Anda di halaman 1dari 54

Andhita Satya Pratama Giovanni

Dessy Rizqie Soufyan


Muhammad Rizki Ramadana
Wirdah
SLIDE
LAPORAN KASUS
OMSK AS TIPE MALIGNA DENGAN
KOMPLIKASI FISTEL RETROAURIKULA



Pembimbing :
dr. Novina Rahmawati, Msi. Med., Sp. THT KL



BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN THT-KL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA/ RUMAH SAKIT UMUM dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
65-330 juta orang
Dunia
anak-anak: 0,9%
Dewasa: 0,5%
Inggris
10% dari kunjungan berobat ke dokter
umum
Australia
2,10-5,20%
Indonesia
PENDAHULUAN
DAMPAK
OMSK
Anak
gangguan berbicara, bahasa,
intelktual, psikologis, dan
perkembangan sosial serta
pendidikan
Dewasa
Stigma sosial dan
berkurangnya
kesempatan kerja
BAKTERIOLOGI PADA OMSK
Pseudomonas aeruginosa
40%
Staphylococcus aureus
31%
Escherichia coli
12%
Proteus
vulgaris 5%

Membran Timpani Cavum timpani
Prosesus
mastoideus
Tuba Eustachius
Telinga
Tengah
OMSK
Definisi
inflamasi kronis telinga tengah , yang
memiliki gejala keluar cairan dari telinga
berulang atau otorrhea melalui perforasi
membran timpani
Batasan
Durasi otorrhea lebih dari 2-3 bulan,
otorrhea berupa sekret mukopurulen
berbau
OMSK
Lingkungan
ISPA
Otitis media
sebelumnya
(Previous otitis
media)
Genetik Alergi
Malfungsi tuba
eustachius
Autoimun

OMSK
Beningna
Perforasi
sentral
Kolesteatom
(-)
Maligna
Perforasi
marginal, atik
Kolestatom
(+)
ANAMNESIS
1. otorrhea >2-3 bulan hijau berbau,
2. tidak ada nyeri telinga,
3. tidak ada demam,
4. gangguan pendengaran
5. Vertigo

PEMERIKSAAN OTOSKOPI
1. Sekret mukopurulen
2. Perforasi membran timpani (atik,marginal,total)
3. Kolesteatoma


PEMERIKSAAN FUNGSI
PENDENGARAN
1. Tes penala
a. Rinne
b. Weber
c. Schawabach
2. Audiometri

PEMERIKSAAN RADIOLOGI
1. Proyeksi Schuller,
2. Proyeksi Mayer atau Owen,
3. Proyeksi Stenver,
4. Proyeksi Chause III,
PENATALAKSANAAN
1. Konservatif: Ear toilet, antibiotik
2. Operatif
a. Mastoidektomi sederhana
b. Mastoidektomi Radikal
C. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
d. Miringoplasti
e. Timpanoplasti
f. Pendekatan ganda timpanoplasti



LAPORAN KASUS
Nama : Ny. N
Umur : 24 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Langsa
Tanggal Pemeriksaan : 8 Agustus 2014
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status : Menikah
Agama : Islam
No CM : 1-02-32-41

Identitas Pasien
Keluhan Utama
Benjolan di belakang telinga kiri
Keluhan Tambahan
Berkurangnya pendengaran
Gatal di telinga
Rasa penuh di telinga
Pusing seperti berputar
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Benjolan di belakang telinga kiri sejak 7 bulan yang lalu. Awalnya
benjolan seperti bisul sebesar kacang hijau yang semakin lama
semakin membesar hingga sebesar biji jagung. Benjolan tersebut
kadang terasa nyeri.
4 bulan yang lalu benjolan tersebut pecah dan mengeluarkan
cairan seperti nanah yang kental dan berbau.
Gejala penyerta : kurang mendengar (-), gatal (+), pusing seperti
berputar (+), rasa penuh di telinga (+),
RPD
Riwayat sering batuk pilek (+)
Riwayat keluar cairan dari kedua telinga (+) ketika pasien SMP
Riwayat trauma kepala (-)
Riwayat alergi (-)
RPK
disangkal
RPO
Amoxicillin tablet dan Ofloxacin tetes telinga.
RKS
suka mengorek-ngorek telinga dengan menggunakan cotton bud.
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,4 C

