Anda di halaman 1dari 11

Oleh :

ELVI RAHMA YULISMAN


1341012094
PENGERTIAN
Distribusi adalah suatu rangkaian kegiatan
dalam rangka pengeluaran dan pengiriman
obat-obatan yang bermutu, terjamin
keabsahan serta tepat jenis dan jumlah
secara merata dan teratur untuk memenuhi
kebutuhan di unit pelayanan kesehatan.
TUJUAN
Terlaksananya distribusi obat secara
merata dan teratur sehingga dapat
diperoleh pada saat dibutuhkan.
Terjaminnya ketersediaan obat di unit
pelayanan kesehatan.
Memenuhi kebutuhan obat di unit
pelayanan kesehatan dengan jenis, mutu,
jumlah, dan tepat waktu.
KEGIATAN
Kegiatan distribusi rutin mencakup
distribusi untuk kebutuhan pelayanan obat
di unit pelayanan kesehatan.
Kegiatan distribusi khusus yang mencakup
distribusi obat diluar jadwal distribusi rutin.
Pelaksanaan kegiatan distribusi harus
berkoordinasi dengan penanggung jawab
program.
DISTRIBUSI RUTIN
Perencanaan
1. Perumusan stok optimum
Stok optimum = stok kerja + stok pengaman
2. Penetapan frekuensi pengiriman obat-obatan ke unit
pelayanan kesehatan
Anggaran yang tersedia
Jarak UPK dari IF
Fasilitas gudang UPK
Sarana yang ada di IF
Jumlah tenaga di IF
Faktor geografis dan cuaca
3. Penyusunan peta lokasi, jalur dan jumlah pengiriman
DISTRIBUSI KHUSUS
Menyusun rencana distribusi obat untuk
masing-masing program sesuai dengan
rencana pelaksanaan kegiatan program
yang diterima dari Dinas Kesehatan Kota.
Distribusi obat program kepada Puskesmas
dilakukan atas permintaan penanggung
jawab program yang diketahui oleh Kepala
Dinas Kesehatan Kota.
Lanjutan...
Untuk pelaksanaan program penanggulangan
penyakit tertentu seperti malaria, jika obatnya
diminta langsung oleh petugas program tanpa
melalui Puskesmas, maka petugas yang
bersangkutan harus membuat laporan
permintaan dan pemakaian obat yang diketahui
oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota.
Obat program diberikan langsung oleh petugas
program kepada penderita di lokasi sasaran,
diperoleh/diminta dari unit pelayanan yang
membawahi lokasi sasaran.
TATA CARA DISTRIBUSI
Melaksanakan distribusi obat ke unit
pelayanan di wilayah kerjanya sesuai
dengan kebutuhan masing-masing unit
pelayanan kesehatan.
Puskesmas Induk mendistribusikan
kebutuhan obat untuk Pustu, Puskesmas
Keliling, dan Unit Pelayanan Kesehatan
lainnya yang ada di wilayah binaannya.
Lanjutan...
Distribusi obat dapat dilaksanakan langsung dari GFK
ke Pustu sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah atas
persetujuan Kepala Dinas Kesehatan Kota.
Obat-obatan yang akan dikirim ke Puskesmas harus
disertai dengan LPLPO (Laporan Pemakaian dan
Lembar Permintaan Obat).
1. Jenis dan jumlah obat
2. Kualitas / kondisi obat
3. Isi kemasan dan kekuatan sediaan
4. Kelengkapan dan kebenaran dokumen pengiriman obat
5. No. Batch
6. Tanggal kadaluarsa
Lanjutan...
Tiap pengeluaran obat dari GFK harus
segera dicatat pada kartu stok obat dan
kartu stok induk obat serta Buku Harian
Pengeluaran Obat.