Anda di halaman 1dari 24

PENGATURAN PROSES

KAPASITASI SPERMA
Oleh: Hartini Sri Utami (011314653010)

Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Reproduksi
FK Universitas Airlangga Surabaya
2014

INTRODUCTION
Sperma tdk dapat memfertilisasi ovum langsung
setelah ejakulasi
Ejakulasi sperma traktus genital wanita
perubahan fisiologis sperma KAPASITASI
Reaksi akrosom
Hipermotilitas
SPERMA

KAPASITASI SPERMA
Proses yg terjadi Kapasitasi Hipermotilitas
Reaksi akrosom (kepala)
Perubahan yg terjadi :
Perubahan arus ion
Fosforilasi protein tertentu
Perubahan lokalisasi protein
Modifikasi interaksi antar protein
HETEROGENITAS SPERMA
Masalah penelitian:
1. Hanya kel. Tertentu dari populasi sperm yng
kapasitasi
2. Sperm trdiri dari struktur berbeda yg diamati
secara molekuler saat kapasitasi
Proses pengiriman sinyal kapasitasi
menggunakan flow cytometry dan analisis sel
tunggal
Pengelompokan sperma dalam beberapa struktur
dg distribusi energi yg berbeda antar bagian.
ATP dihasilkan oleh mitokondria bagaimana
bagian lain mendapatkan energi? Bagaimana
distribusinya?
Senyawa HK1 (heksokinase tipe 1) pd kepala dan
ekor
GAPDH (gliserildehida-3-fosfat-dehidrogenase) pd
lapisan fibrosa

Glikolisis untuk menghasilkan ATP motilitas dan
fertilisasi

Sifat kapasitasi:
1. Perubahan pada lingkungannya perjalanan
sperma mulai pematangan di epididimis masuk
traktus genetalia (Ex: HCO3
-
, akseptor kolesterol,
K
+
, Ca
2+
)

2. Faktor intrinsik sperma faktor2 yg disekresikan
u/ membantu kapasitasi (Ex: PAF)
MOLEKULER KAPASITASI
Kejadian molekuler selama kapasitasi:
peningkatan fluiditas membran
efluk kolesterol
aliran ion yang mengakibatkan perubahan
potensial membran
peningkatan protein tirosin fosforilasi
induksi hiperaktif
reaksi akrosom
perubahan keadaan protein fosforilasi
peningkatan pH intraseluler dan level kalsium


PROSES
KAPASITASI
PROSES KAPASITASI

HCO3
-


DAN JALUR CAMP PADA SPERMA
MAMALIA
Bikarbonat (HCO3
-
) sangat diperlukan u/
kapasitasi, mekanisme transport diperantarai oleh
anggota famili ko-tranport Na
+
dan HCO3
-

Karakteristik HCO3
-
:
1. Bersifat elektrogenik
2. Bergantung pada Na
+

3. Meningkatkan pH intraseluler/ pHi

4. Dapat diblok oleh stilben, seperti 4,4-
diisothiocyanostilbene-2,2-disulfonicacid (DIDS)

HCO3
-
cAMP (cyclic adenosin monophosphate)
AC (adenylyl cyclase) :
1. sAC (soluble adenylyl cyclase)
2. tmAC (transmembran adenylyl cyclase)

PKA (2 subunit pengatur I, II dan 2 subunit katalis)

Pada sperma babi: kadar cAMP max 60 dtk
fosforilasi protein oleh PKA-dependent protein
phosphorilation dalam 90 dtk 7 menit cAMP lagi
PKA-catalyzed protein phosphorilation
fosforilasi protein dan enzim u/ sintesis dan
degradasi cAMP + feedback terhadap HCO3
-


PERUBAHAN YANG TERJADI PADA TINGKAT
MEMBRAN PLASMA
Disebabkan oleh : perubahan HCO3
-
/sAC/PKA
Pada in-vitro berhub. dg akseptor kolesterol pd media








Struktur molekuler membran sel


POTENSIAL MEMBRAN PLASMA SPERMA
Peran ion pada fisiologi sperma: motilitas,
pengaturan second massanger, dan kapasitasi.
transportasi sperma dari epididimis sampai ke
traktus genital wanita mengakibatkan perubahan:

Sperma di Cairan
epididimis:
Kadar K
+
tinggi
dan Na
+
serta
HCO3
-
rendah
Ejakulasi
Sperma di lingk.
Vagina:
Kadar K
+
rendah
dan Na
+
serta
HCO3
-
tinggi
Perubahan
konsentrasi ion
perubahan
potensial
membran pe
muatan
intraseluler
(-80mV)
Hiperpolarisasi
Ca
2+
channel
terbuka
Akrosom
reaction
PROSES FOSFORILASI SELAMA KAPASITASI
Efek
downstrea
m cAMP/
PKA
Modifikasi protein pos translasi melalui fosforilasi
serin/treonin atau tyrosin oleh protein kinase
Atau defosforilasi dari residu oleh fosfoprotein
fosfatase
Transduksi sinyal ekstraseluler
Transport intraseluler
Perkembangan siklus sel
LANJUTAN...
3 mekanisme yg mungkin dari interaksi PKA dg
fosforilasi protein:
Stimulasi TK oleh PKA (ser/thr kinase) secara
langsung atau tidak langsung
Inhibisi tyr fosfatase secara langsung atau tidak
langsung
Fosforilasiprotein oleh PKA pada residu ser/thr
secara langsung atau tidak langsung
CA
2+
DAN KAPASITASI
Kapasitasi bergantung pada Ca
2+

Ca
2+
memiliki aksi positif dan negatif
Aksi + : Ca
2+
calmodulin mengaktifkan sintesis
cAMP oleh AC
Aksi - : Ca
2+
menghambat fosforilasi protein tyr
selama 2 jam pertama kapasitasi in vitro
HIPERMOTILITI

Berhubungan dengan sinyal pada flagella
Melibatkan perubahan ionik upstream dan
downstream
Energi didapat dari proses glikolisis oleh
spesific glycolytic enzyme GAPDH-S pada
lapisan fibrosa ekor sperma

REAKSI AKROSOM
Diinduksi oleh agonist induced acrosome reaction
Terjadi setelah hipermotilitas
Reaksi akrosom eksositosis fusi membran
diatur oleh protein SNARE (soluble N-
ethylmaleimide-sensitive attachment
proteinreceptors)
Memerlukan influks Ca
2+
dan pembukaan Ca
2+

channel karena aktivasi G-protein couplet
receptor (GPCR)
setelah fusi enzim-enzim hidrolitik keluar, Ex:
hyaluronidase untuk menembus zona pellucida dan
lap. Perivitelin sel telur.
HIPOTESIS HUBUNGAN KAPASITASI DG
REAKSI AKROSOM
Adanya molekul reseptor pengenalan terhadap
specific agonists, Ex: ZP, progesteron
Perubahan molekuler selama kapasitasi
pengiriman sinyal downstream melalui reseptor
SNAREs disiapkan untuk fusi membran
Perubahan komposisi dan bentuk meningkatkan
fusi membran
Perubahan membran plasma saat kapasitasi
perubahan kanal ion
Kombinasi dari seluruh kemungkinan di atas
KASKADE SINYAL YG TERJADI PADA REAKSI
AKROSOM

PROSES REAKSI AKROSOM

REAKSI AKROSOM