Anda di halaman 1dari 40

Denata Prabhasiwi,S.ked (030.09.

062)
Anatomi
Anatomi
FISIOLOGI

Fungsi utama :
fokuskan berkas cahaya ke
retina
FISIOLOGI

Akomodasi Tanpa akomodasi
M. Silliaris
Kontraksi Relaksasi
Ketegangan serat
zonular
Menurun Meningkat
Bentuk lensa
Lebih cembung Lebih pipih
Tebal axial lensa
Meningkat Menurun
Dioptri lensa
Meningkat Menurun
Metabolisme Lensa
Definisi
Bahasa yunani : katarraktes
Bahasa inggris : cataract
Bahasa latin : cataracta
Air
Terjun
WHO
kekeruhan yang terjadi pada lensa mata,
yang menghalangi sinar masuk ke dalam
mata.
Epidemiologi
Berdasarkan hasil data
dari World Health
Organization (WHO),
katarak merupakan
kelainan mata yang
menyebabkan kebutaan
dan gangguan
penglihatan yang paling
sering ditemukan.
Diketahui kebutaan di
Indonesia berkisar 1,5 %
dari jumlah penduduk
Indonesia.
ETIOLOGI
primer
degenerasi
sekunder
metabolik
Traumatik
Komplikata
Toksik
kongenital
Diabetes melitus, defisiensi
gizi, galaktosemia,
Penyakit intraokular
:iridosiklitis, glukoma, ablasi
retina, miopia tinggi
dinitrofenol, triparanol,
antikolinesterase, klorpromazin,
miotik, busulfan
Klasifikasi
Kongenital
Juvenile
senilis
USIA
Nuklear
Kortikal
supraskapular
LOKASI
Insipien
Imatur
Matur
hipermatur
Derajat
kekeruhan
Primer
Sekunder

etiologi
Kongenital
Juvenile
senilis
USIA
kongenital
Polaris anterior Polaris Posterior
Zonularis Stelata
membranasea
Hialoidea
persisten
Kongenital
Juvenile
senilis
USIA
KATARAK JUVENILE

katarak yang mulai terbentuk
pada usia lebih dari 1 tahun
Soft cataract
KATARAK SENILIS
Katarak yang terjadi pada
usia lanjut., usia diatas 50
tahun kadang kadang 40
tahun
Nuklear
Kortikal
supraskapular
LOKASI
Insipen:
- kekeruhan yang tidak teratur
sepertibercak bercak gerigi
Terletak di korteks anterior atau
posterior
Katarak Imatur :
- Kekeruhan lebih tebal akan tetapi
belum mengenai seluruh lensa
-
Katarak matur
Degenerasi terus berlanjut -> lensa
mengeluarkan air

-
Katarak hipermatur
- Katarak morgagni
Katarak brunnesen

Derajat
kekeruhan

Insipien Imatur Matur Hipermatur
Visus
6/6 (6/6 1/60) (1/300-1/~) (1/300-1/~)
Kekeruhan
Ringan Sebagian Seluruh Masif
Cairan Lensa
Normal Bertambah Normal Berkurang
Iris
Normal Terdorong Normal Tremulans
BilikMata
Depan
Normal Dangkal Normal Dalam
SudutBilik Mata
Normal Sempit Normal Terbuka
Shadow Test
Negatif Positif Negatif Pseudopositif
Penyulit
- Glaukoma - Uveitis + Glaukoma
Gejala Klinis
Penglihatan kabur
fotofobia
Tidak nyeri
Penglihatan berkabut
Kesulitan melihat saat malam hari
patofisiologi
Terjadi penimbunan komposisi ionik
Hidrasi :
Serabut-serabut lensa yang
terbentuk lebih dahulu akan
terdorong ke arah tengah sehingga
bagian tengah menjadi lebih padat
(yang disebut nucleus), mengalami
dehidrasi serta penimbunan
kalsium dan pigmen
Sklerosis :
Bermacam teori :
Teori putaran biologik (A biologic clock).
Jaringan embrio manusia dapat membelah diri 50 kali mati.
Imunologis; dengan bertambah usia akan bertambah cacat
imunologik yang mengakibatkan kerusakan sel.
Teori mutasi spontan.
Teori A free radical
Free radical terbentuk bila terjadi reaksi intermediate reaktif kuat.
Free radical dengan molekul normal mengakibatkan degenerasi.
Free radical dapat dinetrralisasi oleh antioksidan dan vitamin E
Teori A Cross-link.
Ahli biokimia mengatakan terjadi pengikatan bersilang asam nukleat
dan molekul protein sehingga mengganggu fungsi.

