Anda di halaman 1dari 43

ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN GANGGUAN
HIPERPITUITARI
HIPOFISIS
Kelenjar hipofisis terletak di sela tursica,
ukurannya
13 mm lebar-9 mm panjang-6 mm tinggi dan
berat rata-
rata 0,6 g (0,4-0,8 g). Ukuran membesar saat
kehamilan
Dibagi dua:
Adenohipofisis (lobus anterior)
1.hormon pertumbuhan (growth hormone)
meningkatkan pertumbuhan binatang dengan
mempengaruhi beberapa fungsi metabolisme
seluruh tubuh, khususnya pembentukan protein
2.prolaktin hormon adenokortikotropik (ACTH)
mengatur sekresi beberapa hormon korteks
adrenal, yang selanjutnya mempengaruhi
metabolisme glukosa, protein, dan lemak.
3. Hormon stimulasi tiroid (TSH) mengatur
kecepatan sekresi tiroksin oleh kelenjer
tiroid, dan tiroksin selanjutnya mengatur
kecepatan sebagian besar reaksi – reaksi
kimia seluruh tubuh
4. Prolaktin meningkatkan perkembangan
kekelenjar mammae dan pembentukan susu.
5. hormon stimulasi folikel (FSH),
6. hormon luteinisasi (LH) mengatur
pertumbuhan gonad serta aktivitas
reproduksinya.
Sekresi setiap hormon utama ini
dikendalikan oleh faktor pelepasan (RF ;
releasing factor) yang disekresikan oleh
hipotalamus. Faktor pelepasan mencapai
hipofisis anterior melalui aliran darah
dalam suatu sirkulasi khusus yang disebut
system darah portal hipofisis.
Neurohipofisis (lobus posterior)
hormon antidiuretik [ADH]
mengatur kecepatan sekresi air ke dalam
urina dan dengan cara ini membantu
mengatur konsentrasi air dalam cairan
tubuh.
oksitosin
memudahkan ejeksi ASI selama laktasi
dan meningkatkan kekuatan kontraksi
uterus pada saat bersalin dan melahirkan.
Oksitosin eksogen digunakan sebagai
terapi untuk memicu persalinan.
 Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan yang juga disebut somatotropin
merupakan hormon protein kecil yang mengandung 191
asam amino dalam satu rantai dan mempunyai berat
molekul 22.005, meningkatkan sintesis protein dalam
banyak jaringan, meningkatkan penguraian asam lemak
dalam jaringan adiposa dan menaikkan kadar glukosa
darah.
faktor yang terpenting yang mengatur sekresi hormon
pertumbuhan adalah kadar protein sel walaupun
perubahan konsentrasi glukosa juga dapat menyebabkan
perubahan sekresi hormon pertumbuhan yang sangat
cepat dan drastis. Waktu paruh untuk aktifitas hormon
pertumbuhan dalam darah adalah 20- 30 menit.
Inaktivasi hormon ini terutama berlangsung dalam hati.
Hiperfungsi Kelenjar
Hipofisis

Hiperpituitarisme yaitu suatu


kondisi patologis yang terjadi
akibat tumor atau hiperplasi
hipofisis sehingga menyebabkan
peningkatan sekresi salah satu
hormon hipofisis atau lebih.
Tumor kelenjar hipofisis terdiri
atas tiga tipe utama :

Tumor eosinofil, jika tumbuh secara


dini dalam kehidupan seseorang, akan
menimbulkan gigantisme. Jika kelainan
ini dimulai pada masa dewasa akan
menimbulkan akromegali.
Tumor basofil akan menyebabkan
sindrom Chausing yang berkaitan
dengan hiperadrenalisme, termasuk
maskulinisasi dan amenore pada wanita.
Tumor kromofob, yang merupakan 90%
dari seluruh tumor hipofisis, biasanya tidak
menghasilkan hormon tetapi
menghancurkan sisa kelenjar hipofisis
sehingga menyebabkan hipopitutarisme.
Patofisiologi
Hiperpituitarisme dapat terjadi dalam beberapa
bentuk tergantung pada sel-sel hipofisis yang
mengalami hiperfungsi. Kelenjar yang mengalami
pembesaran disebut adenoma makroskopik bila
diameternya lebih dari 10 mm, bila diameternya
kurang dari 10 mm disebut adenoma
mikroskopik.

Kebanyakan tumor yang terjadi terdiri atas sel-sel


laktotropik (prolaktinomas). Sedangkan tumor
yang kurang umum terjadi adalah adenoma
somatotropik dan kortikotropik.
Prolaktinoma (adenoma laktotropin) biasanya
adalah tumor kecil, jinak yang terdiri atas sel-sel
pensekresi prolaktin.

