Anda di halaman 1dari 13

Angina Pectoris

Definisi
Angina pectoris ialah suatu sindrom klinis
berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu
seperti rasa ditekan atau terasa berat di dada
yang sering menjalar ke lengan kiri.
Nyeri dada tersebut biasanya timbul pada saat
melakukan aktivitas dan segera hilang bila
aktivitas dihentikan.
Etiologi
Rupture plak aterosklerotik yang menyebabkan
oklusi subtotal atau total dari pembuluh koroner
yang sebelumnya mempunyai penyempitan yang
minimal.
Trombosis dan agregasi trombosit terbentuk
akibat gangguan faal endotel, faktor sistemik,
maupun respon inflamasi.
Vasospasme
Erosi dan plak tanpa rupture. Terjadinya
penyempitan juga dapat disebabkan karena
terjadinya proliferasi dan migrasi otot polos
sebagai reaksi terhadap kerusakan endotel.
Faktor-faktor Risiko
Yang tidak dapat diubah:
Usia (35-75 tahun)
Jenis kelamin (ertrogen endigen bersifat protektif)
Riwayat keluarga (2-4% lebih berisiko)
Ras (asia)
Yang dapat diubah:
Mayor :
Peningkatan lipid serum (aterosklerosis)
Hipertensi (semakin normal semakin baik)
Merokok (peningkatan kebutuhan oksigen miokard, kapasitas pengangkutan O2)
Gangguan toleransi glukosa
Diet tinggi lemak jenuh,kolesterol dan kalor
Minor:
Gaya hidup yang kurang bergerak (jarang olahraga)
Stress psikologik (stress berkaitan dengan abnormalitas metabolisme lipid)
Tipe kepribadian (ansietas maupun depresi)

Klasifikasi
Angina pectoris stabil
Angina pectoris unstabil
Angina prinzmetal

Angina Pectoris Stabil
Nyeri yang pertama kali timbul biasanya agak
nyata (seperti rasa tertindih didada, diremas-
remas atau dada mau pecah dan biasanya
pada keadaan yang berat disertai keringat
dingin dan sesak)
Dari beberapa menit sampai kurang dari 20
menit.
Nyeri dada yang tadinya agak berat berangsur-
angsur turun kuantitasnya & intensitasnya
tanpa atau dengan pengobatan
Gejala bersifat reversibel dan tidak progresif
Gradasi nyeri
Gradasi beratnya nyeri dada telah dibuat oleh
Canadian Cardiovaskular Sociaty sebagai
berikut:
Kelas I. Aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki ,
berkebun, naik tangga 1-2 lantai dan lain-lain
tak menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada baru
timbul pada latihan yang berat, berjalan cepat
serta terburu-buru waktu kerja atau
berpergian.

Kelas II. Aktivitas sehari-hari agak terbatas,
misalnya AP timbul bila melakukan aktivitas lebih
berat dari biasanya, seperti jalan kaki 2 blok, naik
tangga lebih dari 1 lantai atau terburu-buru,
berjalan menanjak atau melawan angina dan lain-
lain.
Kelas III. Aktivitas sehari-hari nyata terbatas. AP
timbul bila berjalan 1-2 blok, naik tangga 1 lantai
lebih dari kecepatan biasa.
Kelas IV. AP bias timbul waktu istirahat sekalipun.
Hamper semua aktivitas dapat menimbulkan
angina, termasuk mandi, menyapu, dan lain-lain.

Angina Pectoris Tak Stabil
Yang dimasukan kedalam angina tak stabil
yaitu:
Pasien dengan angina yang masih baru dalam
2 bulan, dimana angina cukup berat dan
frekuensi cukup sering, lebih dari 2-3kali
perhari.
Pasien dengan angina yang semakin
bertambah berat, sebelumnya angina stabil,
lalu serangan semakin sering timbul, dan lebih
berat sakit dadanya, sedangkan faktor
presipitasi makin ringan.
Pasien dengan serangan angina pada waktu
istirahat.
Serangan lebih dari 20 menit pada 1 kali
serangan.
Hanya hilang sebagian dengan nitrat sublingual
Riwayat penyakit biasanya pendek (hanya
beberapa minggu) dan prognosis buruk; dengan
kemungkinan bermakna berkembang jadi infark
miokard akut atau kematian mendadak
Keadaan Klinis
Kelas A. Angina tak stabil sekunder, karena
adanya anemia, infeksi lain atau febris.
Kelas B. Angina tak stabil yang primer, tak ada
faktor extra cardiac.
Kelas C. Angina yang timbul setelah serangan
infark jantung.
Angina prinzmetal
Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja
jantung dan pada kenyataannya sering timbul
pada waktu beristirahat atau tidur.
Pada angina prinzmetal terjadi spasme arteri
koroner yang menimbulkan iskemi jantung
di bagian hilir. Kadang-kadang tempat spasme
berkaitan dengan arterosklerosis.