Anda di halaman 1dari 26

Laporan Kasus

Nama : Ny. S
Umur : 17 tahun
JK : Perempuan
RM : 371373
MRS : 06-08-2014
Ruang : Perawatan III
Alamat : Tamattia
Pekerjaan : IRT


Ny. S/ 17 tahun HPHT : 9/11/13
G1PoAo TP : 16/8/14
uk : 38 mgg 3 hr
Ibu MRS dengan pengantar dari PKM Gentungan D/
G1PoAo uk 39 minggu 1 hari + Hipertensi (150/110). Nyeri
perut tembus ke belakang dialami sejak tadi malam
(05/08/14) disertai pelepasan darah (+), lendir (+), air (-).
Riwayat nyeri ulu hati (-), pandangan kabur (-), sakit
kepala (-), mual (+), muntah (-).
Riw. ANC teratur > 4x, di PKM, Inj. TT (-)
Riw. HT (-), DM (-), Asma (-), Alergi (-)
Riw. Operasi (-), Riw. KB (-)

Status Present
Ku : Baik, Compos Mentis
TD : 150/110 mmHg
N : 88x/i
P : 20 x/i
S : 36,6 c
Edema tungkai +/+




Pemeriksaan Luar
TFU : 33 cm LP : 94 cm
Situs : Memanjang
Punggung : Kanan
Bag. Terbawah : Kepala
Perlimaan : 4/5
HIS : 3x10 (25-30)
DJJ : 150x/i
Gerakan anak (+) dirasakan ibu
Anak kesan tunggal
TBJ : 3102 gr



Pemeriksaan Dalam Vagina (PDV)
V/V : tak/tak
Portio : Lunak, tipis
: 7 cm
Ketuban : +
Bag. Terdepan : Kepala
UUK : sdn
Penurunan : Hodge I
Panggul dalam kesan cukup
Pelepasan lendir (+), darah (+), air (-)
Laboratorium (06/08/2014)
Proteinuria : +3
G1PoAo gravid 38 minggu 3 hari inpartu kala I fase aktif +
Preeklampsia Berat (PEB)

Cek : DR, CT, BT, GDS, HbsAg
IVFD RL + MgSO4 40% (6 gr) 28 tpm
Bolus MgSO4 40% (4 gr pelan-pelan)
Pasang kateter tetap
Nipedipine 3x1 tab
Obsevasi HIS, DJJ, Kemajuan Persalinan
VT Kontrol
50.000 kematian ibu / tahun
insidens eklampsia di negara berkembang 1:100 - 1:1700
Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama
kematian ibu di semua negara

Kelainan malfungsi endotel pembuluh darah atau
vaskular yang menyebar luas sehingga terjadi
vasospasme setelah UK 20 mgg, mengakibatkan
terjadinya penurunan perfusi organ dan pengaktifan
endotel yang menimbulkan terjadinya hipertensi,
edema nondependen, dan dijumpai proteinuria 300
mg per 24 jam atau 30mg/dl dengan nilai sangat
fluktuatif saat pengambilan urin sewaktu.
Preeklampsia
Ringan
TD: > 140/90 mmHg
Proteinuria : +1
(300 mg/24 jam)
Preeklampsia
Berat
TD : > 160/110 mmHg
Proteinuria : +2
(5 gr/24 jam)
Peran
Prostasiklin
dan
tromboksan
Peran
Faktor
Imunologis
Peran
Faktor
Genetik
Disfungsi
Endotel
Organ damage
Hipertensi
kriteria paling penting
dalam diagnosa.
Banyak primigravida dgn
usia muda memiliki TD
100-110/60-70 mmHg slm
trimester ke-2.
Peningkatan diastolik 15
mmHg atau peningkatan
sistolik 30 mmHg harus
dipertimbangkan
Laboratorium
Proteinuria terakhir
timbul
Hb dan HCT meningkat
Trombositopenia
Peningkatan kreatinin
peningkatan kadar enzim
ALT dan AST.
Edema
Edema dependen, tetapi
jika terdapat edema
independen yang djumpai
di tangan dan wajah yang
meningkat saat bangun
pagi merupakan edema
patologis.
Lain-Lain
Gang visus dan serebral :
Penurunan kesadaran,
nyeri kepala persisten,
skotoma, dan pandangan
kabur.
Nyeri epigastrium pada
kuadran kanan atas
abdomen
Edema paru dan sianosis.
Oligohidroamnion, PJT
dan abrupsio plasenta.
Anamnesis
Penunjang Pemfis
Tekanan darah diastolik >
110 mmhg
Proteinuria 2+
Oliguria < 400 ml/24 JAM
Edema paru: nafas pendek,
sianosis, ronkhi
Nyeri epigastrium/kuadran
atas kanan
Gangguan penglihatan:
skotoma
Nyeri kepala hebat