Adenoma somatotropik terdiri atas sel-sel yang


mensekresi hormon pertumbuhan. Biasanya
terjadi gigantisme pada klien prepubertas, dan
terjadi akromegali pada klien yang mengalami
postpubertas. Kelebihan hormon pertumbuhan
menyebabkan gangguan metabolik, seperti
hiperglikemia dan hiperkalsemia
Adenoma kortikotropik terdiri atas sel-sel
pensekresi ACTH, kebanyakan tumor ini
adalah mikroadenoma yang secara klinis
dikenal dengan tanda khas penyakit
Chausing’s.
Beberapa keterangan mengenai
Gigantisme, Akromegali

Gigantisme
Kadang-kadang sel-sel penghasil hormon
pertumbuhan hipofisis anterior menjadi aktif
berlebihan dan kadang-kadang malahan terdapat
tumor sel hormon pertumbuhan sel asidofilik pada
kelenjar ini. Sebagai akibatnya, dihasilkan hormon
pertumbuhan dalam jumlah besar. Semua jaringan
tubuh tumbuh cepat, termasuk tulang, dan bila
epifisis tulang panjang belum bersatu dengan
batang tulang, tinggi badan bertambah sehingga
orang tersebut menjadi seperti raksasa dengan
tinggi sebesar 8 sampai 9 kaki.
Gigantism

abnormal growth causing excessive


height, most commonly due to
oversecretion during childhood of
growth hormone (somatotrophin) by the
pituitary gland. In eunuchoid gigantism the
tall stature is due to delayed puberty,
which results in continued growth of the
long bones before their growing ends
(epiphyses) fuse. (Oxford )
Akromegali

DEFINISI
Akromegali adalah pertumbuhan berlebihan akibat
pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan.

Increase in size of the hands, feet, and the face due to


excessive production of growth hormone (somatotrophin)
by a tumour of the anterior pituitary gland. The tumour
can be treated with X-rays or surgically removed.
( Oxford)
PENYEBAB
Pelepasan hormon pertumbuhan berlebihan hampir
selalu disebabkan oleh tumor hipofisa jinak (adenoma).

GEJALA
Pada sebagian besar kasus, pelepasan hormon
pertumbuhan yang berlebihan mulai terjadi pada usia 30-
50 tahun, lama setelah ujung piringan tulang menutup.
Karena itu tulang mengalami kelainan bentuk, bukan
memanjang.
Gambaran tulang wajah menjadi kasar, tangan dan
kakinya membengkak. Penderita memerlukan cincin,
sarung tangan, sepatu dan topi yang lebih besar.
Perubahan ini terjadi secara perlahan, sehingga
biasanya selama bertahun-tahun tidak disadari oleh
penderitanya.
Rambut badan semakin kasar sejalan dengan menebal
dan bertambah gelapnya kulit.
Kelenjar sebasea dan kelenjar keringat di dalam kulit
membesar, menyebabkan keringat berlebihan dan bau
badan yang menyengat.
Pertumbuhan berlebih pada tulang rahang
(mandibula) bisa menyebabkan rahang menonjol
(prognatisme).
Tulang rawan pada pita suara bisa menebal sehingga
suara menjadi dalam dan serak.
Lidah membesar dan lebih berkerut-kerut.
Tulang rusuk menebal menyebabkan dada berbentuk
seperti tong.
Sering ditemukan nyeri sendi; setelah beberapa tahun
bisa terjadi artritis degeneratif yang melumpuhkan.
Jantung biasanya membesar dan fungsinya sangat
terganggu sehingga terjadi gagal jantung. Kadang
penderita merasakan gangguan dan kelemahan di
tungkai dan lengannya karena jaringan yang membesar
menekan persarafan.

Saraf yang membawa sinyal dari mata ke otak juga bisa


tertekan, sehingga terjadi gangguan penglihatan,
terutama pada lapang pandang sebelah luar. Hampir
semua penderita wanita memiliki siklus menstruasi yang
tidak teratur.
Beberapa penderita wanita bahkan menghasilkan air
susu meskipun tidak sedang dalam masa menyusui
(galaktore) karena terlalu banyaknya hormon
pertumbuhan maupun hormon prolaktin.
Sepertiga penderita pria menjadi impoten.
Currently, the treatment options for
acromegaly include:

