Anda di halaman 1dari 48

PEMERIKSAAN USG OBSTETRI

GENERAL REVIEW
Bambang Karsono
Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI
J a k a rt a
BIOEFEK GELOMBANG ULTRASONIK
(EKSPERIMENTAL)
Pengaruh gelombang ultrasonik thd jaringan tubuh

1. Pengaruh panas (efek thermal)
- Akibat absorbsi gelombang ultrasonik oleh jaringan tubuh.
- Eksperimen pada masa organogenesis: cacat bawaan,
pertumbuhan terhambat, kematian janin.
- Merusak jaringan bila
- Peningkatan suhu mencapai > 41 C.
- Suhu meningkat > 2 C dar isuhu normal.
- Hindari pemeriksaan USG pada pasien yg demam.
BIOEFEK GELOMBANG ULTRASONIK
(EKSPERIMENTAL)
2. Kavitasi (efek mekanis)
- Terjadi pada medium yang mengandung microbubble
spt. darah, urine, cairan amnion.
- Eksperimen: terjadi lisis sel, kerusakan kromosom,
pembentukan radikal bebas, kerusakan sistem enzim.
BIOEFEK GELOMBANG ULTRASONIK
Pemeriksaan dgn USG komersial:
- Intensitas lebih rendah dari USG eksperimental.
- Pemeriksaan dgn cara scanning
- lama pemaparan lebih singkat.
- Perfusi jaringan tubuh.
- Gerakan janin.

Tidak terbukti memberikan efek merusak pada janin.

Hati-hati dgn pemeriksaan Doppler.

ALARA - As Low As Reasonably Achievable.
PEMERIKSAAN USG OBSTETRI
Jenis pemeriksaan USG :
2-D: B-mode gray-scale real-time
Doppler: Color/Power Doppler
Pulsed Doppler
3-D: static
real-time (4-D)

Cara pemeriksaan:
Transabdominal (3 - 5 MHz).
Transvaginal ( 7.5 MHz)
PERSIAPAN PEMERIKSAAN USG
Informed consent.

USG transabdominal
Terutama digunakan pada trimester II & III.
Posisi pemeriksa dan mesin/monitor USG.

USG transvaginal
Terutama digunakan pada trimester I.
Posisi pemeriksa dan mesin/monitor USG.
Pemasangan & pelepasan penutup transduser (kondom).
Insersi transduser.
Pendamping wanita (chaperone).
POSISI PEMERIKSA - MESIN - PASIEN

PEMERIKSAAN USG TRANSVAGINAL
Kontraindikasi USG transvaginal
Pasien virgin.
Pasien menolak.
Striktur vagina.
Perdarahan per vaginam banyak.
Infeksi vagina.

g pemeriksaan dapat dilakukan melalui rektal (transrektal).
PEMERIKSAAN USG OBSTETRI
RUTIN vs. SELEKTIF


WHO - Pemeriksaan USG rutin pada kehamilan < 24 minggu
terbukti aman dan efektif

(WHO Regional Office for Europe. What is the effectiveness of antenatal care?
December, 2005)

ACOG - Pemeriksaan USG rutin paling optimal dikerjakan
pada kehamilan 18-20 minggu.
INDIKASI PEMERIKSAAN USG TRIMESTER I
Konfirmasi kehamilan intrauterin.
Penentuan usia kehamilan.
Suspek kehamilan ektopik.
Evaluasi perdarahan per vaginam.
Evaluasi nyeri pelvik.
Diagnosis kehamilan kembar.
Konfirmasi denyut jantung.
Kelainan kromosomal: NT, tulang hidung.
Suspek kehamilan mola.
Membantu tindakan intervensi: CVS.
Suspek kelainan uterus dan adneksa.
PEMERIKSAAN USG STANDARD TRIMESTER I
(AIUM Guidelines - Antepartum Obstetric, June 4, 2003)
1. Kantung gestasi: letak, diameter.

2. Yolk sac.

3. Mudigah/janin:
- Biometri: CRL, DBP.
- Tanda kehidupan.
- Jumlah mudigah/janin
- kehamilan kembar: korionisitas & amnionisitas.

