Anda di halaman 1dari 15

RANCANGAN UJI DIAGNOSTIK

1. Langkah Uji Diagnostik


2. Struktur Uji Diagostik
3. Variabel dan Skala Pengukuran
4. Baku Emas
5. Titik Potong
6. Grafik ROC
7. Sensitivitas dan Spesifisitas

UJI DIAGNOSTIK
Penelitian untuk menguji validitas suatu alat diagnostik yang
mempunyai kelebihan dibandingkan dengan alat diagnostik yang
sudah ada.

Kelebihan :
1. Memberi kenyamanan yang lebih terhadap pasien
2. Lebih praktis atau lebih mudah pelaksanaannya
3. Lebih murah dan dapat mendiagnosis lebih dini
4. Nilai diagnostiknya tidak jauh berbeda dengan alat diagnostik standart

LANGKAH PENELITIAN UJI DIAGNOSTIK
1. Merumuskan masalah dengan latar belakang mengapa diperlukan uji
diagnostik baru.
2. Menetapkan Tujuan Utama
3. Memilih subjek penelitian
4. Menetapkan Baku Emas
5. Melaksanakan pengukuran
6. Melakukan analisis untuk membuat Kesimpulan

STRUKTUR UJI DIAGNOSTIK
Penyakit
(Baku Emas)
Hasil Uji
(+) (-)

(+) Pos.Benar Pos. Semu

(-) Neg. Semu Neg. Benar


Tabel 2 x 2 : Struktur Uji Diagnostik
Pos. Benar : dinyatakan sakit sesungguhnya sakit
Pos. Semu : dinyatkan sakit sesungguhnya sehat
Neg. Benar : dinyatakan sehat sesungguhnya sehat
Neg. Semu : dinyatakan sehat sesungguhnya sakit
Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran
1. Variabel Prediktor : hasil pemerikisaan (sakit atau tidak) menurut alat
diagnostik yang diuji
2. Varabel outcome : hasil pemeriksaan menurut baku emas (gold standart)
Skala Pengukuran Variabel :
Menggunakan data nominal dikotomik (Pos-Neg atau Sakit-Tidak). Bila hasil
uji beskala rasio/ ordinal harus diubah menjadi nominal dikotomik
menggunakan Cut-off Point.
Baku Emas (Gold Standart)
1. Merupakan sarana diagnostik terbaik yang ada . Terbaik : mempunyai
sensitivitas dan spesifisitas tertinggi. Meskipun bukan yang termurah atau
termudah.

2. Baku emas yang ideal : selalu memberikan hasil pos pada subjek yang sakit
dan selalu memberikan hasil negatip pada subjek yang tidak sakit.

3. Baku emas tidak boleh memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih
rendah dari alat diagnostik yang diuji atau diteliti.

Titik Potong (Cut-off Point)
1. COP : Nilai batas antara Normal dan abnormal, bila hasil uji lab. dalam skala
ordinal/ numerik.

2. Penetapan COP berdasarkan pertimbangan optimalisasi parameter sensitivitas
dan spesifisitas alat diagnostik. Karena peningkatan dari salah satu akan diikuti
penurunan yang lain.
3. Penetapan COP yang optimal berdasarkan Grafik : ROC

Grafik : ROC (Receiver Operator Curve)
A
B
C
D
(1- spesifisitas)
Sensitivitas
0
1

Keterangan :
Semakin tinggi sensitivitas semakin
rendah spsesifisitas
Titik A: spesifisitas tertinggi 1-0=1,
sensitivitasnya hanya 0,3
Titik D: sensitivitasnya tertinggi = 1
spesifisitasnya hanya 0,2
COP yang terbaik adalah yang terjauh
dari garis diagonal (C)

Sensitivitas dan Spesifisitas
1. Sensitivitas : kemampuan alat diagnostik untuk mendeteksi adanya
subjek yang sakit benar-benar sakit. . Jumlah subjek dengan Positip
benar dibagi semua subjek yang sakit (pos. benar + negatif semu)

2. Spesifisitas : kemampuan alat diagnostik untuk mendeteksi adanya
subjek yang sehat benar benar sehat.. Jumlah subjek dengan negatip
benar dibagi semua subjek sehat (negatip benar + positip semu)

Contoh : Penelitian Uji Diagnostik
1. Latar Bel;akang dan Rumusan masalahnya :Peneliti berpendapat suatu
prosedur diagnostik yang lebih sederhana (USG) diperlukan untuk diagnosis
cepat keganasan tumor payudara. Apakah USG dapat digunakan untuk
menegakkan diagnostik keganasan tumor payudara . ?
2. Tujuan Utama untuk mendapatkan Alat diagnostik yang lebih cepat dan mudah
untuk mendiagnosis keganasan tumor payudara.
3. Subjek Penelitian : Pasien dengan tumor payudara yang berkunjung ke klinik
tumor RS. Besar sampel dapat diperkirakan dnegan mepertimbangkan sensivitas
dan spesifisitas yang masih diterima adalah 75% dan 80%. Penyimpangan yang
masih bisa diterima 10% dan tingkat kepercayaan yang diterima adalah 95%.
Maka dengan Rumus n = Za2 (p.q)/ d2 maka : n1 = 72 dan n2 = 62. n = 134.
4. Menetapkan Baku Emas : Hasil pemeriksaan biopsi PA tumor semua subjek.
5. Melaksanakan pengukuran melalui pemeriksaan USG pada semua subjek
untuk menentukan ganas atau jinak. Dilakukan pemeriksaan PA semua hasil
biopsi tumor tanpa mengetahui hasil pemeriksaan USG.

Lanjutan .
6. Melakukan Tabulasi dan Analisis Data menggunakan tabel 2 x 2 :












Hasil PA
Hasil USG
Ganas Jinak Jumlah

Ganas A: 54 B: 12 A+B: 66

Jinak C: 17 D: 51 C+D: 68

Jumlah A+C:71 B+D:63 n : 134


Sensitivitas = A/(A+C) = 54/71 = 76,1 %
Spesifisitas = D/(B+D) = 51/63 = 81,5%
SEKIAN TERIMA KASIH