Anda di halaman 1dari 42

ENVIRONMENT ENVIRONMENT

HOST HOST
Disajikan oleh : Supriyadi Disajikan oleh : Supriyadi

EPIDEMIOLOGI MALARIA adalah pengetahuan yang menyangkut studi
tentang kejadian (insidensi, prevalensi, kematian karena malaria,
penye!aran atau penularannya pada penduduk yang tinggal di suatu
"ialayah pada peri#de "aktu tertentu, !eserta $akt#r%$akt#r yang
mempengaruhinya&
Tujuan studi epidemiologi malaria adalah untuk menggunakannya
se!agai dasar rasi#nal dalam pem!erantasan, pengendalian penularan
dan pen'egahannya&
Materi studi epidemiologi malaria, secara garis besar, menyangkut 3
hal utama yang saling berkaitan:
1. Inang (HOST): manusia sebagai inang antara, dan nyamuk vektor
sebagai inang definitif parasit malaria.
. !enyebab penyakit ("#$%T): parasit malaria (!lasmodium).
&. 'ingkungan ($%(I)O%*$%T).

Agent (Penyebab
Penyakit)
Ada 4 macam Plasmodium :
Ada 4 macam Plasmodium :

Plasmodium falciparum (malaria


Plasmodium falciparum (malaria
tropika)
tropika)

Plasmodium vivax (malaria


Plasmodium vivax (malaria
tertiana)
tertiana)

Plasmodium malariae (malaria


Plasmodium malariae (malaria
kuartana)
kuartana)

Plasmodium
Plasmodium
ovale (jarang,
ovale (jarang,
umumnya di Afrika)
umumnya di Afrika)

Parasit Malaria
Parasit Malaria
Siklus idup
Siklus idup

!okinet

(
Hati Hati Hati Hati
Kelenjar Ludah Kelenjar Ludah Kelenjar Ludah Kelenjar Ludah
Dalam eritrosit Dalam eritrosit Dalam eritrosit Dalam eritrosit
Lambung Nyamuk Lambung Nyamuk Lambung Nyamuk Lambung Nyamuk
poro!oit poro!oit
Hipno!oit Hipno!oit
chi!ont chi!ont
chi!ont chi!ont
Mero!oit Mero!oit
poro!oit poro!oit
Tropo!oit Tropo!oit
"ametocyt "ametocyt
chi!ont chi!ont Mero!oit Mero!oit
!ygot !ygot
ookinet ookinet
oocyst oocyst
MANUSIA NYAMUK ANOPHELES

Siklus idup Parasit Malaria
)iklus aseksual dalam tu!uh manusia *
+
)iklus diluar sel darah merah, dalam hati
(hipn#s#it dapat menye!a!kan kam!uh dari P&
viva, - P& #vale
+
)iklus dalam sel darah merah *
% )iklus sis#g#ni, menim!ulkan demam
% )iklus gamet#g#ni, menjadi sum!er
penularan
)iklus seksual dalam tu!uh nyamuk (siklus
sp#r#g#ni, menghasilkan sp#r#.#it yang
ditularkan dari nyamuk ke manusia

Trophozoite : Trophozoite :

Tropozoit Muda (Ring Kecil), Tropozoit Muda (Ring Kecil),


sampai 12 jam sampai 12 jam

Tropozoit Medium (Bentuk Ring Tropozoit Medium (Bentuk Ring


Sedang), antara 12 1! jam Sedang), antara 12 1! jam

Tropozoit Besar ("arge Ring), Tropozoit Besar ("arge Ring),


mem#esar$ mene#aln%a mem#esar$ mene#aln%a
sitoplasma, antara 1! &' jam sitoplasma, antara 1! &' jam

Tropozoit Matang$(e)asa, Tropozoit Matang$(e)asa,


jarang ditemukan (#iasa S( jarang ditemukan (#iasa S(
Malaria Sere#ral) Malaria Sere#ral)
Sizon : Sizon :

Sizon Muda (& inti dan Sizon Muda (& inti dan
sitoplasma kumpul) sitoplasma kumpul)

Sizon Belum Matang, Sizon Belum Matang,


sitoplasma milik semua inti sitoplasma milik semua inti

Sizon Matang,inti dg sitoplasma Sizon Matang,inti dg sitoplasma


Gametocyte (bentuk pasti !": Gametocyte (bentuk pasti !":
Stadium *+ #entuk pisang Stadium *+ #entuk pisang
! rin# ! rin#
! !
#amet #amet