– Surgical removal of the tumor


– Drug therapy
– Radiation therapy of the pituitary.
Pengkajian
1. Riwayat penyakit.
2. Kaji usia, jenis kelamin dan riwayat
penyakit yang sama dalam keluarga.
3. Keluhan utama, meliputi :
– Perubahan ukuran dan bentuk tubuh serta
organ-organ tubuh seperti jari-jari, tangan, dll.
– Dispaneuria dan pada pria disertai dengan
impotensia.
– Nyeri kepala.
– Gangguan penglihatan.
– Libido seksual menurun, dll.
4. Pemeriksaan fisik, meliputi :
– Amati bentuk wajah.
– Kepala, tangan/ lengan dan kaki bertambah
besar, dagu menjorok ke depan.
– Adanya kesulitan mengunyah.
– Adanya perubahan pada persendian dimana
klien mengeluh nyeri dan sulit bergerak.
– Peningkatan respirasi kulit.
– Suara membesar karena hipertropi laring
– Pada palpasi abdomen, ditemukan
hepatomegali.
– Disfagia akibat lidah membesar.
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan pokok yang dijumpai pada
klien dengan hiperpituitarisme adalah :
1. Perubahan citra tubuh yang berhubungan
dengan perubahan penampilan fisik.
2. Disfungsi seksual yang berhubungan dengan
penurunan libido ; infertilitas.
Intervensi Keperawatan
Diagnosa Keperawatan :
Perubahan citra tubuh yang berhubungan dengan
penampilan fisik

Intervensi Keperawatan :
A. Nonpembedahan
Klien dengan kelebihan GH :
Dorong klien agar mau mengungkapkan pikiran dan
perasaannya terhadap perubahan penampilan
tubuhnya.
Bantu klien mengidentifikasi kekeuatannya serta
segi-segi positif yang dapat dikembangkan oleh
klien.
Klien dengan kelebihan prolaktin :
Yakinkan klien bahwa sebagian gejala dapat
berkurang dengan pengobatan.
Dorong klien untuk mengungkapkan
perasaannya.
B. Pemberian obat-obatan
1. Kolaborasi pemberian obat-obatan seperti :
Bromokriptin (parlodel). Merupakan obat
pilihan pada kelebihan prolaktin. Juga
diberikan pada klien dengan akromegali,
untuk mengurangi ukuran tumor.
2. Observasi efek samping pemberian
bromokriptin
3. Kolaborasi pemberian terapi radiasi.
terapi radiasi tidak diberikan pada
hiperpituitarisme akut.
4. Awasi efek samping terapi radiasi.
5. Kolaborasi tindakan pembedahan.
Tindakan Pembedahan
Hipofisektomi adalah tindakan pengangkatan
adenoma hipofise melalui pembedahan.
Prosedur operasi tersebut mencakup
tindakan transpenoidal hipofisektomi dengan
narkose. Insisi pada lapisan dalam bibir atas
dan masuk ke sella tursika melalui sinus
spenoidalis. Yang kedua adalah transfrontal
kraniotomi yaitu dengan membuka rongga
kranium melalui tulang frontal.
Perawatan Preoperasi :
Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang
dilakukan.
Menjelaskan penggunaan tampon hidung selama 2-3
hari pasca operasi. Anjurkan klien bernafas melalui
mulut selama pemasangan tampon.
Menjelaskan penggunaan balut tekan yang ditempatkan
dari bawah hidung, menggosok gigi, batuk, bersin,
karena hal ini dapat menghambat penyembuhan luka.
Menjelaskan berbagai prosedur diagnostik yang
diperlukan sebagai persiapan operasi seperti
pemeriksaan neurologik, hormonal, lapang pandang,
swab tenggorok untuk pemeriksaan kultur dan
sensitivitas.
Pendidikan kesehatan dilakukan sebelum
tindakan pembedahan dilaksanakan.
Setelah tindakan transpenoidal
hipofisektomi, perawat menjelaskan agar
klien menghindari aktifitas yang dapat
menghambat penyembuhan seperti
mengejan, batuk, dll. Juga jelaskan agar
klien mengindahkan faktor-faktor yang
dapat mencegah obstipasi seperti makan
makanan tinggi serat, minum air yang
cukup, pelunak feses bila diperlukan.
Perawatan Pascaoperasi :

Amati respon neurologik klien dan catat


perubahan penglihatan, disorientasi dan
perubahan kesadaran serta penurunan kekuatan
motorik ekstrimitas.
Amati pula komplikasi pascaoperasi yang lazim
terjadi seperti transient insipidus (diabetes
insipidus sesaat)
Anjurkan klien untuk melaporkan pada perawat
bila terjadi pengeluaran sekret dari hidung.
Tinggikan posisi kepala 30-45 derajat.
Kaji drainase nasal baik kualitas maupun
kuantitas.
Hindari batuk, ajarkan klien bernafas dalam,
lakukan hygiene oral secara teratur.
Kaji tanda-tanda infeksi.
Kolaborasi pemberian gonadotropin, kortisol ;
sebagai dampak hipofisektomi.
DAFTAR PUSTAKA
http://endocrinesystem.emedtv.com/acromegaly/acromegaly-t
http://abuddin.blog.co.uk/2009/02/19/tumor-ota
http://wikepedia.com
Gayton and Hall. Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. EGC.
Jakarta. 1997
Doengoes, E Marilyn. Rencana Asuhan Keperawatan.
EGC. Jakarta. 2000
Martin, Susan Tucker, dkk. Standar Perawatan Pasien.
EdisiV. EGC. Jakarta. 1998
THANK YOU

STOP

Yes