Anda di halaman 1dari 48

REAKSI-REAKSI

SENYAWA ORGANIK



JENIS-JENIS REAKSI
SENYAWA ORGANIK
BAGAIMANA SUATU REAKSI BISA TERJADI?

Suatu reaksi terjadi karena satu molekul atau lebih
Memiliki energi yang cukup (energi aktivasi) untuk
memutuskan Ikatan.

Suatu ikatan kovalen bisa diputus dengan 2 cara :
Pemutusan heterolitik : suatu pemutusan yang
menghasilkan ion-ion. Contoh :
A : B A
+
+ :B
-
atau

A : B :A
-
+ B
+



Pemutusan homolitik : suatu pemutusan yang
menghasilkan radikal bebas. Contoh :
A : B A. + B.


PEREAKSI

2 hal yang diperhatikan pada suatu reaksi :
Apa yang terjadi pada gugus fungsional
Sifat pereaksi yang menyerang





3 JENIS PEREAKSI, YAITU :
a. Pereaksi elektrofil : pereaksi yang bermuatan
positif, asam Lewis dan sebagai oksidator
(penerima elektron). Contoh : H
2
O, HNO
3
/
H
2
SO
4

b. Pereaksi nukleofil : pereaksi yang bermuatan
negatif, basa Lewis dan reduktor (melepaskan
elektron). Contoh : NH
3
c. Pereaksi radikal bebas : pereaksi yg memiliki
satu elektron tak berpasangan. Contoh : Cl .
dan Br .



JENIS REAKSI DAN PEREAKSI DALAM
KIMIA ORGANIK

A. Reaksi Substitusi
1. Substitusi Nukleofil : reaksi penggantian suatu
gugus dengan gugus lain, dimana gugus pengganti
merupakan pereaksi nukleofil.
Contoh : RX + H
2
O R-OH + HX
X : unsur halogen.
2. Substitusi elektrofil : gugus pengganti merupakan
pereaksi elektrofil.
Contoh : H Ar + E
+
- Y
-
E Ar + HY
3. Substitusi radikal bebas gugus pengganti berupa pereaksi
radikal bebas.
Contoh : R-H + Cl. RCl + H.
B. Reaksi Adisi
1. Adisi Nukleofil : reaksi penambahan suatu gugus ke suatu
ikatan rangkap dan hasilkan ikatan tunggal,dimana gugus yang
menyerang pertama kali berupa pereaksi nukleofil.


O O
Contoh : R- C-H + H
2
O H-C-H + H
2
O

OH
H -- C H
OH
2. Adisi Elektrofil gugus penyerang berupa pereaksi
elektrofil.
Contoh :
AB + C = C A C C B
H H + CH
2
= CH
2
CH
3
CH
3

3. Adisi Radikal Bebas gugus penyerang
merupakan radikal bebas.
Contoh :
CH
4
+ Cl . . CH
3
+ HCl


C. Reaksi Eliminasi : reaksi penggantian ikatan, dari
ikatan tunggal menjadi rangkap.


Contoh :
X C C Y C = C + X Y

H OH 170
0
C
CH
2
CH
2
CH
2
= CH
2
+ H
2
O


H
2
SO
4


D. Reaksi Oksidasi
E. Reaksi Reduksi
F. Reaksi Polimerasi : Perubahan monomer menjadi
polimer oleh cahaya, radikal bebas, kation atau anion.
Contoh : n CH
2
= CH
2
Cl (-CH
2
- CH - )n
Cl

G. Reaksi Esterifikasi reaksi substitusi antara
gugus - OH dari asam karboksilat dengan gugus
- O CH
2
CH
3
dari etanol.
Contoh : O
CH
3
CH
2
C OH + H O CH
2
CH
3


O
CH
3
CH
2
C O CH
2
CH
3








+ H
2
O
Tahap-tahap : O (2) OH
+

(1) CH
3
CH
2
C - OH + H
+
CH
3
CH
2
C - OH

CH
3
CH
2
- O - H

(4) O-H OH
CH
3
CH
2
C O CH
2
CH
3
CH
3
CH
2
C O
+


H
H
2
O
+
(3) OH
CH
2
CH
3


O
CH
3
CH
2
C O CH
2
CH
3
+ H
2
O (5)
(ETIL PROPANOAT)

+
H
+

Modifikasi Ester Asam Lemak
a) Esterifikasi
O O
R C OH + ROH R C OR + H
2
O
As. Karbok Alkohol Ester
silat
b) Interesterifikasi
O O O
R C OR + R C OR* R C OR* +

