Anda di halaman 1dari 28

KERAJAAN- KERAJAAN I SLAM

DI I NDONESI A
A. Kerajaan Perlak
Menurut Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963,
kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Perlak.
Bukti sejarah adanya kerajaan Islam pertama di Indonesia
dilaporkan oleh Marco Polo dari Venezia yang singgah di
Kerajaan Perlak dalam perjalanan pulang ke Italia tahun 1922.
Dengan demikian, semakin kuatlah kesimpulan bahwa
kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Perlak.
ASPEK POLI TI K
Sultan Perlak ke-17, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin
Shah II Johan Berdaulat, melakukan politik persahabatan dengan
negeri-negeri tetangga. Ia menikahkan dua orang puterinya dengan para
pemimpin kerajaan tetangga.
Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Raja Kerajaan Malaka, Sultan
Muhammad Shah (Parameswara) dan Putri Ganggang dinikahkan
dengan Raja Kerajaan Samudera Pasai, al-Malik al-Saleh.
Kesultanan Perlak berakhir setelah Sultan yang ke-18, Sultan
Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat meninggal pada
tahun 1292. Kesultanan Perlak kemudian menyatu dengan Kerajaan
Samudera Pasai di bawah kekuasaan sultan Samudera Pasai yang
memerintah pada saat itu, Sultan Muhammad Malik Al Zahir yang
juga merupakan putera dari al-Malik al-Saleh.
ASPEK EKONOMI
Kerajaan Perlak merupakan negeri yang terkenal sebagai
penghasil kayu Perlak, yaitu kayu yang berkualitas bagus
untuk kapal. Posisi strategis dan hasil alam yang melimpah
membuat Perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang
maju, sehingga perlak sering disinggahi oleh jutaan kapal dari
Arab, Persia, Gujarat, Malaka, Cina, serta dari seluruh
kepulauan nusantara.
Disamping itu, Perlak merupakan kerajaan yang sudah maju.
Hal ini terlihat dari adanya mata uang. Mata uang Perlak yang
ditemukan terbuat dari emas (dirham), perak (kupang), dan
tembaga atau kuningan.





ASPEK SOSI AL DAN BUDAYA
Masuknya para pedagang dan singgahannya kapal-kapal asing
menyebabkan masyarakat islam berkembang melalui perkawinan
campuran antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.
Kelompok pendatang bermaksud menyebarluaskan misi Islamisasi
dengan cara menikahi wanita-wanita setempat. Sebenarnya tidak
hanya itu saja, pernikahan campuran juga dimaksudkan untuk
mengembangkan sayap perdagangan dari pihak pendatang di daerah
ini.
KERAJAAN SAMUDERA
PASAI
ASPEK POLITIK
Kerajaan Samudra Pasai dibangun oleh Nazimudin Al Saleh Raja
pertamanya ialah Marah Silu dengan gelar Sultan Malik (1285-
1297) Pengganti Sultan Malik adalah Sultan Muhammad (Sultan
Malik al Thahir) Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad, ia
berhasil menyatukan Kerajaan Perlak dengan Kerajaan Samudra
Pasai Raja terakhir Kerajaan Samudra Pasai adalah Sultan
Zainal Abidin Pada masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin,
wilayah Samudra Pasai meluas sampai ke daerah Kedah (di
Semenanjung Malaya)
ASPEK EKONOMI
Letaknya yang strategis menyebabkan pelabuhan
Samudra Pasai ramai dikunjungi pedagang mancanegara
Sudah menggunakan mata uang emas yang disebut
dengan Deureuham (Dirham)
ASPEK SOSIAL BUDAYA
Kehidupan bermasyarakat dan bernegara Kerajaan
Samudra Pasai diatur dengan aturan dan hukum-hukum
Islam Keberadaan agama Islam dipengaruhi oleh
perkembangan Islam di timur tengah Kehidupan sosial
masyarakatnya merupakan campuran Islam dengan adat
istiadat setempat
MASJID-MASJID

