Anda di halaman 1dari 17

PENINGGIAN TEKANAN INTRA

KRANIAL


Dr. H. M. Adnan, Sp.a


LAB. IKA PPD UNMUL/SMF ANAK RSUD. A.W. SJAHRANIE
SAMARINDA
2004
TEKANAN INTRA KRANIAL DIUKUR DARI
TEKANAN CSS
HUKUM MONRO - KELLIE :
PERUBAHAN VOLUME SALAH SATU
KOMPONEN INTRA KRANIAL AKAN
MENYEBABKAN PERUBAHAN
KOMPENSATORIK KOMPONEN INTRA
KRANIAL LAINNYA.

KOMPONEN INTRA KRANIAL :
* JARINGAN OTAK
* CSS
* DARAH DAN PEMBULUH DARAH
CAIRAN SEREBRO SPINAL :
Diproduksi oleh :
* Plexus koroid (1/4 - 1/3 CSS)
* Ependim Ventrikel
* Aqua duktus sylvii
* Rongga sub araknoid
* Sel endothyl yang melapisi kapiler otak
Volume CSS pd anak 3 -13 Thn : 65-140 ml (rata
2
90ml)
Kecepatan produksi : + 0,35 ml/menit( = 500ml/hari) sehingga
pertukaran CSS 5x sehari
Resorsi terutama pada :
* Vili
2
Araknoid yangg menonjol dalam sinus sagitalis
Tempat lain :
* Apendim ventrakel * Plexus koroid
* Pembuluh darah vena * Pembuluh lymphe otak & med
spinalis
AUTO REGULASI
Pembuluh darah otak menyesuaikan besar lumennya
sedemikian rupa sehingga aliran darah tidak banyak
berubah walaupun terjadi fluktuasi tekanan darah
sistemik.
Bila tek. darah sistemik vasokonstrisi Aliran
Bila tek. Darah sistemik vasodilatasi Aliran
Bila tek. darah sistemik < 50mm Hg Auto regulasi
tdk mampu menahan turunnya tek. darah otak.
Bila tekanan darah otak < 35 mm Hg kesadaran
TEKANAN INTRAKRANIAL
Normal : 0 - 10 mm Hg (0 - 136 mm H
2
O)
Dewasa : 0,75 - 1,5 mm Hg (10 - 20 mm H
2
O)
Bayi : 3 - 7,5 mm Hg (40 - 100 mm H
2
O)
TIK Rata
2
titak boleh lebih dari 10 mm Hg
Bila TIK > 15 mm Hg Cari sebabnya
Bila TIK > 20 mm Hg Terapi
Bila TIK > 40 mm Hg Hipertensi TIK berat
TIK dapat : * menetap
* Fluktuatif : Gelombang A
Gelombang B
Gel. A : Bentuk plateu : naik tiba
2
mencapai 50mm Hg
selama 5-20 menit
Gel. B : Tek. naik tiba
2
mencapai 25-20 mm Hg selama
1-2 menit (berhubungan dengan pernafasan)
PENYEBAB TEKANAN INTRA KRANIAL
1. Gangguan dinamika CSS :
a. Obstruksi diluar ventrikel :trauma, infeksi, congenital,
perdarahan subaraknoid
b. Obstruksi didalam ventrikel : trauma, congenital,
perdarahan intra ventricle
c. Kelainan plexus koroid prod
d. Gangguan absorbsi CSS
2. Peningkatan Golume Otak :
a. Oedema menyeluruh : Trauma, Toxin, Hipoxia, Infeksi
b. Oedema setempat : Trauma setempat, Oedem sekitar
tumor
3. Peningkatan volume darah serebral :
a. Obstruksi aliran vena :
- Syndroma vena cava superior
- Thrombosis sistem sinus
b. Kelaian metabolik : - Hipoxia - Hiperkarbia
c. Hipertensi
d. Hipervolemia
e. Kegagalan Autoregulasi
f. Inhalasi gas anasthesi
4. Proses desak ruang :
a. Tumor
b. Abces
c. Perdarahan
MANIFESTASI KLINIK
Sakit kepala :
* OK. Distorsi duramater & pembuluh darah otak
* Sakit bila batuk, bersin, mengedan
* Pd bayi : Gelisah
Muntah :
* Tanpa mual
* Ok distrorsi vasculer & batang otak (tumor infra tentarium)
Perubahan kepribadian :
* Irritable, bandel, apatis, depresi, lethargi, lesu, mengantuk,
pelupa, penurunan nilai pelajaran.
Linkar kepala pada bayi , ubun-ubun besar cembung
Kadang ada cracked pot sign (+)
Diplopia : oleh karena gangguan n. VI.
Papiloedem :
* Jarang pada bayi dengan sutura belum menutup
* Oleh karena sumbatan pada vena retina
* Bila unilateral : Lesi dibelakang mata
* Bila berlangsung lama kabur
* Sakit KEP + Diplopia + papiloedem = TIK
Manifestasi lain :
* Kesadaran Merupakan perburukan
* Dilatasi pupil (Phenomena cushing)
* Perubahan nadi & Respirasi

