Anda di halaman 1dari 27

PANCA INDRA

Oleh
Julistianty Loleh
Sri Riskia Daengsalasa
Nita Candra
Sri Wisdawaty S Umar
I Wayan Sandy Artha
Adalina Rajaku
Purnamasari Labagau
Adriyanto Mobie





PANCA INDRA
Panca Indra adalah organ-organ
akhir yang dikhususkan untuk merima
jenis rangsangan tertentu.



Mata
Hidung
Kulit
Telinga
Lidah
Telinga terdiri dari :




Telinga luar
Telinga tengah
Telinga dalam
T. Luar terdiri atas Aurikula
(daun telinga) yang berfungsi
sebagai untuk menampung
gelombang suara yangdatang
dari luar masuk kedalam telinga.
Dan juga terdapat Meatus
auditorus externus adalah
saluran dari daun telinga menuju
membran timpani.
T. Tengah adalah rongga kecil agak memanjang dalam pars
pektrosa ostem porale. Dalam t. tengah terdapat membran
timpani, osikel yang terdiri dari 3tulang kecl yaitu mlleus,
jnkus, stapes. Serta Recesus epitympanicus. Dan
Tubaeustacius.
T. Dalam terdiri dari 2 organ yaitu organ pendengaran dan
keseimbangan kemudian labirin oseosa, vestikulus yang
berhubungan dengan pada sesi anterior dengan kuklea. Lateral
dengan T. Tengah dan posterior dengan kanalis semisirkularis
dan T. Dalam juga terdapat nrvus kranialis k 8.


sebagai resenator yang menghasilkan ulang getaran
sumber suara. Sistem ini meningkatkan tekanan suara yang
tiba di fenestra oralis. Karena efek pengungkit maleus dan
inkus melipat gandakan gaya 1,3 kali lebih kuat dan luas
membran timpani jauh lebih besar dibandingkan dengan luas
lempeng kaki stapes.
Telinga tidak memiliki keseragaman sensifitas pada
rentang pendengaran. Sensifitas terbentuknya pada daerah
berfrekuensi 2-5 kHz. Telinga yang baik sekalipun,
menbutuhkan intensitas lebih sekitar 30 dB untuk
mendeteksi bunyi berfrekuensi 100 dari pada bunyi
berfrekuensi 1000 Hz.

Mendengar adalah
kemampuan untuk
mndeteksi tekanan
vibrasi udara
tertentu dan
mengintepretasikan
sebagai bunyi.
Fisiologi
Pendengaran
Mekanisme Pendengaran
Proses mendengar ditimbulkan oleh getaran
atmosfer yg dikenalsebagaielombang suara yg
kecepatan dan volumenya berbeda-
beda.Gelombang suara bergerak melalui rongga
telinga luar (auris externa)yg
menyebabkanmembrantimpani bergetar. Getaran2
tersebut diteruskan menuju inkus dan stapes
melalui maleus yg terkait pada membran itu.
Karena getaran yg timbul pada setiap tulang itu
sendiri, maka tulang akan memperbesar getaran yg
kemudian disalurkan ke fenestra vestibuler menuju
perilimfe. Getaran perilimfe dialihkan melalui
membran menuju endolimfe dalam saluran koklea
dan rangsanganmencapai ujung2 akhir saraf dalam
organ korti selanjutnya dihantarkan menuju otak.
Lanjutan
Penghantaran suara: telinga mengubah gelombangsuara dari dunia
luarmenjadi potensial aksi dalam nervus koklearis. Gelombang diubah oleh
gendang telinga dan tulang2 pendengar menjadi gerakan papan kaki stapes.
Gerakan ini menimbulkan gelombang pada cairan telinga dalam.gelombang
pada organkorti menimbulkan potensialaksi pada serabut2 saraf sebagai
respons yang ditimbulkan oleh gelombang suara.
Refleksi gendang: apabila otot telinga tengah (m. tensor timpani dan
m. stapedius) berkontraksi, menarik manubrium maleolus ke dalam dan papan
kaki stapes keluar. Suara akan menimbulkan refleks kontraksi otot dan
merangsang reseptor pendengar.
Glombang jalan: papan kaki stapes menimbulkan serangkaian
gelombang pada perilimfe dalam skala vestibuli.apabila bergerak kearah
koklea, tinggi gelombang meningkat sampai maksimum dan kemudian menurun
dengan cepat yg menimbulkan gelombang suara dengan nada tinggi. Suara
rendah gelombang memuncakpada apeks dinding tulang dari skala vestibuli,
membran basilaristidak akan dalam keadaan tegang.
Mata dan Penglihatan














Mata adalah indra kompleks yang
berevolusi dari bintik-bintik peka sinar
yang primitif pada permukaan
invertebrata.




