Anda di halaman 1dari 46

Hak cipta hanya milik Allah

Teknik EOR
Copyright 2014, Sepriadi Ibnu S.S.K., S.T.
Sepriadi Al-Ustadziatul Alam
(Alif-Ghuzaililazhmi)
priadiand.lestari.consultant@gmail.com
facebook: sepriadi_alif@yahoo.co.id
e-mail: sepriadi_almuhandis@yahoo.co.id
0813 73 0812 67 0852 66 7390 68

Konsentrasi Minyak dan Gas Bumi
Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Pertemuan 1
Pengertian Perolehan Tahap Lanjut (EOR)
adalah :
Perolehan minyak yang berasal dari salah
satu atau beberapa metode pengurasan yang
menggunakan energi luar reservoir.
berbagai cara yang dilakukan untuk
meningkatkan laju produksi dari suatu sumur,
tanpa merusak formasi dari reservoir yang
ada, sehingga faktor perolehan dari sumur
produksi tersebut meningkat.
Alasan dilakukan EOR ialah :
Jumlah cadangan hidrokarbon diperkirakan
masih cukup besar, tetapi tekanan sudah
sangat menurun
Meningkatkan faktor perolehan minyak
Mengurangi saturasi minyak residual (Sor)
Menurunkan viskositas minyak yang terdapat
dalam reservoir
Mengurangi tekanan kapiler pada sistem
fluida-batuan reservoir
Memberikan driving force pada laju produksi
minyak yang sudah rendah
Meningkatkan areal sweep efficiency
(bergantung pada karakteristik reservoir)
Kedalaman
Kemiringan
Tingkat Heterogenitas Reservoir
Sifat Petrofisik
Mekanisme Pendorong
Cadangan Minyak Tersisa
Saturasi Minyak Tersisa (S
or
)
Viskositas Minyak

Kedalaman reservoir merupakan faktor
penting dalam menentukan keberhasilan
suatu EOR dari segi teknik maupun ekonomi.
Dari sudut pandang teknik, jika reservoir
cukup dangkal, tekanan injeksi yang dapat
dikenakan pada reservoir juga kecil karena
dibatasi oleh tekanan rekah.

Kemiringan memiliki arti yang penting jika
perbedaan rapat massa yang didesak cukup
besar. Jika kecepatan pendesakan besar
sekali, pengaruh kemiringan tidak terlalu
besar. Jika fluida pendesaknya air, maka
cenderung untuk maju lebih cepat di bagian
bawah.
Heterogenitas reservoir ditentukan oleh :
1. Tingkat ketidakseragaman ukuran pori
2. Stratigrafi / jenis batuan
3. Kontinuitas yang dipengaruhi oleh struktur
Besaran besaran petrofisik yang
mempengaruhi keberhasilan metode EOR
atau peningkatan perolehan ialah :
Porositas
Permeabilitas
Permeabilitas efektif sebagai fungsi saturasi
(k
ro
dan k
rw
)
Tekanan kapiler
Kebasahan batuan

Peranan mekanisme pendorong sangat
penting artinya dalam EOR. Misalnya, jika
suatu reservoir memiliki tenaga pendorong
air (waterdrive mechanism) yang kuat, maka
injeksi air atau kimiawi tidak akan memberi
dampak yang berarti.

Cadangan minyak tersisa reservoir
mempunyai hubungan langsung dengan nilai
ekonomi penerapan suatu metode EOR.
Makin besar cadangan tersisa, maka makin
besar suatu proyek EOR mendapatkan
keuntungan.

Besarnya saturasi minyak tersisa
menentukan sulit mudahnya pendesakan
atau pengurasan yang dilakukan oleh fluida
injeksi. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu
pengurasan minyak akan memerlukan
metode yang mahal dan jumlah minyak yang
harus menanggung biaya pengurasan makin
sedikit.

