Anda di halaman 1dari 11

TRANSPLANTASI ORGAN

Pembimbing:
dr. Rita Mawarni, Sp.F

Disusun oleh:
MEISYARAH KHAIRANI 090100118
FARIZ NUGRAHA AKBAR 090100225
JOANITA KURNIADI 090100122
WEIN KUSUMANDANA M 090100343
DONI FITRA YOGI 090100110

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
DEPARTEMEN KEDOKTERAN FORENSIK
FAKULTAS KEDOKTERAN USU / RSUP HAM
MEDAN
2014

BAB 1 Pendahuluan
Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran saat ini telah berkembang dengan pesat. Salah satu
diantaranya adalah teknik transplantasi organ manusia.
Transplantasi organ manusia merupakan suatu teknologi medis untuk penggantian organ tubuh pasien yang
tidak berfungsi lagi dengan organ dari manusia lain yang masih berfungsi dengan baik.
Abad ini transplantasi organ telah menjadi salah satu jalan keluar yang paling berarti dalam dunia kedokteran modern, banyak
nyawa manusia yang tertolong dengan cara transplantasi organ ini. Tingkat kelangsungan hidup dari pasien penerima donor pun
saat ini sangat tinggi, sehingga akibatnya permintaan untuk melakukan transplantasi maupun akan organ itu sendiripun
meningkat secara global diseluruh dunia termasuk di Indonesia.
Secara Etimologi transplantasi berasal dari Middle English transplaunten, diambil dari Bahasa
Latin Kuno transplantare, yang artinya to plant.
Menurut Medicastore, pencangkokan (Transplantasi) adalah pemindahan sel, jaringan maupun
organ hidup dari seseorang(donor)kepada orang lain (resipien atau dari satu bagian tubuh ke
bagian tubuh lainnya (misalnya pencangkokan kulit), dengan tujuan mengembalikan fungsi yang
telah hilang. Pada paper ini akan dibahas lebih lanjut mengenai transplantasi organ dan jenis-
jenisnya.
BAB 2 Tinjauan Pustaka
Definisi
artinya to plant.
Secara Etimologi transplantasi
berasal dari Middle English
transplaunten, diambil dari Bahasa
Latin Kuno transplantare
pencangkokan (Transplantasi) adalah pemindahan sel,
jaringan maupun organ hidup dari seseorang(donor)kepada
orang lain (resipien atau dari satu bagian tubuh ke bagian
tubuh lainnya (misalnya pencangkokan kulit), dengan
tujuan mengembalikan fungsi yang telah hilang.
Menurut Medicastore
Transplantation is the transfer (engraftment) of
human cells, tissues or organs from a donor to a
recipient with the aim of restoring function(s) in the
body.
Menurut WHO
Jadi dapat disimpulkan transplantasi atau pencangkokan adalah pemindahan organ sel, atau
jaringan dari si pendonor kepada orang lain yang membutuhkan penggantian organ
disebabkan kegagalan organ, kerusakan sel maupun jaringan dengan tujuan untuk
mengembalikan fungsi organ, sel, maupun jaringan yang telah rusak tersebut. Akan tetapi
dalam perkembangannya khusus untuk sel, dunia kedokteran khususnya di bidang
kedokteran regenerasi (regenerative medicine) saat ini pun telah memungkinkan untuk
menumbuhkan kembali sel si pasien itu sendiri dengan sel induk atau sel yang diesktrasi
dari organ yang rusak.
Jenis-jenis
Jenis-jenis
Autograft
Allograft
Isograft
Xeno
transplantation
Domino
Transplantation
Transplantation
Split
Aspek Etik dan Hukum Transplantasi
Aspek Etik
Pasal 2.
Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya sesuai dengan standar
profesi tertinggi.
Pasal 7d.
Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup
makhluk insani.
Pasal 10.
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan
keterampilannya untuk kepentingan pasien.

Aspek Hukum (UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan)
Pasal 33
1. Dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan
transplantasi organ dan atau jaringan tubuh, transfusi darah, implan obat dan atau
alat kesehatan, serta bedah plastik dan rekonstruksi.
2. Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh serta transfusi darah sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang
untuk tujuan komersial.
Pasal 34
1. Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan di
sarana kesehatan tertentu.
2. Pengambilan organ dan atau jaringan tubuh dari seorang donor harus
memperhatikan kesehatan donor yang bersangkutan dan ada persetujuan ahli waris
atau keluarganya.
3. Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah.
PP NO. 18 TAHUN 1981 TENTANG BEDAH MAYAT KLINIS, BEDAH MAYAT ANATOMIS, DAN
TRANSPLANTASI ALAT SERTA JARINGAN TUBUH MANUSIA.
Pasal 1.d.
Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan alat dan atau jaringan tubuh manusia
yang berasal dari tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat dan atau jaringan yang
tidak berfungsi dengan baik.
Pasal 10.
Persetujuan tertulis pasien
Pasal 11
Dilakukan oleh dokter yang ditunjuk Menkes
Tidak boleh dilakukan oleh dokter yang merawat atau mengobati donor yang bersangkutan
Pasal 14
Pengambilan alat/jaringan tubuh manusia dari korban meninggal dunia persetujuan tertulis keluarga terdekat
Pasal 16
Donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak atas kompensasi material apapun sebagai
imbalan transplantasi
Pasal 17
Dilarang memperjualbelikan alat atau jaringan tubuh manusia
Pasal 18
Dilarang mengirim dan menerima alat atau jaringan tubuh manusia dalam semua bentuk ke dan dari luar negeri.
BAB 3 Kesimpulan
Transplantasi organ manusia merupakan suatu teknologi medis untuk
penggantian organ tubuh pasien yang tidak berfungsi lagi dengan organ dari
manusia lain yang masih berfungsi dengan baik.
Transplantasi atau pencangkokan adalah pemindahan organ sel, atau jaringan dari si
pendonor kepada orang lain yang membutuhkan penggantian organ disebabkan
kegagalan organ, kerusakan sel maupun jaringan dengan tujuan untuk mengembalikan
fungsi organ, sel, maupun jaringan yang telah rusak tersebut. Akan tetapi dalam
perkembangannya khusus untuk sel, dunia kedokteran khususnya di bidang kedokteran
regenerasi (regenerative medicine) saat ini pun telah memungkinkan untuk
menumbuhkan kembali sel si pasien itu sendiri dengan sel induk atau sel yang
diesktrasi dari organ yang rusak.
Jenis-jenis transplantasi dapat ditinjau dari dua segi, yakni dari segi pemberi organ dan
juga dari segi penerima organ. Berbagai transplantasi organ juga dapat diambil dari
pendonor hidup dan pendonor yang sudah mati. Proses tranplantasi berbagai organ
juga berbeda-beda, dan banyak faktor yang harus diperhatikan. Proses transplantasi di
Indonesia juga harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dari aspek etika dan aspek
hukum yang berlaku di Indonesia.

Terima Kasih