Anda di halaman 1dari 26

KONDILOMA AKUMINATA

PADA KEHAMILAN
Handini Graha Norma Putri
09711190


Definisi
Vegetasi bertangkai,
permukaan berjonjot
krn infeksi HPV
Condyloma
accuminatum,
anogenital warts,
genital warts
fibroepitelioma pada
kulit dan mukosa
Etiologi
human
papillomavir
us/HPV
-Virus gol. Paposa
- virus DNA i/ivirus
epiteliotropik (menginfeksi
epitel)
- famili Papovaviridae
Tipe virus (displasia epitel &
keganasan):
Onkogenik rendah (low risk) : HPV tipe
6, 11 : KA
Onkogenik tinggi (high risk) : HPV tipe
16,31,33,35 : ca cervix

Epidemiologi

Usia : > 20-30 tahun
Amerika Serikat meningkat 4-5 kali lipat dalam
dua dekade terakhir
Setiap tahun ada 500.000-1.000.000 kasus
baru yang ditemukan di Amerika Serikat.
Indonesia : KA tempat ke-3
Faktor Resiko
Penggunaan kontrasepsi oral
Partner seks >1
R. Kontak seksual dgn penderita KA
Penggunaan obat2an imunosupresan
R. Koitus dini
Patofisiologi
Manifestasi Klinis



antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3
bulan).
Masa inkubasi
Daerah yg mudah trauma saat hub.
Seksual (mikrolesi pd kulit)
Pria : perineum dan sekitar anus,
sulkus koronarius, glans penis, muara
uretra eksterna, korpus dan pangkal
penis
Wanita : daerah vulva dan sekitarnya,
introitus vagina, porsio uteri
Area
predileksi
pertumbuhan lesi yang
proliferatif atau hiperplasia,
ukuran bervariasi, lunak,
berwarna pucat atau merah
jambu
Gambaran
umum
1. Akuminata : vegetasi
bertangkai, permukaan
berjonjot dpt jari, ukuran
besar spt kembang kol.
2. Papul : papul, permukaan
halus licin, multiple
3. Datar : spt makula, tidak
tampak lesi
3 bentuk
KA
Diagnosis
(+) as.asetat 5% putih
Uji asam
asetat
Stereoscopic microscopy
(+) as. Asetat lesi dilihat mgunakn
sumber chaya yg kuat dan lensa binokular
Kolposkopi
gambaran papilomatosis, akantosis, rete
ridges yang memanjang dan menebal,
parakeratosis dan koilositosis
Histologi
(PA)
KOLPOSKOPI
Penatalaksanaan
Kemoterapi
Tingtur podofilin
Podofilotoksin 0,5%
Asam trikloroasetat
5- fluoroasil
Tindakan Bedah
Bedah skalpel
(eksisi)
Bedah listrik
(elektrokauterisasi)
Bedah beku (N2
cair, N2O cair)
Bedah laser
Interferon
interferon alfa-,
beta-, gama-
Imunoterapi
Imunostimulator
Pencegahan
Menghindari kontak fisik dengan pasangan seksual
yang terinfeksi
Anjurkan penggunaan kondom
Menghentikan aktivitas seksual selama pengobatan
Hubungan seksual monogamy dengan individu yang
sehat
Memeriksakan diri secara teratur termasuk pula
memeriksakan pasangan seksualnya

Pap smear secara teratur pada wanita usia lebih dari
18 tahun (* Pap smear, untuk deteksi dini perubahan
tingkat seluler meliputi papillomatosis, akantosis,
abnormalitas koilosistik serta kelainan nukleus)
Pemeriksaan HIV-AIDS
Vaksinasi HPV
Komplikasi
Riw. KA (+) : resiko timggi terkena HPV tipe
onkogenik CIN anal intraepitelial neoplasia
Kehamilan : KA berproliferasi >>, menyumbat
jalan lahir
Anak : respiratori papillomatosis

Prognosis : baik
HPV dalam Kehamilan
Resiko KA pd kehamilan : 2x
Perubahan fisiologis saat kehamilan : peningkatan
vaskularisasi di daerah perineum, servix dll,
perubahan anatomik, penurunan kekebalan tubuh,
pengaruh hormonal KA >> menutup jalan lahir,
perdarahan >> saat persalinan
Kehamilan dan obat2 kontrasepsi oral : hormon
estrogen.
Obat imunosupresif : imunitas melawan infeksi
Resiko Penularan HPV kpd
Neonatal
Infeksi virus pd jalan lahir : resiko penularan pd
neonatus
KPD ascending infection infeksi
kongenital intrauterine
Papilmatosis larings juvenil : + 5 thn. Distress
pernafasan krn edema laring
Terapi KA pada Ibu Hamil
Tujuan : mengurangi keluhan & memilih
pengobatan yg tidak toksik terhadap ibu-anak,
mengurangi ukuran besar kutil

Non-medikamentosa :
Mencuci dan membersihkan daerah vulva,
menjaga tetap kering
Nutrisi yang cukup
Eksisi lesi (kauter, cryosurgery)
Laser CO2
Asam trikloroasetat 50% (TCA)
Interferon

Asam trikloroasetat 50% (TCA)
bersifat kaustik, mengikis kulit dan membrana
mukosa
Mek. Kerja: koagulasi protein kekeringan sel dan
jaringan destruksi KA
Tidak membutuhkan peralatan khusus, lgsg dpt
diaplikasikn ke atas lesi, mudah digunakan dan
biaya murah
Aman digunakan pd ibu hamil krn tidak diabsorbsi
scr sistemik
Kondiloma Akuminata pd vagina
Pengolesan TCA 50%
Cara Persalinan
Persalinan pervaginam : tiada hambatan jalan
lahir
resiko penularan pd anak
Perdarahan >>

Seksio caesarea : hambatan jalan lahir
resiko penularan
Kesimpulan
Kondiloma akuminata adalah infeksi menular
seksual yang dapat tumbuh lebih cepat pada
wanita hamil, meluas sehingga dapat menutup
jalan lahir dan meningkatkan resiko penularan
pada bayi.
Penatalaksanaan pada ibu hamil harus
dilakukan secara berhati-hati untuk
mengurangkan resiko pada ibu atau anak.


Penatalaksaan terbaik untuk kondiloma
akuminata pada wanita hamil adalah eksisi lesi
dengan kauter atau cryosurgery, asam
trikloroasetat 50%, dan interferon.

Podofilin tidak bisa digunakan karena bersifat
toksik, antimitotik, dan teratogenik.