Anda di halaman 1dari 29

PEMETAAN

AIR TANAH
(Grounwater mapping)
PENDAHULUAN :

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan
tanah atau batuan di bawah permukaan tanah (UU
no 7 tahun 2004). Air tanah dapat mengalir secara
alami ke permukaan melalui rembesan atau
pancaran sebagai mata air. Selain itu air tanah
muncul dengan cara di gali (pada sumur gali) atau di
bor (pada sumur bor). Pada daerah karst, air tanah
muncul pada sistem terowongan sungai bawah
tanah.


Tahap Persiapan

Geologi regional daerah penelitian
Hidrogeologi regional daerah penelitian
Morfologi daerah penelitian
Persiapan peralatan

Tahap Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Pengambilan data pada sumur gali / sumur bor
Pengambilan data pada mataair
Pengukuran debit aliran sungai
Pengambilan sampel airtanah
Pengukuran sifat fisik airtanah
Uji Pemompaan Sumur

Penting dalam pemetaan
MAT
lokal datum
Waktu pengukuran
Konstruksi sumur
Litologi
Air permukaan
Tahap Pelaksanaan
Pengambilan data pada sumur :
Lokasi sumur dan waktu pengamatan
Pengukuran diameter sumur, tinggi bibir sumur,
kedalaman sumur, dan kedalaman muka air tanah.
Mengamati batuan yang tersingkap pada dinding
sumur, atau di sekitar sumur.
Membuat profil sumur yang mencakup poin no 2
dan 3.
Mengukur parameter fisik air berupa pH,
konduktivitas (EC), total zat padat terlarut (TDS),
temperatur air, dan temperatur udara.

NO TANGGAL WAKTU CUACA KODE X Y
ELEVASI
(mdpl)
PH
EC
(S/Cm)
TDS
(mg/L)
TU (C) TA (C) A (m) B (m) C (m) D (m) TINGGI MUKA AIR (m)
1 27/01/2010 9.42 cerah BJ-50 438744 386020 110 5.92 230 153 27.6 26.7 1.35 3.45 0.56 0.9 109.21
2 27/01/2010 10.01 cerah BJ-51 437944 386839 93 4.8 30 20 27.6 26.3 2.56 4.7 0.5 1.35 90.94
3 27/01/2010 10.32 cerah BJ-52 439502 387578 86 5.99 378 252 29.3 26.9 6.1 7.5 0.8 1.25 80.7
4 27/01/2010 11.15 cerah BJ-54 439907 384683 112 6.7 42 28 31.7 26.5 1.4 3.57 0.65 0.95 111.25
5 27/01/2010 12.48 cerah BJ-55 440439 386501 104 6.14 144 97 30.3 27.1 6.6 7.65 0.7 0.8 98.1
6 27/01/2010 13.02 cerah BJ-56 440797 387273 103 7.05 180 121 27.4 26 1.7 2.76 0.48 0.83 101.78
7 27/01/2010 13.19 cerah BJ-57 440687 388827 81 6.8 141 94 29.3 28.9 2.74 4.69 0.55 0.85 78.81
8 27/01/2010 13.36 cerah BJ-58 441576 388843 97 6.24 122 81 28.8 29.6 2.3 4.1 0.6 1.35 95.3
9 27/01/2010 14.22 cerah BJ-59 442294 390412 75 6.29 457 305 28 27.5 1.2 2.63 0.5 0.7 74.3
10 27/01/2010 15.21 mendung BJ-62 444337 389994 67 6.24 136 91 28.3 27.9 6.2 6.9 0.7 0.8 61.5
11 27/01/2010 16.05 gerimis BJ-63 443806 387529 79 6.23 186 125 27.8 27.5 2.9 4.43 0.65 0.8 76.75
12 27/01/2010 16.12 gerimis BJ-64 443664 385675 98 6.26 117 78 25.8 2.4 3.4 4.2 0.9 1.15 95.5
13 27/01/2010 16.37 mendung BJ-65 443512 384756 114 6.38 126 84 25.9 26.6 3.33 4.3 0.3 1.2 110.97
14 27/01/2010 16.48 mendung BJ-66 443941 383302 128 5.89 95 63 28 26.6 2.67 4.6 0.52 1.2 125.85
15 28/01/2010 8.52 mendung BJ-67 441082 385215 114 6.1 150 100 25.1 2.57 3.1 4.9 0.7 0.8 111.6
16 28/01/2010 8.58 mendung BJ-68 441765 384585 116 6.1 198 133 27.6 26.2 5.76 7.6 0.89 0.8 111.13
17 28/01/2010 9.14 cerah BJ-69 442502 383732 131 6.12 116 77 26.9 26.1 2.96 4.6 0.76 1.04 128.8
18 28/01/2010 9.24 cerah BJ-70 443125 382645 143 6.26 279 186 27.3 25.8 6.34 6.77 0.65 0.85 137.31
A
B
C
D
WELL PROFILE
Tahap Pelaksanaan
Pengambilan data pada mataair :
Nama mataair, Lokasi mataair dan waktu pengamatan
Pengukuran dimensi munculnya mataair
Menetukan jenis mataair
Mengamati batuan tempat munculnya mataair
Menentukan jenis mataair (mataair rekahan, mataair
kontak, atau mataair depresi)
Membuat profil mataair yang mencakup poin no 2 4.
Menghitung debit mataair
Mengukur parameter fisik air berupa pH, konduktivitas
(EC), total zat padat terlarut (TDS), temperatur air, dan
temperatur udara.