Viskositas minyak penting dalam pemilihan
metode EOR dan juga dalam penentuan
keberhasilan metode tersebut. Dalam
pendesakan tak tercampur, besaran yang
menentukan efektifitas penyapuannya ialah
perbandingan mobilitas fluida pendesak
dengan minyak didesak.
Mobilitas Fluida
Perbandingan Mobilitas Fluida
Pola Sumur Injeksi
Efisiensi Penyapuan (E
S
)
Efisiensi Pendesakan (E
D
)
Efisiensi Invasi
- Mobilitas merupakan suatu ukuran kemudahan suatu fluida
untuk mengalir melalui media berpori dengan suatu gradient
tekanan tertentu.

- Mobilitas fluida merupakan perbandingan antara
permeabilitas efektif fluida tersebut terhadap viskositasnya
pada kondisi reservoir.
= k
f
/
f

dengan :
= mobilitas fluida, md/cp
k
f
= permeabilitas efektif, md

f
= viskositas fluida, cp
Persamaan ini berlaku baik untuk air, minyak, dan gas.
- Besaran ini menghubungkan antara mobilitas air yang berada di
belakang kontak air-minyak (front) dengan mobilitas minyak yang
berada di dalam oil bank. Apabila harga dari perbandingan mobilitas
fluida ini semakin kecil, maka bagian yang tersapu oleh fluida injeksi
akan semakin besar.

M=(k/)
pendesak
/(k/)
didesak

dengan :
M = perbandingan mobilitas
k = permeabilitas efektif fluida, md
= viskositas fluida, cp
Bila proses pendesakannya merupakan pendesakan fluida yang
bercampur (miscible), maka permeabilitas efektif fluida pendesak dan
fluida yang didesak sama, sehingga secara lebih sederhana yang
dibandingkan hanya viskositas kedua fluida tersebut saja.
- Pertimbangan dalam penentuannya
tergantung pada :
tingkat keseragaman formasi, yaitu
penyebaran permeabilitas ke arah lateral
maupun ke arah vertikal.

- Efisiensi penyapuan didefinisikan sebagai
perbandingan antara luas daerah
hidrokarbon yang telah terdesak di depan
front dengan luas daerah hidrokarbon seluruh
reservoir.
- Efisiensi pendesakan merupakan perbandingan
antara volume hidrokarbon (minyak atau gas) yang
dapat didesak dari sebuah atau banyak pori pori
terhadap volume hidrokarbon total yang terdapat di
dalam pori pori tersebut.
Dalam prakteknya, efisiensi pendesakan
didefinisikan lebih sederhana, yaitu fraksi
hidrokarbon (minyak atau gas) yang dapat didesak
setelah dilalui oleh front dan zona transisinya.
Bila dianggap suatu kasus pendesakan linier pada suatu sampel
media berpori yang berbentuk silinder, kemudian semua pori
pori yang terletak di belakang front dapat diisi oleh fluida
pendesaknya, maka sesuai dengan definisi, efisiensi
volumetriknya akan mencapai 100% dan hubungan yang
menunjukkan efisiensi pendesakan adalah sebagai berikut :

E
D
=(Soi - Sor)/S
oi

dimana :
E
D
= efisiensi pendesakan, fraksi
S
oi
= saturasi minyak mula mula (pada saat awal pendesakan)
S
or
= saturasi minyak sisa
Dalam prakteknya, Sor dan E
D
akan tetap
harganya sampai bidang front mencapai titik
produksi. Pada saat dan sebelum
waterbreakthrough terjadi, efisiensi
pendesakan ditunjukkan oleh persamaan :

(E
D
)
BT
=(Soi - Sor)
BT
)/S
oi

Harga S
oi
akan berkurang dan E
D
akan
bertambah dengan terus berlalunya zona
transisi melewati sumur produksi. Setelah
zona transisi berlalu, maka akan diperoleh
harga S
or
minimum yang merupakan saturasi
minyak irreducible dan efisiensi pendesakan
akan mencapai suatu harga maksimum,
sesuai dengan persamaan :
(E
D
)
max
=(Sor - Sor
(min)
)/S
oi

