Anda di halaman 1dari 41

LUKA BAKAR LISTRIK

OLEH :
Nugroho Setia Budi

PEMBIMBING :
dr. Mendy Hatibie Oley, SpBP
PENDAHULUAN
Luka bakar
Kerusakan kulit tubuh yang disebabkan oleh api,
atau oleh penyebab lainnya seperti oleh air
panas, listrik, bahan kimia, dan radiasi.
Luka bakar listrik
Kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir
ke dalam tubuh manusia dan membakar
jaringan ataupun menyebabkan terganggunya
fungsi suatu organ dalam.
Epidemiologi

Luka bakar listrik agak jarang terjadi
Kedaruratan medik.
Orang dewasa tempat kerja
Anak-anak rumah.
cedera minim sampai multi organ
disfungsi
Komplikasi yang tersembunyi, tertunda,
bahkan sampai mati.
Penyebab

Jenis dan kekuatan arus listrik (AC/DC)
Ketahanan tubuh terhadap arus listrik
(saraf, pembuluh darah, otot, kulit, tendo,
dan tulang)
Jalur arus listrik ketika masuk ke dalam
tubuh
Lamanya terkena arus listrik

Patofisiologi

Keparahan luka bakar suhu dan
lamanya pajanan terhadap sumber panas.
Kulit kandugan air yang tinggi
overheat secara perlahan, dan sebaliknya
juga mendingin secara perlahan.
Daerah luka bakar terbagi : sentral (zona
koagulasi), tengah (zoa sentralis), dan
luar (zona hiperemia).

Perubahan mikrosirkulasi : penurunana
aliran darah vasodilatasi arteriol.
Mediator endogen permeabilitas
kapiler edema dan hipoproteinemia
perpindahan cairan ke jaringan interstitial.

Panas yang timbul pada pembuluh darah
merusak intima sehingga terjadi
trombosis yang timbul pelan-pelan.
kematian jaringan pada luka bakar listrik
seakan-akan progresif dan banyak
kerusakan jaringan baru terjadi kemudian.
Ekstrimitas yang semula tampak vital,
beberapa hari menunjukkan nekrosis otot
iskemik.

Beberapa jam setelah kecelakaan listrik dapat
terjadi sindroma kompartemen karena udem dan
trombosis.
Pada kecelakaan tersengat arus listrik di daerah
kepala, penderita akan pingsan lama dan
mengalami henti nafas. Dapat juga terjadi
udema otak. Akibat samping yang lama baru
timbul adalah katarak.
Destruksi jaringan paling berat terjadi dekat luka
masuk dan keluar, karena di sanalah arus listrik
paling kuat.

Penilaian luka bakar

Ananmnesis
Kedalaman
Luas luka
lokasi
Usia
Pembagian Berat Luka Bakar
Berat / Kritis
Derajat 2 lebih dari 25 %
Derajat 3 lebih dari 10% atau terdapat di
muka, kaki, tangan.
Luka bakar disertai trauma jalan nafas, atau
jaringan lunak luas, atau fraktur.
Luka bakar akibat listrik.

Sedang
Derajat 2 : 15-25 %
Derajat 3 kurang dari 10 %, kecuali muka,
kaki, tangan
Ringan
Derajat 2 kurang dari 15 %.1

Indikasi Rawat Inap
Usia 10-40 tahun : luka bakar derajat 2 lebih dari 15 %
TBSA, luka bakar derajat 3 lebih dari 3 % TBSA.
Usia < 10 tahun dan > 40 tahun : luka bakar derajat 2
lebih daro 10% TBSA, setiap luka bakar derajat 3.
Luka bakar yang mengenai wajah, tangan, dan kaki,
atau perineum
Luka bakar yang mengenai sirkumferensial di ekstrimitas
Luka bakar akibat listrik.
Luka bakar yang menyebabkan penderita tidak dapat
merawat diri sendiri atau atau tidak dapat menopang
kehidupannya sendiri di rumah.1

Gejala Luka Bakar Listrik
interaksi yang rumit dari semua sifat arus
listrik.
Arus listrik bertegangan tinggi
membunuh jaringan diantara titik masuk
dan titik keluarnya luka bakar pada
daerah otot yang luas sejumlah besar
cairan dan garam (elektrolit) akan hilang
menyebabkan tekanan darah yang
sangat rendah.
Serat-serat otot yang rusak mioglobin
gagal ginjal.
basah resistensi kulit sedemikian
rendah tidak terjadi luka bakar tetapi
terjadi henti jantung (cardiac arrest)

Diagnosa Luka bakar listrik
gejala
pemeriksaan fisik
jantung telah menerima kejutan listrik,
pemantauan EKG dilakukan selama 12-24
jam.
Jika korban tidak sadar atau telah
mengalami cedera kepala CT scan
Manajemen

Pertolongan pertama
Perawatan Luka
Terapi cairan dan elektrolit
Tujuan untuk memperbaiki sirkulasi dan
mempertahankannya
Bila derajat 2 atau 3 > 25 %
Bila tidak dapat minum
urin akan berwarna gelap oleh mioglobin
ditingkatkan pemberian cairannya
produksi urine sekurang-kurangnya 100
cc/jam (pada penderita dewasa) urine
belum jernih manitol
dosis awal 25 gr disusul dosis rumat 12,5
gr manitol tiap penambahan 1 liter cairan
Untuk memperbaiki filtrasi ginjal dan
mencegah gagal ginjal.
Asidosis metabolic
Pertahankan perfusi sebaik mungkin dan
berikan natrium bikarbonat untuk
membuat urine menjadi alkalis dan
meningkatkan kelarutan mioglobin dalam
urine.
Bila ada udem otak dapat diberikan
diuretic dan kortikosteroid

