Anda di halaman 1dari 12

Pengaturan Dosis Ganda

Farmakokinetik
a
Pengaturan dosis ganda adalah suatu pengaturan
dosis untuk memperpanjang aktivitas terapetik
dengan mempertahankan kadar plasma obat di
dalam batas yang sempit untuk mencapai
efektivitas klinik yang maksimal.
Prinsip pengaturan dosis ganda yaitu aturan dosis
ditetapkan untuk memberikan kadar plasma yang
benar tanpa fluktuasi dan akumulasi obat yang
berlebihan
Parameter utama dalam pengaturan dosis ganda :
Ukuran dosis obat
Frekuensi pemberian obat yakni jarak waktu antar
dosis


P r e l i m i n a r
y
Prinsip Superposisi
Tujuan agar dosis obat
sebelumnya tidak
mempengaruhi
farmakokinetik dari dosis
berikutnya. Obat dieliminasi
melalui kinetika orde kesatu
dan farmakokinetik obat yang
didapat setelah pemakaian
obat dosis ganda.
Ada suatu keadaan dimana
prinsip superposisi tidak
dipakai. Ketika perubahan
patofisiologi pada penderita,
penjenuhan suatu system
pembawa obat, induksi dan
inhibisi enzim.
Bila dosis yang sama diberikan berulang pada
frekuensi yang konstan, diperoleh kurva kadar
plasma waktu plateau dan suatu keadaan
tunak
C
maks
harus selalu berada di bawah
konsentrasi toksik minimum karena
merupakan suatu petunjuk yang baik dari
akumulasi obat.
Akumulasi dipengaruhi oleh waktu paruh
eliminasi obat dan jarak waktu pemberian
dosis,

Injeksi Intravena Berulang
Jumlah obat maksimum dalam tubuh setelah
suatu injeksi intravena cepat adalah sama
dengan dosis obat. Untuk model kompartemen
satu terbuka, obat akan dieliminasi menurut
kinetika order kesatu.
Nilai Ka sangat cepat, sedangkan nilai K
sangat kecil sehingga keberadaanya
diabaikan.
Fraksi (f) dosis yang tinggal dalam tubuh
dikaitkan dengan tetapan eliminasi (K) dan
jarak pemberian dosis (), sebagai berikut :



Nomor Dosis
Jumlah obat dalam tubuh
Sebelum dosis Setelah dosis
1 0 1000
2 250 1250
3 312 1312
4 328 1328
5 332 1332
6 333 1333
7 333 1333
333 1333
Fraksi dosis dalam tubuh sebelum dan sesudah injeksi intravena dari dosis
1000 mg. Jika di ketahui f = 0,25
Pengaturan Dosis Oral Ganda
Dianggap mengikuti model kompartemen satu
dan dosis serta jarak dosis konstan, C
p
dan
pada pemberian dosis ganda :



Fluktuasi antara C maks dan C min (rata-rata)
yang besar dapat berbahaya terutama pada
obat-obat yang mempunyai indeks terapetik
yang sempit.
.
.
D o s i s M u a t a n
Waktu yang diperlukan untuk mencapai 90 %
kurang lebih 3,3 waktu paruh, dan waktu yang
diperlukan untuk mencapai 99% kurang lebih sama
dengan 6,6 waktu-paruh.
Dosis muatan (dosis awal) obat diberikan untuk
menurunkan waktu mula kerja obat.
Tujuan dari dosis muatan adalah untuk mencapai

secepat mungkin. Dilanjutkan dengan pemberian dosis
penjagaan untuk mempertahankan sehingga efek
terapik juga dipertahankan.
Untuk obat-obat dalam kaitan eliminasinya (Ka >> K)
yang diabsorpsi dan didistribusi cepat, maka dosis
muatan (DL) dapat dihitung sebagai berikut :
Jadi dosis muatan akan mendekati jumlah obat
yang ada dalam tubuh selama keadaan tunak
PENJADWALAN PENGATURAN DOSIS
Perkiraan kadar tunak dalam plasma biasanya
dengan menganggap obat diberikan pada suatu
jarak waktu pemberian dosis yang tetap selama
24 jam sehari
Bertujuan agar diperoleh efek terapi yang
diinginkan dan tidak toksik

Penentuan Bioavailabilitas dan
Bioekivalensi
Sejumlah obat diberikan dalam suatu aturan dosis
ganda untuk pencegahan suatu penyakit yang
kronik.
Misal antikonvulsan, kardiotonika, hipoglikemia
untuk mencegah serangan akut
Penentuan bioavailabilitas dengan dosis ganda
dilakukan apabila dengan dosis tunggal tak
terdeteksi
Adanya malabsorbsi akan mempengaruhi
persentase obat yang terabsorbsi
Bioavailabilitas menurun jika F menurun dan
klirens tubuh total (K.V
d
) naik.

Studi bioekivalensi dosis
ganda dapat dilakukan
dengan membandingkan
bioavailabilitas produk
obat B terhadap
bioavailabilitas produk
obat A. kadar darah
untuk studi tersebut
harus diambil setelah
C
av

dicapai.
Jika kurva kadar darah-
waktu dari produk obat
kedua sebanding
dengan produk obat
pembanding, maka
produk obat kedua
dianggap bioekivalen