Dasar 2007
- Des 2013 Tahun Dasar 2012
PERKEMBANGAN NTP BULANAN SUB SEKTOR HORTIKULTURA
(NTP-H) PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2013
Sumber: BPS, BRS Perkembangan NTP Bulanan Provinsi Sulteng Tahun 2013
Ket: - Jan s.d. Nov 2013 Tahun Dasar 2007
- Des 2013 Tahun Dasar 2012
Perlunya perlindungan lahan
pertanian pangan yang
berkelanjutan, sebagai basis
untuk kelangsungan sistem
produksi pangan nasional, harus
menjadi perhatian kita bersama.

Harus dapat mengendalikan laju
alih fungsi lahan pertanian
pangan, melalui penerapan
instrument reward and
punishment. Sehingga
diharapkan para Pemerintah
Provinsi dan Kabupaten segera
menetapkan Si nkr oni sasi
ant ar a RTRW dengan LP2B
Amanat UU No. 41
Tahun 2009
1. Lahan Pertanian Pangan adalah bidang lahan yang digunakan untuk
usaha pertanian tanaman pangan yang terdiri dari lahan sawah dan
lahan kering.
2. Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah bidang lahan pertanian
yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten
guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan
kedaulatan pangan daerah.
3. Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah lahan
potensial yang dilindungi pemanfaatannya agar kesesuaian dan
ketersediaannya tetap terkendali untuk dimanfaatkan sebagai
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan pada masa yang akan
datang.
4. Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah sistem
dan proses dalam merencanakan dan menetapkan,
mengembangkan, memanfaatkan dan membina, mengendalikan, dan
mengawasi lahan pertanian pangan dan kawasannya secara
berkelanjutan.
5. Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah wilayah
budidaya pertanian terutama pada wilayah perdesaan yang
memiliki hamparan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
dan/atau hamparan Lahan Cadangan Pertanian Pangan
Berkelanjutan serta unsur penunjangnya dengan fungsi
utama untuk mendukung kemandirian, ketahanan, dan
kedaulatan pangan daerah dan Nasional.


Terminologi
SKENARIO NASIONAL KEBUTUHAN DAN PRODUKSI BERAS
MENUJU SURPLUS BERAS 10 JUTA TON
GKG Beras
2010 237,556,363 139.15 33,055,968 66,469,394 37,371,255
2011 241,095,953 139.15 33,548,502 68,596,415 38,567,136 5,018,634
2012 244,688,283 137.06 33,537,649 72,026,235 40,495,492 6,957,843
2013 248,334,138 135.01 33,526,799 75,627,547 42,520,267 8,993,467
2014 252,034,317 132.98 33,515,954 79,408,924 44,646,280 11,130,327
Sasaran
Produksi (Ton)
Kebutuhan
Beras (ton)
Konsumsi
Perkapita/Tahun (kg)
Jumlah
Penduduk
Tahun
Surplus Beras
(ton)
Sumber: Draft Roadmap Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Menuju Surplus Beras 10 Juta Ton pada tahun 2014
Pencapaian target surplus 10 juta ton akan dicapai melalui strategi :
Peningkatan produktivitas, perbaikan manajemen, perluasan areal dan
pengurangan konsumsi
Skenario Ketahanan Pangan di
Sulawesi Tengah