4. Evaluasi uterus (termasuk serviks), struktur adneksa, dan
kavum Douglasi.
INDIKASI PEMERIKSAAN USG TRIMESTER II & III
Penentuan usia kehamilan
Evaluasi pertumbuhan janin
Evaluasi perdarahan per vaginam
Konfirmasi inkompetensi serviks
Evaluasi serklase
Evaluasi nyeri pelvik/abdomen
Penentuan presentasi janin
Evaluasi kehamilan kembar
Perbedaan besar uterus dengan
usia kehamilan
Suspek IUFD
Evaluasi tumor pelvik
Suspek kehamilan mola
Penilaian kesejahteraan janin
Evaluasi cairan amnion
Evaluasi plasenta
Evaluasi talipusat
Evaluasi kelainan kongenital
Evaluasi kehamilan ektopik
Membantu tindakan versi luar
Suspek kelainan uterus
Tindakan amniosentesis
PEMERIKSAAN USG STANDARD TRIMESTER II & III
(AIUM Guidelines - Antepartum Obstetric, June 4, 2003)
1. Evaluasi tanda kehidupan.
2. Evaluasi jumlah janin
- Pada kehamilan kembar: korionisitas, biometri, seks.
3. Presentasi janin.
4. Penilaian jumlah cairan amnion.
5. Plasenta: letak, morfologi.
6. Penentuan usia kehamilan: DBP, lingkar kepala, femur, dll.
7. Penentuan besar janin (trimester III): lingkar abdomen.
8. Survei anatomi janin.
9. Evaluasi uterus dan struktur adneksa.
PEMERIKSAAN USG STANDARD TRIMESTER II & III
Survei anatomi janin
- Kraniofasial: ventrikel lateral, pleksus khoroid, serebelum,
falks serebri, sisterna magna, kavum septum pelusidum,
bibir atas.
- Toraks: 4 chamber view.
- Abdomen: lambung, ginjal, vesika, insersi talipusat,
jumlah pembuluh darah talipusat.
- Spina: servikal, torakal, lumbal, dan sakral.
- Ekstremitas: ada-tidaknya kaki dan lengan.
- Jenis kelamin (pada kehamilan kembar).
ULTRASONOGRAFI
Temuan USG yang berkaitan dengan kelainan kongenital:

Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.

Kelainan morfologi bentuk tubuh & struktur organ janin.

Ukuran biometri janin abnormal.

Ukuran/volume plasenta abnormal.

Arteri umbilikal tunggal (single umbilical artery).

Aktivitas biofisik janin berkurang.
TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal:
Oligohidramnion
Polihidramnion.
OLIGOHIDRAMNION
Etiologi

Kelainan kongenital.

Pertumbuhan janin terhambat.

Ketuban pecah.

Kehamilan postterm.

Disfungsi plasenta.

Obat: anti-prostaglandin (indomethacin).
OLIGOHIDRAMNION & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang menyebabkan oligohidramnion

Kelainan saluran kemih:
- agenesis renal bilateral
- ginjal multikistik bilateral
- ginjal polikistik bilateral
- obstruksi urethra

Kelainan kromosom:
- triploidi
- trisomi 13; 18
OLIGOHIDRAMNION & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital janin
OLIGOHIDRAMNION
Kelainan kongenital janin
- hipoplasia toraks/paru
- deformitas skelet & wajah
POLIHIDRAMNION
Etiologi

Kelainan kongenital.

Diabetes mellitus.

Janin besar.

Kehamilan kembar.

Idiopatik.
POLIHIDRAMNION
Terjadi biasanya setelah kehamilan 24 minggu.

Polihidramnion ringan:
- penyakit ibu ( 20%)
- kelainan janin ( 20%)
- idiopatik ( 60%)

Polihidramnion berat:
> 75% disertai kelainan janin
>1/3 merupakan kelainan TGI
obstruksi TGI bagian atas.
POLIHIDRAMNION & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang menyebabkan polihidramnion

Kelainan kraniospinal:
- anensefalus
- hidrosefalus
- spina bifida
- encephalocele, dsb.

