Anda di halaman 1dari 34

Hernia Inguinalis Lateralis Dextra

Inkarserata Tereduksi Spontan


Oleh:
RAMADHAN KURNIAWAN

Pembimbing:
Dr. Sarup Singh, Sp.B, KBD
Diskusi kasus
BAGIAN/DEPARTEMEN IKB RSUPMH - FK UNSRI
2013
1
2
PENDAHULUAN
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan
isi suatu rongga melalui defek atau bagian
lemah dari dinding rongga yang
bersangkutan
1

Hernia inguinalis adalah keadaan hernia
yang dapat berisi isi abdomen atau organ
lainnya pada regio inguinal
3
PENDAHULUAN
5% penduduk diperkirakan mengalami hernia
pada abdomen, 75% diantaranya adalah
hernia inguinalis
2

Hernia inguinalis merupakan penyakit
abdomen yang memerlukan tindakan operatif
sebagai terapi definitif paling rasional

4
PENDAHULUAN
Umumnya, hernia inguinalis tidak
membahayakan jiwa dan sering tidak
memiliki manifestasi yang cukup berarti bagi
para penderita untuk mengkonsultasikan
penyakit ini ke dokter
Tidak jarang pasien datang dengan keadaan
inkaserata dan memiliki prognosis lebih
buruk
2,3

5
IDENTIFIKASI
Pasien berinisial M, Laki-Laki, berpekerjaan
sebagai buruh
ANAMNESIS
Autoanamnesis, 28 Agustus 2013, pukul 15.45 WIB

Keluhan utama:
Timbul benjolan di lipat paha kanan yang tidak dapat masuk
kembali ke perut secara spontan sejak 10 jam SMRS disertai
nyeri
6
RPP
timbul benjolan di lipat
paha kanan seukuran
telur ayam
6 hari
SMRS
10 jam
SMRS
timbul benjolan di lipat
paha kanan seukuran
telur ayam
Benjolan tidak dapat
dimasukkan kembali ke
rongga perut, dipicu saat
mengangkat semen

Benjolan muncul saat
pasien mengangkat
benda berat atau batuk
dan dapat masuk
kembali ke rongga
perut saat istirahat
7
Nyeri pada bagian
benjolan (+), hilang
timbul, mual (-),
muntah (-)
BAB (-), flatus (+), BAK
seperti biasa
Pasien dirujuk
ke IGD RSMH
Nyeri pada bagian benjolan
(-), mual (-), muntah (-)
Tidak ada keluhan BAB
maupun BAK pada pasien.
Pasien tidak berobat.
Pasien dibawa ke
RS. Siti Khadijah
Terjadi
reduksi
spontan
ANAMNESIS
RPD
Riwayat timbul benjolan pada lipat paha kanan dan dapat
masuk kembali spontan ada sejak 20 tahun yang lalu
Riwayat pernah dilakukan operasi pada perut disangkal
Riwayat timbul benjolan pada skrotum yang hilang
timbul atau menetap sebelumnya disangkal

RPK
Riwayat penyakit dengan keluhan timbul benjolan di
lipat paha pada keluarga ada, yaitu sepupu laki-laki
pasien.
8
ANAMNESIS
Riwayat Pekerjaan
Penderita sehari-hari bekerja sebagai buruh buruh
bangunan yang biasa mengangkat barang-barang
yang berat

Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien bekerja sebagai buruh, memiliki seorang istri
yang bekerja sebagai IRT dan 3 orang anak
Kesan: Riwayat sosial ekonomi rendah
9
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalikus (28 Agustus 2013 pukul 16.00)
Keadaan Umum : sakit sedang
Kesadaran : kompos mentis
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Napas : 19 x/menit
Suhu : 36,7
O
C
BB : 53 kg
TB : 163 cm
IMT : 19,4kg/m
2

Status Gizi : normoweight
10
STATUS LOKALIS (28 Agustus 2013 pukul 16.00)
Kepala
-
Mata : konjungtiva tidak anemis
-
Hidung : tidak ada kelainan
-
Telinga : tidak ada kelainan
-
Mulut : tidak ada chelitis
-
Tenggorokan : Faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1
Leher : Tidak ada kelainan
Thorax
-
Jantung : HR 82x/menit, reguler, murmur (-), gallop (-)
-
Paru : Vesikuler normal, ronkhi (-), Wheezing (-)
Abdomen
-
Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, Bising usus (+), Normal
Ekstremitas
-
Atas : Tidak ada kelainan
-
Bawah : Tidak ada kelainan
KGB : Pada inspeksi dan palpasi tidak terdapat pembesaran KGB
11
Status Lokalis: Regio Inguinal Dextra
Inspeksi : tampak benjolan,
warna sama dengan
sekitar
Palpasi : teraba massa, ukuran
5 x 4,5 x 3 cm,
konsistensi
kenyal,mobile, batas
atas tidak tegas, nyeri
tekan(-), finger tip test
teraba massa pada
daerah lateral ujung
jari, vasalva test (+)


12
Gambar 1. Tampak massa pada
regio inguinalis dekstra sebelum
dioperasi (tanggal 28 Agustus
2013)
Status Lokalis: Regio Genitalia Eksterna
Inspeksi : Genitalia eksterna sudah di sirkumsisi, ukuran
skrotum dekstra sama dengan sinistra
Palpasi : Skrotum dekstra teraba 1 testis, massa (-)
Skrotum sinistra teraba 1 testis, massa (-)
Tes transluminasi skrotum sinistra dan dekstra (-)


13
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Darah Rutin (tanggal 28 Agustus 2013)
Hemoglobin : 13,6 gr/dl
Hematokrit : 43 vol%
Trombosit : 276.000 /mm
3

