Anda di halaman 1dari 34

TUMOR ODONTOGENIK

KELOMPOK 4
KELAS B

Prilita Permata Sari (Sekertaris) 2010-11-101
Rafika Diah Nabila (Operator) 2010-11-102
Rahmadityarani (Ketua) 2010-11-103
Rahmalita Sari (Anggota) 2010-11-104
Rando Feranda (Presenter) 2010-11-105
Ranita Kurnia (Presenter) 2010-11-106
Ranti Fajriatul (Anggota) 2010-11-107
Ratna Dhiyandri (Anggota) 2010-11-108
Ratu Alam Maharanthi (Presenter) 2010-11-109
Ratu Lestari Atisa Rahayu (Moderator) 2010-11-110
Reza Rahmayanti (Anggota) 2010-11-111
Rezky Floura (Notulen) 2010-11-112
Rhevani Venessa (Anggota) 2010-11-113
Vivi Nisli (Anggota) 2010-11-164
Dina Mardiana (Anggota) 2009-11-046


Neoplasma
masa abnormal jaringan yang pertumbuhannya
berlebihan dan tidak terkoordinasikan dengan
pertumbuhan jaringan normal serta terus
menerus demikian walaupun rangsangan yang
memicu pertumbuhan tersebut telah berhenti
Tumor pada rongga mulut menurut asalnya dapat dibagi menjadi 2:
tumor odontogenik dan tumor non odontogenik.
Tumor Jinak (benigna)
apabila gambaran
mikroskopik dan
makroskopik dihasilkan
gambaran yang
mengisyaratkan bahwa
tumor tersebut akan tetap
terlokalisasi, tidak menyebar
ke tempat lain, dan pada
umumnya dapat dikeluarkan
dengan tindakan local dan
prognosis pasien lebih baik.
Tumor ganas
(maligna)
secara kolektif disebut
kanker.Ganas, apabila
menunjukkan lesi dapat
menyerang dan merusak
struktur di dekatnya dan
menyebar ke tempat jauh
(metastasis) serta
menyebabkan kematian.
Tumor Odontogenik
lesi yang berasal dari epitelial dan/atau
mesenkimal yang tertinggal dari benih gigi. Oleh
karena itu tumor ini hanya berada pada maksila
dan mandibula (terkadang gingiva) dan
merupakan differential diagnoses dari lesi pada
daerah tersebut.

Etiologi dan patogenesis dari tumor jenis ini
masih belum diketahui.
Secara klinis, tumor odontogenik umumnya
asimptomatik, adanya pembesaran pada rahang,
pergerakan gigi, resorbsi akar dan resorbsi tulang.

TUMOR
ODONTOGENIK
EPITEL
- Ameloblastoma
- Tumor Adenomatoid
Odontogenik (adeno-
ameloblastoma)
- Calcifying ephitelial
odontogenik tumor

TUMOR
ODONTOGENIK
MESODERMAL
- Odontogenik
myxoma dan fibroma
- Cementifying fibroma
- Cementoblastoma
MIXED TUMOR
ODONTOGENIK
- Fibroma ameloblastik
- Ameloblastik
odontoma
- Ameloblastik
odontosarkoma
- Complex odontoma
- Compound odontoma
Ameloblastoma
Ameloblas yang ter diferensiasi dari epitel
ektodermal, dan berkembang dari sel-sel epitel
yang terjadi pada organ enamel, folikel,
membran periodontal, epitel yang melapisi
kista dentigerous, dan ruang sumsum dari
rahang.
ameloblastoma menunjukkan
ruang cistyc bulat dengan berbagai
ukuran dan membentuk seperti
gambaran gelembungDua ruang
yang cukup besar yang berdekatan
apabila tumor terus meluas maka
batas antar ruang dapat hilang
sehingga terlihat lesi

Di sini terlihat pembentukan lagi kista bulat kecil
di tulang sebelah dan ini tampaknya menjadi khas
ameloblastoma.
Gambaran ameloblastoma adalah resorpsi akar
gigi dengan tumor yang berada dalam kontak.
Lesi yang membesar dan menyebabkan
penghancuran korteks, biasanya diikuti oleh
invansi dari jaringan lunak.
Roentgenogram ameloblastoma pada
mandibula menggambarkan destruksi dari
korteks.
ameloblastoma yang menghancurkan korteks dan menginvasi
jaringan lunak
ameloblastoma dimana secara radiografi mengarah pada kista
epithelial multiocular
ameloblastoma yang mengarah pada
kista dentigerous
ameloblastoma yang mengenai ruang
edentulous molar 1 rahang bawah.
ameloblastoma yang secara radiografi mengarah pada kista
epitelium residual.
Klinis