Kelainan gastrointestinal:
- atresia saluran cerna bagian atas
- omphalocele
- gastroschisis
- hernia diafragmatika, dsb.
POLIHIDRAMNION & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang menyebabkan polihidramnion

Hidrops fetalis.

Kelainan skelet:
- thanatophoric dysplasia
- osteogenesis imperfekta
- achondrogenesis, dsb.

Kelainan ginjal (unilateral):
- obstruksi ureteropelvik
- ginjal multikistik
- nephroma
- kista ginjal, dsb.
POLIHIDRAMNION & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang menyebabkan polihidramnion

Kelainan kromosom: trisomi 13; 18; 21
TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT)
Etiologi

Insufisiensi uteroplasenta.

Kelainan kongenital.

Infeksi kongenital (TORCH, HIV, sifilis, dsb.).

Alkohol, rokok, narkotik, obat, dsb.

Dll.
PJT & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang sering menyebabkan PJT

Kelainan kromosom:
- trisomi 18; 13; 21
- sindroma Turner (45 X/0)

Kelainan ginjal oligohidramnion

Neural tube defect (NTD)

Short-limb dysplasia

Kelainan jantung
TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.

Kelainan morfologi bentuk tubuh & struktur organ janin.
KELAINAN BENTUK TUBUH JANIN
Kelainan bentuk wajah dan kraniospinal:
- labio/palatoschisis - cloverleaf skull
- low-set ear - micrognathia
- anensefalus - encephalocele
- lemon sign - spina bifida, dsb.


Kelainan bentuk toraks:
- displasia
- ektopiacordis
- bell shape, dsb.
KELAINAN BENTUK TUBUH JANIN
Kelainan bentuk abdomen:
- omphalocele
- gastroschisis, dsb.

Kelainan bentuk ekstremitas:
- ekstensi - kontraktur
- short-limb - fraktur
- clubfoot (talipes) - polidaktili
KELAINAN BENTUK TUBUH JANIN
Kelainan alat kelamin:
- ambiguous genitalia
- hipospadia
- cryptorchidism (undescended testes)

sering dijumpai pada kelainan kromosom:
- trisomi (13; 18; 21)
- triploidi
KELAINAN STRUKTUR ORGAN JANIN
Intrakranial:
- dilatasi (ventrikel, sisterna magna)
- agenesis (korpus kalosum, serebelum)
- kalsifikasi
- perdarahan
- kista, tumor, dsb.

Intrathorakal:
- efusi (pleural, perikardial)
- malformasi adenomatoid kistik paru
- hernia diafragmatika
- kelainan jantung, dsb.
KELAINAN STRUKTUR ORGAN JANIN
Intraabdominal:
- asites
- hepatomegali
- multiple bubble
- dilatasi usus besar
- kelainan ginjal
- tumor, dsb.

TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.

Kelainan bentuk tubuh janin.

Kelainan morfologi struktur intrafetal.

Ukuran biometri janin abnormal.
ABNORMALITAS BIOMETRI JANIN
Kepala:

- makro-/mikrosefalus
- brakhi-/dolikhosefalus
- hiper-/hipotelorisme


Thoraks:

- lingkar toraks kecil (hipoplasia paru, thanatophoric dysplasia)
- rasio kardio/toraks besar (kardiomegali)
ABNORMALITAS BIOMETRI JANIN
Abdomen:
- lingkar abdomen kecil (PJT, hernia diafragmatika, omphalocele,
gastroschisis)
- lingkar abdomen besar (asites, hepatomegali, ginjal polikistik)

Ekstremitas:
- short-limb (thanatophoric dysplasia, osteogenesis imperfekta,
achondrogenesis, campomelic dysplasia, trisomi 18, trisomi 21)
TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.

Kelainan bentuk tubuh janin.

Kelainan morfologi struktur intrafetal.

Ukuran biometri janin abnormal.