Efisiensi invasi didefinisikan sebagai besarnya perbandingan
antara volume hidrokarbon dalam pori pori yang telah didesak
oleh fluida terhadap volume hidrokarbon yang tertinggal di
belakang front.
Dalam pembicaraan mengenai efisiensi penyapuan, seolah olah
proses pendesakan memiliki sifat sifat yang merata secara
vertikal. Tetapi pada kenyataannya hal tersebut jarang sekali
terjadi di dalam reservoir. Agar pengaruh aliran ke arah vertikal
turut diperhitungkan, maka perlu ditentukan terlebih dahulu
efisiensi invasinya. Besar kecilnya efisiensi invasi dipengaruhi oleh
adanya pelapisan serta pengaruh gravitasi.
Hubungan efisiensi secara keseluruhan dapat dinyatakan sebagai
berikut :
E=E
s
xE
D
xE
i


EOR
Injeksi Tak
Tercampur
Injeksi
Tercampur
Injeksi Kimia Injeksi Panas
Injeksi
Mikroba
Injeksi Air
Injeksi Gas
Injeksi CO
2

Injeksi Gas
Inert
Injeksi Gas
Kering
Injeksi
Enriched Gas
Injeksi Polimer
Injeksi
Surfactant
Injeksi
Alkaline
Injeksi Air
Panas
Injeksi Uap
In Situ
Combustion
Screening Parameter Unit
Chemical Flooding Gas Injection Thermal Injection
Microba
Surfactant Polymer Alkaline
Hydrocarbo
n
CO
2
Steam
In Situ
Combustion
Oil Gravity
o
API 25 25 <30 35 25 10 t0 34 10 to 35 15
In Situ Oil Viscosity, cp <40 <100 <200 <10 <15 200-1000 200-1000
Depth, D feet <9.000 <9.000 2000-5000 2000 3000 11.500 8000
Pay Zone Thickness, h feet 10 20 20
Reservoir Temperatur,TR
o
F <200 <200 <200 <140
Porosity, fraction >0.20 >0.20 >0.20 0.20 0.20
Permeability Average, k mD 40 20 20 250 35 150
Transmisibility, kh/ md.ft/c
p
5 5
Reservoir Pressure, PR Psi MMP 1500 2000 3000
Wettability
WW or OW Pref WW Pref WW WW or OW WW or OW WW or OW WW or OW WW or OW
Minimum Oil Content at
Start of Process, So x o fraction 0.10 0.08
Salinity of Formation
Brine, TDS ppm <100.000 <100.000 <100.000
Rock Type sandstone sandstone sandstone sandstone sandstone sandstone sandstone sandstone
Or Or Or Or Or Or
Carbonat Carbonat Carbonat Carbonat Carbonat Carbonat
>

sss>> |>>

>>>sss>>
Hak cipta hanya milik Allah

Teknik EOR
Copyright 2014, Sepriadi Ibnu S.S.K., S.T.
Sepriadi Al-Ustadziatul Alam
(Alif-Ghuzaililazhmi)
priadiand.lestari.consultant@gmail.com
facebook: sepriadi_alif@yahoo.co.id
e-mail: sepriadi_almuhandis@yahoo.co.id
0813 73 0812 67 0852 66 7390 68

Konsentrasi Minyak dan Gas Bumi
Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Pertemuan 2
Pendesakan Satu Dimensi
Pendesakan Dua Dimensi
Pendesakan Tiga Dimensi

Pendesakan yang mempunyai kecepatan hanya
dalam satu arah pada setiap waktu dan di seluruh
tempat.
Secara umum, suatu pendesakan akan mempunyai
batas yang merupakan front terdepan fluida
pendesak. Saturasi bidang front akan meningkat,
kemudian di belakang front saturasi fluida naik
secara bertahap hingga mencapai harga saturasi
maksimum, yaitu satu dikurangi saturasi residual
(S
r
) fluida yang didesak.
Contoh :
injeksi gas ke dalam tudung gas (gas cap),
injeksi air ke dalam aquifer,
injeksi berpola direct line drive yang jarak
antar sumur sejenis lebih kecil daripada jarak
antar sumur yang tidak sejenis.
Pendesakan satu dimensi dibagi menjadi :
Pendesakan frontal
Pendesakan torak
Teori Pendesakan Frontal
Asumsi-asumsi :
Sumur-sumur injeksi dan produksi diperforasi
diseluruh ketebalan formasi (h).
Penyimpangan dari arus-arus aliran linear
(disekitar sumur-sumur) diabaikan.
Distribusi saturasi secara melebar dianggap
seragam
Dari pola line drive dan berdasarkan rumus
Darcy untuk aliran yang linear maka dapat
diperoleh suatu fraksi aliran air pada setiap
titik :


