Anda di halaman 1dari 32

EKG(ELEKTROKARDIOGRAM)

By Gina Novita Sari


Elektrokardiogram (EKG atau ECG) adalah grafik
yang merekam perubahan potensial
listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu.

Elektrodiografi adalah ilmu yang mempelajari
perubahan-perubahan potensial atau perubahan
voltage yang terdapat dalam jantung.



Konduksi Jantung
Jantung memiliki suatu sistem dimana selnya mempunyai
kemampuan untuk membangkitkan dan menghantarkan
impuls listrik secara spontan. Dimana sistem ini akan
menciptakan elektriksitas yang dapat di monitor dari
permukaan tubuh yaitu menggunakan Galvanometer.

Jadi pengertian EKG adalah rekaman aktivitas listrik
jantung atau bioelektrikal pada jantung yang digambarkan
dengan sebuah grafik EKG atau dengan kata lain grafik
EKG menggambarkan rekaman aktifitas listrik jantung..


Jantung memiliki suatu sistem dimana selnya mem
punyai kemampuan untuk membangkitkan dan
menghantarkan impuls listrik secara spontan.
Impuls yang bergerak akibat adanya sistem
konduksi
jantungmenciptakan elektriksitas yang kemudian d
apat dimonitor dari permukaan tubuh.Pemasanga
n elektrode di kulit individu dapat mendeteksi elek
triksitas tersebut danmentransmisi tersebut ke
instrumen dan merekamnya (elektrokardiogram)
sebagai aktivitas jantung (McCann, 2004). Jadi
pengertian EKG adalah rekaman aktivitas listrik
jantung atau bioelektrikal pada jantung yang
digambarkan dengan sebuah grafik EKG atau
dengan katalain grafik EKG menggambarkan
rekaman aktifitas listrik jantung
sistem konduksi (listrik jantung) yang berperan
dalam pencatatan pada EKG, yang terdiri dari :

1. SA Node ( Sino-Atrial Node )
2. AV Node (Atrio-Ventricular Node )
3. Berkas His : a. Cabang berkas kiri ( Left Bundle
Branch), b. Cabang berkas kanan ( Right Bundle
Branch )
4.Serabut Purkinje



sistem konduksi (listrik jantung) yang berperan
dalam pencatatan pada EKG, yang terdiri dari :

1. SA Node ( Sino-Atrial Node )
2. AV Node (Atrio-Ventricular Node )
3. Berkas His : a. Cabang berkas kiri ( Left
Bundle Branch), b. Cabang berkas kanan (
Right Bundle Branch )
4.Serabut Purkinje

aliran lisrtik

Nodus Sinus Atrial (SA) di atrium kanan,

impuls secara terus menerus dilepaskan

Dari Nodus SA suatu gelombang rangsangan di hantarkan melewati dinsing atrium

menyebabkanya berkontraksi

Nodus AtrioVentrikular (AV) menerima gelombang rangsangan

meneruskanya melalui Serat purkinje di berkas His

menyebabkan rangsangan dan kontraksi dinding ventrikel kanan dan kiri

Gelombang rangsangan menyebar di seluruh dinding jantung di sertai perubahan
muatan listrik yang dapat di terima dari dinding dada

di rekam pada Elektrokardiogram.

Indikasi EKG
Beberapa indikasi dari penggunaan EKG :
1.Untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan
irama jantung/disritmia
2.Kelainan-kelainan otot jantung
3.Pengaruh/efek obat-obat jantung
4.Ganguan -gangguan elektrolit
5.Perikarditis
6.Memperkirakan adanya pembesaran
jantung/hipertropi atrium dan ventrikel
7.Menilai fungsi pacu jantung.

Gelombang EKG
Untuk dapat membaca hasil EKG maka perlu
pengetahuan mengenai gelombang pada EKG.
Gelombang pada EKG terdiri dari :

A.Gelombang P
gelombang P merupakan proses depolarisasi atrium.
Karakteristik gelombang Pyang normal yaitu:
Lebar kurang dari 0,12 detik
Tinggi kurang dari 0,3 milivolt
Selalu positif di lead II
Selalu negative di lead AVR

Interval PR
Diukur dari permulaan gelombang P hingga awal
kompleks QRS. Dalam interval ini tercakup juga
penghantaran impuls melalui atrium dan
hambatan impuls melalui nodus AV.

