Anda di halaman 1dari 16

KANKER SERVIKS

Gambaran Kejadian Kanker Serviks


di Indonesia
Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia
tergolong tinggi
Setiap hari ditemukan lebih dari 40 wanita atau
sekitar 15.000 wanita pertahun, yang menderita
kanker serviks.
Sekitar 55% atau kurang lebih 8000 penderita
diantara mereka berakhir dengan kematian.
Pengertian Kanker Serviks
Apa yang dimaksud kanker serviks???

Kanker serviks atau Kanker leher rahim
terjadinya perubahan struktur sel menjadi
suatu keganasan di daerah mulut rahim
(biasa disebut sebagai serviks).
Penyebab
Penyebab kanker serviks virus, yaitu
HPV (Human Papilloma Virus).

Penelitian tipe HPV nomor 16 dan 18
merupakan 70% penyebab kasus kanker serviks
di dunia.

Faktor Resiko
Semua wanita berisiko terkena kanker serviks

Faktor yang meningkatkan resiko tsb :
Hubungan seksual pertama kali saat usia muda
Berganti-ganti pasangan seksual
Infeksi menular seksual
Angka kehamilan tinggi
Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang

Gambaran Klinis
Pada tahap awal, kanker serviks tidak menampakkan
gejala.

Pada kasus kanker serviks stadium lanjut, beberapa
gejala dapat muncul seperti: perdarahan, keputihan
yang berbau, sulit buang air kecil, dan nyeri panggul.

Sering merasakan sakit atau terjadi pendarahan ketika
berhubungan
Mengalami gangguan keputihan yang parah
Pinggul sering terasa sakit
Merasakan sakit ketika buang air kecil,
Darah menstruasi yang keluar jumlahnya berlebihan.

Stadium
Stadium 0
Stadium IA
Stadium IB
Stadium IIA
Stadium IIB
Stadium IIIA
Stadium IIIB
Stadium IVA
Stadium IVB
Komplikasi
Pada stadium lanjut, kanker serviks dapat
menyebar ke organ tubuh sekitar.

Tingkat penyebaran kanker serviks juga akan
menentukan level stadium penyakit.
Penanganan
Tergantung stadium kanker.
Pilihan terapi :
Bedah operasi
Kemoterapi
Radioterapi
Pencegahan
Cara pencegahan terdiri dari Pencegahan
Primer dan Pencegahan Sekunder.

Pencegahan Primer edukasi dan vaksinasi
Pencegahan Sekunder screening / deteksi dini

Vaksinasi
Vaksinasi dapat diberikan pada wanita mulai
usia 10 hingga 55 tahun.
Vaksin tersebut dapat memberikan proteksi
terhadap infeksi HPV.
Dapat dilakukan di berbagai fasilitas
kesehatan.
Angka keberhasilan vaksin HPV ckp tinggi,
sekitar 93%.
Deteksi Dini
Dapat dilakukan dengan kegiatan screening
(dengan metode Pap Smear ) secara teratur,
untuk mendeteksi secara dini apakah ada
perubahan di daerah mulut rahim yang
mengalami perubahan ke arah keganasan.

Waktu pemeriksaan :
Di bawah 35 tahun, setidaknya melakukan
papsmear setiap 3 tahun sekali,
Di atas 35 tahun melakukan papsmear 1 tahun
sekali.

Cara hidup sehat untuk pencegahan penyakit
Konsumsi makanan yang sehat,
sayuran dan buah-buahan
olahraga teratur
tidak merokok
tidak mengonsumsi alkohol
istirahat cukup
hindari stres
TERIMA KASIH