Anda di halaman 1dari 59

MANUAL TERAPI

Pada
ACROMIOCLAVICULAR JOINT

OLEH

HIMYAR, DIP.PT.

DiSAJIKAN PADA PERTEMUAN FISIOTERAPI CAB PADANG
DAN BUKITTINGGI
TGL 8 MEI 2011
DI RS.SITI RAHMAH PADANG
Pendahuluan

Sendi acromioclavicular ( AC joint) merupakan
pertemuan antara ujung clavicula yang lebih
konveks dgn ujung scapula ( acromion ) yang
lebih koncaf.
Pada posisi netral (normal) permukaan
acromion menghadap ke medial arah ventro
caudal.
Pada gerakan elevasi >>> translasi acromion
ke cranial dan clavicula ke caudal.



Sendi AC merupakan sendi synovial yang
dihubungkan oleh diskus dan diperkuat oleh
kapsul dan ligament dgn garis sendi antero-
posterior sedikit mediolateral.
LPP yaitu posisi anatomis sedangkan CPP
pada posisi abduksi 30 derajad.
Pembatasan gerak pada Ac joint dapat
terjadi antara lain oleh : immobilisasi lama,
artrosis,
trauma dan arthritis dan dapat juga adanya
perubahan gerak digelang bahu yang lain.
1. Pada gerakan depresi >>> terjadi gerakan
acromion ke caudal dan clavicula ke cranial.
2. Pada gerakan protraksi >>> terjadi gerakan
acromion ke ventral dan clavicula dorsal.
3. Pada gerakan retraksi >>> terjadi gerakan
acromion ke dorsal dan clavicula ke ventral.

Pemeriksaan AC joint

Pemeriksaan yang akan kita lakukan hanya secara
sistematik pemeriksaan fungsi regio bahu dan
pemeriksaan joint play AC joint.
Sebelum melakukan manual terapi pada AC joint
tentu kita harus melakukan pemeriksaan untuk
menentukan diagnosanya dan sekaligus tentu akan
menentukan MT apa yang sesuai.
Pemerksaan AC joint artinya kita akan memeriksa
fungsi scapula dan clavicula yaitu dgn gerakan elevasi,
protraksi,retraksi dan ADD horizontal.

Tidak jarang terjadi bahwa sakit pada AC joint menja
lar ke arah leher ( dermatom C4 ) . Jadi bila kita pe-
riksa pada C4 ada sakit juga,sudah mendukung ada
nya kelainan pada AC joint.
Pemeriksaan Fungsi
1.Pemeriksaan gerak aktif
> Elevasi bahu
> Depresi bahu
> Protraksi bahu
> Retraksi bahu.
2. Pemeriksaan gerak pasif
> Elevasi bahu
> ABD glenohumorale
> Ekso rotasi
> Endo rotasi
> ADD horizontal
Pemeriksaan gerak isometrik melawan tahanan
> ABD glenohumorale
> ADD
> Ekso rotasi
> Endo rotasi
> Flexi siku
> Extensi siku
Pemeriksaan Joint Play Movement
Acromioclavicular Joint
1. scapula ; traksi ke lateral
Pasien : duduk dgn lengan relaks
Terapis : berdiri dibelakang pasien.
Fiksasi : tangan yg tdk sesisi memfiksasi
clavicula menggunakan ibu jari
dan jari telunjuk yg ditekuk
Pelaksanaan : Tangan yg lain memegang
acromion menggunakan ibu jari >>
dan jari telunjuk ,kemudian melakukan
traksi kearah lateral sedikit dorsal.
2. Clavicula ; Gliding ke ventro- dorsal
Pasien : duduk dgn lengan bawah diatas
meja, bahu sedikit abduksi
Terapis : berdiri dibelakang pasien
Fiksasi : tangan sesisi memfiksasi acro-
mion menggunakan ibu jari dan
jari telunjuk.
Peleksanaan : tangan yg lain memegang
clavicula ujung sebelah lateral meng-
gunakan ibu jari dan jari telunjuk >>>