Nutrisi

Cara pemberian enteral dan parenteral
Persamaan Harris-Benedict untuk kebutuhan
kalori : kebutuhan kalori 24 jam = (25 kkal x
kgBB) + (40 kkal x %TBSA)
Protein : 2,5-3 g/kgBB per hari (dewasa), 3-4
g/kgBB per hari (anak).
Pada pasien dengan pemantauan luka bakar
yang luas dilakukan pemantauan kadar
prealbumin untuk memantau keadaan nutrisi
pasien.
Eksisi dan Graft

Pada luka bakar yang dalam dan berat, perlu
pembersihan jaringan mati secara bertahap
tidak semua jaringan mati secara bertahap
karena tidak semua jaringan mati tampak jelas
pada hari pertama.
luka pada ekstrimitas fasiotomi (mencegah
sindrom kompartemen) dilakukan tandur alih
kulit atau rekonstruksi
Komplikasi

Parut yang sukar diperbaiki
Kontraktur
Cacat tubuh
Kematian
Prognosis

Hasil terbaik tergantung pada ukuran luka
bakar dan usia pasien sendiri.1
Untuk pasien yang tidak mengalami
penurunan kesadaran atau cardiac arrest,
prognosis untuk pulih kembali seperti
semula adalah baik.

LAPORAN KASUS

Identitas
Nama pasien : Tn. RL
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 18 tahun
Alamat : Malalayang I
MRS : 1 November 2009
KU : Luka di paha kiri
RPS :
Luka di paha kiri dialami penderita sejak 1 bulan
sebelum masuk rumah sakit. Saat itu penderita sedang
bekerja di pinggir jalan kemudian terkena sengatan
listrik dan penderita jatuh. Penderita tidak mengalami
pingsan dan penderita juga tidak mengalami muntah.
Anamnesis sistem :
Alergi : -
Medikasi : -
Past illness : -
Last meal : 3 jam sebelum masuk rumah sakit
Environment : -
RPD :
Penderita 1 bulan lalu pernah dirawat di RS
karena mengalami luka bakar listrik dengan luka
masuk di tangan kiri dan luka keluar di paha kiri
dan bagian tubuh yang terkena adalah sekitar
telinga kiri, lengan kiri, ketiak sebelah kiri,
dengan derajat 1 sedangkan pada daerah paha
ditemukan luka bakar derjat 3. Selama
perawatan penderita merasa dirinya sudah sehat
meskipun luka di paha kirinya belum tertutup
sehingga melakukan pulang paksa.
Pemeriksaan Fisik

Penampilan : Baik Keadaan sakit : Sedang Kesadaran : compos
mentis
Tanda Vital :
GCS : E4V5M6 T : 120/70 mmHg N : 80x/m R : 20
x/m S : 36,2 0C
Kepala : tidak ada kelainan
Leher : tidak ada kelainan
Thoraks : tidak ada kelainan
Abdomen : tidak ada kelainan
Ekstremitas superior : tidak ada kelainan
Ekstrimitas inferior : Regio Femoris anterior sinistra : luka
terbuka ukuran 20 x 20 cm, granulasi (+), Pus (+), Jaringan
ne krosis (+)
Pelvis : tidak ada kelainan
LUKA SAAT MASUK

Diagnosis

Luka bakar listrik regio femoris anterior
sinistra LLB 3%
5 November 2009 necrotomi
Luka Terawat Siap STSG
Post STSG

1 bulan post STSG


PEMBAHASAN
tempat kejadian yang dialami oleh penderita
adalah tempat kerja, hal ini sesuai dengan
epidemiologi
indikasi rawat inap dari penderita, yaitu adanya
luka bakar listrik
luka bakar yang terjadi paling parah adalah di
paha kiri yang merupakan tempat keluar dari
arus listrik
Arus listrik yang mengalir dari lengan ke tungkai
biasanya melewati jantung dan kepala sehingga
bisa menyebabkan aritmia jantung tetapi pada
kasus ini tidak terjadi
Lamamnya terkena arus listrik tidak
diketahui tetapi semakin lama terkena
arus listrik maka semakin banyak jumlah
jaringan yang mengalami kerusakan
lukanya berukuran 20 x 15 cm, pus (+)
dan jaringan nekrotik(+). nekrotomi untuk
membersihkan luka jaringan granulasi
lebih cepat terbentuk.
STSG
STSG
Keuntungan
kemungkinan take lebih besar
dapat dipakai untuk menutup defek yang
luas
donor dapat diambil dari daerah tubuh
mana saja
daerah donor dapat sembuh sendiri atau
epitelisasi
kerugian
kecenderungan kontraksi lebih besar
punya kecenderungan terjadi perubahan
warna
permukaan kulit mengkilat
secara estetik kurang baik.

Prognosis pada kasus ini adalah baik
karena terjadinya luka bakar listrik ini
tidak disertai dengan aritmia jantung
maupun penurunan kesadaran yang
merupakan suatu tanda terjadinya cedera
kepala dan pasien tidak berada pada umur
yang ekstrim.
SARAN

Perlu pengaman listrik di tempat kerja
supaya terhindar dari risiko terjadinya luka
bakar listrik.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai