Anda di halaman 1dari 10

ALI AKBAR

I1A010015
Definisi
Tenggelam adalah suatu peristiwa dimana
terbenamnya seluruh atau sebagian tubuh ke dalam
cairan. Pada umumnya tenggelam merupakan kasus
kecelakaan, baik secara langsung maupun karena ada
faktor-faktor tertentu seperti korban dalam keadaan
mabuk atau dibawah pengaruh obat, bahkan bisa saja
dikarenakan akibat dari suatu peristiwa pembunuhan.

Patofisiologi
Ketika seseorang terbenam di bawah permukaan air, reaksi awal yang dilakukan ialah
mempertahankan nafasnya. Hal ini berlanjut hingga tercapainya batas kesanggupan,
dimana orang itu harus kembali menarik nafas kembali. Batas kesanggupan tubuh ini
ditentukan oleh kombinasi tingginya konsentrasi Karbondioksida dan konsentrasi
rendah Oksigen di mana oksigen dalam tubuh banyak digunakan dalam sel. Menurut
Pearn, batas ini tercapai ketika kadar PC02 berada di bawah 55 mm Hg atau merupakan
ambang hypoxia, dan ketika kadar PA02 di bawah 100 mmHg ketika PC02 cukup tinggi.
Ketika mencapai batas kesanggupan ini, korban terpaksa harus menghirup sejumlah
besar volume air. Sejumlah air juga sebagian tertelan dan bisa ditemukan di dalam
lambung. Selama pernapasan dalam air ini, korban bisa juga mengalami muntah dan
selanjutnya terjadi aspirasi terhadap isi lambung. Pernapasan yang terengah-engah di
dalam air ini akan terus berlanjut hingga beberapa menit, sampai akhirnya respirasi
terhenti. Hipoksia serebral akan semakin buruk hingga tahap irreversibel dan terjadilah
kematian. Faktor-faktor yang juga menentukan sejauh mana anoksia serebral menjadi
irreversibel adalah umur korban dan suhu di dalam air. Misalnya pada air yang cukup
hangat, waktu yang diperlukan sekitar 3 hingga 10 menit. Tenggelamnya anak-anak pada
air dengan suhu dingin yang cukup ekstrim selama 66 menit masih bisa tertolong
melalui resusitasi dengan sistem syaraf/neurologik tetap utuh. Juga, berapa pun interval
waktu hingga terjadi anoksia, penurunan kesadaran selalu terjadi dalam waktu 3 menit
setelah tenggelam.
Tenggelam dalam air tawar Tenggelam dalam air laut
Pada keadaan air tawar akan dengan cepat diserap
dalam jumlah besar terjadi absorbsi cairan masif
ke dalam membran alveolus, dimana dalam waktu
3 menit dapat mencapai 72 % dari vol darah
sebenarnya. Karena konsentrasi elektrolit dalam
air tawar lebih rendah daripada konsentrasi dalam
darah, maka akan terjadi hemodilusi darah, air
masuk ke dalam aliran darah sekitar alveoli dan
mengakibatkan pecahnya sel darah merah
(hemolisis).
Akibat terjadi perubahan biokimiawi yang serius
yaitu pengenceran darah yang terjadi, tubuh
berusaha mengkompensasinya dengan
melepaskan ion Kalium dari serabut otot jantung
sehingga kadar ion dalam plasma meningkat,
akibatnya terjadi perubahan keseimbangan ion K
dan Ca dalam serabut otot jantung sehingga
terjadi anoksia yang hebat pada myocardium dan
mendorong terjadinya fibrilasi ventrikel dan
penurunan tekanan darah, jantung untuk
beberapa saat masih berdenyut dengan lemah
yang kemudian menimbulkan kematian akibat
anoksia otak hebat, ini yang menerangkan
mengapa kematian dapat terjadi dalam waktu 4-5
menit.
Konsentrasi elektrolit dalam air asin
lebih tinggi dibandingkan dalam darah,
sehingga air akan ditarik keluar sampai
sekitar 42% dari sirkulasi pulmonal ke
dalam jaringan interstitial paru, hal ini
dapat mengakibatkan terjadinya udem
pulmonal, hemokonsentrasi, hipovolemi,
dan kenaikan kadar magnesium dalam
darah. Pertukaran elektrolit dari air asin
ke dalam darah mengakibatkan
meningkatnya hematokrit dan
peningkatan kadar natrium plasma.
Fibrilasi ventrikel tidak terjadi,
Hemokonsentrasi akan mengakibatkan
terjadinya anoksia pada myocardium dan
disertai peningkatan viskositas darah
sehingga sirkulasi menjadi lambat,
tekanan sistolik akan menetap dalam
beberapa menit dan menyebabkan
terjadinya payah jantung. Kematian
dapat terjadi dalam waktu 8-12 menit
setelah tenggelam.