O
R C OR
c) Alkoholisasi
O O
R C OR + R*OH R C OR* + ROH
HCl
H
2
SO
4
atau

d) Asidolisis
O O O O
R C OR + R C OH R C OR + R C OH
H
2
SO
4


Metode Esterifikasi Lain
O O
R C Cl + ROH R C OR + HCl
Asil Halida Alkohol Ester


O
R C O O
O + ROH R C OR + R C OH
R C Alkohol Ester As. karboksilat
O
Anhidrida

O O
R C O Ag + R Br R C OR + Ag Br
Garam Perak Alkil Halida Ester

O O
R C O H + R OH R C OR + H
2
O
As. Karboksilat Alkohol Ester
O BF
3
O
R C OH + C
2
H
4
R C O C
2
H
5

As. Karboksilat Olefin Ester

BF
3
O
R O R + CO R C OR








REAKSI ELIMINASI
Pengertian : reaksi pengeluaran dua buah gugus dari
ikatan tunggal membentuk ikatan rangkap.
Contoh : dehidrasi alkohol
H OH H
2
SO
4
CH
3

CH
2
C CH
3
CH
2
= C + H
2
O
CH
3
60
0
C


CH
3

H OH H
2
SO
4

CH
2
CH CH
3
CH
2
= CH CH
3
+ H
2
O
100
0
C

H OH H
2
SO
4

CH
2
CH
2
CH
2
= CH
2
+ H
2
O



170
o
C



HALOGENASI
Pengertian :
Reaksi suatu senyawa dengan halogen (khlorinasi/Brominasi)
A. Halogenasi Pada ALKANA

Cl didapat
H Cahaya H
H C H + Cl Cl H C Cl + H Cl
H (panas) H
H lepas Khlor metana








Langkah Halogenasi :
1. Halogen terbelah menjadi dua partikel netral radikal
bebas atau radikal.


Suatu radikal adalah sebuah atom atau kumpulan atom yang
mengandung satu atau lebih elektron yang tidak memiliki
pasangan.
. . . . . . . .
: Cl : Cl : : Cl . + . Cl :
. . . . . . . .
Molekul khlor radikal khlor elektr. Tak
berpasangan
. .
Cl
2
+ 58 Kkal/mol 2 : Cl .
. .
partikel reaktif energi tinggi
2. Langkah penggandaan
Langkah 1
H . . H . .
H C H + . Cl : + 1 Kkal/mol H C . + H : Cl :
H . . H . .
Metana radikal khlor radikal metil
Langkah 2
H . . . . H . . . .
H C . + : Cl : Cl : H C Cl : + . Cl :
H . . . . H . . . .
Radikal metil Khlor Khlor metan radikal khlor
(metil khlorida)

Gas pendingin
Radikal khlor yg baru akan bergabung dengan metana lain
siklus penggandaan terus berjalan reaksi
Berantai radikal bebas






Reaksi Rantai Radikal Bebas
. . . .
: Cl . + CH
4
. CH
3
+ H : Cl :
. . . .
. .
. CH
3
+ Cl
2
CH
3
Cl + : Cl .
. .
Reaksi rantai akan berlangsung terus sampai semua
reaktan terpakai atau sampai radikal dimusnahkan

3. Langkah akhir
Bagaimana memusnahkan radikal?
Cara : menggabungkan dua buah radikal non
radikal disebut : reaksi penggabungan (coupling
reaction)

Coupling Reaction
H H H H H H
H C . + . C H H C : C H H C -- C H
H H H H H H
Dua radikal metil Etana

Permasalahan : Reaksi Campuran
Ketika khlorinasi metana berlangsung menurunkan
Konsentrasi metana, tetapi meningkatkan konsentrasi
khlormetan tumbukan antara radikal khlor dengan
Dg khlormetan, bukan dengan metana.




Reaksi :
H . . H . .
Cl C : H + . Cl : Cl C . + H : Cl :
H . . H . .
Khlormetan Radikal
Khlormetil

H . . . . H . .
Cl C . + : Cl : Cl : Cl C Cl + . Cl :
H . . . . H . .
Dikhlorometana
(pelarut lemak)




Reaksi Khlorinasi dari radikal bebas metan yang
menghasilkan hasil campuran

CH
4
+ Cl
2
CH
3
Cl , CH
2
Cl
2
, CHCl
3
, CCl
4
dan
Hasil gabungan senyawa-senyawa hasil.