TAHUN 2008 2009 2010 2011 2012
Regulasi ketahanan
pangan
ada ada Ada Ada
Ketersediaan pangan
utama
(kg/kapita/thn)
2.255 2.255 2.255 2.255
Regulasi ketahanan
pangan (pergub)
1 1
Ketersediaan pangan
utama
(kg/kapita/thn)
270
kg/kp/
thn
270
kg/kp/
thn
Sumber: BKP Daerah Prov. Sulteng Tahun 2012
Tanam 2 Kali
124.713 Ha (74,12 %)
Tidak Ditanami Padi
3.689 Ha (2,19 %)
Tidak Diusahakan/Bero
21.086 Ha (12,53 %)
Tegal / Kebun
577.490 Ha
Ladang/Huma
241.220 Ha
Tanam 1 Kali
12.630 Ha (7,51 %)
Tanam 3 Kali
6.132 Ha (3,64 %)
Total luas LP2B Sulteng
119.702 Ha
Luas Lahan Cadangan
(LCP2B) 146.850 Ha
Luas Lahan Potensi Pangan Berkelanjutan
(LP2B) Pergub No. 3 Tahun 2014
No. Kabupaten/Kota LP2B (Ha)
Lahan Cadangan
(Ha)
1. Bangkep 608 1.200
2. Banggai 21.859 2.500
3. Morowali 11.014 42.000
4. Poso 12.030 15.500
5. Donggala 10.601 12.500
6. Tolitoli 12.570 17.250
7. Buol 5.443 9.200
8. Parigi Moutong 22.740 17.200
9. Tojo Unauna 1.216 10.500
10. Sigi 20.762 19.000
11. Kota 859 -
TOTAL : 119.702 146.850
Ruang Lingkup Pengaturan LP2B Dalam
Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah
1. Perencanaan dan penetapan;
2. Pengembangan;
3. Pemanfaatan;
4. Pengendalian;
5. Pembinaan dan pengawasan;
6. Sistem informasi;
7. Perlindungan dan pemberdayaan petani;
8. Pembiayaan; dan
9. Peran serta masyarakat.
TREND PRODUKTIVITAS PADI SAWAH SULAWESI TENGAH
2000 - 2012
36.64
35.89
38.42
39.29
40.63
41.53 41.94
42.79
47.23
46.06
46.59
47.52
45.33
25.00
30.00
35.00
40.00
45.00
50.00
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
Produktivitas

Produktivitas Padi Sawah Sulawesi Tengah 13 Tahun Terakhir
(2000-2012) cenderung meningkat tetapi dengan laju peningkatan yang
tidak konsisten atau ada gejala pelandaian (Levelling Off)


48,552
49,095 48,498
49,177
53,452
67,617
66,433
119,323
140,709
164,281
162,306
161,810
162,058
-
20,000
40,000
60,000
80,000
100,000
120,000
140,000
160,000
180,000
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
PERKEMBANGAN PRODUKSI JAGUNG SULAWESI TENGAH
2000 - 2012

Produktivitas Jagung Sulawesi Tengah 13 Tahun Terakhir
(2000-2012) meningkat tajam antara Tahun 2006-2009, sementara
tahun sebelum dan sesudahnya mengalami peningkatan yang tidak
signifikan.

Produktivitas











PERKEMBANGAN PRODUKSI KEDELAI SULAWESI TENGAH
2000 - 2012
2,315
2,036
2,015
1,648
2,085
2,240
2,651
2,589
2,927
4,723
3,534
6,900
6,218
-
1,000
2,000
3,000
4,000
5,000
6,000
7,000
8,000
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
Produktivitas

Produktivitas Kedelai Sulawesi Tengah 13 Tahun Terakhir
(2000-2012) mengalami peningkatan yang tidak signifikan karena
adanya kebijakan nasional tentang impor kedelai yang tidak
signifikan