kemudian melakukan gliding kearah ventral
sedikit lateral dan dorsal sedikit medial
Treatment ( Terapi )
Sebelum melakukan Manual Terapi ada
aturan-aturan yang hrs diketahui oleh te-
rapis :
1. Posisi pasien ; pasien diposisikan yang
enak dan otot otot nya relaks. Sendi
diposisikan pd posisi istirahat ( MLPP)
atau actual resting position( ARP ).
Tulang pembentuk sendi difiksasi pd
bagian proksimalnya.
2. Posisi Terapis
Terapis harus berdiri atau memposisikan
diri sedekat mungkin dgn pasien. Berdiri
yg stabil dan jika memungkinkan gunakan
gravitasi atau berat badan utk mendorong
atau menarek.
3. Fiksasi
Untuk memfiksir dapat digunakan tangan
terapis atau menggunakan sabuk atau di
bantu orang lain. Fiksasi tdk boleh menim-
bulkan nyeri/sakit.
4.Tangan Terapis yg bergerak
Tangan terapis memegang bagian tubuh
sedekat mungkin dgn ruang sendi yang
hendak digerakkan.
5. Arah gerakan
Arah gerakan translasi selalu tegak lurus
atau sejajar dgn bidang terapi.Gerakan
tegak lurus terhadap dan kearah bidang
terapi disebut traksi.
Indikasi Traksi dan Gliding
Traksi : Grade I ; untuk mengurangi nyeri
sll digunakan pada saat
melakukan glide-mobilisasi.
Grade II ; untuk tes joint play mov.
Grade III; untuk tes joint play mov
untuk menambah mobi-
litas sendi.
Indikasi dan Kontra indikasi

Indikasi manual terapi adalah semua
gangguan fungsi alat penggerak tubuh.
Contoh : > joint blockade
> joint hypomobility
reversible
> pemendekan otot
> tendinitis
> tendomyositis
> dll
Kontra indikasi mutlak manual terapi
> TBC tulang > ankylosing
> osteomyelitis > kekakuan irreversible
> kangker tulang > dll.
> osteoporosis
> fraktur
> invective arthritis
> wipllash injury
Kontra indikasi relatif manual terapi
> Cidera dgn aktualitas tinggi
> Spondylolisthesis
> Hemi sacralisasi > Kehamilan dll
Pelaksanaan Manual Terapi pada AC joint
Scapula ; traksi ke lateral
Pasien : duduk
lengan bawah diletakkan diatas
meja atau tempat tidur.
Sendi bahu sedikit abduksi
Terapis : Berdiri dibelakang pasien.
Fiksasi : Tangan yg tdk sesisi memfiksasi
clavicula menggunakan jari te-
lunjuk yg ditekuk( dari ventral )
dan ibu jari ( dari dorsal)
Pelaksanaan :
Tangan yg lain memegang acromion menggunakan
jari telunjuk ( dari ventral) dan ibu jari (dari dorsal )
dan melakukan traksi ke arah lateral sedikit dorsal.

Clavicula ke ventral

Pasien : Tengkurap
Terapis : Berdiri di sisi yang sehat
Fiksasi : Jari-jari tangan yg sesisi meme-
gang acromion dari ventral dan
memfiksasinya ke tempat tidur
( dgn diganjal kantong pasir )

Pelaksanaan :
Kedua ibu jari diletakkan diujung lateral
clavicula sebelah dorsal, kmdn menggerakkan
gliding kearah ventral sedikit lateral
Clavicula ke dorsal

Pasien : Duduk
Terapis : Berdiri di samping sisi yg sakit
Fiksasi :Tangan yg tidak sesisi
memfiksasi scapula dari sebelah
dorsal.
Pelaksanaan :
Tangan yg lain diletakkan di ujung lateral
clavicula dari sebelah ventral, kemudian
melakukan gliding kearah dorsal sedikit
medial.
Daftar Pustaka
1.De Wolf, A.N. , Onderzoek van het bewe
gingsaparaat. Samson Stafleu, Brussel,1982
2. Mink,A.J.F et al.,Extremiteiten, Functie-
onderzoek en manuele therapie.Bohn,Schel
tema Holkema ,Utrecht,1990.
3. Syaitibi Mudatsir,Dipl,PT,Spsi, Mengenal
Gerakan Sendi Menuju Manual Terapi,2002.
ANALISA PATOLOGI GERAK DAN
FUNGSI PADA
NECK and SHOULDER

Oleh

HIMYAR,DIP.PT

Disampaikan pada Seminar Manual Terapi
Neck end Shoulder
di Hotel Padang 17 Juli 2011




GERAKAN >>>>>>>> FUNGSI


FISIOTERAPI = PEKERJAAN MENGGERAKAN











Pendahuluan
Untuk memberikan intervensi Manual Terapi pada
Neck and Shoulder sangat perlu kejelasan diagnose,
dan utk itu harus dianalisa patologi gerak dan fungsi
neck and shoulder tersebut.

Menganalisa gerak dan fungsi neck and shoulder,tdk
bisa hanya lokal saja tetapi harus secara segmental
( quarter analysis ) artinya shoulder ada kaitannya
atau pengaruhnya terhadap cervical dan sendi-sendi
lain pada extremitas yang bersangkutan,begitu pula
sebaliknya.

Kemampuan bergerak tulang Neck( leher )
> Diskus intervertebralis dapat dianggap sebagai
pusat pergerakan.
> Arah gerakan sangat ditentukan oleh posisi sendi
faset.
> Antara C1 dan C2 terdapat dua sendi faset.
> C1 ( atlas ) mempunyai dua buah lengkungan yang
diantara lengkungan tsb terdapat dens dari C2,se
hingga antara C1 dan C2 hanya ada gerakan rotasi.

Ciri khas tulang leher:
1. Posisi facet joint hampir horizontal dan sedikit
miring kebelakang. Posisi ini memungkinkan
terjadinya gerakan luas disekitar ketiga po
ros utama ; fleksi/ekstensi, latero fleksi dan ro
tasi.
2. Dengan adanya processus uncinatus, waktu ge
rakan laterofleksi dan rotasi seolah-olah ber-
sambung dgn sisi diskus. Bila terjadi degenerasi
diskus, maka cepat timbul osteofit-osteofit
disekitar foramen intervertebrlalis yang dapat me
lukai saraf spinalis.

Degenerasi
Akibat adanya proses degenerasi yaitu semenjak
umur 20 thn diskus intervertebralis mengalami:
- integritas serabut-serabut colagen berkurang.
- bertambah lunak dan lebih mudah berubah
bentuk
- makin lambat pengembalian ke bentuk semula
- terjadi pengecilan diskus yang mengakibatkan
mengendornya ligament dan seterusnya akan
terjadi instabil sendi.
Degenerasi dapat terjadi lebih cepat apabila diskus
terus menerus terluka oleh rudapaksa mekanik, bila
fleksi leher yang lama( membaca,menulis, bantal yg
terlalu tebal.
Patologi gerakan dan fungsi Neck and Shoulder

Proses proses patologi yang berasal dari leher
(neck)memberikan problem / keluhan yang luas/besar
daripada keluhan yang berasal dari persendian perifer.
Tidak bisa/hampir tidak mungkin untuk menggerakan
struktur yang berada didalam atau sekitar cervikal/leher
secara tersendiri.Kita tida selalu dapat menunjukan
adanya substrat anatomi patologis yang jelas.
Maka dari itu kita dapat memberikan secara garis besar
saja tentang keluhan keluhan yang berasal dari leher/
neck yaitu:
1. Apakah terdapat petunjuk adanya patologi dari tulang
cervikal ?
Patologi pada tulang dpt diduga apabila gerakan di
dalam bagian tulang yang bersangkutan menimbulkan
keluhan bertambah. Membedakan antara gerakan
dari tulang dan persendian yang berbatasan sering
sulit.
2. Apakah terdapat petunjuk adanya luka artikuler,patologi
diacus atau gangguan pada sendi faset?
Luka artikuler dapat mengakibatkan pembatasan
gerak. Pola capsuler pada Neck yaitu :
> pembatasan gerak ekstensi sangat besar
> pembatasan rotasi dan lateral fleksi sama besar
> gerakan fleksi cukup normal.