CHCl
3
: Khloroform senyawa beracun, pernah
sebagai anastetik

CCl
4
: pelarut, reagen beracun

B. Halogenasi Pada Senyawa Aromatik
Reaksi benzen dengan Brom (Br
2
) atau Khlor (Cl
2
)

Halobenzena








Etil benzena 1 bromo- metil benzena

Katalisator : Besi (Fe- III) Halida /
Fe Br
3
- CH
2
CH
3

+ Br
2

- CH CH
3
+ HBr


Br cahaya
+ Br
2

- Br + HBr
Benzena Bromobenzena
REAKSI OKSIDASI
1. Oksidasi Pada Alkana
- Sulit dioksidasi dengan oksidator lemah/agak kuat,
seperti : KMnO
4

- Mudah diokdidasi oleh oksigen dari udara jika dibakar

keluar panas, cahaya (reaksi pembakaran)
percikan api
CH
4
+ 2O
2
CO
2
+ 2 H
2
O + 211 Kkal/mol
metana oksigen

Propana + 5 O
2
3 CO
2
+ 4 H
2
O + 526 Kkal/mol


Pembakaran Tidak Sempurna
- Pembakaran dengan jumlah oksigen yang kurang
Contoh :
bunga api
CH
4
+ O
2
C + 2 H
2
O

2CH
4
+ 3 O
2
2 CO + 4H
2
O

2. Oksidasi Pada Alkena
Hasil oksidasi : Keton dan asam karboksilat

CH
3
H CH
3
O
C = C C = O + CH
3
C
CH
3
CH
3
CH
3
OH
Aseton As. asetat
Mjd Mjd (keton) (As. Karboksilat)
Keton As. Karboksilat

Reaksi diatas, diperlukan : MnO
4
-
panas dan ion H
+

H H MnO
4
-
panas

O

C = C CH
3
C + CO
2
CH
3
H H
+
OH
As. Asetat karbondioksida
Mjd Mjd
As. Karb CO
2



R R
R C = CH
2
menghasilkan R C = O (keton)

H O
R C = CH
2
menghasilkan R C -- OH (As. Karboksilat)

H
H C = CH
2
menghasilkan O =C = O (karbondioksida)

3. Oksidasi Pada Alkohol
- Alkohol primer aldehid
- Alkohol sekunder keton
a. Alkohol Primer :
Dengan oksidator kuat :
Alkohol primer Aldehid As. Karboksilat

Di Lab : oksidatornya berupa PCC (Piridinium Chloro
Chromat). Alkohol primer Aldehid

Contoh :
PCC O
CH
3
(CH
2
)
5
CH
2
OH CH
3
(CH
2
)
5
C

H
1- heptanol CH
2
Cl
2
Heptanal

Oksidator kuat : Larutan panas KMnO
4
+ OH
-
,
diikuti asidifikasi
Larutan panas CrO
3
+ H
2
SO
4
( pereaksi Jones)
Contoh :
CrO
3
, H
2
SO
4

1- dekanol As. Dekanoat
panas

b. Alkohol Sekunder
CrO
3
, H
2
SO
4

Reaksi umum : Alkohol sekunder Keton

4. Oksidasi Pada Eter
Pembakaran eter CO
2
+ H
2
O
bunga api
C
2
H
5
O C
2
H
5
+ 6O
2
4CO
2
+ 5H
2
O



5. Oksidasi Pada Aldehid
Oksidasi aldehid dengan pereaksi Tollens
As. Karboksilat + Ag
(endapan)
+ NH
3
+ air

Pereaksi Tollens : Ag (NH
3
)
2
+

Ag
+
(dari AgNO
3
) + 2 NH
3
(aq) Ag (NH
3
)
2
+


Contoh :
O O
CH
3
C + 2 Ag (NH
3
)
2
+
CH
3
C

+ 2Ag

+ 4NH
3
+ 2 H
2
O

H OH






OKSIDASI BIOLOGIS ETANOL
oksidasi O
CH
3
CH
2
OH CH
3
C H
Etanol enzimatis Etanal (asetaldehid)

O
CH
3
C O
-
+ HS. CoA


(ion asetat)

(koenzim A)



O


CH
3
C - SCoA


(Asetil Koenzim A)




esterifikasi
(Sel hati)
H. S. CoA
CoA adalah koenzim A (suatu kompleks)
.SH adalah - SH : gugus sulfhidril

Gugusan asetil koenzim A di atas dapat dirubah menjadi
senyawa lain yang diperlukan dalam sistim biologis, seperti
: H
2
O; CO
2
dan energi metabolis


FENOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Jika fenol bereaksi dengan radikal intermediet, maka akan
menghasilkan radikal fenolik yang stabil dan tidak reaktif
dan mengakhiri radikal yang tdk diinginkan



- O - H
. .
. .
+ R O . - O . + R- O H
. .
. .
. .
. .
(resonansi stabil )
Alkoksida ion fendoksida
Fenol digunakan sebagai zat pengawet makanan karena
bisa menangkap radikal bebas
REAKSI ADISI PADA ALDEHID
1. Adisi dengan H
2

O Pb, Ni
R C H + H
2
R CH
2
OH
50
o
C, 65 atm (alkohol primer)

