Anda di halaman 1dari 16

KEPANI TERAAN KLI NI K FAKULTAS

KEDOKTERAN
UNI V. MUHAMMADI YAH JAKARTA
BAGI AN ANESTESI RSI J CEMPAKA
PUTI H
Dibawakan oleh : Rossy Efridanis Ballona
2009730044
Per t ukar an gas- gas ant ar a or gani sme
hi dup dengan l i ngkungan.
Suat u pr oses mul ai dar i pengambi l an
oksi gen, pengel uar an kar bondi oksi da
hi ngga penggunaan ener gi di dal am
t ubuh.
Fungsi utama respirasi ialah pertukaran O2 dan
CO2 antara darah dan udara pernapasan.
Fungsi tambahan ialah pengendalian
keseimbangan asam basa, metabolisme
hormon dan pembuangan partikel.
Paru ialah satu-satunya organ tubuh yang
menerima darah dari seluruh curah jantung.
Pada gambar terlihat
otot-otot dinding
diafragma mengendur
dan ditekan ke atas
oleh organ perut,
tulang rusuk kembali
ke posisi semula,
sehingga rongga dada
menyempit. Akibatnya
udara dapat terdorong
keluar paru-paru.
Respirasi di bagi 2:
1. Respirasi eksternal ialah
pertukaran gas-gas antara
darah dan udara sekitarnya.
Pertukaran ini meliputi
beberapa proses :
Ventilasi : proses masuk
udara dan
pembagian udara
tersebut ke alveoli
Distribusi : distribusi dan
pencampuran molekul-
molekul gas
intrapulmoner.
Difusi : masuknya gas-gas
menembus selaput
alveol-kapiler
Perfusi : pengambilan
gas-gas oleh aliran
darah kapiler paru yang
adekuat
2. Respirasi internal ialah
pertukaran gas-gas antara
darah dan jaringan.
Pertukaran ini meliputi
beberpa proses yaitu :
Efisiensi kardiosirkulasi
dalam menjalankan darah
kaya oksigen
Distribusi kapiler
Difusi, perjalanan gas ke
ruang interstitial dan
menembus dinding sel.
Metabolisme sel yang
melibatkan enzim.

Secara fisiologi sistem respirasi dibagi menjadi :
Bagian konduksi, meliputi rongga hidung, nasofaring,
laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan bronkiolus terminalis
Bagian respirasi, meliputi bronkiolus respiratorius, duktus
alveolaris dan alveolus.
Paru kanan terdiri dari tiga lobi (atas,tengah dan bawah)

VOLUM STATIK DAN KAPASITAS PARU
Volume Alun (TV, tidal volume)
Volume udara inspirasi atau ekspresial pada setiap daur
napas tenang. Dewasa +/-500ml.
Volume cadangan inspirasi (IRV, inspriratory reserve volume)
Volume maksimal udara yang dapat diinspirasisetelah
akhir isnpirasi tenang. Dewasa +/-1500ml.
Volume cadangan ekspirasi (ERV, ekspiratory reserve
volume).
Volume maksimal udara yang dapat diekspirasi setelah
akhir ekspirasi tenang. Dewasa +/-1200ml.
Volume sisa (RV, residual volume).
Volume udara yang tersisa dalam paru setelah akhir
ekspirasi maksimal. Dewasa +/-1200ml.
Kapasitas inspirasi (IC, inspiratory capacity), TV + IRV.
Volume maksimal udara yang dapat diinspirasi setelah
akhir ekspiras tenang. Dewasa +/-2000ml.
Kapasitas sisa fungsional (FRC, functional residual
capacity), ERV + RV
Volum udara yang tersisa dalam paru setelah akhir
ekspirasi tenang. Dewasa +/- 3300 ml.
Kapasitas vital (VC, vital capacity), IRV + TV + ERV.
Volum maksimal udara yang dapat diekspirasi dengan
usaha maksimal setelah inspirasi maksimal. Dewasa +/-
3200 ml.
Kapasitas paru total (TLC, total lung capacity), IRV + TV +
ERV + RV.
Volum udara dalam paru setelah akhir inspirasi maksimal.
Dewasa +/- 5300 ml.
PUSAT RESPIRASI
Pusat respirasi merupakan kelompok neuron luas
terletak disubstansia retikuler medula oblongata dan
pons.
Diafragma diinervasi oleh nervus frenikus yang
keluar dari akar saraf C3-5. Trauma servikal diatas
C5 akan menggangu pernapasan spontan karena
selain nervus frenikus juga saraf interkostal terkena.


PENGARUH ANESTESI PADA RESPIRASI
Opioid menekan pernapasan dan menurunkan respon
terhadap CO2, sehingga mengurangi laju pernapasan.
Zat abar trikloretilen meningkatkan laju
pernapasan.
Hiperkapnia atau hiperkarbia (PaCO2 dalam darah arteri
meningkat) merangsang kemoreseptor di aorta, karotis dan
diteruskan ke pusat napas napas dalam dan cepat
(hiperventilasi)

Hipokapnia atau hipokarbia (PaCO2 dalam darah arteri
menurun) menghambat kemoreseptor di aorta, karotis
dan di teruskan ke pusat napas napas dangkal dan
lambat (hipoventilasi)
Induksi anestesi menurunkan kapasitas
sisa fungsional (fungction resudal
volume)n karena pergeseran diafragma
keatas. Apalagi setelah pemberian
pelumpuh otot.
Mengigil pasca anestesi akan
meningkatkan konsumsi O2.
Perokok berat, mukosa jalan napas
mudah terangsang, produksi mukus
meningkat, darahnya mengandung HbCO
10% dan kemampuan Hb mengikat O2
menurun.