Interval normal adalah 0,12 sampai0,20 detik.
Perpanjangan interval PR yang abnormal
menandakan adanya gangguan hantaran impuls,
yang disebut bloks jantung tingkat pertama.
B. Gelombang QRS
Gelombang QRS merupakan gambaran proses depolarisasi
ventrikel.
(waktu impuls untuk menuju serat Purkinje melewati
bundlebranches )

Gelombang Q akan tampak ketika defleksi negatif pertama
terjadi dikompleks QRS.

Gelombang R akan tampak ketika defleksi positif pertama.

Gelombang S akan tampak ketika defleksi negatif kedua atau
defleksi negatif pertama setelah gelombang R.

Karakteristik gelombang QRS normal yaitu:
Lebar 0,06-0,12 detik
Tinggi tergantung lead

Segmen ST
Interval ini terletak antara gelombang depolarisasi
ventrikel dan repolarisasi ventrikel. Tahap awal
repolarisasi ventrikel terjadi
selama periode ini, tetapi perubahan ini terlalu le
mah dan tidak tertangkap pada EKG.

Penurunan abnormal segmen ST dikaitkan
dengan iskemia miokardium sedangkan
peningkatan segmen ST dikaitkan dengan infark.
Penggunaan digitalis akan menurunkan segmen
ST.
Gelombang T
Repolarisasi ventrikel yang akan menghasilkan
gelombang T. Dalam keadaan normal gelombang
T ini agak asimetris, melengkung dan ke atas pada
kebanyakan sadapan. Inversi gelombang T
berkaitan dengan iskemia miokardium.
Hiperkalemia (peningkatan kadar kalium serum)
akanmempertinggi dan mempertajam puncak
gelombang T.
Interval QT
Interval ini diukur dari awal kompleks QRS sampai
akhir gelombang T,meliputi depolarisasi dan
repolarisasi ventrikel.

Interval QT rata rata adalah 0,36 sampai 0, 44
detik dan bervariasi sesuai dengan
frekuensi jantung.

Interval QT memanjang pada pemberian obat
obat antidisritmiaseperti kuinidin, prokainamid,
sotalol (betapace) dan amiodaron(cordarone).

EKG Normal
Cara Membaca EKG

Ukuran-Ukuran pada kertas EKG
Pada perekaman EKG standar telah ditetapkan yaitu :
1.Kecepatan rekaman 25 mm/detik (25 kotak kecil)
2.Kekuatan voltage 10 mm = 1 millivolt (10 kotak kecil)Jadi ini
berarti ukuran dikertas EKG adalah

a. Pada garis horisontal
Tiap satu kotak kecil = 1 mm = 1/25 detik = 0,04 detik
Tiap satu kotak sedang = 5 mm = 5/25 detik = 0,20 detik
Tiap satu kotak besar = 25 mm = 25125 = I ,00 detik

b. pada garis vertikal
1 kotak kecil = 1 mm =0.1 mv
1 kotak sedang = 5 mm = 0,5 mv
2 kotak sedang = 10 mm= I milivolt

Cara Menghitung EKG

Kecepatan EKG adalah 25 mm / detik. Satu
menit = 60 detik, maka kecepatan EKG dalam
1 menit yaitu 60 x 25 = 1500 mm.

Satu kotak kecil panjangnya = 1mm.Satu
kotak sedang (5 kotak
kecil) : 1500 / 5 = 300 mm

Nilai-nilai EKG Normal
Gelombang P yaitu depolarisasi atrium
a. lebar <>
b. tinggi <0,25>
c. bentuk (+ ) di lead I, II, aVF, V2 - V6d. (-) di lead
aVR e. + atau - atau + bifasik ( ) di lead III, aVL, V12.