Trophozoite : Trophozoite :

Tropozoit Muda (#entuk inti Tropozoit Muda (#entuk inti


tidak selalu #ulat$titik kasar, tidak selalu #ulat$titik kasar,
kurang kompak, mera, jelas) kurang kompak, mera, jelas)

Tropozoit Setenga, (e)asa Tropozoit Setenga, (e)asa

Tropozoit (e)asa (#entuk inti Tropozoit (e)asa (#entuk inti


tidak #eraturan, agak #esar tidak #eraturan, agak #esar
cenderung mele#ar, semakin cenderung mele#ar, semakin
tua, )arna kompak inti tua, )arna kompak inti
#erkurang) #erkurang)
Sizon (khas bentuk $muboit": Sizon (khas bentuk $muboit":

Sizon Muda (& inti dan Sizon Muda (& inti dan
sitoplasma kumpul) sitoplasma kumpul)

Sizon Belum Matang, Sizon Belum Matang,


sitoplasma milik semua inti sitoplasma milik semua inti

Sizon Matang, inti dg Sizon Matang, inti dg


sitoplasma sitoplasma
Gametocyte: Gametocyte:
Stadium muda, de)asa Stadium muda, de)asa
(sitoplasma mele#ar) (sitoplasma mele#ar)

% %

Trophozoite :
&husus
'ban(
!orm)bentuk
pita*
Schizont :
Rosette
Trophozoite :
&husus
'ban(
!orm)bentuk
pita*
Schizont :
Rosette
m m

Trophozoit Trophozoit Trophozoit Trophozoit
Schizont Schizont Schizont Schizont
Gametocyt Gametocyt Gametocyt Gametocyt
Host Interme(iate : Host Interme(iate :
Trophoizoit Trophoizoit
Schizont Schizont
Gametocyt Gametocyt
Host +e!initi! : Host +e!initi! :
,y#ot ,y#ot
Sporozoite Sporozoite
Host Interme(iate : Host Interme(iate :
Trophoizoit Trophoizoit
Schizont Schizont
Gametocyt Gametocyt
Host +e!initi! : Host +e!initi! :
,y#ot ,y#ot
Sporozoite Sporozoite

Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
Plasmodium
Plasmodium
falciparum
falciparum
(malaria tropika)
(malaria tropika)
Plasmodium malarie
Plasmodium malarie

HYPNO"OI# HYPNO"OI#
E E
HYPNO"OI# HYPNO"OI#
E E
Plasmodium
Plasmodium
vivax
vivax
(malaria tertiana)
(malaria tertiana)
Plasmodium ovale
Plasmodium ovale
Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
#aki$%oro&oi #aki$%oro&oi
t t
'ra(i$%oro&o 'ra(i$%oro&o
it it
Hypnozoite Hypnozoite ini %ang ini %ang
menim#ulkan kam#u,, )alau menim#ulkan kam#u,, )alau
tidak digigit n%amuk in-ekti- lagi. tidak digigit n%amuk in-ekti- lagi.

Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
Erythrocytai Erythrocytai
r r

Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
Erythrocytai Erythrocytai
r r

Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
Erythrocytai Erythrocytai
r r

Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
Erythrocytai Erythrocytai
r r

Sel *nang Sel *nang
"#ermoregulat "#ermoregulat
or or
Titik set su,u Titik set su,u
#eru#a, #eru#a,
/%pot,alamus /%pot,alamus
endot,elium endot,elium
$%MA
$%MA
M
M
Peca#nya parasit di dara# yang Peca#nya parasit di dara# yang
mengeluarkan &at tertentu, mengeluarkan &at tertentu,
memicu 'nang untuk memicu 'nang untuk
mengeluarkan sitokin yang mengeluarkan sitokin yang
mempengaru#i mempengaru#i
t#ermoregulator t#ermoregulator
TN- TN-
(Tumor (Tumor
Necrosis Necrosis
-actor" -actor"