Ukuran/volume plasenta abnormal.
ABNORMALITAS UKURAN/VOLUME PLASENTA &
KELAINAN KONGENITAL
Plasenta membesar/menebal (plasentomegali):
- hidrops fetalis
- twin-to-twin transfusion syndrome
- teratoma sakro-koksigeal
- kelainan kromosom

Plasenta mengecil/menipis:
- pertumbuhan janin terhambat
- kelainan kromosom
TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.

Kelainan bentuk tubuh janin.

Kelainan morfologi struktur intrafetal.

Ukuran biometri janin abnormal.

Ukuran/volume plasenta abnormal.

Arteri umbilikal tunggal (single umbilical artery).
SINGLE UMBILICAL ARTERY
Hubungannya dengan janin

Kelainan kongenital (20 - 50%).

Janin normal.

Prematuritas.

Pertumbuhan janin terhambat.

SINGLE UMBILICAL ARTERY & KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang sering dijumpai

Kelainan muskuloskeletal

Kelainan urogenital

Kelainan jantung

Kelainan gastrointestinal

Kelainan kraniospinal

Kelainan kromosom: - trisomi18 (> 80%)
- trisomi13 (10-50%)
- sindroma Turner
- triploidi
TEMUAN ULTRASONOGRAFI YANG BERKAITAN
DENGAN KELAINAN KONGENITAL
Volume cairan amnion abnormal.

Pertumbuhan janin terhambat.

Kelainan bentuk tubuh janin.

Kelainan morfologi struktur intrafetal.

Ukuran biometri janin abnormal.

Ukuran/volume plasenta abnormal.

Arteri umbilikal tunggal (single umbilical artery).

Aktivitas biofisik janin berkurang.
Penilaian Profil Biofisik Janin (modifikasi Manning)

Variabelbiofisik Normal(skor=2) Abnormal(skor=0)

Gerakannafasjanin Terdapat1GNJ,lamanya TidakterdapatGNJ,atautidakadaGNJyang


(GNJ) >30detik. Lamanya>30detik.

Gerakanjanin Terdapat3gerakantubuh Terdapat<3gerakantubuhatauekstremitas.


atauekstremitas.

Tonusjanin Terdapat1episodeekstensi Terdapatgerakanekstensiyangpasifdiikuti


danfleksiyangaktifdariekstre- gerakanfleksiparsial,atauekstremitastetap
mitas. dalamekstensi,dantidakadagerakanjanin.
Terdapatgerakanjaritangan
membukadanmenutup.

Denyutjantungjanin Terdapat2akselerasiDJJ Terdapat<2akselerasiDJJatauakselerasi
(DJJ) >15dpm,lamanya>15detik <15dpm.
yangmenyertaigerakanjanin.

Volumecairan Terdapat1kantungamnion Tidakterdapatkantungamnion,atau
amnion berdiameter2cm diameternya<2cm.

Catatan: 1.Lamapemeriksaan30menit.
2.Skorprofilbiofisikberkisarantara010.

AKTIVITAS BIOFISIK JANIN BERKURANG


Etiologi

Hipoksia/asfiksia janin.

Kelainan kongenital.

Pertumbuhan janin terhambat.

Infeksi intrauterin (khorioamnionitis).
AKTIVITAS BIOFISIK JANIN BERKURANG &
KELAINAN KONGENITAL
Kelainan kongenital yang disertai aktivitas biofisik berkurang

Hidropsfetalis.

Kelainan kongenital yang disertai oligohidramnion.

Kelainan sistem saraf pusat.

Kelainan jantung.
DOKUMENTASI & LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN USG
1. Dokumentasi
- Print out.
- Foto polaroid.
- CD, flash dish, dsb.

2. Laporan hasil pemeriksaan
- Pemeriksaan standard.
- Pemeriksaan terbatas.
- Pemeriksaan spesialistik.
DOKUMENTASI
Pada gambar/foto USG dicantumkan:
- Identitas pasien.
- Tanggal pemeriksaan.
- Nama dan tempat pemeriksa.
- Orientasi gambar (body mark).
- Hasil pengukuran.
- Keterangan singkat bagian janin yg dianggap penting.

Gambar/foto USG harus dibuat sebaik dan sejelas mungkin.
terima kasih .