Anda di halaman 1dari 36

MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS

Oleh:

Aroma Harum, S.Ked (0918011091)
Asticaliana Erwika S.P, S.Ked (0918011033)
Evi Febriani Lubis, S.Ked (0918011042)
Nadya Ayu Shefia,S.Ked (0918011121)
R.A. Siti Marhani, S.Ked (0918011095)
Widhi Astuti, S.Ked (0918011087)
KEPANITERAAN KLINIK KEDOKTERAN KOMUNITAS
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
JULI 2014
LATAR BELAKANG
Di penghujung abad lalu,
Indonesia mengalami
perubahan besar yaitu proses
reformasi ekonomi dan
demokratisasi dalam bidang
politik.
Tahun 2000, para pimpinan
dunia bertemu di New York dan
menandatangani Deklarasi
Milennium yang berisi
komitmen untuk mempercepat
pembangunan manusia dan
pemberantasan kemiskinan.
Dikenal sebagai Millennium
Development Goals (MDGs)
MDGs adalah sebuah paradigma
pembangunan yang berpihak
pada pemenuhan hak-hak dasar
manusia dan akan menjadi
landasan pembangunan di abad
millennium.
Indonesia punya komitmen
mencapai tujuan MDGs
Indonesia Sehat 2015
merupakan rumusan yang
dibuat dalam rangka
mewujudkan Tujuan
Pembangunan Milenium
(Milennium Development
Goals) bidang kesehatan.
PENDAHULUAN
TUJUAN
Mengetahui sejarah singkat MDGs di dunia
dan di Indonesia.
Mengetahui tujuan, target, dan indikator
delapan rumusan pembangunan dalam MDGs.
Mengetahui pencapaian sasaran, strategi, dan
status pencapaian MDGs di Indonesia.
I S I
Sejarah Singkat

Millenium Development Goals (MDGs) pada dasarnya mewujudkan
komitmen internasional yang dibuat di Perserikatan Bangsa-Bangsa
Dunia pada konferensi Summits dan global sepanjang tahun 1990-an.

Kemudian, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan
Bangsa-bangsa (PBB) bulan September 2000 di New York, sebanyak 189
negara anggota PBB yang sebagian besar diwakili oleh kepala
pemerintahan, sepakat untuk menandatangi Deklarasi Milenium yang
diadopsi dari komitmen sebelumnya.

MDG menempatkan pembangunan manusia sebagai fokus utama
pembangunan, memiliki tenggat waktu dan kemajuan yang terukur.
tujuan , target, dan indikator Mdgs
MDGs terdiri dari 8 tujuan, 20 target, serta 60 indikator
Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September
2000 menyetujui agar semua negara:
1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem
2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan
perempuan
4. Menurunkan angka kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. Memerangi HIVdan AIDS, malaria serta penyakit lainnya
7. Memastikan kelestarian lingkungan
8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan


Tujuan 1 : Mengentaskan Kemiskinan Ekstrim dan Kelaparan

Target 1a: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis
kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015.
Indikator:
1.1.Proporsi pendapatan penduduk di bawah $ 1 (PPP) per hari
1.2.Rasio Kesenjangan Kemiskinan
1.3. Kontribusi kuantil pertama penduduk berpendapatan terendah terhadap
konsumsi nasional.

Target 1b: Menyediakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak, terutama
untuk perempuan dan kaum muda.
Indikator:
1.4. Laju Pertumbuhan PDB per orang dipekerjakan
1.5. Rasio pekerjaan terhadap populasi
1.6. Proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari/ pekerja
miskin
1.7. Proporsi pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga
bekerja terhadap jumlah pekerja total/ pekerja rentan.
Target 1c: Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan
menjadi setengahnya antara tahun 1990 dan 2015
Indikator :
1.8 Prevalensi berat badan anak di bawah usia lima tahun
1.9 Proporsi penduduk di bawah tingkat diet konsumsi minimum
(2.100 kkal/per kapita/hari).