Hiperrefleksia
Mata: spasme arterioler,
edema, ablasio retina
Koagulasi: koagulasi
intravaskuler dissemi-nata,
sindrom hellp
Pertumbuhan janin
terhambat
Otak: edema serebri
Jantung: gagal jantung

PREEKLAMPSIA
BERAT DAN
EKLAMPSIA
ANTI KONVULSAN ANTI HIPERTENSI
PASANG INFUS KESEIMBANGAN CAIRAN
PENGAWASAN OBSERVASI TANDA
VITAL, REFLEKS, DJJ, EDEMA PARU, UJI
PEMBEKUAN DARAH
ANTI KONVULSAN
GAWAT JANIN
OLIGURIA
SINDROM
HELLP
KOMA
PERSALINAN 12
JAM (EKLAMPSIA)
/ 24 JAM
(PREEKLAMPSIA)
RUJUK
PARTUS
PERVAGINAM
KEJANG
BEDAH
CAESAR
Pengelolaan umum
JIKA DIASTOLIK > 110 mmhg BERIKAN ANTI HIPERTENSI SAMPAI
DIASTOLIK ANTARA 90-100 mmHg
Pasang infus ringer laktat/ asetat
Ukur keseimbangan cairan
Pasang kateter tetap catat jumlah urin
Jika jumlah urin < 30 ml/jam pantau edema paru
Pengawasan keadaan umum . kesadaran
Observasi tanda vital, refleks & djj tiap 1 jam
Lakukan uji pembekuan darah


MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA
Alternatif I Dosis awal







Dosis Pemeliharaan
MgSO4 40% 4 g IV (10 ml) sebagai larutan selama
5 menit

Segera dilanjutkan dengan MgSO4 40% 6 g (15
ml) dalam larutan Ringer Asetat / Ringer Laktat
selama 6 jam (drips)
Jika kejang berulang setelah 15 menit, berikan
MgSO4 40% 2 g IV (5 ml) selama 5 menit
MgSO4 40% 1 g / jam melalui infus Ringer Asetat /
Ringer Laktat yang diberikan sampai 24 jam
postpartum/ kejang yang terakhir
MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA BERAT DAN EKLAMPSIA
Alternatif II Dosis awal

Dosis pemeliharaan



Sebelum pemberian
MgSO4 ulangan, lakukan
pemeriksaan:


Hentikan pemberian
MgSO4, jika:
Siapkan antidotum
MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama 5 menit

Diikuti dengan MgSO4 (40%) 5 g IM dengan 1 ml
Lignokain (dalam semprit yang sama) BOKA / BOKI
Pasien akan merasa agak panas pada saat pemberian
MgSO4 diulangi setiap 6 jam.
Frekuensi pernafasan minimal 16 kali/menit
Refleks patella (+)
Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir


Refleks patella (-), bradipnea (<16 kali/menit)
Urin < 30 ml/jam
Jika terjadi henti nafas:
Bantu pernafasan dengan ventilator
Berikan Kalsium glukonas 1 g (20 ml dalam larutan 10%)
IV perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi
Penangan Hipertensi
Obat pilihan adalah Nifedipin, yang diberikan 5-10 mg oral
yang dapat diulang sampai 8 kali/24 jam
Jika respons tidak membaik setelah 10 menit, berikan
tambahan 5 mg Nifedipin sublingual.
Labetolol 10 mg oral. Jika respons tidak membaik setelah 10
menit, berikan lagi Labetolol 20 mg oral.
Penanganan Persalinan
Preeklampsia berat persalinan dalam 24 jam
Eklampsia persalinan dalam 12 jam
Bila dilakukan bedah caesar
Tidak ada koagulopati
Anestesia terpilih anestesia umum
Jika tidak tersedia anestesi umum
Janin mati
BBLR
Lakukan persalinan pervaginam
Jika pematangan serviks baik induksi oksitosin 5 iu / 500 ml
dekstrose 5% atau prostaglandin


Deteksi dini dan penanganan cepat-tepat
Pembatasan kalori, cairan, diet rendah garam tidak
mencegah hipertensi dalam kehamilan bahkan
membahayakan janin