Leukosit : 7.800 /mm
3


Faal hemostasis (tanggal 28 Agustus 2013)
Bleeding time : 1 menit
Clotting time : 8 menit
14
DIAGNOSIS BANDING
Hernia Inguinalis Lateralis Dekstra
Inkarserata Tereduksi Spontan
Hidrokel pada Spermatic Cord
Limpadenopati atau Abses pada Regio
Inguinal
15
DIAGNOSIS KERJA
Hernia Inguinalis Lateralis
Dekstra Inkarserata
Tereduksi Spontan
16
PENATALAKSANAAN
Operasi Hernia
17
PROGNOSIS
Bonam
Quo ad vitam
Bonam
Quo ad
functionam
18
Pembahasan
Klarifikasi Istilah
Hernia
Benjolan di lipat paha kanan yang dapat
keluar-masuk perut secara spontan
Benjolan di lipat paha kanan yang tidak
dapat keluar-masuk perut secara spontan
Reduksi spontan
Reposisi manual

19
Pembahasan
Identifikasi Masalah
Apa saja diagnosis banding yang mungkin dipikirkan jika didapatkan
benjolan pada lipat paha kanan?
Apa interpretasi benjolan di lipat paha yang dapat masuk ke perut secara
spontan dan tidak dapat masuk secara spontan?
Mengapa pasien dapat bertahan dengan penyakit ini dalam jangka waktu
lama?
Bagaimana hubungan antara usia, jenis kelamin, dan pekerjaan pasien
terhadap kondisi dan penyakit pasien saat ini?
Bagaimana penegakkan diagnosis pada penyakit yang diderita pasien?
Apa saja etiologi dari penyakit yang diderita pasien?
Bagaimana patogenesis yang terjadi pada penyakit yang diderita pasien?
Apa penatalaksanaan yang tepat pada penyakit yang diderita oleh
pasien?
Apa komplikasi sebelum dan sesudah operasi yang mungkin terjadi pada
pasien?
Bagaimana prognosis penyakit yang diderita oleh pasien?

20
Anatomi
21
Patofisiologi
22
-Kongenital: Non obliterasi tunika vaginalis
-Didapat: Multifaktorial
Klasifikasi Hernia
23
Menurut jenisnya:
-Hernia inguinalis direct
-Hernia inguinalis indirect

Menurut sifatnya:
-Reponibel
-Ireponibel
Diagnosis
24
-Massa pada lipat paha, bisa hilang timbul
terkait aktivitas
-Tidak nyeri kecuali pada inkarserata atau
strangulasi
-Pemeriksaan fisik merupakan gold standard
-CT scan atau USG dapat digunakan untuk
membantu diagnosis
Makna Klinis Hernia Menurut Sifatnya
25
-Hernia inkarserata harus segera dioperasi
untuk mencegah terjadinya strangulasi dan
prognosis yang lebih buruk
1,2,3
Penatalaksanaan
26
Tindakan konservatif:
-Bukan terapi definitif
-Taxis: Posisi pasien tredelenburg dengan sedasi,
secara bimanual, dorong bagian hernia paling
distal ke arah kranial, tujuannya mengelongasi
leher segmen organ yang terjepit
-Jika ada tanda-tanda strangulasi, tindakan ini
justru memicu perforasi
3

Penatalaksanaan
27
Operasi Hernia
-Tension: Bassini, Mcvay, Shouldice
-Free Tension Repair: Lichtenstein
Daftar Pustaka
28
1. Sjamsuhidajat, R. Buku ajar ilmu bedah
Sjamsuhidajat-de Jong. Edisi ke-3. Jakarta: EGC,
2010. P.615-641
2. Mulholland, M.W. Greenfields Surgery Scientific
Principles and Practice Ed. 5
th
. New York. Lippincolt
Williams and Wilkins; 2011. p.1176-1184
3. Brunicardi, F. C., et al. Schwartz Manual Surgey Ed.
8
th
. New York: McGrawhill, 2006. p. 920-953


29
PERTANYAAN?
30
PERTANYAAN?
31
PERTANYAAN?
32
33
Finger test, dilakukan dengan menggunakan tangan kanan untuk hernia
sisi kanan, dan menggunakan tangan kiri untuk hernia sisi kiri. Dengan jari
kelingking kulit skrotum di invaginasi, jari tersebut di geser sampai kuku
berada diatas spermatic cord dan permukaan volar jari menghadap ke
dinding ventral skrotum. Dengan menyusuri spermatik cord kearah
proksimal maka akan terasa jari tersebut masuk melalui annulus
eksternus, dengan demikian dapat dipastikan selanjutnya akan berada
dalam kanalis inguinalis. Bila terdapat hernia inguinalis lateralis, terasa
impluse pada ujung jari, bila hernia inguinalis medialis maka teraba
dorong pada bagian samping jari.
22

Gambar 17. Cara melakukan finger test

34
Ziemans test, jari ke 2 diletakkan diatas annulus internus ( terletak diatas
ligamentum inguinale pada pertengahan sias dan tuberkulum pubikum).
Jari ke 3 diletakkan di atas annulus eksternus ( terletak diatas ligamentum
inguinale sebelah lateral tuberkulum pubikum). Jari ke 4 diletakkan diatas
fossa ovalis (terletak dibawah ligamentum inginale disebelah medial dari
arteri femoralis). Lalu penderita disuruh batuk dan mengejan, bila
terdapat hernia akan terasa impulse atau dorongan pada ujung jari
pemeriksa. Teknik ini dikerjakan bila tidak didapatkan benjolan yang
jelas.
22

Gambar 18. Cara melakukan Ziemans test