3. Apakah ada petunjuk adanya tekanan pada dura
mater?
Bila tekanan pada dura mater terutama fleksi
leher biasanya sakit yang sangat. Juga waktu
batuk,bersin atau mengejan rasa sakit pada leher
akan bertambah.
4. Apakah ada petunjuk adanya penekanan pada
akar-akar saraf spinal ?
Bila ada penekanan pada saraf spinal mengakibatkan
gejala rasa sakit,parestesia kemacetan fungsi sa
raf sensorik dan motorik ( dermatom dan myotom)
5. Apakah terdapat petunjuk adanya tekanan pada
medula spinalis?
Bila ada penekanan pada medula spinalis hampir
selalu mengakibatkan gejala bilateral: parestesia
kekejangan, hiperrefleksi.

6. Apakah ada petunjuk adanya gangguan pada
otot atau ligamen ?
Bila ada suatu luka atau keadaan patologis pada
otot /tendon harus dpt ditunjukan dgn timbul
rasa sakit dgn tes isometrik ( pada neck sulit utk
dilaksanakan utk setiap otot )
Rasa sakit
Ada tiga tingkatan rasa sakit pada neck:
1. Sakit pada daerah leher bagian atas , menjalar ke
kepala bag belakang dan kadang kadang sampai
kedalam tengkorak.
2. Sakit pada daerah leher bag tengah, biasanya sakit
dalam tengkuk dan leher, kadang kadang ke dalam
lengan atau tangan
3. Sakit pada daerah leher bagian bawah,biasanya
menjalar kedaerah scapula
Rasa semutan
Biasanya rasa parestesia tedapat didalam jari tangan
dimana lokalisasi disini sangat penting.
untuk menentukan lokalisasi pada tingkatan mana
struktur saraf teransang:
> tekanan pada akar saraf C6 semutan pada ibu jari
dan jari telunjuk
> tekanan pada akar saraf C7 semutan pada jari te-
lunjuk ,jari tengah dan jari manis
> tekanan pada akar C8 semutan pada jari manis dan
kelingking.
> tekanan pada plexus brachialis ,rasa semutan pada
kelima jari tangan
Rasa pusing
Rasa pusing dapat terjadi akibat adanya patologi cer
vikal yang berhubungan dgn posisi atupun akibat>>>
gerakan-gerakan kepala ,dimana adanya penekanan
a. Vertebralis yaitu pada posisi tertentu





Gangguan-gangguan pembatasan gerak pada neck
( rasa sakit pada gerakan cervikal)
Sebagaimana sudah diterangkan diatas bahwa pola-
capsuler pada cervikal yaitu gerakan ekstensi sangat
terbatas,lateral fleksi agak terbatas sedangkan fleksi
cukup normal. >>>> ARTHROSIS <<<<<
Gangguan ini sifatnya simetris apabila semua sendi
terkena dalam ukuran yang sama berat.

Bila pembatasan geraknya asimetris,biasanya ditun-
jukan salah satu sisi. Gambaran ini biasanya kita ke-
nal dgn TORTICOLIS.
Torticollis akut
> pada umumnya timbul secara mendadak.
> timbul sering waktu bangun tidur dimana akibat
dari posisi tidur yang kurang baik.
> keluhan begitu berat sehingga tidak bisa leher di
gerakan ke posisi yang normal/netral
> bila rasa sakit sebelah kanan, maka kepala berada
dalam posisi laterofleksi dan rotasi ke kiri.
> gerakan fleksi aktif masih mungkin sedangkan
gerakan ekstensi biasanya terbatas dan sakit.
> walaupun para ahli belum sepakat berpendapat
mengenai penyebab dari torticllis akut, pendapat>>
dari Dr.A.N.de Wolf cs adalah adanya perubahan
bentuk dari discus intervertebralis. Yaitu beberapa
lapis tipis yang sentral dari annulus fibrosus rusak
sehingga sebagian nucleus pulposus didalam batas-
batas discus berpindah kearah posterolateral.
> biasanya penyembuhan dapat dipercepat dengan
menerapkan terapi manual ( hati-hati)

Hipertoni m. Sternocleidomastoideus
> gejala hampir bersamaan dengan torticollis,bedanya
yaitu gerakan rotasi dan laterofleksi tidak terbatas
ke arah yang sama ( misalnya rotasi kekanan dan
laterofleksi ke kiri)
> ada bentuk konginetal,yaitu suatu luka pada otak
dapat mengakibatkan spasme dari m. Sternoclei
domastoideus
> pada anak kecil antara umur 5 dan 10 tahun pe-
nyebabnya kadang-kadang merupakan suatu
lymphadenitis colli.