Produktifitas kerja tidak optimal Produktifitas kerja tidak optimal

Absensi anak sekolah tinggi Absensi anak sekolah tinggi



Sekuestrasi (pen#asin#an" . !a/ciparum pa(a or#an Sekuestrasi (pen#asin#an" . !a/ciparum pa(a or#an
%ita/ (otak0 hepar0 #in1a/0 paru0 1antun#0 usus0 ku/it. %ita/ (otak0 hepar0 #in1a/0 paru0 1antun#0 usus0 ku/it.
Sekuestrasi (pen#asin#an" . !a/ciparum pa(a or#an Sekuestrasi (pen#asin#an" . !a/ciparum pa(a or#an
%ita/ (otak0 hepar0 #in1a/0 paru0 1antun#0 usus0 ku/it. %ita/ (otak0 hepar0 #in1a/0 paru0 1antun#0 usus0 ku/it.
Eritrosit berparasit (&nob" Eritrosit berparasit (&nob"
otak otak
&EM$TI$N
&EM$TI$N

Extra- Extra-
erythrocytair erythrocytair
LIE!
LIE!
Erythrocytai Erythrocytai
r r
.-a/ciparum : eritrosit mu(a (an tua (23 4 53 6" .-a/ciparum : eritrosit mu(a (an tua (23 4 53 6"
.%i%a7 : eritrosit mu(a (8 6" .%i%a7 : eritrosit mu(a (8 6"
Menimbu/kan anaemi Menimbu/kan anaemi
(&+ : kuran# (arah" (&+ : kuran# (arah"

.-a/ciparum : eritrosit mu(a (an tua (23 4 53 6" .-a/ciparum : eritrosit mu(a (an tua (23 4 53 6"
.%i%a7 : eritrosit mu(a (8 6" .%i%a7 : eritrosit mu(a (8 6"
Menimbu/kan anaemi Menimbu/kan anaemi
(&+ : kuran# (arah" (&+ : kuran# (arah"

.-a/ciparum : eritrosit mu(a (an tua (23 4 53 6" .-a/ciparum : eritrosit mu(a (an tua (23 4 53 6"
.%i%a7 : eritrosit mu(a (8 6" .%i%a7 : eritrosit mu(a (8 6"
Menimbu/kan anaemi Menimbu/kan anaemi
(&+ : kuran# (arah" (&+ : kuran# (arah"

)AMPAK MALA!IA
+
Malaria menye!a!kan anemia *
/
0ntuk para pekerja pr#duktivitas tidak
#ptimal
/
0ntuk anak !alita dan anak usia sek#lah
akan mempengaruhi ke'erdasan anak
+
Malaria dalam kehamilan di daerah endemik
menye!a!kan*
/
anemia !erat pada i!u
/
!ayi !erat lahir rendah
/
lahir mati
/
!ayi tertular malaria
+
Malaria andil !esar pada kesakitan dan
kematian i!u dan !ayinya

HOS#
(Pe*a+,)
+
Manusia (h#st
intermediate
+
1yamuk An#pheles
(h#st de$initive

Masa inkubasi intrinsik Masa inkubasi intrinsik ( )aktu mulai masukn%a ( )aktu mulai masukn%a
sporosoit ke dalam dara, sampai tim#uln%a gejala sporosoit ke dalam dara, sampai tim#uln%a gejala
klinis$demam %aitu sampai peca,n%a sison sel dara, klinis$demam %aitu sampai peca,n%a sison sel dara,
mera, %ang matang dan masukn%a merosoit dara, ke mera, %ang matang dan masukn%a merosoit dara, ke
aliran dara,, )aktu ini meliputi )aktu %ang di#utu,kan ole, aliran dara,, )aktu ini meliputi )aktu %ang di#utu,kan ole,
-ase eksoeritrositer ditam#a, dengan siklus sisogoni ) 0 -ase eksoeritrositer ditam#a, dengan siklus sisogoni ) 0
. !a/ciparum 9 : 4 25 hari (28"0 . !a/ciparum 9 : 4 25 hari (28"0
1.2i2a3 4 12 15 ,ari (16) 1.2i2a3 4 12 15 ,ari (16)
1.72ale 4 1! 8' ,ari (2!) 1.72ale 4 1! 8' ,ari (2!)
1.malariae 4 19 1! ,ari (15) 1.malariae 4 19 1! ,ari (15)
Rekru(esensi Rekru(esensi atau s,ort terma relaps, dimana gejala atau s,ort terma relaps, dimana gejala
klinis tim#ul disertai parasitemia (adan%a parasit di dara, klinis tim#ul disertai parasitemia (adan%a parasit di dara,
tepi %ang suda, #isa ditemukan dengan pemeriksaan tepi %ang suda, #isa ditemukan dengan pemeriksaan
mikroskopis), mikroskopis), re/aps ini timbu/ (a/am ;aktu < min##u. re/aps ini timbu/ (a/am ;aktu < min##u.

