Anda di halaman 1dari 36

Modul Pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi

Program Pencegahan Penularan


HIV Dari Ibu Ke Anak
( PPIA)

Bidang Bina Pelayanan Kesehatan
Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Barat


Modul Pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi
APA ITU HIV?
Inti
Gp120
Envelop
HIV
H : Human
I : Immunodeficiency
V : Virus

Darah
Sel darah putih Sel darah merah Sel pembeku darah
Limfosit Sel darah putih lainnya
Sel B Sel T
CD8 CD4
PENULARAN
HIV positif
HIV negatif
PENULARAN
HIV positif
cairan sperma
darah
HIV didapatkan di
cairan vagina
air susu ibu
Darah yang tercemar
Tranfusi darah
Jarum suntik

Hub seks tidak aman
Heteroseksual
Homoseksual
Biseksual

Ibu positif ke bayi
Antenatal
Intra partum
Laktasi

CARA PENULARAN
Modul Pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi
Apakah hubungan sosial biasa dapat
menularkan HIV?
Tidak !
Karena hubungan sosial biasa tidak memungkinkan
terjadinya pertukaran cairan tubuh yang dapat
menularkan HIV.
Ingat, HIV tidak menular melalui:
0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

C
D
4

HZV
OHL
OC
PP
E
PCP
CM
CMV, MAC
TB
TB
Bulan Tahun setelah infeksi HIV
Perjalanan Infeksi HIV
Viral Load
CD4
AIDS
ACQUIRED (DIDAPAT)
I MMUNE (SISTEM KEKEBALAN TUBUH)
DEFICIENCY (TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK)
SYNDROME (KUMPULAN GEJALA)
Perjalanan Penyakit HIV
Infeksi
HIV
Lambat
Cepat
Rata rata
<3 tahun
7-10 tahun
>10-15 tahun
CD4 relatif stabil
90 %
<5 %
<10 %
BAGAIMANA MENGETAHUI
SESEORANG
TERINFEKSI HIV?
ORANG YANG TERINFEKSI HIV
BANYAK ORANG YANG
TERINFEKSI HIV TERLIHAT
DAN MERASA SEHAT

ORANG YANG TERINFEKSI HIV
TIDAK TAHU BAHWA DIRINYA
SUDAH TERINFEKSI HIV

TES HIV ADALAH SATU-
SATUNYA CARA UNTUK
MENGETAHUI APAKAH
SESEORANG SUDAH
TERINFEKSI HIV


Diagnosis
VCT:
Voluntary Counseling and Testing

PITC:
Provider Initiated Testing and Counseling
Sarana kesehatan oleh petugas kesehatan

PITC
Diagnosis
TB (IO tersering)
Infeksi atau penyakit yang terkait dengan HIV
IMS (Perilaku beresiko)
Kehamilan (Pencegahan infeksi ibu ke bayi)

Penawaran rutin


Diagnosis HIV
Ditemukannya antibodi HIV dalam darah
Jenis tes antibodi HIV :
* Rapid Test
* ELISA
* Western Blot
Test antibodi HIV tidak bisa
digunakan utk diagnosis:
Infeksi HIV akut
Infeksi HIV pada bayi baru lahir (< 18
bln)
Tes HIV
anti body
Simple/rapid test
EIA (Elisa)
Western Blot



antigen
P24
PCR-RNA

20
Stadium klinis HIV dewasa
(WHO 2006)
Stadium Klinis 1

Tidak ada gejala
Pembesaran Kelenjar Limfe Menetap
(Persistent Generalized Lymphadenopathy)
21
Enlarged mastoid lymph gland
Enlarged
anterior
cervical
lymph glands
Enlarged
occipital
lymph gland
Enlarged
submandibular
lymph gland
Enlarged deep
posterior
cervical lymph
glands
Persistent generalized lymphadenopathy
22
Stadium Klinis 2

Berat badan menurun <10% dari BB semula
Infeksi saluran napas berulang (sinusitis, tonsilitis,
otitis media, faringitis)
Herpes zoster
Cheilitis angularis
Ulkus oral yang berulang
Papular pruritic eruption
Dermatitis seboroika
Infeksi jamur kuku
23
Dermatitis seboroika
Gatal
Bersisik
Kemerahan
~ P. ovale
24
25
Pengobatan

Higiene perorangan
Anti fungal (selenium,
pyrithione Zn, obat
azole)
Anti inflamasi (salep
steroid)
Jika berat: keratolitik
(as.salisilat)
26
Papular pruritic eruption (PPE)
27
Lengan, tungkai,
pinggang,
bokong
Simetris
Papular pruritic eruption (PPE)
28
Pengobatan
Steroid topikal
Antihistamin
Prednison
jangka pendek
UVB, UVA
Papular pruritic eruption (PPE)
29
Herpes zoster (shingle)
30
Infeksi jamur kuku (onikomikosis)
1. Subungual distal
2. White superfisial
3. Subungual proksimal
4. Kandida
5. Distrofik total
Disebabkan oleh T. rubrum
31
Disebabkan oleh T. mentagrophytes
Diagnosis: Pem. KOH / biakan
Disebabkan oleh T. rubrum.
Paling sering pada pasien HIV
Pengobatan
Itraconazol 200mg/hari selama 6-12 minggu
Terbinafin 250mg/hari selama 6-12 minggu
32
Moluscum contagiosum
33
Stadium Klinis 3
Berat badan menurun >10% dari BB semula
Diare kronis yg tdk diketahui penyebabnya berlangsung > 1
bulan
Demam persisten tanpa sebab yang jelas yang (intermiten
atau konstan > 37,5
o
C) > 1 bulan
Kandidiasis Oral persisten (thrush)
Oral Hairy Leukoplakia
TB paru
Infeksi bakteri berat (pnemonia, empiema, pyomiositis,
infeksi tulang atau sendi, meningitis atau bakteremia)
Stomatitis ulseratif nekrotizing akut, gingivitis atau
periodontitis
Anemi (< 8g/dL), netropeni (< 0,5x10
9
/L) dan/atau
trombositopeni kronis yg tdk dpt diterangkan sebabnya
34
HIV wasting syndrome (BB turun 10% + diare kronik
> 1 bln atau demam >1 bln yg tdk disebabkan peny lain)
Pneumonia Pneumocystis (PCP)
Pneumonia bakteri berat yg berulang
Infeksi herpes simpleks kronis (orolabial, genital atau
anorektal > 1 bulan atau viseral)
Kandidiasis esofagus (atau trakea, bronkus, paru)
TB ekstra paru
Sarkoma Kaposi
Infeksi Cytomegalovirus (CMV) (retinitis atau organ lain)
Toksoplasmosis SSP
Ensefalopati HIV
Kriptokokus ektra pulmoner termasuk meningitis
Stadium Klinis 4
35
Stadium Klinis 4 (lanjutan)
Infeksi mikobakteri non-TB diseminata
Progressive multifocal leukoencephalopathy
Cryptosprodiosis kronis
Isosporiasis kronis
Mikosis diseminata (histoplasmosis atau
coccidioidomycosis ekstra paru)
Septikemi berulang (a.l. Salmonella non-typhoid)
Limfoma (serebral atau non Hodgkin sel B)
Karsinoma serviks invasif
Leishmaniasis diseminata atipik
Nefropati atau kardiomiopati terkait HIV yg simtomatis
Terima kasih
Perlindungan menyeluruh dan dinamis terhadap penularan HIV dari ibu ke bayi