Anda di halaman 1dari 28

Oleh:

Meriana Puspita
G1A 212007

Pembimbing:
dr. Alfindra Tamin Sp.S
PENDAHULUAN
Komplikasi kronis Diabetes Melitus (DM).
Risiko : infeksi berulang, ulkus yang tidak sembuh
sembuh dan akhirnya amputasi jari atau kakiangka
kesakitan dan kematian, meningkatnya biaya
pengobatan pasien DM dengan ND.
Patogenesis ND belum jelashiperglikemia persisten
merupakan faktor primer

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
gg pada syaraf perifer, otonom dan syaraf cranial
diabetes melitus kerusakan mikrovaskuler meliputi
pembuluh darah yang kecil-kecil yang memperdarahi
syaraf (vasa nervorum).
gg neuropati ini termasuk manifestasi somatik dan
atau otonom dari sistem saraf perifer.



Epidemiologi
66% pasien DM tipe 1 dan 59% pasien dengan DM tipe 2.
ND 20% nyeri, hilangnya sensasi, mati rasa 3 bulan.
Komplikasi ulkus pada kaki 15% pasien 85%
diamputasi

Etiologi
Idiopatik

Faktor resiko dari neuropati diabetik termasuk
didalamnya yaitu
keparahan dan durasi dari diabetes melitus (DM),
merokok
komplikasi lain retinopati dan nefropati.

Patofisiologi

Hiperglikemi dan meningkatnya fluks
akumulasi sorbitol dan fruktosa di intraseluler, dengan reduksi aktivitas Na+/K+-ATPas

aktivasi protein kinase C, gangguan metabolisme asam lemak, dan stres oksidatif
kerusakan dan gangguan fungasi endotel mikrovaskuler
hipoperfusi, dengan hyalinisasi dan hiperplasia maladaptif dari vasa nervorum
disfungsi progresif dari serabut saraf kecil dan besar
Klasifikasi manifestasi Neurophaty Diabetik
Somatic (peripheral) Neuropathy
lengan dan tungkai
kelemahan otot dan hilangnya reflekstumit
perubahan cara jalan dan deformitas hammertoes
dan kollaps dari midfoot.
Visceral neuropathy
mengenai saraf yang mengontrol jantung, mengurus
tekanan darah dan mengatur kadar gula darah, juga
mengenai organ dalam gangguan pencernaan,
pernafasan, miksio, respon seksual dan penglihatan.
sistem yang memperbaiki kadar gula hilangnya
tanda-tanda peringatan terjadinya hipoglikemi seperti
keringat dingin dan palpitasi.
Menurut Perjalanan Penyakitnya
Neuropati fungsional/subklinisperubahan
biokimiawi kel. patologik (-)
Neuropati structural/klinis kerusakan structural
serabut saraf.
Kematian neuron/ tingkat lanjut n kepadatan
serabut saraf akibat kematian neuron.
irreversible distal menuju ke proksimal, perbaikan
proksimal ke distal.
Oleh karena itu lesi distal paling banyak ditemukan,
seperti polineuropati simetris distal

Menurut Jenis Serabut Saraf Yang Terkena Lesi
Neuropati Difus
Polineuropati sensori motor simetris distal
Neuropati otonom :neuropati sudomotor, neuropati
otonom kardiovaskular, neuropati gastroinstestinal,
neuropati genitourinaria.
Neuropati Lower Limb Motor simetris proksimal
(amiotropi)
Neuropati Fokal
Neuropati cranial
Radikulopati /pleksopati
Entrapment neuropati

Berdasarkan anatomi serabut saraf perifer motorik,
sensorik dan system autonom.
Manifestasi klinis ND bergantung dari jenis serabut
saraf yang mengalami lesikesemutan ; kebas, tebal ;
mati rasa ; rasa terbakar ; seperti ditusuk ; disobek,
ditikam.

Gejala Klinis
Polineuropati sensorik-motorik simetris
fungsi sensorik secara progresif dan fungsi
motorik pada bagian distal yang berkembang
kearah proksimal (kaki, lalu memanjang ke atas)
distribusi mati rasa, kehilangan sensorik,
dysesthesia dan nyeri waktu malam terbakar,
menusuk sensasi, pegal (-) merasakan ketika
mereka menginjak benda asing, seperti serpihan,
atau menggunakan sepatu yang tidak pas
ukurannya kesempitan.

Neuropati otonom
SS otonom tdd saraf menginervasi jantung, sistem
pencernaan dan sistem genitourinari.
Mempengaruhi salah satu sistem organ hipotensi
ortostatik, atau pingsan saat berdiri.
Sal.Cerna gastroparesis, mual, kembung, dan diare.
obat oral penyerapan obat-obatan sangat
dipengaruhi oleh pengosongan lambung tertunda.
hipoglikemia bila agen diabetes oral diambil sebelum
makan dan tidak bisa diserap sampai jam.
Gerakan lamban dari usus kecil pertumbuhan
bakteri yang berlebihan+hiperglikemia kembung,
gas dan diare.

Gejala urin meliputi frekuensi, urgensi kemih,
inkontinensia dan retensiinfeksi saluran kemih
sering terjadi divertikula kandung kemih, batu,
nefropati refluks.