o
ro
rw
w
c
o
ro
w
k
k
x
P
qt
A k k
f

u
o
o

+
|
.
|

\
|
c A +
=

1
sin . 4335 . 0
. .
. 10 . 127 . 1 1
3
Untuk pendesakan pada reservoir horisontal
dimana , dan dengan mengabaikan gradien
tekanan kapiler, maka :
o
ro
rw
w
w
k
k
f

+
=
1
1
Untuk reservoir miring :
o
ro
rw
w
o T
ro
w
k
k
x
g
q
A k k
f

+
A

=
1
10 0133 , 1
sin . .
1
6
Perhitungan perolehan minyak dilakukan
dengan menggunakan grafik hasil persamaan
Buckley-Leverett-Welge. Persamaan yang
berlaku sebagai berikut :

Recovery = Wi
Dbt
= Np
Dbt
= i
WD
x t
bt

t
bt
= Wi
Dbt
/i
WD
S
w
= S
we
+ (1-f
we
)W
iD
atau
Recovery = Np
N
= -S
wc
= (S
we
-S
wc
)+(1-f
we
)
S
we
= S
w
dan W
iD
= air yang diinjeksikan dalam
volume pori. Kedua persamaan di atas dapat
dipakai untuk menentukan recovery secara
grafis.
Hitung fractional flow air menggunakan
persamaan.
Plot f
w
terhadap S
w

Tarik garis lurus dari Swc (Gbr.3)menyinggung
kurva f
w
vs S
w
. dari garis singgung ini diperoleh :
Titik singgung antara garis tersebut dengan kurva
memberikan S
w
= S
wbt.

Titik potong antara garis tersebut dengan garis fw = 1
menghasilkan saturasi air rata rata sistem
pendesakan (S
wbt
).


0
0.2
0.4
0.6
0.8
1.0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9


Perolehan minyak pada saat breakthrough
dapat dihitung dengan persamaan :
Np = 7758.A.h.((S
w
- S
wc
)/B
o
), STB

Kinerja proses injeksi air setelah
breakthrough, yang dinyatakan dalam Np,
WOR, dan q
o
sebagai fungsi dari waktu, dapat
dihitung mengikuti urutan sebagai berikut :
Sw fw fw/Sw Qi
Sw
Rata-rata
w
S
fw ditentukan berdasarkan Sw dengan
menggunakan plot fw terhadap Sw dari butir
2.
fw/Sw dihitung berdasarkan kemiringan
garis singgung titik titik pada kurva
fractional flow yang harganya lebih besar dari
Swbt.
Q
i
= 1/(f
w
/S
w
)
Hitung Sw rata-rata
q
o
= (1-f
w
)i
w
/B
o

WOR = (f
w
/(1-f
w
)).B
o
/B
w

Wi = 7758.A.h..Qi
t = Wi/i
w

Plot Sw rata-rata, Np, Wi, dan WOR
terhadap waktu (t)
Contoh :
Pendesakan pada reservoir yang tipis,
sehingga kecepatannya dan variasi saturasi
dalam arah vertikal dapat diabaikan.




Dimana : Vd = Vb (1-Swc-Sor)


injeksi pola unit luas
front depan di daerah luas
Es =
(Vd) didesak dapat yang pori - pori volume
(Vi) diinjeksi telah yang volume
Vid =
Untuk reservoir yang tebal dan bervariasi
permeabilitas kesegala arah Simulasi
numeric (Komputer)

Penyelesaian memerlukan data:
Data fluida
Data petrofisik
Data produksi untuk setiap bagian reservoir
yang besarnya ditentukan (grid)