Terjadi cepat OK batas Auto regulais terlampaui
AKIBAT TIK MENINGKAT BISA TERJADI
1. Herniasi Gyrus Singuali :
Massa pd salah satu sisi otak menekan gyrus singuli kebawah falk
serebri dan vena serebri interna oedema.
2. Herniasi Transtentorial (Herniasi Sentral)
Oedema kedua sisi hemisfer Ok : Truma, Toxicmetabolik, lesi hemisfer
bilateral, Hidroceffalus Obstruktif.
3. Herniasi Unkus :
Massa pd fossa cerebri media bagian lateral atau parenchym lobus
temporallis menggeser unkus dan hipocampus kemedial menonjol
melalui hiatus tentorial dan menekan n. VIII & arteri cerebri posterior
mengganggu gerak bola mata, dilatasi pupil ipsilateral.
Gejala : Anisocor, Reaksi cahaya lambat, stupor/coma, pupil
fixed, kelumpuhan n. VIII, hemipharesi contra lateral.
4. Herniasi Intra Tentorial :
* Peninggian TIK dalam fossa posterior
* Tumor menekan batang otak kesadaran , gangguan pernafasan,
tekanan darah & Irama jantung
PEMANTAUAN TIK
Tahun 1897
Quinke mengukur TIK melalui LP
Kaufman & Clerk : Tek Subaraknoid < Tek Intra ventrikel
pada pasien yg mengalami cedra berat
Pada TIK : Kontra indikasi LP Herniasi

Sekarang
1. Pengukuran TIK intra ventrikel : pungsi ventrikel
2. Pengukuran Subaraknoid : Transduser dimasukkan kedalam
ruang subaraknoid menembus duramater.
3. Pengukuran TIK Epidural :
* Tidak menembus duramater
* Dapat dipasang permanen untuk pemantauan
4. Pengukuran TIK Eksternal :
* Mengukur tekanan Fontanel Anterior dengan cara :
a. Teknik Aplanasi : Transducer berupa lempengan
ditempelkan pada ubun-ubun
b. Pemantauan TIK LADD : Transducer berupa serat optik
c. Pemantauan Telemetrik : Mempergunakan hubungan
antara pasien dengan sirkuit listrik, pneumatik dan
monometrik conduit.

Pada kasus kecurigaan TIK sebaiknya pengukuran TIK
dilakukan
PENATALAKSANAAN
Indikasi menurut Moris & Cook :
* TIK 16 - 20 mm Hg selama 30 menit
* TIK 20 mm Hg selama 3 menit
* TIK + Bradikardi + Dilatasi Pupil
* TIK Tetap
TIK dipertahankan < 20 mm Hg
Cara :
1. Mengurangi volume komponen intracranial
2. Mempertahankan fungsi metabolik otak
3. Menghindari keadaan TIK
1. MENGURANGI VOLUME KOMPONEN
INTRA CRANIAL
A. Penurunan Volume CSS :
Dexamethason memperbaiki aliran keluarnya dan Absorbsi CSS
Asetazolamide 100 mg/Kg BB/ Hari produksi CSS melalui
Enzym carbonic Anhydrase
Punksi ventrikel : cepat TIK bahaya Collaps ventrikel
B. Penurunan Volume Jaringan Otak :
Membatasi pemberian cairan sampai 50 - 60% kebutuhan
dipertahankan tekanan vena sentral 8-10 mm Hg dan produksi urine
0,1 - 1 ml/Kg BB/hari
Osmoterapi : Dengan Larutan hipertonis
* Manitol 20% : 0,25-1 gr/KgBB i.v.selma 10-30 menit tiap 4-6 jam
* Glycerol 10 gr/dl dengan dosis 1 gr/KgBB i.v. selama 30 menit
dapat diulang tiap 2 jam
Osmolaritas dipertahankan 300-320 m Osmol bila > 350 m
Osmol gagal ginjal
Diuretik tubuler yang kuat : Lasix 1 mg/KgBB
Costicosteroid dapat oedem dan memperbaiki permiabilitas
vasculer. Dexamethason 1 mg/KgBB/hari i.v. dibagi 4 dosis (baru
bekerja setelah 12-24 jam). Turunkan bila TIK sudah normal.
C. Penurunan Volume Darah Intrakranial :
Hyperventilasi PaCO
2
20-35 mm/hari Vasoconsrikasi
ADO
Penurunan Metabolisme Otak
Oxigenasi
Peningkatan drainase pembuluh darah balik cerebral
Tekanan darah dipertahankan rata
2
60-90 mm Hg

2. Mempertahankan Fungsi Metabolik Otak
Oxygenasi : Dipertahankan PO
2
arterial 90-120 mm Hg atau 100-
150 mm Hg bila dilakukan Hyperventilasi
Pemberian cairan yg mengandung glukosa untuk
mempertahankan kadar gula darah yg normal (100-150 mg/dl)
Cegah demam dgn kompres dingin dan antipiretik
Memberantas kejang
Membatasi tindakan manipulasi seperti : Penghisapan lendir,
pemasangan infus, fissioterapi, pemerisaan neurologis, suntikan
i.m. punksi vena
Barbiturat dosis tinggi dapat ADO, mengurangi oedem dan
metabolisme otak.
Pentobarbital diberikan sebagai bolus 10mg/KgBB sampai
terlihat glombang supressi pada EEG kemudian 3 mg/KgBb
perjam
3. Menghindari keadaan yang menyebabkan
peninggian TIK
Posisi setengah duduk dengan mengangkat kepala 20-30
0

melancarkan aliran darah balik.
Kepala yang miring menghambat aliran Vena Yugularis
Penkuronium (Pavulon 0,04 mg/KgBB i.v.) melemaskan otot

Bila dengan semua cara-cara diatas tidak berhasil perlu dilakukan
koreksi bedah dekompressi untuk menanggulangi pergeseran dan
herniasi otak.