Anda di halaman 1dari 24

TRAUMA ABDOMEN

Nurul Alitia
Anatomi abdomen
Abdominopelvic region
terdapat sembilan region

Secara anatomis berguna
untuk menunjuk topografi
(perletakan) proyeksi dari
organ-organ dalam rongga
abdomen dan pelvis

Menunjuk lokasi trauma,
luka, nyeri yang mengarah ke
diagnostik.
Dinding Abdomen
Otot penyusun dinding abdomen: (dari dalam ke luar)

Depan/Ventral
-M rectus abdominis
(kiri-kanan linea mediana)

Lateral
-M transversus abdominis
-M obliquus internus abdominis
-M obliquus eksternus abdominis

Belakang/DORSAL
-M psoas major dan m psoas minor
-M quadratus lumborum
-M erector trunci
-M latissimus dorsi

Anatomi Luar dari Abdomen

Abdomen depan
Batas superior : garis intermammaria
Batas inferior : Kedua ligamentum inguinale dan simfisis
pubis
Batas Lateral : Linea axillaris anterior

Pinggang (flank)
Berada di antara linea axillaris anterior dan linea axillaris
posterior, dari sela iga ke-6 , ke bawah sampai crista iliaca.
Di lokasi ini terdapat dinding otot abdomen yang tebal
akan menjadi pelindung terutama terhadap luka tusuk.

Punggung
Batas superior : Ujung bawah scapula
Batas inferior : Crista Iliaca
Batas Lateral : Kedua linea axillaris
posterior
Anatomi Dalam Abdomen
Rongga Peritoneal

Peritoneum adalah membran serosa tipis
dan licin yang melapisi bagian dalam
dinding cavum abdominis dan
membungkus sebagian atau seluruh
viscera abdomen.

Peritoneum parietale (melapisi bagian
dalam dinding cavum abdomen)

Peritoneum viscerale (membungkus
sebagian/seluruh organ viscera
abdominis).

Dalam keadaan normal, cavum ini
hanya berisi sedikit cairan serosa
untuk membasahi permukaannya.
Rongga Pelvis
Didalamnya terdapat rectum, vesica urinaria, pembuluh
pembuluh iliaca, dan pada wanita terdapat organ reproduksi
interna.

Rongga Retroperitoneal
Rongga yang berada di belakang dinding peritoneum yang melapisi
abdomen dan di dalamnya terdapat
aorta abdominalis
vena cava inferior
sebagian besar duodenum
pancreas
ginjal dan ureter
sebagian posterior dari colon ascendens dan colon descendens
Organ Intraabdomen
Organ intra peritoneal

hepar, lien, gaster, usus
halus, sebagian besar kolon.

Organ ekstra peritoneal

ginjal, ureter, pankreas,
duodenum, rektum, vesika
urinaria,dan uterus

Trauma Abdomen
Definisi
Trauma abdomen adalah cedera pada abdomen, dapat berupa trauma
tumpul dan tembus serta trauma yang disengaja atau tidak disengaja.

Etiologi

Trauma Tumpul ( pukulan, benturan, ledakan, deselerasi, kompresi)
Pukulan
Benturan
Ledakan
Deselerasi
Kompresi

Trauma penetrasi
Luka tembak
Luka tusuk


Kontusi

Laserasi jaringan

Laserasi
Penyebab tersering trauma tumpul abdomen adalah
kecelakaan lalu lintas (50-75%) yang meliputi tabrakan
antar kendaraan bermotor (antara 45-50%) dan tabrakan
antara kendaraan bermotor dengan pejalan kaki.


Organ yang terkena adalah
lien (40-55%)
hepar (35-45%)
organ retroperitoneal (15%)

Patofisiologi Trauma Tumpul Abdomen

Mekanisme kerusakan intra abdominal karena kekuatan tumpul pada
abdomen :

Saat pengurangan kecepatan menyebabkan perbedaan
gerak di antara struktur terjadi tenaga potong robek
organ berongga, organ padat, dan p.darah

Isi intraabdominal hancur di antara dinding abdomen
anterior dan columna vertebra/ tulang toraks posterior
remuk, biasanya organ padat(spleen, hati, ginjal) terancam.

Gaya kompresi eksternal peningkatan tekanan intra-
abdomen yang tiba-tiba ruptur organ berongga.

