Anda di halaman 1dari 26

TUGAS

Kimia Anorganik Fisik


Kelompok 9 : 1. Agus Prayitno (06111010045)
2. Feri Andriansyah (06111010043)
3. Rahika Ontita Leni (06111010038)
4. Rizky Triyunita (06111010041)
Ion/atom bagian dari senyawa koordinasi
yang berada di pusat (bagian tengah)
Bersifat netral ataupun bermuatan positif
Sebagai penerima pasangan elektron
(Asam Lewis),
berupa logam (terutama logam-logam
transisi).
Molekul atau ion yang dapat
menyumbangkan pasangan elektron
bebas kepada ion pusat.
Atom/ion bagian dari senyawa
koordinasi yang terikat langsung
dengan atom pusat dikenal sebagai
atom donor.
sifat logam pusat yang menentukan
stabilitas dari suatu senyawa
kompleks.

Ukuran dan Muatan Logam Pusat
Stabilitas kompleks menurun dengan kenaikan
jari-jari ion logam pusatnya.
Faktor CFSE
CFSE meningkatkan kestabilan kompleks,
sehingga memiliki konfigurasi elektron d
3
dan
d
8
, karena konfigurasi ini akan memberikan
harga CFSE yang paling besar.



Faktor Faktor yang
Mempengaruhi Atom Pusat
Elektronegativitas dan Kemampuan Polarisasi
Logam
Eektonegativitas yang tinggi menghasilkan
kompleks yang lebih stabil, karena
kecenderungan logam untuk menarik pasangan
elektron yang didonasikan oleh ligan akan
lebih kuat. Dalam hal yang sama, logam
dengan kemampuan polarisasi yang lebih besar
juga akan menghasilkan kompleks yang lebih
stabil.


Logam Jenis a dan Jenis b
Logam dapat dikategorikan menjadi 3 golongan :
Logam kelas a : logam-logam yang lebih
elektropositif, seperti logam alkali dan alkali tanah,
logam transisi pertama, logam pada deret Lantanida
dan Aktinida
Logam kelas b : logam-logam yang lebih
elektronegatif, seperti Pt, Au, Hg, Pb, logam-logam
transisi ringan dengan bilangan oksidasi yang
rendah
Logam perbatasan (borderline)


Faktor Faktor yang
Mempengaruhi Ligan
Ligan yang terikat pada logam
menentukan kestabilan dari
kompleks yang terbentuk.

Ukuran dan Muatan Ligan
oligan yang ukurannya lebih kecil akan
membentuk kompleks yang lebih stabil
o semakin besar muatan yang dimiliki ligan,
gaya tarik menarik antara ligan dengan logam
pusat juga makin kuat, sehingga ikatan yang
terbentuk otomatis juga menjadi lebih kuat.
Momen Dipol dari Ligan
makin besar momen dipol dari suatu ligan,
stabilitas kompleks yang terbentuk makin
besar.
Sifat Basa Ligan
makin basa suatu ligan, kompleks yang
terbentuk akan semakin stabil.

Kemampuan Membentuk Ikatan
Ikatan dapat memperkuat ikatan logam
dengan ligan dalam kompleks. Oleh karena itu,
ligan-ligan yang dapat membentuk ikatan
dengan logam membentuk kompleks yang lebih
stabil.
Efek Sterik
Adanya efek sterik dapat melemahkan ikatan
logam dengan ligan karena adanya gaya tolak
menolak antar ligan yang terikat.

Efek Khelat
Suatu ligan pengkhelat membentuk
kompleks yang lebih stabil dibandingkan
ligan bukan khelat dikarenakan ligan
berikatan dengan logam melalui lebih dari
satu atom donor.
Bilangan Koordinasi
Banyaknya atom yang terikat pada atom
pusat di dalam senyawa kompleks.
Atau
jumlah dari ligan atom yang diikat pada satu
ion pusat.
Macam Macam Bilangan
Koordinasi
Bilangan Koordinasi Rendah : 1,2,3.
Bilangan Koordinasi Tinggi :
4,5,6 ,7,8
Kompleks Bilangan
Koordinasi 1
2,6-Trip
2
C
6
H
3
Tl (Trip = 2,4,6-iPr
3
C
6
H
2
)
Kompleks Bilangan
Koordinasi 1
M(1,3,5-trphenylbenzene) (M = Cu
(l)
& Ag
(l)
).
[Cu(NH3)
2
]
+

[Ag(NH3)
2
]
+


Kompleks Bilangan
Koordinasi 2

[Fe{N(SiMe
3
)
3
}
3
]
AlCl3



[Li(MeCN)
4
]I
[LiI(quin)
3
]

[KI(dmp)
2
] (dmp = 2,9-dimetil-1,10-
fenantrolina)
[Co(NH
3
)
5
Cl]Cl
2
= Pentaamin kloro
kobalt (III) klorida


[KSO
3
CF
3
(phen)
2
]
4
(phen = 1,10-
fenantrolina)
K
3
[Fe(CN)
6
] = kalium heksasiano
ferrat (III) atau kalium ferrisianida


Senyawa kompleks dengan
bilangan koordinasi 7 memiliki
geometri trigonal prisma dengan
satu tudung. contohnya adalah
kation dari kompleks polimer
[K(phen)
2
]PF
6
dan [K(H
2
O)
8
]
+



Senyawa kompleks dengan bilangan
koordinasi 8 memiliki geometri
kubus teristorsi.
Beberapa contohnya adalah
[K(phen)
2
]I.MeOH
[Rb(phen)
2
]I.MeOH
SEKIAN