PERMASALAHAN DAN TANTANGAN DAERAH
Alih Fungsi Lahan Pertanian menjadi lahan
perkebunan, permukiman, penyediaan infrastruktur
pendukung lainnya.
Penegakan hukum tentang pelanggaran pemanfaatan
ruang
Hilangnya mata pencaharian petani yang dapat
menimbulkan pengangguran
Menurunnya investasi infrastruktur pertanian (irigasi)
yang menelan biaya sangat tinggi
Kurangnya dukungan prasarana dan sarana pertanian
terhadap peningkatan produksi pertanian
Permintaan pangan khususnya beras meningkat seiring
peningkatan jumlah penduduk.
Baru terdapat dua kabupaten yang telah menetapkan
Peraturan Kepala Daerah tentang LP2B
1
2
3
7
6
5
4
Penetapan Peraturan Kepala Daerah tentang LP2B
Kab/Kota
Peningkatan kualitas SDM petani
Peningkatan pemahaman petani dalam Pengembangan dan
Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif (PPSIP)
Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP),
serta penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan
Memperketat pengawasan pemanfaatan ruang dan pemberdayaan
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
PERENCANAAN DAN PENETAPAN
LP2B DI SULAWESI TENGAH
1. Pemerintah Daerah merencanakan
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan dalam RPJPD, RPJMD
dan RKPD.
2. Rencana Perlindungan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan
meliputi :
kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;
lahan pertanian pangan
berkelanjutan; dan
lahan cadangan pertanian pangan
berkelanjutan.
3. Rencana Perlindungan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan
dilakukan terhadap kawasan
pertanian lahan basah dan kawasan
pertanian lahan kering.



Lanjutan
4. Rencana Perlindungan Lahan
Cadangan Pertanian Pangan
Berkelanjutan dilakukan terhadap :
tanah terlantar;
lahan pasang surut;
lahan marginal; dan
tanah berkas kawasan hutan yang
telah dilepas sesuai ketentuan
Peraturan Perundang-undangan.

5. Rencana Perlindungan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan
meliputi :
kebijakan;
strategi;
program;
rencana pembiayaan; dan
evaluasi.


Peran BKPRD Prov. Sulteng
Langka awal bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi
Tengah dalam Penyediaan Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan (PLP2B) melalui penetapan
PERGUB NO. 3 TAHUN 2014 TENTANG
PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN
BERKELANJUTAN.
Dari 13 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah
sudah 2 (dua) yang melakukan Penetapan Perbub
tentang Penyediaan Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan (PLP2B) yaitu ; KAB. POSO DAN
BOUL.
AGENDA BKPRD Prov. Sulteng
TAHUN 2015-2016
Rapat Triwulanan BKPRD
Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BKPRD
Rapat Koordinasi yang dapat mengakomodir
kesesuaian dalam RTRW Kab/Kota dengan LP2B
Rapat Penertiban Ijin Pemanfaatan Lahan
Melakukan fasilitasi dan supervisi Rencana Tata
Ruang (RTR) Kab. Morowali Utara, Kab. Banggai
Kepulauan, dan Kab. Banggai Laut
.



Kinerja BKPRD Provinsi serta
BKPRD Kabupaten dan Kota

Para Kepala SKPD serta Instansi Vertikal di Daerah SEBAGAI
BAGIAN DARI BKPRD SEYOGYANYA MENYAMPAIKAN ISU
DAN/ATAU PERMASALAHAN UTAMA yang bersifat sektoral
terkait dengan program penataan ruang untuk dibahas
dalam Rapat Koordinasi BKPRD guna menghasilkan suatu
rekomendasi sebagai bahan masukan Kepada Kepala
Daerah agar proses perizinan terpadu satu pintu dapat
dikendalikan dan menjadi dasar untuk penyelenggaraan
penataan ruang termasuk didalamnya adalah PENETAPAN
LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN.

BAPPEDA HARUSNYA BERSINERGI DENGAN SKPD YANG MEMBERI
DATA DAN INFORMASI TEKNIS.

Walaupun BAPPEDA Provinsi serta BKPRD
Kabupaten dan Kota sebagai Sekretaris BKPRD,
(Sekretariat BKPRD) tetapi
SUPLAI DATA DAN INFORMASI
DARI SKPD
sangat menentukan agar BAPPEDA dapat
memfasilitasi/mendorong SKPD melalui
pelaksanaan rapat koordinasi di tingkat BKPRD
untuk membahas isu atau permasalahan
penataan ruang di daerah