2. Adisi dengan H
2
O
O OH
H C H + H
2
O H C H
OH
Formalin
3. Adisi dengan HCN
O OH
H C H + HCN R C H
CN (sianohidrin)




Sianohidrin : gugus OH
-
dan CN
-
pada atom C yang sama.
Contoh : mandelonitril, zat yang dihasilkan oleh lipan
(Apheloria corrugata)

4. Adisi dengan NH
3


O OH

H C H + NH
3
H C H
(H NH
2
) NH
2

Suatu imin

ADISI PADA KETON
1. Adisi dengan H
2

O OH
R C R + H
2
R C H
R
(alkohol sekunder)
2. Adisi dengan H
2
O
O H
+
OH
CH
3
C CH
3
+ H
2
O CH
3
C CH
3

OH
(senyawa tak stabil)
3. Adisi dengan HCN
O CN
-
OH
R C R + HCN R - C R
CN
(sianohidrin)




Pada pembuatan HCN, karena toksisitasnya tinggi dan Td.
Rendah, maka caranya : menambahkan H
2
SO
4
atau HCl
Ke dalam NaCN atau KCN

HCl + Na
+
CN
-
HCN + Na
+
Cl
-
+ Na
+
CN
-


diperlukan untuk
reaksi

REAKSI REDUKSI
1. Reduksi pada keton
Reduksi keton menghasilkan alkohol sekunder.
Reduktor : Natrium Borohibrida ( Na
+
BH
4
-
), Litium Alumu-
nium Hibrida ( Li
+
AlH
4
-
)




O ( Li
+
AlH
4
-
) OH
CH
3
C CH
3
CH
3
C - H
H
2
O, H
+
CH
3

(alkohol sekunder)

2. Reduksi Pada karboksilat
O O Pt OH O
CH
3
C CH
2
- C OH + H
2
CH
3
CH CH
2
- C OH
25
O
C
Gugus keton Gugus karboksilat
Yg tereduksi yg tidak tereduksi





O ( Li
+
AlH
4
-
) O
-

CH
3
CH
2
C OH + H
2
CH
3
CH
2
CH
2

eter Ion propoksida

H
+
H
2
O

CH
3
CH
2
CH
2

OH
( 1 propanol )


REAKSI HIDROLISIS
1. Hidrolisis Turunan Asam Karboksilat
Turunan asam karboksilat : senyawa yang menghasilkan
asam karboksilat apabila dihidrolisis.

Beberapa turunan karboksilat :
O
a. Asil halida : R C X X : unsur halogen
O O
b. Asam anhidrida karboksilat : R C O C R
O
c. Ester : R C O R
O
d. Amida : R C NH2

Hidrolisis Asil halida

Hidrolisis dalam asam :
O O
R C Y + H OH R C OH + H -Y
H
+
Y : halogen
Hidrolisis dalam basa :
O O
R C Y + OH

R C O

+ H - Y




H
+

O

R C OH



- C Br
O
+ H
2
O
- C - OH
O
+ HBr
Benzoil
Bromida
Asam
benzoat
Hidrolisis pada Anhidrida Asam Karboksilat
O O O O
R C O C R + H OH R C OH + R C - OH

Contoh :
O O O O
CH
3
C O C + H OH CH
3
C OH + C OH

Hidrolisis pada Ester
O O
R C O R + H - OH R C OH + R OH

Contoh :
O O
CH
3
C O CH
2
CH
3
+ H OH CH
3
C OH + CH
3
CH
2
Etil asetat

As. Asetat

OH


Etanol

Hidrolisis Amida dalam larutan asam
O H
+
O
R C NH2 + H OH R C OH + NH
3




Hidrolisis Amida dalam larutan basa
O panaskan O
R C NR
2
+ H OH R C O
-
+ HNR
2


H
+


O


R C OH

Macam Amida
O O
R C NH2 Contoh : CH
3
C NH
2
(asetamida)

O O
R C NR
2
Contoh : CH
3
C N(CH
3
)
2

(N, N - dimetil asetamida)


O O
R C NH R Contoh : CH
3
- C NH CH
3

( N- Metil asetamida)



Titik lebur dan titik didih masing masing amida berbeda
Asetamida TL : 82
o
C dan TD : 221
o
C
N-Metil asetamida TL : 28
o
C dan TD : 204
o
C
N, N dimetil asetamida TL : -20
o
C dan TD : 165
o
C
Hidrolisis Trigliserida
Hidrolisis : ditambahkan enzim atau asam
Penyabunan : ditambahkan alkali


O
CH
2
O C R
O
CH O C R
O
CH
2
O C R

CH
2
OH CH
2
- OH

CH - OH CH
2
- OH

CH
2
- OH CH
2
- OH

+ +

O O
R C OH R C - ONa
O O
R C OH R C - ONa
O O
R C OH R C - ONa


+ NaOH + H
2
O
Asam / enzim
penyabunan hidrolisis