Anda di halaman 1dari 16

TORUS PALATINUS

LAPORAN KASUS I
BILLY FERALDY
041.212.030
Pembimbing : drg.Rahmi Amtha,MDS.,PhD,Sp.PM
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ruddy
Jenis kelamin : Pria
Usia : 43 tahun
Berat badan : 69 kg
Tinggi badan : 165 cm
Pasien usia 43 tahun datang ke RSGMP Trisakti ingin memeriksakan
benjolan pada langit-langitnya. Pasien baru mengetahui benjolan
tersebut saat melakukan pemeriksaan gigi dan mulutnya. Pasien ingin
mengetahui benjolan tersebut bahaya atau tidak. Selain itu, pasien juga
baru mengetahui terdapat kehitaman pada gusi dan ada garis keputihan
di pipi belakang kiri dekat dengan gigi belakang rahang atas. Pasien
mengaku merokok sejak berusia 20 tahun dan dalam sehari dapat
menghabiskan 2 bungkus rokok hingga sekarang. Pasien mengatakan
bahwa saudaranya juga memiliki benjolan pada langit-langit. Tidak ada
keluhan yang menyertai kelainan tersebut dan juga tidak ada penyakit
yang menyertai kelainan tersebut.
ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT UMUM
PEMERIKSAAN UMUM
Jantung (-)
Hypertensi (-)
DM (-)
TBC (-)
Keadaan umum : Baik
Tekanan darah : 120/80 mmHg
FP : 20/menit
FN : 70/menit
Warna kulit : Sawo matang
Konjungitva : Merah muda
Sklera : Putih
PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL
Bentuk muka : Simetris, Ovoid
Pembengkakan : (-)
Kelenjar limfe :
- Submental : T.A.K
- Submandibula : T.A.K
- Servikal : T.A.K
Bibir : T.A.K
Kulit sekitar mulut : T.A.K
Lain-lain : T.A.K
PEMERIKSAAN INTRA ORAL
Kebersihan mulut : Baik
a. Debri : Ada. Regio 1,2,3,4
b. Stain : Ada. Regio 1,2,3,4
c. Kalkulus : Ada. Regio 1,2,3,4
Mukosa labial : T.A.K
Mukosa bukal :
Ditemukan garis keputihan di mukosa
bukal kiri bagian posterior.
Lesi berbentuk garis soliter berwarna
putih keabuan berbatas diffuse dengan
ukuran lesi 6mm.
Mukosa palatum :
a. Durum :
Terdapat lesi berbentuk nodul soliter berjumlah 4 nodul, berbatas
tegas, warnanya sama dengan jaringan sekitarnya. Pada saat palpasi
tidak sakit, dan konsistensi lesi keras.
Ukuran nodul 1 : 4mmx2mmx1mm,
nodul 2 : 6mmx4mmx2mm,
nodul 3 : 6mmx4mmx3mm,
nodul 4 : 7mmx4mmx3mm.
b. Molle : T.A.K
Mukosa orofaring : T.A.K


Mukosa dasar mulut : T.A.K
Mukosa lidah :
a. Dorsal : T.A.K
b. Lateral : T.A.K
c. Ventral : T.A.K
Mukosa gingiva :
Ditemukan gambaran kehitaman
di bagian gingiva anterior rahang-
atas berbentuk linear dan soliter.
Lesi berwarna coklat kehitaman,
berbatas tegas dan terdapat pada
regio 13-23
Torus
Palatinus
Frictional
Keratosis
Pigmentasi
Fisiologis
Lain lain : T.A.K
Gigi geligi :
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
x

x

x








x


x
x x


cm cm cm cm
cm
cptbk
Am
kls.I
Pasien pria usia 43 tahun datang ke RSGMP Trisakti ingin
memeriksakan benjolan pada langit-langit. Pasien memiliki
kebiasaan merokok sejak berusia 20 tahun hingga sekarang dan
dalam sehari dapat menghabiskan 2 bungkus rokok. Benjolan
tersebut tidak sakit sehingga bukan merupakan keadaan patologis
melainkan keadaan varian normal. Lesi berbentuk nodul soliter
sebanyak 4 nodul, berwarna sama dengan jaringan sekitarnya dan
berbatas tegas. Ukuran nodul 1:4mmx2mmx1mm, nodul 2 :
6mmx4mmx2mm, nodul 3: 6mmx4mmx3mm, nodul 4:
7mmx4mmx3mm. Dari anamnesis dan pemeriksaan klinis dapat
ditegakan bahwa diagnosis sementara adalah torus palatinus.

ANALISIS KASUS
DIAGNOSIS KERJA :
Torus palatinus


Torus palatinus adalah penonjolan tulang yang umum terjadi di tengah palatum
keras.(Macleod, 2006)
Torus palatinus tampak sebagai massa tonjolan tunggal atau multipel di daerah sutura
palatal bagian tengah, biasanya simetris terhadap midline.(Langlais, 2009)
Belum diketahui secara pasti namun beberapa peneliti mengkaitkannya dengan
faktor genetik dan lingkungan. (Scully,2010)
DIAGNOSIS BANDING
Kista Palatal
Osteoma


DIAGNOSIS TETAP
Torus palatinus



Melakukan penyuluhan kepada pasien berupa motivasi, edukasi, dan
instruksi.
Motivasi : Memberitahukan kepada pasien bahwa keadaan
tersebut bukan merupakan suatu keganasan sehingga
pasien tidak perlu khawatir.
Edukasi : Memberitahukan kepada pasien bawha keadaan
tersebut merupakan penonjolan tulang yang bersifat
jinak merupakan suatu varian normal.
Instruksi : Pasien diinstruksikan untuk mengurangi kebiasaan
merokok dan perlahan-lahan menghentikan kebiasaan
buruk tersebut dan menjaga kebersihan mulutnya.


RENCANA PERAWATAN
Torus palatinus dapat dibedakan dari diagnosa lainnya
berdasarkan anamnesa pasien, gambaran klinis, tempat
predileksi dan etiologi. Selama tidak menimbulkan keluhan,
maka torus palatinus tidak perlu dilakukan perawatan.


KESIMPULAN
THANK YOU