Tujuan 2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua
Target 2a: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun, laki
laki maupun perempuan akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara
penuh.
Indikator:
2.1 Rasio partisipasi pendidikan dasar
2.2 Proporsi murid mulai kelas 1 yang mencapai kelas terakhir primer
2.3 Melek Huruf-anak usia 15-24 tahun, perempuan dan laki-laki
Tujuan 3: Mendukung Kesetaraan Gender dan
Memberdayakan Perempuan
Target 3a: Menghapus perbedaan gender dalam pendidikan dasar dan
menengah pada 2005, dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun
2015 .
Indikator:
3.1 Rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan primer,
sekunder dan tersier.
3.2 Proporsi perempuan dalam upah kerja di sektor non-pertanian
3.3 Proporsi kursi dipegang oleh perempuan di parlemen nasional
Tujuan 4. Mengurangi Tingkat Kematian Anak
Target 4a: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara
1990 dan 2015.
Indikator:
4.1. Angka kematian balita
4.2. Proporsi anak-anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak
Tujuan 5: Meningkatkan Kesehatan Ibu
Target 5a: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara
1990 dan 2015.
Indikator :
5.1 Rasio kematian ibu
5.2 Proporsi kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan terampil

Target 5b: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua
pada 2015.
Indikator:
5.3 Prevalensi kontrasepsi
5.4 Tingkat kelahiran remaja.
5.5 Cakupan kehamilan (setidaknya satu kunjungan dan setidaknya empat
dilihat).
5.6 Belum terpenuhi kebutuhan keluarga berencana.
Tujuan 6: Memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya
Target 6a: Menghentikan dan mulai membalikkan penyebaran HIV / AIDS
Indikator:
6.1 Prevalensi HIV di antara penduduk usia 15-24 tahun.
6.2 Penggunaan kondom pada seks berisiko tinggi.
6.3 Proporsi penduduk berusia 15-24 tahun dengan pengetahuan yang benar
dan komprehensif tentang HIV / AIDS
6.4 Perbandingan kehadiran disekolah anak yatim dan sekolah non-anak yatim
berusia 10-14.

Target 6b: Mencapai akses universal terhadap pengobatan untuk HIV / AIDS bagi
semua orang yang membutuhkannya pada tahun 2010
Indikator:
6.5 Proporsi penduduk dengan infeksi HIV lanjut dengan akses terhadap obat
antiretroviral.
Target 6c: Menghentikan dan mulai membalikkan insiden malaria dan penyakit
utama lainnya.
Indikator:
6.6 Insidensi dan angka kematian yang terkait dengan malaria
6.7 Proporsi anak-anak di bawah 5 tidur di bawah diperlakukan insektisida
dan kelambu.
6.8 Proporsi anak-anak di bawah 5 dengan demam yang tepat diobati dengan
obat anti-malaria.
6.9 Insiden, prevalensi dan tingkat kematian yang terkait dengan TBC
6.10 Proporsi kasus TBC yang terdeteksi dan sembuh di bawah


Tujuan 7: Memastikan Kelestarian Lingkungan Target
Target 7a: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam
kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumber daya alam

Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan. Indikator lain
adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati dan
proporsi rumah tangga yang menggunakan bahan bakar padat.
Target 7b: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati, dan mencapai
pengurangan yang signifikan pada 2010
Dengan 7 Indikator.

Target 7c: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses
yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015
Indikator:
7.8. Perbaikan proporsi penduduk menggunakan sumber air minum
7.9. Proporsi penduduk menggunakan fasilitas sanitasi yang baik

Target 7d: Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan untuk sedikitnya
100 juta di daerah kumuh di tahun 2020
Indikator :
7.10. Proporsi penduduk perkotaan yang tinggal di daerah kumuh
Tujuan 8: Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan

Target 8a: Mengembangkan perdagangan dan sistem keuangan.

