Anda di halaman 1dari 30

#

Abses Retrofaring
Oleh:

- Achmad Ridho Facthur - Dianita Risky Alamsyah
- Deska Nurmasari - Novrilia Kumala Sari

Pembimbing: dr. Yoan Levia Magdi, SpTHT-KL
#
Pendahuluan
Abses Retrofaring
1.1 Latar Belakang
Lebih sering terjadi pada anak di
bawah usia 5 tahun karena ruang
retrofaring masih berisi kelenjar limfe

Komplikasi obstruksi jalan nafas,
rupture abses sehingga terjadi asfiksia,
aspirasi pneumonia, abses paru, dan
dapat terjadi penyebaran infeksi ke
daerah lain
#
Pendahuluan ...
Abses Retrofaring
Salah 1 infeksi pada leher bagiandalam

Peradangan yang disertai pembentukan pus
pada daerah retrofaring

Gejala utama Rasa nyeri dan sukar menelan
#
Pendahuluan ...
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang menyebabkan abses retrofaring?
2. Gambaran kelainan apa yang dijumpai pada
pemeriksaan THT?
3. Bagaimanan gambaran kilns pada abses
retrofaring?
4. Apa penatalaksaan yang dilakukan pada abses
retrofaring?

#
Anatomi

Tinjauan Pustaka
#
Tinjauan Pustaka
Ruang retrofaring terdapat pada bagian posterior
dari faring, yang dibatasi oleh:
anterior: fasia bukofaringeal (divisi visera lapisan
media fasia servikalis profunda) yang
mengelilingi faring, trakea, esofagus dan tiroid;
posterior: divisi alar lapisan profunda fasia
servikalis profunda;
lateral : selubung karotis (carotid sheath) dan
daerah parafaring.
#
Tinjauan Pustaka

Definisi
suatu peradangan yang disertai
pembentukan pus pada daerah
retrofaring
#
Tinjauan Pustaka

Epidemiologi
Abses retrofaring jarang ditemukan dan
lebih sering terjadi pada anak di bawah
usia 5 tahun karena pada usia
tersebut ruang retrofaring masih berisi
kelenjar limfe
#
Tinjauan Pustaka
Etiologi
- Infeksi saluran nafas atas yang
menyebabkan limfadenitis retrofaring
- Trauma
- Tuberkulosis vertebra servikalis
bagian atas (abses dingin)

#
Tinjauan Pustaka
Gejala utamarasa nyeri dan sukar
menelan.
- Pada anak kecil, nyerianak rewel, tidak mau
makan atau minum.
- Demam
- Leher kaku dan nyeri
- Sesak nafas
- Stridor
- Perubahan suara
#
Tinjauan Pustaka
Diagnosis
- Anamnesis
- Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan Penunjang

#
Tinjauan Pustaka

Anamnesis
#
Tinjauan Pustaka

Pemeriksaan Fisik
#
Tinjauan Pustaka
Pemeriksaan Penunjang
#
Tinjauan Pustaka
Tatalaksana
- Antibiotik
- Simptomatis
- Pungsi dan insisi abses

#
Tinjauan Pustaka
Prognosis
- Bonam bila didiagnosis secara dini
dan penanganan tepat serta
komplikasi tidak terjadi.
#
Tinjauan Pustaka
Komplikasi
- Efek desak massa (abses): obstruksi
jalan napas
- Ruptur abses: asfiksia, pneumonia
aspirasi, abses paru
- Penyebaran infeksi
- Proses infeksi: necrotizing fasciitis,
sepsis dan kematian
#
Pembahasan
1. Etiologi Abses Retrofaring
Abses retrofaring terjadi terutama pada anak-
anak usia di bawah 5 tahun. Hal ini terjadi
karena pada usia tersebut ruang retrofaring
yang terletak di anterior vertebra servikalis
masih berisikan nodi limfe, masing-masing 2-5
buah pada sisi kanan dan kiri. Nodi-nodi limfe
ini menampung aliran limfatik yang berasal dari
hidung, sinus paranasal, nasofaring, faring,
tuba eustachius dan telinga tengah.
#
Pembahasan
1. Etiologi Abses Retrofaring (cont..)
Infeksi saluran nafas atas yang menyebabkan
limfadenitis retrofaring. Akumulasi pus antara
dinding faring posterior dan fasia prevertebra yang
terjadi akibat supurasi dan pecahnya nodi limfe pada
jaringan retrofaring.
Trauma dari batas dinding faring posterior oleh
trauma yang berasal dari benda asing (ketulangan)
atau selama penggunaan alat-alat atau intubasi
Tuberkulosis vertebra servikalis bagian atas (abses
dingin)
#
Tinjauan Pustaka
Kuman-kuman penyebab abses:
Kuman aerob : Streptococcus beta-
hemolyticus group A ( paling sering),
Streptococcus pneumoniae, Streptococcus
non-hemolyticus, Staphylococcus aureus,
Haemophilus sp
Kuman anaerob : Bacteroides sp, Veillonella,
Peptostreptococcus, Fusobacteria

#
Pembahasan
2. Gambaran kelainan yang dijumpai
pada pemeriksaan THT
Pada pemeriksaan faring :
Bisa menunjukkan pembengkakan asimetris
pada dinding orofaring posterolateral
Dinding posterior faring membengkak(bulging)
dan huperemis pada satu sisi
Pada palpasi teraba massa yang lunak,
berfluktuasi dan nyeri tekan, pembesaran kelenjar
limfe leher ( biasanya unilateral)
#
Temuan Pemeriksaan Fisik Abses Retrofaring
#
Pembahasan
3. Gambaran klinis pada abses retrofaring
Rasa nyeri dan sukar menelan. Pada anak
kecil, nyeri rewel disertai anak tidak mau
makan atau minum
Demam
Leher menjadi kaku
Sesak nafas



#
Pembahasan
3. Gambaran klinis pada abses
retrofaring (cont..)
Stridor
Perubahan suara
Pada dinding belakang faring tampak
benjolan, biasanya unilateral. Mukosa
terlihat bengkak dan hiperemis.




#
Pembahasan
4. Penatalaksanaan Abses Retrofaring
Antibiotik
Berikan antibiotik dosis tinggi,
mencakup terhadap kuman aerob dan
anaerob, gram positif, dan gram
negatif. Antibiotik diberikan secara
parenteral





#
Pembahasan
Pilihan utama adalah clindamycin yang dapat
diberikan tersendiri atau dikombinasikan
dengan sefalosporin generasi kedua ( seperti
cefuroxime ) atau beta lactamase resistant
penicillin seperti ticarcillin / clavulanate,
piperacillin / tazobactam, ampicillin / sulbactam.

Pemberian antibiotik biasanya dilakukan
selama lebih kurang 10 hari.



#
Pembahasan
4. Penatalaksanaan Abses Retrofaring
(cont..)
Simtomatis
Bila terdapat dehidrasi, diberikan cairan untuk
memperbaiki keseimbangan cairan elektrolit.
Pada infeksi Tuberkulosis diberikan obat
tuberkulostatika.
Pungsi dan insis abses dengan laringoskop
langsung dalam posisi pasien baring
Trendelnburg. Pus yang keluar segera diisap,
agar tidak terjadi aspirasi. Pasien dirawat inap
sampai gejala dan tanda infeksi reda.





#
Gambar 1 Posisi Trendelnburg
#
Gambar 2 Aspirasi Abses Retrofaring
#