Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

KATARAK TRAUMATIK OD





Pembimbing
dr. Elna Anakotta, Sp.M

Oleh:
Nurtakbirah Tuanaya
2008-83-006


DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2013


PENDAHULUAN
Katarak
kekeruhan pada lensa
Disebabkan oleh
berbagai hal
Terjadi kerusakan/
gangguan penglihatan
Cedera benda
asing maupun
trauma tumpul
pada mata
KATARAK
TRAUMATIK
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Katarak traumatik merupakan katarak yang muncul
sebagai akibat cedera pada mata yang dapat
merupakan trauma perforasi ataupun tumpul yang
terlihat sesudah beberapa hari ataupun beberapa
tahun.
Epidemiologi
Amerika serikat 2,5 juta trauma mata tiap tahunnya
4-5% membutuhkan perawatan komperhensif.
Laki-laki dan perempuan = 4 : 1
National Eye Trauma System Study rata-rata usia 28
tahun dari 648 kasus trauma mata.


Patofisiologi
Trauma tumpul mekanisme coup dan contrecop.
Permukaan anterior mata terkena trauma tumpul
pemendekan cepat pada anterior-posterior
pemanjangan garis ekuatorial.
Peregangan ekuatorial meregangkan kapsul lensa,
zonula atau keduanya.
Kombinasi coup, contrecoup dan pemanjangan
ekuatorial katarak traumatik yang disebabkan
trauma tumpul bola mata.
Trauma tembus yang secara langsung menekan kapsul
lensa menyebabkan opasitas kortikal pada tempat
trauma.
Jika trauma cukup besar, keseluruhan lensa akan
mengalami opasifikasi secara cepat, namun jika kecil,
katarak kortikal yang akan terjadi.

Luka memar/ tumpul









Vossius Ring

Perforasi








Soemering Mutiara Elshcnig
Gejala klinis

Penurunan ketajaman visus
Silau
Sensitivitas kontras
Pergeseran miopia
Diplopia monokuler

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang

Penatalaksanaan
Medikamentosa = antibiotik sistemik dan topikal
serta kortikosteroid topikal dalam beberapa hari.
Atropin sulfat 1%, 1 tetes 3 kali sehari.
Tindakan operatif = ICCE ( Intra Capsular
Cataract Extraction), ECCE (Ekstra Capsular
Cataract Extraction, Fakoemulsifikasi.

LAPORAN KASUS
Nama : Y.K
Usia : 9 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Protestan
Pekerjaan : Pelajar
No. RM : -
Alamat : Benteng
Suku/ Bangsa : Ambon/ Indonesia
Tgl pemeriksaan : 15 Juli 2013


Anamnesis
Keluhan utama : Penglihatan kabur pada mata
kanan.

Riwayat penyakit sekarang :
Penglihatan kabur pada mata kanan dialami sejak
3 bulan yang lalu. Keluhan dirasakan secara tiba-
tiba setelah mata kanan pasien terkena buah katuk
saat bermain dengan temannya. Mata merah (-),
nyeri (-), rasa mengganjal (-), kotoran mata (-), air
mata (-), sakit kepala (-).



Riwayat penyakit dahulu :
Tidak ada.

Riwayat penyakit dalam keluarga :
Tidak ada dari keluarga yang menderita keluhan
yang sama seperti yang diderita oleh pasien saat
ini.

Pemeriksaan
Kesadaran : compos mentis
Status oftalmologi :

Tonometri
Tidak dilakukan.

Visus
VOD: LP (+)
VOS : 6/6

Colour sense
Tidak dilakukan.

Light sense
Refleks cahaya (pupil) : OD (+),
OS (+).

Oftalmoskopi
Tidak dilakukan.

Slit lamp
Tidak dilakukan.


Laboratorium
Dianjurkan pemeriksaan waktu
perdarahan, waktu pembekuan,
hemoglobin, leukosit, trombosit.
Dari hasil pemeriksaan
laboratorium :
BT/CT : 2/ 5
Hb : 13,2 g/dl
Leukosit : 15,2 H 10
3
/mm
3

Trombosit : 498 10
3
/mm
3

LED : 11-34 mm/jam

Dianjurkan pemeriksaan foto
thorax kesan foto thorax PA
normal.

Konsul ke bagian anak hasil
pemeriksaan apusan darah
tebal/ DDR vivax ring (+).


RESUME
Seorang anak laki-laki, usia 9 tahun, datang ke Poliklinik
Mata RSUD dr. M. Haulussy Ambon dengan keluhan
penglihatan kabur pada mata kanan. Pasien mengeluh
penglihatan mata kanannya kabur sejak 3 bulan yang
lalu setelah mata kanan pasien terkena buah katuk saat
bermain dengan teman-temannya. Mata merah (-), nyeri
(-), rasa mengganjal (-), kotoran mata (-), air mata (-),
sakit kepala (-). Dalam keluarga tidak ada yang
mengalami sakit yang seperti dikeluhkan pasien.
Dari pemeriksaan oftalmologi, ditemukan pupil
anisokor, iris berwarna coklat dan kekeruhan pada
serluruh lensa mata kanan berupa warna putih seperti
mutiara. Visus mata kanan yang ditemukan lapangan
pandang (+).

Diagnosis
OD katarak traumatik.

Diagnosis banding
Katarak senilis
Katarak komplikata
Ruptur koroid

Rencana terapi

Medikamentosa : untuk mata diberikan
antibiotik topikal (tobro mini dose) ditetes 2 kali
sehari dan suplemen nutrisi mata (vitanom)
diminum 1 kali sehari. Untuk pengobatan malaria
diberikan klorokuin selama 3 hari dan antibiotik
(cefadroxil).

Operatif : Dilakukan ECCE (Ekstra
Capsular Cataract Extraction) dan IOL
(Intraocular Lens).

DISKUSI
Seorang anak laki-laki, usia 9 tahun, datang ke Poliklinik
Mata RSUD dr. M. Haulussy Ambon dengan keluhan
penglihatan kabur pada mata kanan. Pasien mengeluh
penglihatan mata kanannya kabur sejak 3 bulan yang
lalu setelah mata kanan pasien terkena buah katuk saat
bermain dengan teman-temannya. Mata merah (-), nyeri
(-), rasa mengganjal (-), kotoran mata (-), air mata (-),
sakit kepala (-). Dalam keluarga tidak ada yang
mengalami sakit yang seperti dikeluhkan pasien. Dari
pemeriksaan oftalmologi, ditemukan pupil anisokor, iris
berwarna coklat dan kekeruhan pada serluruh lensa
mata kanan berupa warna putih seperti mutiara. Visus
mata kanan yang ditemukan lapangan pandang (+).

Diagnosis : katara traumatik OD

Katarak ini terjadi akibat trauma dengan benda
tumpul yang cukup kuat mengenai mata yang
menyebabkan lensa menjadi opak.
Terapi yang diperlukan untuk pasien ini adalah
terapi operatif, dengan melakukan
pengangkatan lensa.
Dianjurkan pemeriksaan laboratorium, foto
thorax dan konsul ke bagian anak untuk
mengetahui penyakit lain yang diderita pasien
saat ini.
Penggunaan lensa intra okular.
Edukasi pasien.


Prognosis luasnya trauma yang terjadi pada
saat terjadinya trauma dan kerusakan yang
terjadi akibat trauma.
Hasil pembedahan yang baik dapat mencapai
95%.
KESIMPULAN
Katarak traumatik : katarak yang muncul sebagai akibat cedera
pada mata yang dapat merupakan trauma perforasi ataupun tumpul
yang terlihat sesudah beberapa hari ataupun beberapa tahun.

Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan dapat juga dibantu dengan pemeriksaan
penunjang.

Terapi yang diberikan : medikamentosa tapi bersifat temporer dan
terapi pembedahan untuk pengangkatan katarak dan diberikan
lensa pengganti yang bersifat permanen.

Prognosis luasnya trauma yang terjadi pada saat terjadinya
trauma dan kerusakan yang terjadi akibat trauma perawatan
pasca operasi dengan baik.
TERIMA KASIH