Ameloblastoma lebih sering terjadi pada pasien dewasa (30- 40
tahun).
Lesi yang timbul pada anak-anak biasanya merupakan kista dan
tampak seperti kista odontogenik.
Ameloblastoma dapat tumbul pada maksila atau mandibula,
meskipun regi molar- ramus mandibula menjadi lokasi yang
paling sering terdapat tumor ini.Pada maksila regio molar lebih
sering terinfeksi dibandingkan dengan regio premolar dan gigi
anterior.
Lesi biasanya bersifat asimptomatik dan umumnya terdeteksi
karena dilakukannya pemeriksaan radiografis rutin atau apabila
terdapat perbesaran rahang yang asimptomatik. Terkadang
pergerakan gigi dan adanya maloklusi dapat menjadi tanda awal
ameloblastoma.
cystic ameloblastoma dengan gambaran loculated pada
tulang retromolar mandibula
: cystic ameloblastoma pada body mandibula. Lesi rekuren
2 kali setelah kuretase.
Ameloblastoma maligna

ameloblastoma pda edentulous anterior
mandibula. Gambaran oklusal menunjukkan
lesi destruktif multiokular
unilocular ameloblastoma pada anterior
mandibula
ameloblastoma menghasilkan karateristik lesi
multilokular dari area molar ramus mandibula
TUMOR AMELOBLASTIK
ADENOMATOID (ADENOBLASTOMA)

Adenoblastoma ini paling sering dikaitkan dengan
erupsi yang tidak sempurna pada gigi dimana epitel
berproliferasi terbatas dalam kapsul jaringan ikat yang
melekat pada gigi dengan cara yang mirip dengan kista
dentigerous.
Tumor juga terjadi secara independen pada erupsi gigi
yang tidak sempurna.Epitel tidak memiliki potensi
infiltrasi pada kapsul jaringan ikat sekitarnya.
Tumor ini banyak ditemukan pada usia decade kedua
(20-an) bertepatan dengan waktu berkembangnya gigi
permanen dan odontogenik tumor.

adenomatoid ameloblastik tumor yang
berhubungan dengan unerupsi gigi
premolar satu atas kanan menunjukkan
kalsifikasi tumor.
adenomatoid ameloblatik tumor berlokasi
diantara caninus dan insisivus lateralis atas.
Kalsifikasi tumor yang terjadi belum dapat
membentuk gambaran opaque.
Adenomatoid Odontogenic Tumor (AOT)
adalah sebuah lesi odontogenic yang berisi
struktur seperti duktus dan glandula.
Merupakan sebuah subtype dari
ameloblastoma dan dikenal dengan nama
adenoameloblastoma.
Secara klinis, mikroskopis, dan perilaku, hal
ini jelas berbeda dari amelobalstoma,
berperilaku lebih seperti sebuah hamartoma
dari sebuah neoplasma.

AOT dengan pusat opaque
AOT disekeliling mahkota
gigi impaksi
CALCIFYING EPHITELIAL
ODONTOGENIC TUMOR

Kalsifikasi masa epitel pada tumor
odontogenik terjadi paling sering di
mandibular dan berhubungan dengan impaksi
gigi yang terdapat di dalam ruang
edentulous.Beberapa berhubungan dengan gigi
yang jarang impaksi seperti premolar satu,
molar satu dan dua.Ini menyatakan bahwa
perkembangan awal tumor dapat menghalangi
erupsi gigi.

calcifying epithelial odontogenik tumor pada
molar 3 mandibular.
calcifying epotelial odontogenik tumor pada
molar satu mandibular, menunjukkan invasi
yang meluas dan adanya kerusakan tulang.
: calcifying ephitelial odontogenik tumor. Lesi
multiloculated meluas dari molar 3 hingga
kondilus.
Tumor Odontogenik Mesodermal
(Mesenkim)

MYXOMA ODONTOGENIK
(FIBROMYXOMA)

Myxoma terdiri dari jaringan ikat mukosa yang
mirip dengan mesenkim pada embrio.Lesi
mesenkim yang menyerupai microskopik dari
pulpa atau jaringan penyambung folikuler.Asal
usul fibromyxoma rahang tidak diketahui
pasti.Misalnya dari jaringan embrio yang tidak
terdiferensiasi sempurna ataudari bagian
mesenchymal bakteri gigi.
fibromyxoma mandibular menunjukkan penipisan dan
perluasan kortex
fibromyxoma. Terlihat Angular kompartemen
myxoma odontogenik yang timbul dari folikel gigi
molar tiga mandibular yan unerupsi
CEMENTIFYING FIBROMA (CEMENTOMA)
/ PERIAPIKAL DYSPLASIA CEMENTOOSSEOUS