Klasifikasi
Berdasarkan jenis organ yang cedera:

Organ padat Hepar dan Limpa gejala utama
perdarahan
Organ berongga usus dan saluran empedu
gejala utama peritonitis

Organ Intraperitoneal
Ruptur Hepar
Nyeri abdomen kuadran kanan atas
Apabila perdarahan dapat menyebabkan iritasi
peritoneum nyeri tekan & defans muskuler

Ruptur Lien
Nyeri abdomen kuadran kiri atas
Perdarahan yang banyak pada rongga abdomen
Apabila perdarahan dapat menyebabkan iritasi
peritoneum nyeri tekan & defans muskuler
splenectomy

Ruptur Usus Halus
Perdarahan gejala peritonitis
Rontgen gambaran udara bebas
Organ Retroperitoneal
Ruptur Ginjal
Nyeri pada flank area
Hematuri
IVP untuk melihat tingkat kerusakan ginjal

Manifestasi Klinis
Pada trauma non-penetrasi (tumpul)
jejas atau ruptur
perdarahan intra abdominal

Pada trauma penetrasi biasanya terdapat:
Terdapat luka robekan pada abdomen
Luka tusuk sampai menembus abdomen

Tanda dan gejala trauma abdomen, yaitu :

Nyeri
Nyeri dapat terjadi mulai dari nyeri sedang sampai yang berat.
Nyeri dapat timbul dibagian yang luka atau tersebar. Terdapat nyeri
saat ditekan dan nyeri lepas.

Darah dan cairan
Adanya penumpukan darah atau cairan dirongga peritonium.
Cairan atau udara dibawah diafragma

Mual dan muntah

Penurunan kesadaran (malaise, letargi, gelisah)
Yang disebabkan oleh kehilangan darah dan tanda-tanda awal syok
hemoragik

Diagnosis
Anamnesis

Riwayat trauma
Sifat dan lokasi nyeri
Terdapat keluhan-keluhan yang terdapat dalam manifestasi klinis trauma
abdomen
Trauma Tajam
-jenis senjata yang dipergunakan (pisau,pistol, senapan)
-jarak dari pelaku
-jumlah tikaman atau tembakan
-arah tusukan dan cara memegang alat penusuk organ mana yg terkena






Pemeriksaan Fisik


Tanda-tanda vital

Inspeksi
-jejas pada dinding perut
-adakah laserasi, liang tusukan, benda asing yang menancap, omentum
ataupun bagian usus yang keluar

Palpasi
Defans muskular, nyeri tekan u/ menunjukkan organ yg mengalami trauma

Perkusi
Redup hepar yg menghilang mengindikasikan adanya udara bebas
dalam rongga abdomen

Auskultasi
Bising usus menurun pada perforasi
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Radiologi




Rontgen Trauma Tumpul
- Ro-foto cervical lateral
thorax AP dan pelvis AP
untuk melihat adanya
udara bebas di bawah
diafragma ataupun udara di
luar lumen di
retroperitonium

- Hilangnya bayangan
psoas menunjukkan
kemungkinan cedera
retroperitoneal.
Trauma Tajam
bermanfaat untuk menyingkirkan
hemo atau pneumothorax, ataupun
untuk dokumentasi adanya udara
bebas intraperitoneal


Ultrasonografi
Pemeriksaan digunakan untuk mendeteksi
hemoperitonium

Focused Assessment With Sonography For Trauma (Fast)

Trauma Tumpul
Lavase Peritoneal Diagnostik ( Diagnostic Peritoneal Lavage = DPL)

Untuk deteksi perdarahan intra-peritoneal pada trauma abdomen.
Penatalaksanaan
Komplikasi
Peritonitis merupakan komplikasi tersering dari trauma tumpul
abdomen karena adanya rupture pada organ. Penyebab yang paling
serius dari peritonitis adalah terjadinya suatu hubungan (viskus) ke
dalam rongga peritoneal dari organ-organ intra-abdominal
(esofagus, lambung, duodenum, intestinal, colon, rektum, kandung
empedu, apendiks,dan saluran kemih)

Gejala dan tanda yang sering muncul pada penderita dengan
peritonitis antara lain:
1. Nyeri perut seperti ditusuk
2. Perut yang tegang (distended)
3. Demam (>380C)
4. Produksi urin berkurang
5. Mual dan muntah
6. Haus
7. Cairan di dalam rongga abdomen
8. Tidak bisa buang air besar atau flatus
9. Tanda-tanda syok

Anda mungkin juga menyukai