Anda di halaman 1dari 24

Anestesi Regional (Epidural)

oleh kelompok 5:
Bilkis Sabrina
Norma Arlenaa
Tantri Mulyani
Robert Gillian
Wendi Kamroni

Penggunaan anestesi regional
Prosedur pembedahan
Menghilangkan nyeri akut / kronik
Tujuan diagnostik atau terapi
Anestesi epidural adalah
blockade saraf dengan
menempatkan obat diruang
epidural. Ruang ini berada
diantara ligamentum plavum
dan duramater.
Kedalaman ruang ini rata-rata
5mm dan dibagian posterior
kedalaman maksimal pada
daerah lumbal.

Teknik epidural sangat luas
penggunaannya pada
anestesi operatif, analgesia
untuk kasus-kasus obstetri,
analgesia post operatif dan
untuk penanggulangan nyeri
kronis.

Anatomi

Duramater berakhir di S
2
Diameter 0,5 cm, paling besar
di L
2
Jarak rata-rata dari kulit 4-5 cm
Vena distensi pada : batuk,
hamil, mengedan
Foramen intervertebralis lebih
permeabel pada usia muda

Ruang Epidural terletak antara dura dan
periosteum lapisan bagian dalam kanalis
vertebralis.
keamanan blok epidural pada daerah
lumbal dapat dikatakan aman.

Torakal epidural secara teknik lebih sulit
dibandingkan teknik lumbal epidural,
demikian juga resiko cedera pada medula
spinalis lebih besar.

Isi ruang epidural:
Sakus duralis
Cabang saraf spinal
Pleksus venosus epiduralis
Arteria spinalis
Pembuluh limfe
Jaringan lemak

Teknik anestesi epidural
Ada dua teknik yang ada untuk
mengetahui apakah ujung jarum telah
mencapai ruang epidural adalah teknik
loss of resistance dan hanging drop.

Jarum epidural dimasukkan
menembus jaringan subkutan
dengan stilet masih terpasang
sampai mencapai ligamentum
interspinosum yang ditandai dengan
meningkatnya resistensi jaringan.
Kemudian stilet atau introduser
dilepaskan dan spuit yang terisi 2 cc
cairan disambungkan ke jarum
epidural
Bila ujung jarum masih berada
pada ligamentum, jarum
ditusukan secara perlahan
milimeter demi milimeter secara
kontinyu
Apabila ujung jarum telah mesuk
ke ruang epidural, secara tiba-
tiba akan terasa adanya loss of
resistance dan injeksi akan
mudah dilakukan
Obat anestesi epidural
Umumnya obat yang digunakan
pada anestesi epidural adalah
obat dengan durasi kerja pendek
sampai sedang lidocain 1,5-
2%, kloroprocain 3 %, dan
mevipacain 2 %
Hanya obat-obat anestesi lokal
yang bebas preservatif atau
yang telah diberi label khusus
untuk epidural yang dianjurkan
Sesuai dengan kaidah bolus 1-2 mL per
segmen, dosis ulangan melalui kateter
epidural dikerjakan dalam waktu yang
tetap, berdasarkan pengalaman praktisi
terhadap penggunaan obat tersebut, atau
apabila telah menunjukan regresi blok.
Onset dari epidural anestesia (10-20
menit), lebih lambat dibandingkan dengan
anestesi spinal
Dengan menggunakan konsentrasi obat
anestesi lokal yang relatif lebih encer dan
dikombinasi dengan obat-obat golongan
opioid, serat simpatis dan serat motorik
lebih sedikit diblok, sehingga
menghasilkan analgesia tanpa blok
motorik
Jumlah volume dan konsentrasi dari obat
anestesi lokal yang dibutuhkan untuk
anestesi epidural relatif lebih banyak
dibandingkan dengan anestesi spinal.
Obat anestesi epidural bergantung
pada Volume obat yang
disuntikkan, usia pasien, kecepatan
suntikan, besarnya dosis, ketinggian
tempat suntikan, posisi pasien,
panjang kolumna vertebralis
(suntikan 10-15 ml obat akan
menyebar kedua sisi sebanyak 5
segmen).

Indikasi
Pembedahan dan penanggulangan nyeri
pasca bedah
Tatalaksana nyeri saat persalinan
Penurunan tekanan darah saat
pembedahan supaya tidak banyak
perdarahan
Tambahan pada anesthesia umum ringan
karena penyakit tertentu.
Kontra indikasi
Mutlak
a. Koagulopati
b. Terapi antikoagulasi
c. Infeksi kulit ditempat injeksi
d. Peningkatan tekanan intrakranial
e. Hipovolemia
Relatif
a. Pasien tidak kooperatif
b. Ada gangguan saraf
c. Kelainan anatomi dari tulang punggung
d. Heparin profilaksis dosis rendah

Kegagalan blok epidural
Tidak seperti anestesi spinal, yang hasil
akhirnya sangat jelas, dan secara teknis
tingkat keberhasilannya tinggi, anestesi
epidural sangat tergantung pada
subyektifitas deteksi dari loss of resistance
atau hanging drop
Pada beberapa dewasa muda, ligamentum
spinalis lembut dan perubahan resistensi
yang baik tidak bisa dirasakan, dengan
kata lain kekeliruan dari loss of resistance
dapat terjadi, bila masuk ke muskulus
paraspinosus dapat juga menimbulkan
kekeliruan loss of resistance.
Blok unilateral dapat terjadi bila obat
diberikan lewat kateter yang keluar dari
ruang epidural

Keuntungan epidural dibanding
spinal
Bisa segmental
Tidak terjadi headache post op
Hipotensi lambat terjadi
Efek motoris lebih kurang
Dapat 12 hari dengan kateter post op pain
Kerugian epidural dibanding spinal

Teknik lebih sulit
Jumlah obat anestesi lokal lebih besar
Reaksi sistemis
Obat 510x lebih banyak untuk level analgesi
yang sama
Kerugian epidural dibanding
anestesi umum
Sedikit pengaruh pada respirasi
Diperoleh analgesi, relaksasi otot dan usus
Dapat diberikan pada pasien dengan kontra
indikasi muscle relaxant
Anestesi Epidural
Prosedur Anestesi Epidural

Anda mungkin juga menyukai