NO KAB/KOTA KECAMATAN NAMA MASJID ID MASJID JENIS MASJID ALAMAT
1 2 3 4 5 6 7
1. KAB. KARIMUN Meral Masjid Agung
Kabupaten Karimun
01.2.10.02.04.00001
0
Masjid Agung Jl. Poros Kel. Sungai
Raya Kec. Meral
2. KOTA LUBUK
LINGGAU
Lubuk Linggau Barat
II
Masjid Agung As-
Salam
01.2.06.14.06.00000
8
Masjid Agung Kelurahan Pasar
Pemiri Kecamatan
Lubuk Linggau Barat
II Kota Lubuk Linggau
3. KAB. BARITO UTARA Teweh Tengah Masjid AT-TAQWA 01.2.21.05.05.00000
2
Masjid Agung JL.MANGKUSARI
4. KAB. SERUYAN Seruyan Hilir Masjid Nurul Yaqin 01.2.21.07.01.00000
4
Masjid Agung JL. Diponegoro
5. KAB.
KOTAWARINGIN
TIMUR
Mentawa Baru
Ketapang
Masjid Al-Falah 01.2.21.02.06.00000
1
Masjid Agung Jl. Ahmad Yani
Sampit
6. KAB. SIDOARJO Sidoarjo Masjid AGUNG 01.2.16.15.08.00002
7
Masjid Agung JL SULTAN AGUNG
SIDOARJO
MAGERSARI
SIDOARJO
7. KAB. BARITO
SELATAN
Dusun Selatan Masjid Baiturrahman 01.2.21.04.06.00000
4
Masjid Agung Jl. Pelita Raya Buntok
8. KAB. SUMENEP Kota Sumenep Masjid AGUNG 01.2.16.29.01.00000
2
Masjid Agung JL. TRUNOJOYO
BANGSELOK
SUMENEP
9. KOTA SURABAYA Genteng Masjid AL-MUHAJIRIN 01.2.16.37.07.00001
0
Masjid Agung Merto 25-27
10. KAB. SOPPENG Lalabata Masjid Darussalam 01.2.26.12.04.00000
1
Masjid Agung Jl. Pengayoman No. 2
Watansoppeng
Kelurahan Botto
MASJID RAYA
BAITURRAHMAN
Sebelum dibangun kembali masjid raya Baiturrahman merupakan
peninggalan kerajaan aceh pada abad 15 M, terletak dijatung kota ibukota
provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya dikota Banda Aceh. Sewaktu
Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar,
kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai
penggantinya
MASJID AGUNG BANTEN
Salah satu masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Banyak
loh para peziarah yang datang, bukan hanya dari banten dan jawa barat, tapi
banyak juga dari daerah di pulau jawa. Yang menjadi ciri khas Masjid Agung
Banten ini adalah atap bangunan yang bertumpuk lima mirip dengan pagoda
china yang didesain oleh Tjek Ban Tjut. disamping itu ada juga menarah
setinggi 24 meter yang terbuat dari batu bata dengan anak buah tangga
berjumlah 83.Dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan
adzan, menara ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan senjata. Di
masjid ini terdapat kompleks pemakaman para sultan-sultan.

MASJID AGUNG CIREBON
Sebuah masjid yang terletak di dalam kompleks Keraton
Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Masjid dengan ciri
khas yang terletak pada atapnya yang tidak memiliki kemuncakk
atap sebagaimana yang lazim ditemui pada atap masjid-masjid di
Pulau Jawa. Masyarakat Cirebon tempo dulu terdiri dari berbagai
etnik. Hal ini dapat dilihat pada arsitektur Masjid Agung Sang Cipta
Rasa yang memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon.

MASJID MENARA KUDUS
Sebuah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi
atau tahun 956 Hijriah dengan menggunakan batu Baitul Maqdis dari
Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini terletak di desa Kauman,
kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tentunya masjid ini
mempunya ciri khas yaitu menara yang serupa atau mirip bangunan candi,
dan tahukah anda bahwa mesjid ini adalah perpaduan antara budaya
Islam dengan budaya hindu. Dan untuk menyambut bulan ramadan
biasanya masjid ini menjadi pusat keramaian pada festival dhandhangan
MASJID AGUNG DEMAK
Masjid ini terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Konon
katanya masjid ini dijadikan tempat berkumpul para wali yang menyebarkan
agama islam dipulau jawa. Masjid ini didirikan oleh Raden Patah yaitu raja
pertama kesultanan Demak bersama para wali. Terdapat bangunan-
bangunan induk dan serambi. Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung
Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para
abdinya. Juga terdapat Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai
hal mengenai riwayat Masjid Agung Demak.
MASJID SUNAN AMPEL
Sebuah masjid kuno yang terletak di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir,
kota Surabaya, Jawa Timur ini mempunyai luas 120 x 180 meter persegi. Didirikan
pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel, yang didekatnya terdapat kompleks
pemakakaman Sunan Ampel. Masjid yang saat ini menjadi salah satu objek wisata
religi di kota Surabaya ini, dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan
Arab disekitranya. Disamping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang
diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang
meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.


MASJID KATANGKA
Salah satu masjid tertua di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Bagian
kubah dipengaruhi oleh arsitektur Jawa dan lokal, tiang dipengaruhi oleh
budaya Eropa, sedangkan bagian mimbar sangat kental dengan pengaruh
kebudayaan China, ini terlihat pada atap mimbar yang mirip bentuk atap
klenteng. Di sekitar mimbar juga masih terpasang keramik dari Cina yang
konon dibawa oleh salah satu arsiteknya yang berasal dari sana.Ciri khas
lainnya, dan ini terjadi di hampir seluruh bangunan kuno adalah pada bagian
dinding yang terbuat dari batu bata itu cukup tebal, yakni mencapai 120
sentimeter (cm). Penyebab utamanya karena masjid ini juga pernah dijadikan
sebagai benteng pertahanan saat Raja Gowa melawan penjajah. Masjid
Katangka ini sudah mengalami renovasi sebanyak 6 kali.