Anda di halaman 1dari 17

Gangguan pemberian makan

dan gangguan makan pada


masa bayi dan masa anak-
anak awal
Vista Nurasti Pradanita
Bagian Psikiatri
RS Panembahan Senopati, Bantul
Pika
- Merupakan pola makan zat yang tidak
bergizi
- Zat yg dimakan:kotoran, tanah liat,
potongan cat, plester, kertas, kanji,
rambut dan/atau batu


- 10-32% terjadi pada anak usia 1-6 th dan
cenderung menurun
- Diperkirakan frekuensi pada anak laki-laki
dan perempuan sama
- Faktor predisposisi : RM dan kurangnya
perhatian orang tua dlm pengasuhan (scr
mental dan nutrisi)

Etiologi

Defisiensi nutrisi, anak berusaha utk
mengoreksi defisiensi mineral atau
metabolit spesifik
Makan zat2 ini mrpkn suatu usaha
memenuhi kebutuhan oral yg tdk
terpenuhi yg berhubungan dengan
kehilangan ibu

Diagnosis
Menurut PPDGJ III
- Gejala pika adalah terus menerus makan
zat yang tidak bergizi (tanah, serpihan cat,
dsb)
- Dpt timbul sbg salah satu gejala dari ggn
psikiatrik yg luas (autisme), atau sebagai
perilaku patologis yg tunggal, hanya dlm
keadaan tsb digunakan diagnosis ini

Menurut DSM IV:
- Terus menerus makan zat yg tidak bergizi
selama sekurangnya 1 bulan
- Makan zat yg tdk bergizi adalah tdk sesuai dgn
usianya
- Perilaku makan bukan bagian dari praktek
kultural
- Jika terjadi krn perjalanan gangguan mental lain
(rm, ggn perkembangan pervasif, skizofrenia),
cukup parah untuk memerlukan perhatian klinis
tersendiri

Komplikasi dan penyulit medis
Keracunan timbal
Parasit usus (ingesti tanah dan feses)
Anemia dan defisiensi zeng (ingesti kanji)
Obstruksi usus (ingesti gumpalan rambut,
batu tau kerikil)

Diagnosis banding
Defisiensi zat besi dan seng
Skizofrenia
Gangguan autistik

Prognosis
Pada anak-anak biasanya menghilang
bersama dengan bertambahnya umur
Pada orang dewasa terutama dengan rm,
pika dapat berlanjut selama bertahun-
tahun

Penatalaksanaan
Konseling keluarga dan terapi perilaku
Koreksi defisiensi zat
Tindakan medis sesuai dengan komplikasi
medis yag terjadi

Gangguan ruminasi
Kriteria menurut DSM IV:
- Regurgitasi berulang atau mengunyah ulang
makanan, selama periode sekurangnya 1 bln
setelah periode fungsi yg normal
- Perilaku bukan karena kondisi gastrointestinal yg
berhubungan atau kondisi medis umum lainnya
- Perilaku tdk krn perjalanan ggn makan lainnya.
Prevalensinya jarang
Onset antara 3 bulan -12 bulan
Frekuensi pada anak laki-laki dan
perempuan adalah sama
Etiologi
Gangguan dalam hubungan ibu dan bayi.
Biasanya ibu belum matang, terlibat
konflik perkawinan dan tidak mampu
memberi perhatian pada bayi
Dorongan positif stimulasi diri yg
menyenangkan dan perhatian yg diperoleh
bayi dari orang lain
Gambaran klinis
Makanan yg telah tercerna sebagian dibawa ke
mulut tanpa mual, muntah, jijik. Makanan
selanjutnya dikeluarkan dari mulut atau ditelan
kembali
Posisi karakteristik yg mengejan dan
melengkungkan punggung, dengan kepala
ditarik ke belakang.
Bayi melakukan gerakan menghisanp dengan
lidah dan memberi kesan dia mendapatkan
kesenangan
Ciri penyerta: anak cengeng dan lapar



























Penyulit dan komplikasi medis
Malnutrisi yg progresif
Dehidrasi
Penurunan daya tahan tubuh thd infeksi
Gagal tumbuh
Mortalitas 25%
Terhentinya hubungan orang tua-anak yg
dini akibat perasaan kegagalan ortu untuk
memberi makan
Penatalaksanaan
Perbaikan lingkungan psikososial anak
Meningkatkan kasih sayang dari ibu atau
pengasuh
Psikoterapi untuk ibu atau kedua orang
tua
Teknik perilaku pada bayi
Tindakan medis pada kompliksi medis
yang terjadi