Masa inkubasi ekstrinsik Masa inkubasi ekstrinsik ( )aktu mulai saat masukn%a ( )aktu mulai saat masukn%a
gametosit ke dalam tu#u, n%amuk sampai terjadin%a gametosit ke dalam tu#u, n%amuk sampai terjadin%a
stadium sporogoni dalam tu#u, n%amuk, %aitu dengan stadium sporogoni dalam tu#u, n%amuk, %aitu dengan
ter#entukn%a sporosoit %ang kemudian masuk ke dalam ter#entukn%a sporosoit %ang kemudian masuk ke dalam
kelenjar liur n%amuk ) kelenjar liur n%amuk )
Suhu optima/ 8=0> ? c : @ . !a/ciparum 9 23 4 28 hari Suhu optima/ 8=0> ? c : @ . !a/ciparum 9 23 4 28 hari
@ . %i%a7 9 < 4 22 hari @ . %i%a7 9 < 4 22 hari
@ . ma/ariae 9 25 hari @ . ma/ariae 9 25 hari
@ . o%a/e 9 2A hari @ . o%a/e 9 2A hari
a(a suhu 2=? c . %i%a7 AA hari (an > hari pa(a suhu a(a suhu 2=? c . %i%a7 AA hari (an > hari pa(a suhu
8<? c0 pa(a B8? c parasit (a/am tubuh nyamuk mati 8<? c0 pa(a B8? c parasit (a/am tubuh nyamuk mati


$. sun(aicus $. sun(aicus
$. $. ni#errimus ni#errimus
$. macu/atus $. macu/atus
$. sun(aicus $. sun(aicus
$. $. ni#errimus ni#errimus
$. macu/atus $. macu/atus

2E34OR MALARIA
P0PA Anopheles
4EL0R Anopheles
LAR2A Anopheles

Perilaku nyamuk
Anop#eles
+
4empat hinggap atau istirahat *
% Eks#$ilik * 5 suka di luar rumah
% End#$ilik * 5 suka di dalam rumah
+
4empat menggigit *
% Eks#$agik * 5 suka di luar rumah
% End#$agik * 5 suka di dalam rumah
+
O!yek yang digigit *
% Antr#$#$ilik * 5 suka manusia
% 6##$ilik * 5 suka he"an

+ISTRICDSI VE&TOR M$E$RI$ +I IN+ONESI$
No No ropinsi ropinsi Vektor re(ominan Vektor re(ominan
1. 1. (* :ce, (* :ce, :n. #ala#acensis, :n. sundaicus :n. #ala#acensis, :n. sundaicus
2. 2. Sumatera ;tara Sumatera ;tara $n. /eti!er $n. /eti!er, , $n. macu/atus $n. macu/atus, :n. sundaicus , :n. sundaicus
&. &. Sumatera Barat Sumatera Barat :n. maculatus, :n. sundaicus :n. maculatus, :n. sundaicus
8. 8. Riau Riau :n. leti-er, :n. maculatus, :n. leti-er, :n. maculatus, $n. sun(aicus $n. sun(aicus
6. 6. <am#i <am#i :n. leti-er, :n. maculatus, :n. sundaicus :n. leti-er, :n. maculatus, :n. sundaicus
9. 9. Sumatera Selatan Sumatera Selatan $n. /eti!er $n. /eti!er, :n. maculatus, :n. sundaicus , :n. maculatus, :n. sundaicus
5. 5. Bengkulu Bengkulu :n. maculatus, :n. Sundaicus :n. maculatus, :n. Sundaicus
!. !. "ampung "ampung :n. aconitus, :n.maculatus, :n. aconitus, :n.maculatus, $n. sun(aicus $n. sun(aicus
=. =. (K* <akartat (K* <akartat :n. sundaicus :n. sundaicus
1'. 1'. <a)a Barat <a)a Barat :n. aconitus, :n.maculatus, :n. aconitus, :n.maculatus, $n. sun(aicus $n. sun(aicus
11. 11. <a)a Tenga, <a)a Tenga, $n. aconitus0 $n.macu/atus0 $n. sun(aicus $n. aconitus0 $n.macu/atus0 $n. sun(aicus, :n. #ala#acensis , :n. #ala#acensis
12. 12. (* >og%akarta (* >og%akarta :n. #ala#acensis, :n.maculatus, :n. #ala#acensis, :n.maculatus, $n. sun(aicus $n. sun(aicus
1&. 1&. <a)a Timuri <a)a Timuri :n. aconitus, :n.maculatus, :n. aconitus, :n.maculatus, $n. sun(aicus $n. sun(aicus, :n. #ala#acensis , :n. #ala#acensis