Kompleks QRS yaitu depolarisasi ventrikel,
diukur dari permulaan gelombang QRS sampai
akhir gelombang QRS Lebar 0,04 - 0,10 detik
a. Gelombang Q yaitu defleksi pertama yang ke
bawah (-) lebar 0,03 detik,dalam <1/3>
Gelombang R yaitu defleksi pertama yang keatas (+)
Tinggi ; tergantung lead.
Pada lead I, II, aVF, V5 dan V6 gel. R lebih tinggi (besar)
Gel. r kecil
di V1 dan semakin tinggi (besar) di V2 - V6.

Gel. S
lebih besar pada VI - V3 dan semakin kecil di V4 - V6.

Gelombang T yaitu repolarisasi ventrikela
a. (+) di lead I, II, aVF, V2 - V6.
b. (-) di lead aVR.
c.() / bifasik di lead III, aVL, V1 (dominan (+) / positif).

Gelombang U
biasanya terjadi setelah gel. T (asal usulnya tidak diketahui)dan
dalam keadaan normal tidak terlihat.



Cara pemeriksaan EKG
1. Persiapan Alat-alat EKG,
yaitu : Mesin EKG yang dilengkapi dengan 3
kabel, sebagai berikut :
a. Satu kabel untuk listrik (power)
b. Satu kabel untuk bumi (ground)
c. Satu kabel untuk pasien, yang terdiri dari 10 cabang
dan diberi tanda dan warna
d. Plat elektrode yaituf. 4 buah elektrode extremitas
dan manset
e. 6 Buah elektrode dada dengan balon penghisap.
f. Jelly elektrode / kapas alkoholi.
Kertas EKG (telah siap pada alat EKG) dan kertas tissue
2. Persiapan Pasien
a. Pasien diberitahu tentang tujuan perekaman EKG
b. Pakaian pasien dibuka dan dibaringkan terlentang dalam kead
aan tenang selama perekaman.

3. pemasangan elektrode
Sebelum pemasangan elektrode, bersihkan kulit pasien di sekitar
pemasangan manset, beri jelly kemudian hubungkan kabel
elektrode dengan pasien
1. Elektrode extremitas atas dipasang pada pergelangan tangan kanan dan
kirisearah dengan telapak tangan.
2. Pada extremitas bawah pada pergelangan kaki kanan dan kiri sebelah
dalam.
3. Posisi pada pengelangan bukanlah mutlak, bila diperlukan dapatlah
dipasangsampai ke bahu kiri dan kanan dan pangkal paha kiri dan
kanan.Kemudian kabel-kabel dihubungkan :


Merah (RA / R) lengan kanan
Kuning (LA/ L) lengan kiri
Hijau (LF / F ) tungkai kiri
Hitam (RF / N) tungkai kanan (sebagai
ground).
Hasil pemasangan tersebut terjadilah 2 sadapan
(lead) :
1.Sadapan bipolar (sandapan standar) dan ditandai
dengan angka romawi I,II, III.
2.Sadapan Unipolar Extremitas (Augmented axtremity
lead) yang ditandaidengan simbol aVR, aVL, aVF.

Sadapan I
Merekam beda potensial antara tangan kanan (RA)
dengan tangan kiri
(LA),dimana tangan kanan bermuatan negative (-
) dan tangan kiri bermuatan positif (+).
Sadapan II
Merekam beda potensial antara tangan kanan (RA)
dengan kaki kiri (LF),dimana tangan kanan bermuatan
negative (-) dan kaki kiri bermuatan positif (+).
Sadapan III
Merekam beda potensial antara tangan kiri (LA)
dengan kaki kiri (LF),dimana tangan kiri bermuatan
positif (+) dan kaki kiri bermuatan negatif (-).Ketiga
sadapan ini dapat digambarkan sebagai sebuah
segitiga sama sisiyang lazim disebut segi tiga
EITHOVEN.

Sadapan unipolar Sadapan unipolar terdiri
dari 2 sadapan yaitu sadapan unipolar ekstremitas dan unipolar prekordial

A. Sadapan unipolar ekstremitas
Merekam besar potensial listrik pada satu ekstremitas, elektroda eksplorasi
diletakkan pada ekstremitas yang akan diukur.
Gabungan elektroda-elektroda pada ekstremitas yang lain membentuk elektroda
indiferen (potensial 0).