Mataair rekahan
Tahap Pelaksanaan
Pengukuran debit aliran sungai:
Penentuan lokasi
Profil sungai
Pengukuran
kecepatan aliran
Penetuan lokasi
Tidak ada pusaran air
Profil aliran rata tanpa ada penghalang air
arus aliran terpusat dan tidak melebar saat tinggi
muka air naik
Profil sungai
Pilih lokasi yang memenuhi kriteria
Tentukan segmen sungai yang akan diamati (titik awal dan
titik akhir)
Ukur lebar saluran air (penampang horisontal) pada titik awal.
Bagi lebar saluran air menjadi beberapa bagian dengan
interval jarak yang sama
Ukur kedalaman air di setiap interval tersebut.
Lakukan langkah no 5 7 untuk titik akhir.
Buat penampang sungai pada titik awal dan titik akhir (dua
buah penampang) berdasarkan hasil pengukuran
penampang.
Hitung luas masing-masing penampang.
Luas Penampang (A) = L
1
D
1
+ L
2
D
2
+ .

+ L
n
D
n

Keterangan :
L = Lebar penampang horisontal
D = Kedalaman

no
Lebar sungai (X) Kedalaman
(Y)
m m
0 0 0
1 0,3 0,17
2 0,6 0,14
3 0,9 0,14
4 1,2 0,18
5 1,5 0,15
6 1,8 0,13
7 2,1 0,14
8 2,4 0,10
9 2,6 0,05

contoh
Kecepatan aliran
Pasang tali melintang sungai pada titik awal dan titik
akhir (gunakan tali yang berwarna terang)
Hitung jarak antara titik awal dan titik akhir.
Hanyutkan pelampung (gabus) beberapa meter
sebelum titik awal.
Hitung waktu tempuh ketika pelampung melewati titik
awal sampai pada titik akhir.
Lakukan langkah no 3 dan 4 beberapa kali untuk
mendapatkan waktu rata-rata.
Hitung kecepatan aliran dengan persamaan berikut:
Kecepatan aliran (v) = s/t
Keterangan :
s = jarak antara titik awal dan titik akhir
t = waktu tempuh rata-rata

Debit aliran
Q = V x (A1+A2)


Keterangan :
Q = Debit aliran (m
3
/det)
V = Kecepatan aliran (m/det)
A1 = Luas penampang awal (m
2
)
A2 = Luas penampang akhir (m
2
)


2
Tahap Pelaksanaan
Pengambilan data uji pemompaan:
Tentukan sumur yang akan dijadikan lokasi uji
pemompaan. Beberapa sumur dipilih mewakili kondisi
geologi daerah penelitian.
Pengukuran diameter sumur, tinggi bibir sumur,
kedalaman sumur, dan, kedalaman muka air tanah
Lakukan pemompaan sumur dengan menggunakan
pompa atau penimbaan dengan debit tetap.
Lakukan pengukuran kedalaman muka air tanah secara
berkala pada saat pemompaan. (pumping test)
Pemompaan dihentikan ketika tidak terjadi lagi
penurunan muka air tanah. (kondisi steady state).
Setelah pompa dihentikan, lakukan pengukuran
kenaikan muka air tanah secara berkala sampai muka
air tanah kembali pada kondisi awal. (recovery test)