No No ropinsi ropinsi Vektor re(ominan Vektor re(ominan
18. 18. Bali Bali :n :n. aconitus, :n.maculatus, :n. sundaicus :n :n. aconitus, :n.maculatus, :n. sundaicus
16. 16. Kalimantan Barat Kalimantan Barat $n. /eti!er $n. /eti!er, :n. #ala#acensis, :n.maculatus, :n. sundaicus , :n. #ala#acensis, :n.maculatus, :n. sundaicus
19. 19. &a/imantan Ten#ah &a/imantan Ten#ah $n. /eti!er $n. /eti!er, :n. #ala#acensis, :n.maculatus , :n. #ala#acensis, :n.maculatus
15. 15. Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan :n. leti-er, :n. leti-er, $n. ba/abacensis $n. ba/abacensis, :n.maculatus, :n. sundaicus , :n.maculatus, :n. sundaicus
1!. 1!. Kalimantan Timur Kalimantan Timur :n. leti-er, :n. leti-er, $n. ba/abacensis $n. ba/abacensis, :n.maculatus, :n. sundaicus , :n.maculatus, :n. sundaicus
1=. 1=. Sula)esi ;tara Sula)esi ;tara :n. #ar#irostis, :n. su#pictus, :n. sundaicus :n. #ar#irostis, :n. su#pictus, :n. sundaicus
2'. 2'. Sula)esi Tenga, Sula)esi Tenga, :n. #ar#irostis, :n. #ar#irostis, $n. Subpictus $n. Subpictus
21. 21. Sula)esi Selatan Sula)esi Selatan $n. barbirostis0 $n. subpictus0 $n. Sun(aicus $n. barbirostis0 $n. subpictus0 $n. Sun(aicus
22. 22. Sula)esi Tenggara Sula)esi Tenggara :n.aconitus, :n.#ala#acensis, :n.aconitus, :n.#ala#acensis, $n.barbirostis $n.barbirostis, :n.maculatus, , :n.maculatus,
:n.Sundaicus, :n.Sundaicus, $n.subpictus $n.subpictus
2&. 2&. ?usa Tenggara Barat ?usa Tenggara Barat :n.aconitus, :n.#ala#acensis, :n.#ar#irostis, :n.maculatus, :n.aconitus, :n.#ala#acensis, :n.#ar#irostis, :n.maculatus,
:n.Sundaicus, :n.su#pictus :n.Sundaicus, :n.su#pictus
28. 28. ?usa Tenggara Timur ?usa Tenggara Timur :n.aconitus, :n.#ala#acensis, :n.aconitus, :n.#ala#acensis, $n.barbirostis $n.barbirostis, :n.maculatus, , :n.maculatus,
$n.sun(aicus0 $n.subpictus $n.sun(aicus0 $n.subpictus
26. 26. Maluku Maluku :n. su#pictus, :n. -arauti, :n. punctulatus :n. su#pictus, :n. -arauti, :n. punctulatus
29. 29. 1apua 1apua $n. !arauti0 $n. ko/iensis0 $n. unctu/atus $n. !arauti0 $n. ko/iensis0 $n. unctu/atus
Sum#er 0 "ai,ad, 1===


