Anda di halaman 1dari 20

Perjalanan Nervus Facialis

Anggi Vidian 030.06.029


Wiryani Elvira A. 030.07.274
Nervus facialis sebenarnya terdiri dari serabut
motorik, tetapi dalam perjalanannya ke tepi,
nerbus intermedius bergabung dengannya.
Nervus intermedius tersusun oleh serabut
sekremotorik untuk glandula saliva dan
serabut yang mengantarkan impuls pengecap
dari 2/3 bagian depan lidah.
Nervus facialis merupakan saraf kranial yang
mempersarafi otot ekspresi wajah dan
menerima sensorik dari lidah, dalam
perjalanannya bekerja sama dengan nervus
kranialis yang lain, karena itu dimasukkan ke
dalam mix cranial nerve.
Anatomi
Nervus Facialis mempunyai 4 buah inti yaitu :
Nukleus Facialis untuk saraf somatosensoris
Nukleus Salivatorius superior untuk saraf
viseromotoris
Nukleus Solitarius untuk saraf viserosensoris
Nukleus sensoris trigeminus untuk saraf
somatosensoris
Inti motorik Nervus Facialis terletak pada
bagian ventrolateral tegmentum pons bagian
bawah.
Dari sini berjalan ke belakang dan mengelilingi
inti N.IV dan membentuk genu internal nervus
facialis, kemudian berjalan ke bagian lateral
batas kaudal pons pada sudut ponto serebelar.
Saraf intermedius terletak pada bagian
diantara N.VII dan N.VIII. Serabut motorik saraf
facialis bersama-sama dengan saraf
intermedius dan saraf vestibulokoklearis
memasuki meatus akustikus internus untuk
meneruskan perjalanannya di dalam os
petrosus (kanalis facialis)
Nervus facialis keluar dari os petrosus kembali
dan tiba di kavum timpani. Kemudian turun
dan sedikit membelok ke belakang dan keluar
dari tulang tengkorak melalui foramen
stilomatoideus. Pada waktu ia turun ke bawah
dan membelok ke belakang kavum timpani di
situ ia tergabung dengan ganglion
genikulatum.

Ganglion tersebut merupakan set induk dari
serabut penghantar impuls pengecap, yang
dinamakan korda timpani. Juluran sel-sel
tersebut yang menuju ke batang otak adalah
nervus intennedius, di samping itu ganglion
tersebut memberikan cabang-cabang kepada
ganglion lain yang menghantarkan impuls
sekretomotorik.
OS petrosus yang mengandung nervus facialis
dinamakan akuaduktus fallopii atau kanalis
facialis. Di situ nervus facialis memberikan cabang
untuk muskulus stapedius dan lebih jauh sedikit
ia menerima serabut-serabut korda timpani.
Melalui kanaliskulus anterior ia keluar dari tulang
tengkorak dan tiba di bawah muskulus
pterigoideus eksternus, korda timpani
menggabungkan diri pada nervus lingualis yang
merupakan cabang dari nervus mandibularis.
Sebagai saraf motorik nervus facialis keluar dari
foramen stilomastoideus memberikan cabang
yakni nervus auricularis posterior dan kemudian
memberikan cabang ke otot stilomastoideus
sebelum masuk ke glandula Parotis.
Di dalam glatidula parotis nervus facialis dibagi
atas lima jalur percabangannya yakni temporal,
servical, bukal, zygomatic dan marginal
mandibularis.
Jaras parasimpatis (General Viceral Efferent) dari
intinya di nucleus salivatorius superior setelah
mengikuti jaras N.VII berjalan melalui Greater
petrosal nerve dan chorda tymphani.
Greater petrosal nerve berjalan ke ganglion
pterygopalatina berganti neuron lalu mempersarafi
glandula lakrimal, nasal, dan palatal.
Chorda timpani berjalan melalui nervus lingualis
beganti neuron mempersarafi glandula sublingualdan
galndula submandibular.
Jaras spesial afferen (taste) : dari intinya
nukleus solitarius berjalan melalui nervus
intennedius ke :
1. Greater petrosal nerve melalui nervus palatina
mempersarafi taste dari palatum.
2. Korda timpani melalui nervus lingualis
mempersarafi taste 2/3 bagian depan lidah
Jaras general somatik diferen :
nukleus spinalis traktus trigeminal menerima
impuls melalui nervus intermedius dari MAE
dan kulit sekitar telinga.
Korteks serebri akan memberikan persarafan
bilateral pada nukleus N.VII yang mengontrol
otot dahi, tetapi hanya memberi persarafan
kontralateral pada otot wajah bagian wajah.

Sehingga pada lesi LMN akan menimbulkan paralisis
otot wajah ipsilateral bagian atas dan bawah,
sedangkan pada lesi UMN akan menimbulkan
kelemahan otot wajah sisi kontralateral.
Pada kerusakan apapun pada jaras kortikobulbar tau
bagian bawah korteks motorik primer, otot wajah muka
sisi kontralateral akan memperlihatkan kelumpuhan
jenis UMN.
Ini berarti otot wajah bagian bawah lebih jelas lumpuh
dari bagian atasnya, sudut mulut sisi yang lumpuh
tampak lebih rendah.
Jika kedua sudut mulut disuruh diangkat,
maka sudut mulut yang sehat saja yang dapat
terangkat.
Lesi LMN : bisa terletak di pons, di sudut
cerebellopontine, di os petrosus, kavum
timpani, di formen stilomastoideus dan pada
cabang-cabang tepi nervus facialis.
Lesi di pons yang terletak di sekitar ini nervus abducens
bisa merusak akar nervus facialis, inti nervus abducens
dan fasikulus longitudinalis medialis.
Karena itu paralisis facialis LMN tersebut akan disertai
kelumpuhan rektus lateralis atau gerakan melirik ke
arah lesi. Proses patologis di MAI, akan mengakibatkan
nervus facialis dan akustikus sehingga paralisis facialis
LMN akan timbul berbarengan dengan tuli perseptif
ipsilateral dan ageusia (tidak dapat mengecap dengan
2/3 bagian depan lidah)

Kepustakaan
1. De Jongs, The Neurologic Examination The
facial nerve 5 th ed, page : 181-200.
2. Netter F.H : The Ciba Collection of Medical
Collection, vol 1, Nervous Systems, Part II,
Neurologic and Neuromuscular Disorders, Cibo
Geigy, USA, 1986, page: 102-104.
3. Duus, Peter, Topical Diagnosis in Neurology,
Georg Thieme Verlag Stutt, Ed II 1989, page :
107-112.
4. Sami, M, Draft, W, Surgery of Skull Base,
Springer Verlag 1989, page: 81-83.

Anda mungkin juga menyukai