Gejala neck lokal
:> keluhan ini tdk gawat dan terdapat pada umur
25 sampai 40 tahun
> Juga terdapat keluhan sakit dan pembatasan gerak
pada rotasi dan laterofleksi kearah satu sisi,tetapi
pasien dapat mempertahankan kepala dalam po
sisi netral.
Sakit pada neck yang tdk spesifik
> Adanya rasa sakit pada berbagai posisi akhir tanpa
ada pembatasan gerak yang jelas.
> Sakit biasanya bertambah bila neck diposisikan
dalam posisi tertentu yang agak lama.
misalnya ; - membaca lama ( fleksi ).
- mengecat plafon ( ekstensi lama )
- tidur senang dgn menukar bantal tebal
dan tipis bergantian.
> Perkiraan gambaran ini menunjukan adanya dege-
nerasi discus sehingga timbul instabilitas sendi
dimana rasa sakit akan dirasakan didalam ligament
ligamen dan simpai sendi-sendi faset.
SKEMA PEMBAGIAN PATOLOGI GERAK DAN
FUNGSI PADA NECK

1. Gangguan gangguan yang menyolok:
a. Arthrosis
- pasien usia lanjut
- pembatasan gerak yang simetris dgn end feel
keras.
- keluhan sakit tdk banyak
b. Torticolis akut
- pasien muda (15 -25 tahun )
- rotasi dan laterofleksi terbatas kesisi yang sama

- lokasi sakit disisi lainnya.
- penyembuhan spontan dlm waktu 2 minggu.
- sering terjadi residif.
c. Sindrom servikal lokal
- umur 25-40 tahun
- gambaran sakit kurang berat.
- pada posisi akhir lebih terasa sakit dari pada
pembatasan gerak.
d. Hipertoni m.sternocleidomastoideus
- rotasi dan laterofleksi terbatas kearah yang ber-
tentangan
- pada anak kecil sering akibat lymphadenitis colli
- kadang-kadang kongenital
- kadang-kadang akibat luka di otak.
e. Sakit pada neck yang tidak spesifik
- degenerasi discus dengan instabilitas sekunder.

Gejala-gejala tambahan:
2. Gejala-gejala radiculer
- monosegmental, kemacetan fungsi motorik dan
sensorik.
3. Gejala-gejala dura.
- sakit meningkat waktu batuk,bersin,mengejan,me=
nelan, fleksi neck.
4. Gejala-gejala kompresi medula spinalis.
- parestesia dalam kedua belah lengan
- perasaan ada aliran listrik.
- timbul refleks patologis.
5. Gejala-gejala vaskuler ( insufisensi a.vertebralis)
- kompresi karena osteofit atau hipermobilitas
Shoulder Gilder
Gerakan yang terjadi pada gelang bahu (shoulder gilder)
dimungkinkan oleh sejumlah sendi yang saling berhu-
bungan erat:
1. sendi glenohumerale
2. sendi kostovertebral atas
3. sendia akromioclavikular
4. sendi sternoclavikular
5. sendi skapulotorakal
6. sendi suprahumeral
7. sendi intervertebral
Gangguan gerakan pada sendi glenohumerale sering
mempunyai pengaruh pada sendi-sendi lain,dan seba-
liknya.

Patologi gerak dan fungsi shoulder
1. Apakah ada petunjuk adanya gangguan pada sendi
shoulder/ bahu ?
Bila ada gangguan pada sendi bahu, akan terdapat
pembatasan gerak dengan pola capsuler,yaitu dgn
gerakan pasif eksorotasi lebih terbatas dari abduksi
dan abduksi lebih terbatas dari endorotasi.
2. Apakah ada petunjuk adanya painful arc ?
Adanya painful arc berarti ada kompresi/penekanan
yang sifatnya sementara dari suatu stuktur yang
sakit. Sebagai contoh adalah adanya kompresi pada
bursa sub acromialis pada abduksi l/k 70 derajat.