PEMERIKSAAN LUAR
Penurunan suhu mayat (algor mortis), berlangsung cepat, rata-rata 5
o
F
per menit. Suhu tubuh akan sama dengan suhu lingkungan dalam
waktu 5 atau 6 jam.
Lebam mayat (livor mortis), akan tampak jelas pada dada bagian
depan, leher dan kepala. Lebam mayat berwarna merah terang.
Sebagai hasil dari pembekuan OxyHb.
Pembusukan sering tampak, kulit berwarna kehijauan atau merah
gelap. Pada pembusukan lanjut tampak gelembung-gelembung
pembusukan.
Cutis Anserina (fenomena goosefles-kulit angsa), hal ini merupakan
spasme otot erektor villi yang disebabkan rigor mortis. Gambaran ini
dapat ditentukan pada mayat yang tidak tenggelam.
Washerwoman, penenggelaman yang lama dapat menyebabkan
pemutihan dan kulit yang keriput pada kulit. Biasanya ditemukan pada
telapak tangan dan kaki (tampak 1 jam setelah terbenam dalam air
hangat). Gambaran ini tidak mengindikasikan bahwa mayat
ditenggelamkan, karena mayat lamapun bila dibuang kedalam air akan
keriput juga.
Schaumfilzfroth, busa tampak pada mulut atau hidung atau keduanya.
Masuknya cairan kedalam saluran pernafasan merangsang
terbentuknya mukus, substansi ini ketika bercampur dengan air dan
surfaktan dari paru-paru dan terkocok oleh karena adanya upaya
pernafasan yang hebat. Busa dapat meluas sampai trakea, bronkus
utama dan alveoli. Paruparu akan terisi air dan cairan busa akan
menetes dari bronkus ketika paru-paru di tekan dan dari potongan
permukaan paru ketika dipoting dengan pisau.
Pada lidah ditemukan memar atau bekas gigitan, yang merupakan
tanda bahwa korban berusah untuk hidup atau tanda sedang terjadi
epilepsi, sebagai akibat dari masuknya korban kedalam air.
Cadaveric spasme, ini secara relatif lebih sering terjadi dan merupakan
reaksi intravital. Sebagaimana sering terdapat benda-banda, seperti
rumput laut, dahan atau batu. Ini menunjukkan bahwa waktu korban
mati, berusaha mencari pegangan lalu terjadi kaku mayat.
Luka-luka pada daerah wajah, tangan dan tungkai bagian depan dapat
terjadi akibat persentuhan korban dengan dasar sungai atau terkena
benda-benda disekitarnya. Luka-luka tersebut seringkali
mengeluarkan darah, sehingga tidak jaRang korban dianiaya sebelum
ditenggelamkan.
PEMERIKSAAN DALAM
Paru-paru tampak membesar, memenuhi seluruh rongga paru-paru
sehingga tampak impresi dari iga-iga pada paru-parunya. Oleh karena
pembesaran paru-paru akibat kemasukan air, maka pada perabaan
akan terasa crepitasi oleh karena air. Edema dan kongesti paru-paru
dapat sangat hebat dimana bila berat paru-paru normal adalah 200-
300gr, sekarang bisa mencapai lebih dari 1 kilogram. Dalam saluran
pernafasan yang besar seperti trakea, bronkus, dan bronkhioli, dapat
ditemukan benda-baenda asing, tampak secara makroskopik misalnya
tumbuhan air, pasir, lumpur, dsb. Tampak secara mikroskopik
diantaranyaa telur cacing dan diatome (ganggang kersik).
Pleura dapat berwarna kemerahan dan pada daerah subpleural
mungkin terdapat petehiepetechie, tapi dengan adanya air yang masuk
maka hal ini tidak lagi berupa titik-titik (karena terjadi hemolysa)
melainkan berupa bercak-bercak dan bercak-bercak ini disebut
bercak-bercak paltauf, yang berwarna biru kemerahan.
Otak, ginjal, hati dan limfa mengalami pembendungan.
Lambung dapat membesar, berisi air, lumpur dan sebagainya yang
mungkin pula terdapat dalam usus halus.
PEMERIKSAAN DIATOME
Organ tubuh Spesies yang sering ditemukan
Paru-paru
Achnanthes minutissima, Cyclotella cyclopuncta,
Fragilaria brevistriata, Navicula dll
Sumsum Tulang
Stephanodicus parvus, Navicula, Diatoma and
fragments of Synedra ulna
Hati
Achnanthes minutissima, Cocconeis placentula,
Fragilaria ulna var. acus, Navicula lanceolata dll
Ginjal Achnanthes biasolettiana, N. seminulum dll
Lambung
Achnanthes minutissima, Cyclotella cyclopuncta,
Gomphonema minutum dll
Usus
Asterionella Formosa, Cyclotella comensis,
Gomphonema pumilum and Nitzscia pura dll
PENUTUP
Tenggelam adalah suatu peristiwa dimana terbenamnya
seluruh atau sebagian tubuh ke dalam cairan. Pada
umumnya tenggelam merupakan kasus kecelakaan, baik
secara langsung maupun karena ada faktor-faktor tertentu
seperti korban dalam keadaan mabuk atau dibawah
pengaruh obat, bahkan bisa saja dikarenakan akibat dari
suatu peristiwa pembunuhan.
Drowning (tenggelam) didefinisikan sebagai kematian
akibat mati lemas (asfiksia) disebabkan masuknya cairan
di dalam saluran pernapasan.
Penentuan diagnosis ditentukan dari pemeriksaan luar,
dalam dan penelusuran korban sebelum meninggal serta
riwayat penyakit dahulu.

TERIMA KASIH