Otot Mata
Mata di gerakkan di dalam orbita oleh enam otot mata.
Otot-otot ini dipersarafi oleh saraf okolomotorius,
troklearis dan abdusens.


Mata mengubah energi dari spektrum yang dapat
terlihat menjadi potensial aksi di saraf optikus. Panjang
gelombang cahaya yang dapat terlihat berkisar dari sekitar
397-372 nm. Bayangan suatu benda di dalam lingkungan di
fokuskan di dalam retina. Berkas cahaya yang mencapai retina
akan mencetuskan potensial di dalam sel kerucut dan batang.
Impuls yang timbul di retina dihantarkan ke korteks, tempat
impuls tersebut menimbulkan sensasi penglihatan.
PENGLIHATAN
Mata seperti kamera tetapi bekerja lrbih
baik karna bekerja secara otomatis, tepat
dan cepat disadari melakukan
penyesuaian diri.
Proses Penglihatan :
Cahaya
Pintu masuk cahaya
Refleks Cahaya
Refleks konvergensi akomodasi
Batang dan kerucut pada retina.


Tiga jenis serabut aferen primer menghantarkan sensasi
kulit

Serabut AQ dan AB
(berdiameter besar)
Serabut AS
(berdiameter kecil
dan bermealin)
Serabut C
(berdiameter kecil
dan tidak bermealin)
Kulit memiliki daerah peka dingin dan daerah peka
panas yang terpisah. daerah peka dingin terdapat
4-10 kali lebih banyak dibandingkan dengan daerah
peka panas. Aferen untuk suhu dingin adalah
serabur C dan As, sedangkan aferen untuk panas
adalah serabut C.



Pada kulit juga terdapat nyeri, yang meliputi :
Nyeri cepat dan lambat
Nyeri dalam
Nyeri otot




Melindungi tubuh,
terutama merupakan
benteng pertahanan
terhadap infeksi bakteri,
virus dan jamur.
Kehilangan panas dan
penyimpanan panas diatur
melalui vasodilatasi
pembulu-pembulu darah
kulit atau sekresi kelenjar
keringat.
Setelah kehilangan
seluruh kulit, maka cairan
tubuh yanh penting akan
hilang dalam beberapa
jam saja.

PENGECAPAN
Rasa memiliki elemen rangsangan nyeri (misalnya, saus pedas)
selain itu, penghidu berperan penting dalam keseluruhan sensasi
yang dihasilkan oleh makanan, dan konsentrasi (tekstur) serta suhu
makanan juga berperan dalam penentu rasa.

Kelainan pengecapan antara lain :
1. Ageusia
2. Hipogeusia
3. Disgeusia

Obat-obatan seperti kaptopril dan penisilamin dapat
menyebabkan hilangnya sensasi kecap untuk sementara.

Organ reseptor dan jaras

Taste buds,
Jaras pengecapan,
Modalitas pengecapan dasar
Manusia memiliki 5
pengeapan yaitu manjs,
asam, pahit, asin, umami.

Peran serabut nyeri di Hidung
ujung bebas dari berbagai serabut nyeri trigeminus di
temukan di membran mukosa ulfaktoris. Ujung-ujung ini
dirangsang oleh bahan iritatif, dan komponen iritatif
yang diperantarai saraf trigeminus yang merupakan ciri
khas dari bau:.


Hidung
secara umum
dikasifikasikan
sebagai indra
viseral. Karena
erat kaitannya
dengan fungsi
saluran cerna.
Aroma berbagai
makanan
sebagian besar
merupakan
kombinasi dari
keduanya.
Kelainan penghidu antara lain :
1. Anosmia
2. Hiposmia
3. Disosmia


Pada manusia telah ditemukan beberapa lusin jenis
anosmia yang berkelainan ; kelainan ini diperkirakan
disebabkan oleh tidak adanya atau gangguan fungsi
pada salah satu dari berbagai anggota famili reseptor
bau.