Mononeuropati
Terjadi secara cepat dan biasanya lebih cepat pula untuk
kembali membaiknervi craniales, ulnaris, medianus,
radialis, femoralis, peroneus, dan kutaneus femoralis.
Pada N. Spinalis
mendadak.
N. Iskhiadikus, N. Ulnaris, N. Medianus, N. Radialis, N.
Femoralis, N. Kutaneus Femoralis sensorik, motorik
atau gangguan sensorik sekaligus motorik+rasa nyeri di
saraf yang bersangkutan.
prognosa lebih baik dibandingkan dengan polineuropati
diabetic simetris.
Pada N. Kranialis
N. Okulomotorius, N. Abdusen, N. Optikus,
nyeri
lesi N.III dan nyeri dibelakang bola mata aneurisma
sirkulus arteriosus willisi.
N. II neuritis retrobulbaris papilla alba.

ND bisa gejala sensorik, motorik dan otonom
Gejala sensorik gejala negatif atau positif, difus
atau lokal.
- negatif : rasa tebal, baal, gangguan berupa sarung
tangan/kaus kaki (glove and stocking), seperti
berjalan diatas tongkat jangkungan dan
kehilangan keseimbangan terutama bila mata
ditutup dan luka luka yang tidak merasa sakit.
- positif : rasa seperti terbakar, nyeri yang menusuk,
rasa seperti kesetrum, rasa kencang dan
hipersensitif terhadap rasa halus

Gejala motorik kelemahan yang distal, proksimal
atau fokal gg koordinasi halus dari otot-otot
tangan, tak dapat membuka kaleng atau memutar
kunci, memukul-mukul kaki dan lecetnya jari-jari
kaki.
proksimal gg menaiki tangga, kesukaran bangun
dari posisi duduk atau berbaring, jatuh karena
lemasnya lutut dan kesukaran mengangkat lengan di
atas pundak.
Diagnosis
Polineuropati sensori-motor simetris distal atau distal
symmetrical sensorymotor polyneuropathy (DPN)
paling sering terjadi fungsi sensorik secara progresif
dan fungsi motorik (lebih jarang) yang berlangsung pada
bagian distal yang berkembang kearah proksimal.
Diagnosis neuropati perifer diabetik dalam praktek sehari-
hari, sangat bergantung pada ketelitian pengambilan
anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Pada evaluasi tahunan:
Refleks motorik
Fungsi serabut saraf besar dengan tes kuantifikasi
sensasi kulit seperti tes rasa getar (biotesiometer) dan
rasa tekan (estesiometer dengan filament mono
Semmes-Weinstein)
Fungsi serabut saraf kecil dengan tes sensasi suhu
Untuk mengetahui dengan lebih awal adanya
gangguan hantar saraf dapat dikerjakan
elektromiografi

(parasimpatis dan simpatis) atau diabetic autonomic
neuropathy (DAN)
Uji komponen parasimpatis :
Tes respons denyut jantung dengan maneuver valsava
Variasi denyut jantung (interval RR) selama nafas
dalam (denyut jantung maksimum minimum)
Uji komponen simpatis DAN dilakukan dengan :
Respons tekanan darah terhadap berdiri (penurunan
sistolik)
Respons tekanan darah terhadap genggaman
(peningkatan diastolik).

PEMERIKSAAN PENUNJANG
ENMG (Elektroneuromiografi) kecepatan hantar
saraf. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk
mengetahui ada tidaknya abnormalitas fungsi sistim
saraf perifer kombinasi antara pemeriksaan Elektro
neurografi ( ENG), yang juga disebut pemeriksaan
konduksi saraf. Terdiri dari kecepatan hantar saraf
(KHS) motoris, sensasis & respon lambat. Serta
pemeriksaan Elektro miografi (EMG), yang disebut
pula pemeriksaan aktifitas listrik.
membantu menentukan diagnosis topis, patologis,
prognosis dari kelainan susunan saraf tepi.

Penatalaksanaan
3 Langkah :
Edukasi dan diagnosis ND sedini mungkin,
kendali glikemik dan perawatan kaki sebaik-baiknya
pengendalian keluhan neuropati/ nyeri neuropati
diabetik setelah strategi kedua dikerjakan.

Terapi medikamentosa
Golongan aldolase reductase inhibitor, yang berfungsi
menghambat penimbunan sorbitol dan fruktosa
Penghambat ACE
Neutropin
Nerve growth factor
Brain-derived neurotrophic factor
Alpha Lipoic Acid, suatu antioksidan kuat yang dapat
membersihkan radikal hidroksil, superoksida dan
peroksil serta membentuk kembali glutation

Pedoman tatalaksana neuropati diabetik dengan
nyeri, diantaranya :
NSAID (ibuprofen dan sulindac)
Antidepresan trisiklik (amitriptilin, imipramin,
nortriptilin, paroxetine)
Antikonvulsan (gabapentin, karbamazepin)
Antiarimia (mexilletin)
Topikal : capsaicin, fluphenazine, transcutaneous
electrical nerve stimulation

PROGNOSIS
Prognosis tergantung dari usia
lamanya pasien menderita diabetes mellitus, adanya
infeksi yang berat, derajat kualitas sirkulasi, dan
keterampilan dari tenaga medis atau paramedis.
perbaikan total sulit bisa dicapai.

Video proses terjadinya ND

Kesimpulan
Neuropati diabetic merupakan salah satu komplikasi
kronik DM dengan prevalensi dan manifestasi klinis amat
bervariasi.
hiperglikemia berkepanjangan sebagai komponen faktor
metabolik merupakan dasar utama pathogenesis ND.
diagnosis diikuti pengendalian glukosa darah dan
perawatan kaki sebaik-baiknya. Usaha mengatasi keluhan
nyeri pada dasarnya bersifat simtomatis, dilakukan dengan
memberikan obat yang bekerja sesuai mekanisme yang
mendasari keluhan tersebut. Pendekatan non farmakologis
termasuk edukasi sangat diperlukan, mengingat perbaikan
total sulit bisa dicapai.