No. Sumur : BH-01
Tanggal : 02- 03/3/2014
Pengamat Pumping : Deni Suryadi
Penyedia Jasa : PT. Bumi Artha Rekaperdana
Lokasi : Desa : Sukasari Type Pompa/Merk : Submersible
Kecamatan : Cilaku : CRI
Kabupaten : Cianjur Kapasitas Pompa : m/jam
Provinsi : Jawa Barat Diameter Pipa Isap : inchi
Koordinat/Elevasi : Kedalaman/Posisi Pompa : m
Kedalaman Muka Air : m (dari top casing) :
Tinggi Pipa Sumur : m (dari muka tanah) Mesin Penggerak/Merk : Genset/Yanmar
Kedalaman Sumur : m Kapasitas Mesin Penggerak : PK
Tipe Sumur : inchi
Diameter Pipa Saringan : inchi Alat Ukur Debit : V-notch 90
Jam
Mulai
10.00
Countinous Test Lembar 1 dari 2
(m)
Tinggi Air
(H)
(cm)
7
18
Keterangan
Debit
Pemompaan
(ltr/det)
MAT
(cm) (cm)
8 x 4
3,00
Drawdown
Alat Ukur Debit Penurunan
Muka Air Manometer
A B
10
8,50
0,50
100,00
Waktu
Menit Jam
Pengukuran
(m)
Kedalaman Muka Air
0
2
3
4
8
9
5
6
12
14
16
45
50
55
20
60
25
30
35
40
110
120
90
100
165
180
210
240
135
150
270
300
70
80
330
360
420
480
540
600
0.00'
0.30'
1.00'
1.30'
2.00'
10.00'
3.00'
4.00'
5.00'
6.00'
8,50
8,60
8,75
8,94
9,65
9,98
10,00
11,56
12,00
12,70
12,98
13,50
13,88
14,43
14,70
15,01
15,40
15,60
16,27
16,89
17,00
17,87
18,12
18,44
19,00
20,65
22,88
22,94
24,46
25,30
25,83
26,01
26,49
26,50
26,87
27,04
27,04
27,04
27,04
27,04
27,07
3,50
4,20
4,48
5,38
5,93
6,20
6,51
6,90
7,10
7,77
0,00
0,25
0,44
1,15
0,10
9,94
5,00
1,48
1,50
3,06
10,50
12,15
14,38
8,39
8,50
9,37
9,62
14,44
15,96
18,58
18,57
16,80
17,33
18,59
17,51
17,99
18,00
18,37
18,54
18,54
18,54
18,54
18,54
18,62
14,10 10,00
27,08
27,09
27,12
Bukaan Valve/
Dibuka Full
1
COUNTINOUS TEST
(UJI PEMOMPAAN MENERUS)
Feasibility Study New Site And Hydrogelogical Study PT.TIV
PEKERJAAN :
4,00
Gate Vale 3"
30,00
38,00
15,00
Jam Manometer
Mulai
Countinous Test
19,12
19,03
18,90
19,19
19,25
19,19
19,25
27,62
27,53
27,40
19,10
19,06
18,98
19,01
19,04
19,07
19,13
27,75
27,69
27,75
27,45
27,54
27,57
27,63
27,69
27,60
27,56
27,48
27,51
18,67 14,10
27,22
27,30
10,00 Bukaan Valve/
27,90
660 11.00' 27,17
1380
1440
780
840
900
960
60.00'
64.00'
68.00'
72.00'
44.00'
48.00'
52.00'
56.00'
3840
4080
4320
26.00'
28.00'
30.00'
32.00'
34.00'
36.00'
40.00'
2880
3120
3360
3600
Lembar 2 dari 2
1560
1680
1800
1920
2040
2160
2400
2640
720
Waktu
1020
1080
1140
1200
1260
1320
15.00'
16.00'
17.00'
18.00'
12.00'
13.00'
14.00'
19.00'
20.00'
23.00'
24.00'
21.00'
22.00'
Penurunan
Muka Air
Drawdown
(m)
Alat Ukur Debit
Tinggi Air
A
(cm)
27,17
27,17
27,17
27,17
27,19
27,20
27,32
27,34
27,39
27,40
Kedalaman Muka Air
Pengukuran
MAT
(m)
Jam Menit B
(cm)
Keterangan
18,89
18,90
Debit
Pemompaan
(ltr/det)
(H)
(m)
18,67
18,67
18,67
18,67
18,69
18,70
18,95
18,72
18,80
18,82
18,84
19,40
Gate Vale 3"
Dibuka Full
TAHAP ANALISIS
REKONTRUKSI PETA MUKA AIR TANAH
ANALISIS DATA UJI PEMOMPAAN


TAHAP ANALISIS
REKONTRUKSI PETA MUKA AIR TANAH
Konsep peta muka airtanah adalah sederhana.
Sebuah peta muka airtanah menyajikan elevasi dari
suatu watertable atau permukaan potensiometrik.
o Kedalaman air
o Arah aliran airtanah
o Gradient hidrolik


Kontur muka airtanah dibuat dengan aturan-aturan
pembuatan kontur sebagai berikut :
Kedalaman muka air tanah dinyatakan dalam
ketinggian muka air tanah dalam mdpl (elevasi lokasi
pengukuran kedalaman muka air tanah).
Pada kondisi paling sedikit, tiga titik diperlukan untuk
menetukan suatu bidang. Bagaimanapun
pertimbangan lebih dari tiga titik akan lebih baik dan
tidak beresiko terjadi penyimpangan.
Kontur tidak menyebar di luar data sumur-sumur yang
ada atau kontur hanya digambarkan pada data-data
yang ada.
Antar kontur tidak mungkin saling berpotongan
Interval kontur harus mempunyai nilai yang konsisten.
Jika data begitu banyak tersedia, penambahan kontur
(extra kontur) dapat dilakukan.


Menentukan arah aliran air tanah dan menghitung
gradien hidrolik.
Untuk menentukan arah aliran airtanah beberapa hal
yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
Lihatlah daerah yang muka airtanah tinggi dan rendah
pada peta.
Garis kontur harus melewati diantara garis aliran.
Air akan mengalir dari muka air yang tinggi ke muka air
yang rendah dengan membentuk sudut 90
0
terhadap
garis kontur (lihat gambar 2)
Arah aliran airtanah bisa saja multi arah dalam satu
peta, misal bersifat radial dsb.
Gradien hidrolik ditentukan dengan membandingkan
beda tinggi MAT dengan jarak datar.
Gradien hidrolik (i) = dh/dx

Contoh rekonstruksi kontur muka airtanah berdasarkan 3 titik
pengamatan. (a) data muka air tanah, (b) rekontruksi salah, (c) rekontruksi
benar.
TAHAP ANALISIS
UJI PEMOMPAAN Metoda Theis
Metoda ini dapat digunakan dengan asumsi asumsi sebagai
berikut :
Akuifer homogen, isotrofik, ketebalan merata, dan luas akuifer
tak terbatas.
Sebelum pemompaan, muka airtanah / piezometric surface
adalah horizontal.
Pemompaan dengan debit konstan.
Sumur sepenuhnya menembus akuifer, dan aliran dari akuifer
ke sumur adalah horizontal di semua tempat.
Diameter sumur adalah kecil sehingga storage dalam sumur
dapat diabaikan.
Sesaat dengan pengambilan air, terjadi penurunan head
(drawdown).
Aliran yang masuk ke dalam sumur adalah unsteady state.

Langkah-langkah
perhitungannya adalah :
Pada kertas logaritma plot harga-harga W(u) terhadap
u (type curve).
Pada ukuran kertas yang sama dibuat juga kurva h
0
-h
terhadap r
2
/t.
Kedua kurva yang diperoleh saling ditumpangtindihkan
(superimposed) satu sama lain dengan kedua sumbu-
sumbunya tetap sejajar satu dengan yang lainnya
sehingga diperoleh suatu segmen yang berimpit antara
kedua kurva tersebut.
Dari segmen ini dipilih titik yang paling match untuk
menentukan besarnya : h
0
-h, r
2
/t, W(u), dan u.
Harga-harga S dan T dihitung sesuai dengan rumus Theis
tersebut.

TAHAP ANALISIS
UJI PEMOMPAAN Metode COOPER-JACOB