B. Sadapan aVR
Merekam potensial listrik pada tangan kanan (RA) dimana tangan
kanan bermuatan positif, tangan kiri dan kaki kiri membentuk elektrodai
ndiferen.

C. Sadapan aVL
Merekam potensial listrik pada tangan kiri (LA) dimana tangan kiri bermuatan
positif (+), tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda i ndiferen.

D. Sadapan aVF
Merekam potensial listrik pada kaki kiri (LF) dimana kaki kiri bermuatan positif (+)
, tangan kanan dan tangan kiri membentuk elektroda indiferen.


Sadapan unipolar prekordial

Merekam besar potensil listrik jantung dengan
bantuan elektroda eksplorasi
yang ditempatkan di beberapa tempat dinding da
da. Elektroda indiferen diperoleh dengan
menggabungkan ketiga elektroda ekstremitas.

3. Pemasangan elektroda dada (Sadapan Unipolar
Prekordial), ini ditandaidengan huruf V dan disertai
angka di belakangnya yang menunjukkan lokasi diatas
prekordium, harus dipasang pada :
VI sela iga ke 4 garis sternal kanan
V2 : sela iga ke 4 pada garis sternal kiri
V3 : terletak diantara V2 dan V4
V4 : ruang sela iga ke 5 pada mid klavikula kiri
V5 : garis aksilla depan sejajar dengan V4
V6 : garis aksila tengah sejajar dengan V4

Jadi pada umumnya pada sebuah EKG dibuat 12 sadapan (lead) yaituI , II, III,
aVR, aVL, aVF, VI, V2, V3, V4, V5, V6.
Setelah itu lakukan kalibrasi dengan menekan tombol run/start dan
setelahkertas bergerak, tombol kalibrasi ditekan 2 -3 kali berturut-turut dan
periksaapakah 10 mm.
a. Kalibrasi 1 mv (10 mm)
b. Kecepatan 25 mm/detik

Dengan memindahkan lead selector kemudian dibuat pencatatan EKG
secara berturut-turut yaitu sadapan (lead) I, II, III, aVR, aVL, aVF, VI, V2,
V3, V4,V5, V6.

Setelah pencatatan, tutup kembali dengan kalibrasi seperti semula
sebanyak 2-3 kali, setelah itu matikan mesin EKG.

Rapikan pasien dan alat-alat
a.Catat di pinggir kiri atas kertas EKG
b.Nama pasien
c.Umur
d.Tanggal/Jam
e.Dokter yang merawat dan yang membuat perekaman pada kiri bawah





Perhatian !
1.Sebelum bekerja periksa dahulu tegangan alat EKG.
2.Alat selalu dalam posisi stop apabila tidak digunakan.
3.Perekaman setiap sandapan (lead) dilakukan masing -
masing 2 - 4kompleks
4.Kalibrasi dapat dipakai gambar terlalu besar, atau 2 mv
bila gambar terlalu kecil.
5.Hindari gangguan listrik dan gangguan mekanik seperti ;
jam tangan,tremor, bergerak, batuk dan lain-lain.
6.Dalam perekaman EKG, pemeriksa harus menghadap
pasien.



Berawal dari aliran lisrtik yang di kendalikan
oleh pacu jantung khusus yaitu Nodus Sinus
Atrial (SA) di dinding atrium kanan, dimana
impuls secara terus menerus dilepaskan. Dari
Nodus SA suatu gelombang rangsangan di
hantarkan melewati dinsing atrium yang
menyebabkanya berkontraksi.

Nodus AtrioVentrikular (AV)menerima
gelombang rangsangan dan meneruskanya
melalui Serat purkinje di berkas His yang
menyebabkan rangsangan dan kontraksi
dinding ventrikel kanan dan kiri. Gelombang
rangsangan menyebar di seluruh dinding
jantung di sertai perubahan muatan listrik
yang dapat di terima dari dinding dada dan di
rekam pada Elektrokardiogram.