Target 8b: Membantu kebutuhan khusus dari negara-negara kurang berkembang

Target 8c: Membantu kebutuhan khusus negara-negara berkembang dan daratan
pulau kecil berkembang

Target 8d: Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah
utang dengan negara-negara berkembang melalui upaya nasional dan internasional
untuk membuat utang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Target 8e: Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya
penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi
informasi dan komunikasi.

penCapaian sasaran Mdgs di indonesia
Dari delapan tujuan yang ditetapkan, lima tujuan MDG yaitu MDG 1, 4, 5, 6
dan 7 terkait erat dengan kesehatan.
Bappenas melaporkan pada tahun 2011, pencapaian tujuan MDGs dapat
dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, tujuan yang telah berhasil dicapai.
Kedua, tujuan yang menunjukkan kemajuan bermakna dan diharapkan
dapat dicapai pada atau sebelum tahun 2015. Ketiga, tujuan yang masih
memerlukan upaya keras untuk mencapainya.
Tujuan-tujuan MDGs yang telah tercapai dibidang kesehatan adalah
MDG 6, yaitu pengendalian penyebaran dan penurunan jumlah kasus
baru tuberkulosis (TB). Pencapaian ini diindikasikan oleh angka
kejadian dan tingkat kematian, serta proporsi tuberkulosis yang
ditemukan, diobati dan disembuhkan dalam program DOTS.
Tujuan-tujuan MDGs bidang kesehatan yang telah menunjukkan kemajuan signifikan
dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2015 (on-track) adalah:
MDG 1 (Penurunan prevalensi balita dengan berat badan rendah/kekurangan gizi
MDG 4, (penurunan yang sudah mendekati dua pertiga angka kematian neonatal,
bayi, dan balita serta proporsi anak usia 1 tahun yang mendapat imunisasi campak
yang meningkat pesat)

MDG 5, yaitu berupa peningkatan angka pemakaian kontrasepsi bagi perempuan
menikah dengan menggunakan cara modern, penurunan angka kelahiran remaja
perempuan umur 15-19 tahun, peningkatan cakupan pelayanan antenatal baik 1
maupun 4 kali kunjungan, dan penurunan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi
(unmet need).
Lanjutan.... MDGs yang mengalami kemajuan signifikan
MDG 6, yaitu pengendalian penyebaran dan penurunan jumlah kasus baru HIV
dan AIDS pengendalian penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru
malaria.

MDG 7, yaitu berupa penurunan konsumsi bahan perusak ozon, proporsi
tangkapan ikan yang tidak melebihi batas biologis yang aman, serta rasio luas
kawasan lindung untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati terhadap
total luas kawasan hutan dan rasio rasio kawasan lindung perairan terhadap total
luas perairan teritorial yang keduanya meningkat.
Tujuan MDGs yang menunjukkan kemajuan namun masih perlu
kerja keras di bidang kesehatan:
MDG 5, yaitu berupa penurunan hingga tiga perempatnya angka kematian
ibu per 100.000 kelahiran hidup.

MDG 6, yaitu penurunan prevalensi HIV dan AIDS, penggunaan kondom
pada hubungan seks berisiko tinggi, dan peningkatan proporsi penduduk
usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV
dan AIDS, baik laki-laki maupun perempuan menikah dan belum
menikah.

MDG 7, yaitu berupa rasio luas kawasan tertutup pepohonan, jumlah emisi
CO, serta proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap
sumber air minum layak dan fasilitasi sanitasi dasar layak di perkotaan dan
perdesaan.

strategi penCapaian Mdgs di indonesia
Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development GoalsMDGs) di
Indonesia dilakukan dengan mengimplementasikan Inpres No. 3 Tahun
2010.

Untuk mewujudkan tercapainya target MDGs, terutama di bidang
kesehatan, dirumuskanlah INDONESIA SEHAT 2015. Sasaran
pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah :

Perilaku hidup sehat.
Lingkungan sehat
Upaya kesehatan
Manajemen pembangunan kesehatan
Derajat kesehatan

Puskesmas sebagai sarana kesehatan primer tingkat
kecamatan turut andil dalam mencapai target MDGs, tidak
terkecuali di Puskesmas Karang Anyar. Banyak program yang
dilakukan untuk mencapai tujuan MDGs 1 (gizi dan
posyandu), MDGs 4 (ANC terpadu, pemeriksaan dan
kunjungan BBL), MDGs 5 (ANC K1-K4, bersalin ditolong
bidan, vitamin A dan FE untuk ibu nifas). MDGs 6 (program
penjaringan dan pengobatan TB untuk pasien BTA positif ),
MDGs 7 (program kesling).
Tinjauan Status Pencapaian MDGs di Indonesia
Untuk mewujudkan tercapainya target MDGs, terutama di bidang
kesehatan, dirumuskanlah INDONESIA SEHAT 2015. Sasaran
pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah :

Perilaku hidup sehat.
Lingkungan sehat
Upaya kesehatan
Manajemen pembangunan kesehatan
Derajat kesehatan

Untuk dapat mencapai tujuan pembangunan kesehatan dan
melandaskan pada dasar-dasar tersebut penyelenggaraan upaya
kesehatan perlu memperhatikan kebijakan umum yang
dikelompokkan sebagai berikut:

Meningkatkan kerjasama lintas sektor
Peningkatan perilaku, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan
swasta
Peningkatan kesehatan lingkungan
Peningkatan upaya kesehatan
Peningkatan sumber daya kesehatan
Peningkatan kebijakan dan manajemen pembangunan
kesehatan
Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan
Peningkatan lingkungan sosial budaya

KESIMPULAN
1. Millenium Development Goals (MDGs) merupakan perwujudan dari komitmen
internasional pada konferensi Summits dan global sepanjang tahun 1990-an
yang kemudian disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bulan September 2000 di New York oleh
sebanyak 189 negara anggota PBB.

2. MDGs terdiri dari 8 tujuan, 20 target, serta 60 indikator.

3. Delapan tujuan pokok MDGs adalah pengetasan kemiskinan dan kelaparan,
pemerataan pendidikan dasar, mendukung persamaan gender dan
pemberdayaan perempuan, mengurangi angka kematian anak, mengurangi
angka kematian ibu, perlawanan terhadsp HIV/AIDS, malaria dan penyakit
menular lainnya, menjamin daya dukung lingkungan hidup, mengembangkan
kemitraan global untuk pembangunan.

4. Pencapaian tujuan MDGs dapat dikelompokkan menjadi tiga.
Pertama, tujuan yang telah berhasil dicapai . Kedua, tujuan yang
menunjukkan kemajuan bermakna dan diharapkan dapat dicapai
pada atau sebelum tahun 2015. Ketiga, tujuan yang masih
memerlukan upaya keras untuk mencapainya.

5. Strategi untuk mewujudkan tercapainya target MDGs merupakan
implementasi dari Inpres No. 3 Tahun 2010, dan terutama di
bidang kesehatan, dirumuskanlah INDONESIA SEHAT 2015.

DAFTAR PUSTAKA
Bappenas. 2008. Laporan Millenium Development Goals (MDG) Indonesia.
http://www.bappenas.go.id/node/44/942/laporan-millenium-development-goals-mdg-indonesia/. Diakses
tanggal 02 Juli 2014.

Bappenas. 2011. Laporan Millenium Development Goals (MDG) Indonesia.. http://www.bappenas.go.id/laporan-
pencapaian-tujuan-pembangunan-milenium-di-indonesia-2011__20130517105523__3790__0. Diakses tanggal 02
Juli 2014

Sedyaningsih, Endang Rahayu. 2012. Capai Target MDGs Demi Terwujudnya Derajat Kesehatan Masyarakat Yang
Tinggi. http://www.depkes.go.id/ index.php/berita/press-release/1802-capai-target-mdgs-demi-terwujudnya-
derajat-kesehatan-masyarakat-yang-tinggi.html. . Diakses tanggal 02 Juli 2014.

Supriyadi, A. 2009. MDG,Kesehatan Masyarakat serta keadaannya di Indonesia.
http://recyclearea.wordpress.com/2009/10/05/mdgkesehatan-masyarakat-serta-keadaannya-di-indonesia/.
Diakses tanggal 02 Juli 2014.

Syafrudin, SKM. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Trans Info Media : Jakarta.

UNV. 2011. Tujuan Pembangunan Milenium. http://www.undp.or.id /unv/id/resources_mdg.html .Diakses tanggal 02
Juli 2014.