Anopheles letifer Anopheles letifer ( Sandosham, 1944 ) : ( Sandosham, 1944 ) :
- Lebih banyak ditangkap pada malam hari - Lebih banyak ditangkap pada malam hari
- Hasil uji presipitin indeks darah orang ukup tinggi, tetapi sebenarnya nyamuk ini lebih - Hasil uji presipitin indeks darah orang ukup tinggi, tetapi sebenarnya nyamuk ini lebih
tertarik menghisap darah anak lembu daripada orang! "euali itu mau menggigit kera, tertarik menghisap darah anak lembu daripada orang! "euali itu mau menggigit kera,
meskipun orang lebih menarik dari kera meskipun orang lebih menarik dari kera
- #ergolong nyamuk hutan dan tempat berkembangbiaknya di genangan air (tidak mengalir) - #ergolong nyamuk hutan dan tempat berkembangbiaknya di genangan air (tidak mengalir)
di dalam hutan yang terlindung dari sinar matahari langsung dan ra$a-ra$a di dalam hutan yang terlindung dari sinar matahari langsung dan ra$a-ra$a
- %i &ndonesia dijumpai di sungai yang mengalir perlahan di dalam hutan - %i &ndonesia dijumpai di sungai yang mengalir perlahan di dalam hutan
Anopheles balabacensis Anopheles balabacensis ( 'aisas, 19() ): ( 'aisas, 19() ):
- Lebih tertarik menghisap darah orang daripada binatang, baik didalam rumah maupun di - Lebih tertarik menghisap darah orang daripada binatang, baik didalam rumah maupun di
luar rumah luar rumah
- "eakti*an menari darah terlambat,kebanyakan ditangkap setelah tengah malam sampai - "eakti*an menari darah terlambat,kebanyakan ditangkap setelah tengah malam sampai
pukul +4!++, meskipun sebenarnya sudah mulai terlihat sejak senja sampai pagi pukul +4!++, meskipun sebenarnya sudah mulai terlihat sejak senja sampai pagi
- Sebelum dan sesudah menghisap darah pada malam hari banyak hinggap di dinding! ,ada - Sebelum dan sesudah menghisap darah pada malam hari banyak hinggap di dinding! ,ada
siang hari tidak ditemukan istirahat di dalam rumah tetapi di alam luar ( hutan ) $alau siang hari tidak ditemukan istirahat di dalam rumah tetapi di alam luar ( hutan ) $alau
tidak diketahui dimana nyamuk tersebut istirahat tidak diketahui dimana nyamuk tersebut istirahat
- #empat perindukan genangan air ta$ar didalam hutan ( permanen atau temporer ), di - #empat perindukan genangan air ta$ar didalam hutan ( permanen atau temporer ), di
genangan air tidak mengalir bekas tapak kaki, bekas roda, juga di pinggir sungai teruta genangan air tidak mengalir bekas tapak kaki, bekas roda, juga di pinggir sungai teruta
ma pada musim kemarau ma pada musim kemarau
Anopheles maculatus Anopheles maculatus ( #heobaldt, 19+1 ) : ( #heobaldt, 19+1 ) :
- Lebih tertarik menghisap darah binatang daripada manusia - Lebih tertarik menghisap darah binatang daripada manusia
- "eanti*an menari darah agak terlambat mulai pukul -1!++ . +(!++! Lebih banyak ditang - "eanti*an menari darah agak terlambat mulai pukul -1!++ . +(!++! Lebih banyak ditang
kap menggigit orang di luar rumah daripada didalam rumah kap menggigit orang di luar rumah daripada didalam rumah
- ,agi hari istirahat di luar rumah, hinggap pada pohon kopi dan tanaman di tebing uram - ,agi hari istirahat di luar rumah, hinggap pada pohon kopi dan tanaman di tebing uram
- /ampu terbang sampai - /ampu terbang sampai 0 0 - km - km
- 'erkembang biak di pegunungan, tempat perindukan sungai keil dengan air jernih, mata - 'erkembang biak di pegunungan, tempat perindukan sungai keil dengan air jernih, mata
air yang mendapat sinar matahari langsung dan lebih baik bila ada tanaman air! %i kolam air yang mendapat sinar matahari langsung dan lebih baik bila ada tanaman air! %i kolam
dengan air jernih juga ditemukan jentik, meskipun densitasnya rendah dengan air jernih juga ditemukan jentik, meskipun densitasnya rendah

