Anda di halaman 1dari 29

ABLASIO RETINA

OCTAVIANA PURBA

ANATOMI RETINA
Selembar tipis jaringan saraf yang semi
transparan
Melapisi bagian dalam dua pertiga posterior
dinding bola mata
Retina mempunyai tebal 0,1 mm pada ora
serrata dan 0,23 mm pada katub posterior.

Suplai darah dari :
Koriokapillaris sepertiga luar retina ( plexiform
luar, lapisan inti luar, fotoreseptor, dan epitel
pigmen retina)
Arteri sentralis retina pertiga bagian retina.
fovea seluruhnya diperdarahi oleh koriokapillaris.
DEFINISI
Suatu kelainan pada mata yang disebabkan
karena terpisahnya lapisan Neuroretina dari
lapisan Epitel Pigmen retina sehingga
terdapat cairan didalam rongga subretina
atau karena adanya suatu tarikan pada retina
oleh jaringan ikat
EPIDEMIOLOGI
1 kasus dalam 10.000 populasi.
usia 40-70 tahun.
Miopi tinggi, Afakia/pseudofakia dan trauma.


laki-laki > perempuan

PATOFISIOLOGI
Robekan pada retina vitreous likuifikasi
masuk ruangan subretina menyebabkan
ablasio regmatogenosa
Retina tertarik oleh serabut jaringan kontraktil
pada permukaan retina (misal seperti pada
retinopati proliferatif pada diabetes mellitus
(ablasio retina traksional)).
Cairan berakumulasi dalam ruang subretina
akibat proses eksudasi, yang dapat terjadi
selama toksemia pada kehamilan (ablasio retina
eksudatif).

GAMBARAN KLINIS
Gejala subjektif :
Penurunan visus disebabkan robekan pada macula
Rasa nyeri
Defek lapang pandang.
Riwayat trauma
Lakrimasi

Gejala objektif :
KLASIFIKASI
1. Ablasio Retina Regmatogenosa

Perlekatan vitreoretinal yang kuat robekan
cairan dapat masuk keantara sel pigmen epitel
dengan retina pendorongan retina oleh cairan
vitreous yang masuk melalui robekan atau lubang
pada retina ke rongga subretina mengapungkan
retina dan terlepas dari lapis epitel pigmen koroid.
Ablasio retina regmatogenosa spontan biasanya
didahului atau disertai oleh pelepasan korpus
vitreum.
Miopia, afakia, dan trauma mata biasanya berkaitan
dengan ablasio retina jenis ini.


ablasi retina
regmatogenosa. Perhatikan bahwa
makula terlibat dan bahwa retina
bergelombang dan memiliki warna
yang sedikit buram.







ablasi retina regmatogenosa
melibatkan makula. Perhatikan
lipatan temporal pada fovea
tersebut.

2. Ablasio Retina Traksional
lepasnya jaringan retina akibat tarikan jaringan
parut pada korpus vitreous
Faktor predisposisi : retinopati diabetes
proliferatif, vitreoretinopati proliferatif,
retinopati pada prematuritas, atau trauma mata,
kontraktil vitreoretina, epiretina, intraretina
(sangat jarang) atau subretina membran yang
mendorong neurosensory retina menjauh dari
epitel pigmen retina.
Gaya-gaya traksi yang secara aktif menarik
retina sensorik menjauhi epitel pigmen
dibawahnya.
Pada ablasio retina akibat traksi pada
diabetes, kontraksi korpus vitreum menarik
jaringan fibrovaskuler & retina dibawahna ke
arah anterior menuju dasar korpus vitreum.

ablasi retina traksional pada oklusi
vena sentral




pasien mengalami sclera buckling
untuk ablasi retina regmatogenosa.
Sekarang, pasien menyajikan dengan
vitreoretinopathy proliferasi dengan
membran yang cenderung
memisahkan retina.



ablasio retina traksional dibagian
supratemporal pada diabetik
retinopati

3. Ablasio Retina Eksudatif

akibat tertimbunnya cairan di bawah retina
sensorik dan terutama disebabkan oleh penyakit
epitel pigmen retina dan koroid.
terjadi pada skleritis, koroiditis, tumor
retrobulbar, radang uvea, idiopati, toksemia
gravidarum.
Ablasio ini dapat hilang atau menetap bertahun-
tahun setelah penyebabnya berkurang atau
hilang.
Komposisi cairan intertisial sngat penting
dalam ablasio retina eksudatif yg dipengaruhi
oleh tingkat permeabilitas vaskular
koroidalis.





Ablasio retina eksudatif
DIAGNOSIS
Anamnesa
Inspeksi
Visus
Lapang pandang
funduskopi
Pemeriksaan penunjang
Lab
USG
Angiografi fluoresin
TATALAKSANA
Scleral buckle
Pneumatic retinopexi
Vitrektomi
Scleral buckle






DD
Nueritis optik



Oklusi vena retina sentral


Oklusi arteri retina sentral
Retinopati serosa sentral




Amaurosis fugaks

KOMPLIKASI
perubahan fibrotik pada vitreous
(vitreoretinopati proliferatif/ PVR), PVR dapat
menyebabkan traksi pada retina dan ablasi
retina lebih lanjut.

PROGNOSIS
Ad vitam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam