Anda di halaman 1dari 17

Referat

PSORIASIS
Disusun oleh : Jefferson Nicklaus

Preseptor : dr. Dian Puspitasari,
SpKK
Anatomi dan Histologi Kulit
Fisiologi Kulit
Fungsi proteksi,
Fungsi absorbsi,
Fungsi ekskresi,
Fungsi persepsi,
Fungsi termoregulator,
Fungsi pembentukan pigmen,
Fungsi keratinisasi,
Fungsi pembentukan vitamin D
Definisi
Psoriasis merupakan penyakit kulit kronik yang
disertai gejala klinik yang bervariasi. Biasanya lesi
pada kulit memiliki ciri khas tersendiri, sehingga
mudah untuk melakukan diagnosis. Lesinya
diklasifikasikan sebagai eritroskuamosa, yang
berarti melibatkan pembuluh darah dan epidermis.
Plak sirkuler biasa timbul di daerah siku, lutut,
punggung bagian bawah, dan area umbilikus.
Etiopatogenesis
Gejala Klinik Umum
Pada kulit, bermacam-macam bentuk morfologi
dari psoriasis sudah ditemukan dan diberi nama.
Lesi dari psoriasis menunjukkan empat ciri
utama:
secara tegas berbatasan dengan area normal,
permukaannya biasa tertutup skuama yang
berwarna keperakan,
di bawah skuama terdapat eritem yang homogen,
terdapat tanda Auspitz
Gejala Klinik Umum
Fenomena Tetesan Lilin
Perubahan pada kuku :
lubang-lubang pada permukaan kuku dan
terbentuk keratinisasi pada bagian proksimal
kuku,
makula kekuningan seperti bercak minyak yang
diakibatkan proses psoriasis pada bantalan kuku,
dapat timbul onikodistrofi menghasilkan material
keratin yang berwarna kekuningan,
bila proses psoriasis meluas dan semakin parah
pada bantalan kuku dan mengakibatkan lepasnya
kuku
Perubahan pada kuku
Perubahan lainnya
Selain menimbulkan kelainan pada kulit dan
kuku, penyakit ini juga dapat menyebabkan
kelainan pada sendi (arthristis psoriatik), terdapat
pada 10-15% pasien psoriasis. Umumnya pada
sendi distal interfalang. Biasa bersifat
poliartikular, tempat predileksinya pada sendi
interfalang distal, terbanyak terdapat pada usia
30-50 tahun. Sendi membesar, kemudian terjadi
ankilosis dan lesi kistik subkorteks.
Klasifikasi Gejala Klinik
Psoriasis
Vulgaris Gutata
Psoriasis
Eritroderma Vulgaris
Histopatologi
Psoriasis memberikan gambaran histopatologik
yang khas, yakni parakeratosis (penebalan stratum
korneum dengan inti sel masih terlihat) dan
akantosis (penebalan stratum spinosum). Pada
stratum spinosum terdapat kelompokan leukosit
yang disebut abses Munro. Selain itu terdapat pula
papilomatosis dan vasodilatasi di subepidermis.

Diagnosis Banding
Pengobatan Topikal
Preparat ter
Kortikosteroid
Ditranol (antralin)
Pengobatan dengan penyinaran
Calcipotriol
Tazaroten
Emolien
Pengobatan Sistemik
Kortikosteroid
Obat Sitostatis MTX
Levodopa
Diaminodifenilsulfon
Siklosporin