Anda di halaman 1dari 17

NAMA KELOMPOK ^>^

Ni Putu Andri Pratiwi


(P07134013011)
Ningsih Asriah
(P07134013012)
Ni Wayan Dian Noviani (P07134013013)
Ni Luh Putu Yoga Arsani (P07134013014)
Desak Putu Meida Linsra
(P07134013015)
Made Rina Rastuti (P07134013016)
Ni Luh Gede Mulan Tirtayanti (P07134013018)
Ni Made Ayu Larashati (P07134013019)
I Dewa Ayu Sintya Candra Yuni
(P07134013020)
TITRASI
PERMANGANOMETRI
Penentuan Kadar Zat Organik Pada
Sampel Air Kolam
TUJUAN
1. Untuk dapat membuat larutan baku KMnO4
yang diperlukan dalam titrasi
2. Untuk dapat melakukan pembakuan KMnO4
dengan larutan Asam Oksalat
3. Untuk dapat melakukan percobaan titrasi
permanganometri dengan sampel air
PRINSIP
Zat organik dalam sampel air dioksidasi
dengan KMnO4 dalam suasana asam
dengan pemanasan. Sisa KMnO4 direduksi
oleh asam oksalat berlebih. Kelebihan asam
oksalat dititrasi kembali dengan KMnO4.

PENGERTIAN TITRASI
Titrasi adalah Titrasi adalah proses
penentuan banyaknya suatu larutan dgn
konsentrasi yg diketahui & diperlukan utk
bereaksi secara lengkap dg sejumlah contoh
tertentu yg akan di analisis

Titrasi
permanganometri
Penentuan Kadar
Zat Organik
Zat organik adalah semua senyawa
yang tersusun atas atom
C,H,O,N,dan S
Titrasi
Permanganometri

proses redoks dimana
garam kalium
permanganat (KMnO4)
digunakan sebagai zat
standar
Prinsip
permanganometri
berdasarkan reaksi
redoks (oksidasi-
reduksi)
Titrasi ini digunakan
dalam penentuan kadar
zat organik di dalam air
untuk memantau
kualitas air dan tingkat
pencemaran pada air
tersebut
Kadar zat organik
dalam air dinyatakan
sebagai mg KMnO
4

yang diperlukan untuk
mengoksidasi
sempurna seluruh zat
organik dalm 1L air
Semakin tinggi kadungan zat organik dalam air tersebut
maka semakin jelas air bahwa air tersebut telah
tercemar.
Titrasi
permanganometri tidak
memerlukan indikator
karena KMnO
4
dapat
bertindak sebagai
indikator dimana ion
MnO
4
-
berwarna ungu,
setelah direduksi
menjadi ion Mn
-
yang
tidak berwarna
autoindikator
Umumnya titrasi
dilakukan dalam
suasana asam karena
akan lebih mudah
mengamati titik akhir
titrasinya
Standarisasi KMnO4 dengan Asam Oksalat
0,01N
Disiapkan alat
dan bahan
Dibilas buret
dengan
aquades
kemudian
KMnO4
Dipanaskan pada suhu
70 0C, di titrasi dalam
keadaan panas dengan
KMnO4 hingga terbentuk
warna merah muda
Ditambahkan
5ml H2SO4 4N
Dihitung
normalitas
KMnO4
Dipipet 10ml asam
oksalat 0,01N ,
dimasukkan ke
erlenmeyer
Diisi buret
dengan KMnO4
Penentuan kadar zat organik sampel
Diambil 50ml
sampel,
dimasukkan ke
erlenmeyer
Ditambahkan 5ml
H2SO4,
kemudian
ditambahkan
KMnO4 tetes
demi tetes
hingga terbentuk
warna merah
muda
Dipanaskan kembali
sampai mendidih,
kemudian dititrasi
dengan KMnO4 hingga
warna jernih menjadi
merah muda (A ml)
Dititrasi dalam
keadaan panas
dengan asam
0ksalat hingga
warna merah
muda hilang (B ml)
Ditambahkan
15ml KMnO4,
dipanaskan
selama 10menit
HASIL PENGAMATAN
Volume
titrasi
I 4,8 ml
II 4,7 ml
Rata-
rata
4,75 ml
A. Standarisai larutan KMnO
4
dengan larutan H
2
C
2
O
4

Tabel pengamatan titrasi KMnO
4
dengan H
2
C
2
O
4

HASIL PENGAMATAN
Volume
titrasi
I 32,6 ml
II 37,4 ml
Rata-
rata
35 ml
B. Penentuan kadar zat organik pada sampel air kolam
Tabel pengamatan titrasi sample air kolam dengan H
2
C
2
O
4

HASIL PENGAMATAN
Volume
titrasi
I 5,1 ml
II 7,0 ml
Rata-
rata
6,05 ml
Hasil titrasi A dititrasi dengan larutan KMnO
4

Tabel pengamatan titrasi KMnO
4
dengan H
2
C
2
O
4

PENENTUAN KADAR ZAT ORGANIK SAMPEL

PEMBAHASAN
indikator yaitu suatu zat yang ditambahkan
sampai seluruh reaksi selesai yang dinyatakan
dengan perubahan warna. Perubahan warna
menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi
Titrasi permanganometri ini tidak memerlukan
indikator karena kalium permanganat (KMnO4)
dapat bertindak sebagai indikator, dimana ion
MnO4- berwarna ungu setelah direduksi
menjadi ion Mn- yang tidak berwarna.
Maka kalium permanganat dapat disebut
sebagai auto indikator.

Garam KMnO
4
tidak dapat diperoleh dalam keadaan
murni karena banyak mengandung oksida-oksidanya
(MnO dan Mn2O2) sehingga garam ini tidak dapat
digunakan sebagai zat standar primer sehingga
larutan KMnO4 perlu distandarisasi dengan larutan
asam oksalat (H2C2O4).
Standarisasi larutanKMnO4 dengan asam oksalat
dilakukan dalam keadaan panas tetes demi tetes
hingga terjadi perubahan hingga merah muda
Reaksi yang terjadi
5C2O4 + 2MnO4
2-
+ 16 H
+
-> 2Mn
2+
+ 10 CO2 + 8H2O

Pada penentuan kadar zat organik sampel
dititrasi dengan Asam oksalat tetes demi
tetes hingga mencapai TAT yang ditandai
dengan timbulnya warna merah muda tetap
yang disebabkan oleh kelebihan
permanganat.

KESIMPULAN
Titrasi permanganometri diisini ditujukan untuk
menentukan kadar zat organik pada air kolam di
Direktorat Poltekkes Denpasar.
Berdasarkan Permenkes RI
No.416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat dan
pengawasan air ditetapkan kadar zat organik
pada air bersih adalah tidak boleh lebih dari 10
mg/liter dan kadar zat organik pada sampel air
kolam di Direktorat Poltekkes Denpasar masih
dalam batas normal yaitu 0,58178 mg/liter

THANK YOUUUUU ^^