Kristalin
dan
MODIFIKASI
High molecular
weight protein
Meningkatkan
pigmentasi
Menghamburkan
cahaya
Menurunkan
transparansi
Lensa menjadi
keruh
Faktor resiko katarak:
Usia (penuaan)
Paparan sinar UV
Infeksi intrauterine
Trauma
Metabolik (DM)
merokok

Perubahan struktur
korteks
Hidrasi sel-sel lensa
Kerusakan sel-sel korteks
Kepadatan lensa
berkurang
Lensa menjadi keruh
Sinar sejajar masuk
Tidak bisa difokuskan
Penurunan visus
penglihatan
Diabetes melitus

Glukosa meningkat
Glukosa di aquous
juga meningkat
Difusi masuk ke
lensa
Dikonversi oleh
enzim aldose
reduktase menjadi
sorbitol
Sorbitol tidak bisa
dimetabolisme di
lensa
Tekanan osmotik
meningkat
hidrasi
rokok
3 hydroxykynurinine
chompores
Kekuningan
pada lensa
sianat
Denaturasi
protein
Anamnesis

Pemeriksaan
oftalmologi
Diagnosis
Diagnosis
Mengetahui visus

Snellen chart
Kekeruhan lensa
Shadow test
Pen light
Matur : refleks fundus (-)
Insipien & imatur: kekeruhan kehitaman dengan latar
belakang jingga
oftalmoskop
Evaluasi tebal, luas, lokasi kekeruhan lensa, dan posisi lensa
Slit lamp
TATA LAKSANA
TINDAKAN
BEDAH
ICCE
ECCE
PHACOEMULSIFICATION
SICS
INDIKASI
BEDAH
visus
medis kosmetik
ICCE
(Intracapsular Cataract Extraction)
Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan
seluruh lensa bersama kapsul
Indikasi : subluksasio lensa dan dislokasi
Kontra indikasi :
1. Absolut : anak dan dewasa muda, katarak
traumatik dengan ruptur kapsul
2. Relatif : miopia tinggi, katarak morgagni
ECCE
phacoemulsification
SICS
(Small Incision Cataract Surgery)
KOMPLIKASI PASCA BEDAH
Jangka Pendek Jangka Panjang
Infeksi pada mata
Perdarahan pada kornea
(hifema)
Edema papil
Edema kornea
Rupture kapsul lensa
Ablasio retina
Fotosensitif
Dislokasi IOL
Kekeruhan pada kapsul lensa
Ablasio retina
Astigmatisma
Glaukoma
PROGNOSIS
Anak-anak yang memerlukan pembedahan tidak
sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis
Ambliopia dan kadang-kadang anomali saraf
optikus atau retina membatasi tingkat
pencapaian penglihatan
Katarak senilis cepat terdeteksi + mendapatkan
pengobatan + pembedahan 95 % penderita
dapat melihat kembali dengan normal.

KESIMPULAN
Katarak adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, yang menghalangi
sinar masuk ke dalam mata. Katarak masih merupakan penyebab
kebutaan paling banyak di Indonesia.
kekeruhan pada lensa ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara
lain usia, trauma, lingkungan, obat-obatan, dan infeksi.
penderita katarak kerap kali mengeluhkan pandangan berkabut seperti
tertutup asap atau pandangannya mulai kabur.
Patofisiologi terjaidnya kekeruhan lensa pada katarak, secara garis besar
disebabkan oleh perubahan struktur korteks lensa yang mengakibatkan
perubahan komponen lensa dan pada akhirnya terjadi kekeruhan lensa.
Satu-satunya terapi untuk katarak adalah dengan jalan operasi. Saat ini
dikenal 3 model operasi, yaitu ICCE, ECCE, dan fakoemulsifikasi.
Katarak yang didiagnosis dan ditangani dengan tepat dan segera akan
memberikan prognosis yang lebih baik bagi fungsi penglihatan
penderitanya.