Vital Sign
STATUS GENERALIS
Pemeriksaan Hasil
Kulit Pucat (-), sianosis (-), ikterik (-) turgor cukup
Kepala Normocephali
Rambut Hitam, tidak mudah dicabut, distribusi merata
Mata Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), pupil isokor diameter 2 mm, refleks cahaya
(+/+)
Mulut Sianosis (-), pucat (-), karies dentis (-) gigi geligi lengkap
Leher Simetris, trakea ditengah, JVP tidak meningkat, massa (-)
Paru Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung BJ I > BJ II di mitral, murmur (-), gallop (-)
Abdomen Soepel, H/L/R tidak teraba, timpani, bising usus 4 x/menit
Sistem urogenital Tidak dilakukan pemeriksaan
Ekstremitas Edema (-), sianosis (-), pucat (-), kekuatan otot (5/5)
STATUS LOKALIS
Pemeriksaan Dextra Sinistra
Aurikula Tanda radang (-)
Nyeri tekan tragus (-)
Tanda radang (+)
Nyeri tekan tragus (+)
Preaurikula Abses (-) fistel (-) Abses (-) fistel (-)
Retroaurikula Abses (-) fistel (-) Fistel (+)
Jaringan granulasi (+)
CAE Kanal lapang
Hiperemis (-)
Serumen (-)
Sekret (-)
Kanal lapang
Hiperemis (-)
Serumen (-)
Sekret mukopurulen (+)
Membran timpani Perforasi sentral subtotal
dengan tepi tebal.
Refleks cahaya (-)
Perforasi marginal subtotal
dengan tepi tebal.
Refleks cahaya (-)
RINOSKOPI ANTERIOR
(CAVUM NASI)
Mukosa Tidak hiperemis Tidak hiperemis
Sekret Negatif Negatif
Massa Negatif Negatif
Konka Inferior Dalam batas normal Dalam batas normal
Septum nasi Tidak ada deviasi Tidak ada deviasi
Pasase udara Lancar Lancar
FARING & OROFARING
Tonsil T1 T1
Kripta Tidak melebar Tidak melebar
Detritus Negatif Negatif
Perlengketan Negatif Negatif
Sikatrik Negatif Negatif
Faring
Mukosa Tidak hiperemis Tidak hiperemis
Granul Negatif Negatif
Bulging Negatif Negatif
Reflek muntah Positif Positif
Arkus faring Dalam batas normal Dalam batas normal
MAKSILOFASIAL
Simetri Positif Positif
Parese n. Kranialis Negatif Negatif
Massa Negatif Negatif
Hematom Negatif Negatif
KGB COLLI
Upper juguler Tidak ada
pembesaran
Tidak ada
pembesaran
Mid juguler Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
Lower juguler Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
Sub mandibula Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
Sub mental Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
Supra Klavikula Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
TES PENALA
Hasil Rinne Weber Schwabach Kesimpulan
AD Positif Lateralisasi
ke telinga kiri
Sama dengan
pemeriksa
Tuli
Konduktif
AS
AS Negatif Memanjang
OMSK AS Tipe Maligna
dengan Komplikasi Fistel
Retroaurikula + OMSK AD
Tipe Benigna Tenang + Tuli
Konduktif AS
OMSK AS Tipe Benigna Aktif
dengan Komplikasi Fistel
Retroaurikula + OMSK AD
Tipe Benigna Tenang + Tuli
Konduktif AS
Diagnosis
Banding
OMSK AS Tipe Maligna
dengan Komplikasi Fistel
Retroaurikula + OMSK AD
Tipe Benigna Tenang + Tuli
Konduktif AS
Diagnosis
Kerja
TATA LAKSANA
supportif
jangan mengorek telinga
menghindari air masuk kedalam telinga
medikamentosa
Ciprofloxacin tablet 2x500mg
Ofloxacin eardrop 2x4 tetes (AS)
Solutio H
2
0
2
3% 2x4 tetes selama 3 hari (AS)
operatif
Mastoidektomi radikal
USULAN PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Audiometri
Pemeriksaan Darah Lengkap
Foto Mastoid Schuller
Foto Toraks PA
Kultur Pus dan Uji Sensitifitas Antibiotik
Konsul Bagian Terkait : Interna dan Anestesi Pro Mastoidektomi
Radikal

AUDIOMETRI
Telinga kanan : BC <25 dB,
AC<25 dB, AC dan BC
berimpit/tidak ada gap
Kesimpulan: AD normal
Telinga kiri : BC < 25 dB, AC
> 25 dB, Antara AC dan BC
terdapat gap
Kesimpulan : tuli konduktif
AS derajat ringan

LABORATORIUM
Pemeriksaan Hasil
Hematokrit 37%
Hemoglobin 13,3 gr/dl
Eritrosit 4,6 x 10
6
l
Leukosit 9,1 x 10
3
l
Trombosit 301 x 10
3
l
LED 42 mm/jam
Creatinin 0,66 mg/dl
Ureum 14 mg/dl
CT/BT 6/2
MCV/MCH/MCHC 81 fl/29 pg/36 gr/dl
SGOT/SGPT 38 U/L / 37 U/L
Diftel 2/0/56/35/7
FOTO MASTOID AD

Telinga kanan : tulang
mastoid mengalami sklerotik.

FOTO MASTOID AS
Telinga kiri : gambaran air
cell mastoid menghilang dan
terdapat bayangan
kolesteatom.

FOTO TORAKS PA
Cor : bentuk dan
ukuran normal
Pulmo : tidak
tampak infiltrat
Kesimpulan : cor dan
pulmo tak tampak kelainan.
KONSUL BAGIAN TERKAIT
Status pulmonologi,
hematologi dan metabolik
dalam kondisi baik.
Interna
ACC Operasi dengan
General Anesthesia
Anestesi
LAPORAN OPERASI
Operasi dimulai pukul 11.00 WIB
Pasien dalam posisi supine dengan general anesthesia
Disinfeksi lapangan operasi
Infiltrasi lapangan operasi dengan Pehacain
Insisi kulit retroaurikula sampai subkutan
Dilakukan pengambilan graft fascia temporal
Luka insisi diperdalam sampai periosteum mastoid, disingkap ke
anterior sampai terlihat atik
Dilakukan pengeboran pada segitiga Mc.Ewen
Tampak jaringan kolesteatom dan granulasi memenuhi cavum
mastoid yang kemudian dibersihkan
LAPORAN OPERASI (LANJUTAN)
Dinding post CAE diruntuhkan
Dilakukan meatoplasty
Dilakukan pemasangan graft menutupi cavum timpani
Pasang spongstone kedalam cavum timpani
Luka dijahit lapis demi lapis
Dilakukan penjahitan subkutan dengan vicuril 3-0 dan dengan
silk 3-0
Operasi selesai pukul 13.00 WIB


INSTRUKSI POST OPERASI
Monitoring perdarahan dan parese
n.facialis
Diet MII
IVFD RL 20 gtt/i
Inj.Cefotaxime 1 gr/8jam (IV)
Inj.Ketorolac 3% 1 amp/8jam (IV)
Inj.ondansetron 1 amp/12 jam (IV)
PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad malam
Quo ad sanactionam : dubia ad bonam
ANALISA KASUS
Benjolan di belakang telinga
kiri pecah
Sekret mukopurulen
Perforasi marginal subtotal tepi
tebal (AS) + perforasi sentral
subtotal tepi tebal (AD)

OMSK AS tipe maligna
dengan komplikasi fistel
pada retroaurikuler dan
OMSK AD tipe benigna
tenang.
Gejala & Tanda
Perforasi marginal
Adanya fistel
retroaurikula
Koleasteatoma
Sekret yang
berbau khas
Kesimpulan
OMSK tipe
maligna

Lingkungan
Genetik
Otitis media sebelumnya
ISPA
Autoimun
Alergi
Malfungsi tuba
eustachius
Penyebab pada
pasien ini : Otitis
media sebelumnya
Penala AS
Rinne (-)
Weber :
lateralisasi
ke kiri
Schwabach :
memanjang
Audiometri
BC < 25 dB
AC > 25 dB
AC dan BC
ada gap
Kesimpulan
Tuli
Konduktif
AS derajat
ringan (AD
: 27,5 dB)
Pilihan operasi : mastoidektomi
radikal
Indikasi : OMSK tipe maligna
dengan infeksi atau koleastoma
yang sudah meluas
Telinga luar + telinga tengah +
rongga mastoid 1 ruangan
KESIMPULAN
sekret mukopurulen >2 bulan, perforasi
membran timpani tipe marginal,
kolesteatoma serta fistel retroaurikula
kasus
otitis media sebelumnya.
Penyebab
Pada OMSK tipe maligna: pembedahan
Pilihan
terapi