3.Apakah ada petunjuk adanya terdapat gangguan
pada satu atau lebih otot dan /atau tendon?
Gangguan pada otot atau tendon akan terasa sakit
apabila diberikan tahanan secara isometrik.
4. Gangguan gerak dan fungsi yang perlu juga di
ketahui yaitu luka /sakit pada sendi akromioklavi
kuler.
Pada pemeriksaan fungsi sering terdapat kelainan:
- adanya rasa sakit dari adduksi horizontal secara
pasif.
- adanya rasa sakit satu atau lebih gerakan pasif
dalam posisi maksimal (end feel)
- kadang-kadang ada rasa sakit pada adduksi yang
ditahan ( adanya tegangan pada lig akromioclavikuler)
5. Apakah ada petunjuk adanya gangguan pada neck
( cervikal).?
Jika gerakan cervikal menimbulkan keluhan pada
shoulder,maka analisa kita harus ditujukan pada
kelainan yang terdapat pada cervikal.
Dalam kenyataan bahwa keluhan pada shoulder
dapat timbul secara segmental,dimana rasa sakit
daerah deltoid ternyata berasal dari segmen C5.
sedangkan rasa sakit pada gerakan sendi AC dan
sendi sternoclavikuler marupakan segmen dari C4.
( yang kita kenal dengan Dermatom C5 dan C4 )
dan kemungkinan dermatom yang lain.
6. Apakah ada petunjuk bahwa keluhan sama se-
kali tidak ada hubungannya dengan gerakan?
Maka analisa kita adalah adanya patologi yang
sama sekali bukan pada alat penggerak tubuh
tetapi ditempat lain ( contohnya : angina pectoris,
batu empedu dll )

Dalam menganalisa gerak dan fungsi neck and
shoulder, keluhan yang kronis akan menyebabkan
hiperaktifitas sistem simpatis pada segment terkait.
Sehingga kita dapatkan apa yang disebut dgn myofas-
cial trigger point syndrome, atau tedomyosis pada
otot-otot paravertebralis,interscapula dll.
Beberapa patologi gerak dan fungsi yang sering terjadi
pada shoulder
1.Gangguan yang disertai oleh pola kapsuler;
- eksorotasi paling terbatas.
- abduksi kurang terbatas.
- endorotasi paling kurang terbatas
Dengan gangguan seperti ini maka timbul beberapa
istilah serta defenisi seperti: arthritis,arthrose , fro-
zen shoulder,capsulitis.
Arthitis >>> ada sakit,pola capsuker + , foto Rgn _
Arthrose>>> tdk ada sakit,po;a cap +, foto Rgn +
Frozen shoulder >>> tdk ada sakit,pola cap + foto R _
2. Bursitis subacromion akut;
- tidak pola capsuler
- sangat sakit
- abduksi seringan apapun sdh tersa sakit.
- eksorotasi dapat dilakukan
3. Bursitis subacromion kronis;
- adanya painful arc.
- rasa sakit diakhir gerakan pasif.
- tidak pola capsuler.
4. Tendonitis pada otot rotator cuff.
5. Ada kelainan pada sendi akromioclavikuler;
-rasa sakit pada horizontal adduksi pasif.
- sakit dapat menjalar ke arah leher (dermatom C4)
Daftar Pustaka
1. Wolf,A N .Onderzoek van het bewengingsaparat
Samson Stafleu, Brussel 1987.

2. M ink ,A.J Fetal,Extremiteiten Fungsi OndFerzoe,
en Manuale Tterapi.Bhon, Scheltema Holkam,
Utrecht 1990.

3. Ikatan Fisioterapi Indonesia Cabang Bandung
Jawa Barat, ,Kumpulan makalah Pelatihan Fisio
terapi dalam bidang Manual Terapi Extremitas
Superior dan Elektro terapi,Bandung 1995.



SEKIAN


SEMOGA BERMANFAAT