An.sundaicus (Rodenwaldt, 1925)
- Lebih senang menghisap darah orang daripada binatang
- 1kti* menggigit sepanjang malam, tetapi paling banyak ditangkap anatara pukul --!++
- +1!++
- Lebih banyak ditemukan menggigit orang diluar rumah daripada didalam rumah
- ,ada $aktu malam nyamuk masuk kedalam rumah untuk menari darah, hinggap di
dinding baik sebelum maupun sesudah menghisap darah, perilaku istirahat nyamuk ini
sangat berbeda antara satu dengan lokasi lainnya
- 2arak terbang nyamuk betina ukup jauh, pernah dapat ditangkap di tempat lebih (
km dari tempat perindukan (3arut, 1941)
- 'erkembang biak di air payau, dengan kadar garam optimum antara 1- . 14 5o, meski
tidak begitu tinggi, jentik nyamuk dapat ditemukan pada kadar garam diba$ah 6 5o,
dan bila kadar garam menapai 4+ 5o, maka jentik akan menghilang
- 2entik terkumpul ditempat-tempat yang tertutup tanaman air yang mengapung
(ganggang6lumut), sampah yang terapung-apung dan pinggiran yang berumput
- 3enangan air payau untuk berkembang biak adalah genangan terbuka dan mendapat
sinar matahari langsung, genangan air yang terlindung oleh rimbunan tumbuhan
pelindung akan menjadikan tempat yang tidak ook untuk tempat perindukan

M$T$ $IR ) $EIR$N M$T$ $IR ) $EIR$N
SDNG$I SDNG$I
"n.sundai+us
"n.subpi+tus
"n.nigerrimus
"n.sinensis
"n.ma+ulatus
"n.balaba+ensis
"n.letifer
"n.umbrosus
S:@:/$ S:@:/$
Kolam Kolam
1ARKAB;?:? 1ARKAB;?:?
R:@: $ "aggon R:@: $ "aggon
( Mangro2e ) ( Mangro2e )
HDT$N HDT$N
RE+I&SI TEM$T ERIN+D&$N
RE+I&SI TEM$T ERIN+D&$N
VE&TOR M$E$RI$
VE&TOR M$E$RI$
Subdit Malaria Dit PPBB Ditjen PPM & PL Deparetemen Kesehatan RI

ENI!ONMEN#
(Lingk,ngan)
+
Lingkungan #isik
+
Lingkungan Kimia$i
+
Lingkungan %iologik
+
Lingkungan osial %udaya

LIN-KUN-AN .ISIK

Suhu Udara, makin tinggi suhu makin pendek siklus hidup parasit
Suhu Udara, makin tinggi suhu makin pendek siklus hidup parasit
didalam tubuh namuk, makin rendah suhu makin panjang siklusna
didalam tubuh namuk, makin rendah suhu makin panjang siklusna

Kelembaban Udara, kelembaban rendah memperpendek umur namuk,


Kelembaban Udara, kelembaban rendah memperpendek umur namuk,
kelembaban tinggi umur namuk lebih panjang
kelembaban tinggi umur namuk lebih panjang

!ujan
!ujan

"ngin, ke#epatan angin $aktu senja dan pagi


"ngin, ke#epatan angin $aktu senja dan pagi

Sinar Matahari, "n%ma#ulatus suka tempat terbuka


Sinar Matahari, "n%ma#ulatus suka tempat terbuka
1otensi penularan malaria

LIN-KUN-AN KIMIA/I

Salinitas &kadar garam',


"n%sundai#us tumbuh (ptimal
pada )* + ), - & tidak dapat
berkembang biak pada kadar
garam . /0 -

LIN-KUN-AN 'IOLO-IK

"dana tumbuhan bakau,


lumut, ganggang & beberapa
tumbuhan air mempengaruhi
kehidupan lar1a namuk

Ikan pemakan lar1a,


mempengaruhi p(pulasi
namuk &Bi(l(gi#al 2(ntr(l'

3ernak besar, dapat


mengurangi gigitan namuk
pada manusia &2attle Barrier'

LIN-KUN-AN SOSIAL
'U)AYA

Kebiasaan di luar rumah pada


malam hari, memperbesar
jumlah gigitan namuk

Penggunaan kelambu, ka$at


kasa, repellent, mempengaruhi
angka kesakitan malaria

Pandangan4persepsi
masarakat terhadap penakit
malaria