Cementoma adalah tumor odontogenik yang
berasal dari mesenkim dan hampir selalu
berasal dari membran periodontal yangtelah
berkembang sempurna dan gigi yang erupsi.
Thoma (1973) menyebut tahap awal
cementoma "cementoblastoma." Istilah lain
telah diterapkan untuk cementoma seperti
ossifying fibroma, enostosis, dan periapikal
osseous dysplasia
cementoma pada insisivus mandibula, Kiri,
menunjukkan tidak ada lesi.Tengah menunjukkan tahap
awal perkembangan.Kanan, menunjukkan tahap kedua
dengan kalsifikasi masa fibrous, dan berhubungan
dengan hipersementosis akar gigi yang bersangkutan.
sementoma. Multiple, mengenai 8 gigi
mandibula.Kebanyakan lesi berada
pada tahap awal atau tahap
sementoblastik.
cementoma pada caninus mandibul,
isisivus dan ruang edentulous molar 1.
Semua telah mencapai tahap
kalsifikasi tinggi.
cementoma pada caninus mandibul, isisivus
dan ruang edentulous molar 1. Semua telah
mencapai tahap kalsifikasi tinggi.
cementoma fase radiolusen
cementoma fase radioopaque
cemenotma pada gigi molar
cementoma pada mandibula
: cementoma pada
maksila dan
mandibula
CEMENTOBLASTOMA

Cementoblastoma lebih sering terjadi pada
rahang bawah dan di region posterior
Menyebabkan ekspansi kortikal dan kadang-
kadang nyeri intermiten ringan.
Gambaran radiografi: gambaran lesi opaque
yang menggantikan akar gigi () , biasanya
dikelilingi oleh cincin radiolusen menegaskan
ruang ligamen periodontal dan menegaskan
bentuk tumor.




periapikal fibroma (cementoblastoma) mengenai 2 insisivus dan
dikonversi menjadi tulang. Kiri,terlihat menunjukkan area radiolusen
di apical. Kanan, terlihat 3 tahun setelahnya menunjukkan
gambaran normal roentgenografi
FIBROMA AMELOBLASTIK

Fibroma ameloblastik berkembang dari
folikel gigi biasanya setelah terjadinya
kalsifikasi gigi. Dalam beberapa kasus
mungkin berkembang dalam tunas gigi
sebelum terjadinya kalsifikasi, di mana
pembentukan gigi normal digagalkan .Hasil
tumor sebagai proliferasi elemen kedua epitel
dan mesenkim.
fibroma ameloblastik berhubungan dengan premolar
dua mandibular yang tidak dapat erupsi.

: fibroma ameloblastik dimana terbentuk
dalam hubungannya dengan perkembangan
molar dua mandibular
ameloblastik fibroma mandibula
kiri.
AMELOBLASTIC SARCOMA
Ameloblastic sarcoma merupakan bentuk
langka dari tumor odonogenik
Tumor terdiri dari epitel odotogenic jinak dan
komponen mesodermal atau jaringan
penghubung yang mempunyai ciri histology
sarcoma

ameloblastik sarcoma
menunjukkan proses
kerusakan yang meliputi
mandibula
COMPLEX ODONTOMA
Asal odontoma kompleks mirip dengan yang
ada pada odontoma ameloblastik. Tumor
berisi semua elemen matang struktur gigi:
dentin, enamel dentinoid, enamel matriks,
jaringan pulpa dan sementum.Terjadi dengan
frekuensi terbesar dalam mandibula dan
kebanyakan terjadi di daerah premolar.

complex odontoma yang
telah mengalami
kalsifikasi.
complex odontoma pada posterior hingga
molar tiga mandibular, dan mungkin
berkembang dari supernumerary tooth bud.
complex odontoma dalam region molar 3
maksila. Atas, tidak terlihat molar tiga
normal.Bawah, lesi berdekatan dengan
mahkota gigi molar 3 yang belum erupsi.

odontoma pada mandibula anterior
odontoma mengenai hampir seluruh
mandibula
COMPOUND ODONTOMA

Compound odontoma berasal dari proliferasi
aksesori epitel odontogenik yang timbul secara
langsung dari lamina dura, atau dari lingkaran/ulir
yang bertahan sebagai sisa-sisa epitel yang telah
gagal diserap setelah penutupan folikel gigi
normal.
Lingkaran atau ulir ini menjadi organ enamel
yang aktif memproduksi organ2 gigi abnormal
kecil.
Sebagian besar gigi yang berbentuk kerucut dan
biasanya memiliki akar tunggal.Berkembang dan
mencapai kematangan.
compound odontoma. 3 kasus dimana gigi
normal terlihat telah erupsi dan dalam batas
normal.Banyak dari gigi yang kecil dimana ada
odontoma
: compound odontoma. 3 kasus dimana
odontoma merupakan sebab dari tidak dapat
nya gigi permanen erupsi
compound odontoma, menghalangi erupsi gigi tetap

Anda mungkin juga menyukai