Anda di halaman 1dari 31

Ethical Theories &

Basic Moral Principles


Drs. Uki Dwiputranto, Grad.Dip.Sc., M.Sc
Jawaban
Kebenaran
(=truth)
Sains
Biologi, kimia,
fisika,
astronomi,
kedokteran *
Teknologi









Dilema

Digunakan
- Environment
- Human health
- Society
- International
policy

Wisdom dari
banyak bidang:
antropologi,
sosiologi, biologi,
kedokteran,
agama,
psikologi, filsafat,
sains lingkungan,
ekonomi.
System of moral principle/
or rules to conduct
A system of principles by which
human actions and proposals
may be judge GOOD or BAD
A set of rules or a standard
governing the conduct of a
particular class of human action
or profession
Any set of moral principles or
values recognized by a particular
religion, belief or philosphy
The principles of right conduct
of an individual.
(UNESCO/ Eubios Bioethics Dict.)
Ethics
ETHICAL THEORIES (teori Etika)
Bioethics
(bioetika)
Ethical Theories
(teori etika)
deals with
moral issues that
come up in
particular cases.
deals with
standards and
principles of moral
reasoning.
Ethical theory is the starting point,
and we apply the theory to the case at
hand in order to reach a conclusion
about what should we done.







Kamu salah
Aku yang paling tua
pasti paling benar
LOGIKA-nya..!
Dalam memperdebatkan masalah-masalah lingkup ethics/ bioethics,
harus diikuti dengan sikap terbuka bahwa setiap hal yang dipercayai
sebagai kebenaran (truth) adakalanya suatu saat harus direvisi ( no beliefs
is immune to revision ).
Dengan kata lain suatu kebenaran baru dapat diyakini setelah dilakukan
penyesuaian disana-sini.
Jadi aku
pasti salah
dong..!
Setiap kita menetapkan
kebenaran moral yang kita
yakini, sering terlebih dahulu
diuji dengan pandangan
yang nyata di masyarakat
atau di dunia.
Dalil urutan logika TIDAK selamanya
dapat diterapkan secara utuh dalam
menilai moralitas (Quine, 1970)
1. Menyebabkan kematian (membunuh)
sesama manusia = tidak sesuai dengan
nilai moral.
2. Setiap embrio manusia = manusia juga.
3. Wanita yang menggugurkan kandungannya = membunuh embrio.
4. Jadi, wanita tersebut = membunuh manusia.
5. Kesimpulan: wanita tersebut melakukan perbuatan yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai moral.
Fact..... !
Fact..... !
Adakalanya kita berhadapan dengan kesimpulan atau kenyataan
yang menurut urutan logika tidak dapat diterima.
Why..... ?
Selalu ada perkecualian-perkecualian (exception) yang dapat
diterima (acceptable) karena masalah yang dihadapi dalam
kehidupan selalu berkait dengan masalah lain yang juga punya
nilai-nilai moral yang diakui.
Example........................?
Example..... ?
Tindakan aborsi untuk menyelamatkan si-ibu dibolehkan karena
tindakan menyelamatkan si-ibu pun bermoral (tinggi).
Perlu menyusun logika baru yang berbeda
Misal:
Benarkah embrio sudah dapat
dikatakan sebagai manusia....?
Karena tidak semua embrio yang
terbentuk (via teknologi in vitro) dapat
dikembalikan ke rahim ibunya.
Tidak Mudah
so
1. Deontology = non-consequencialist.
Penilaian benar/ tidaknya, baik/ tidaknya suatu perbuatan
tidak perlu dilihat akibat/ hasil akhirnya. Yang dinilai adalah
perbuatannya itu sendiri, bukan hasilnya.
Contoh: ketaatan kepada perintah Tuhan
(Imanuel Kant, 1724-1804): kewajiban seseorang untuk
berbuat baik dapat dijelaskan secara rasional dan tidak
harus selalu bersifat dogmatis.

Theories
of Ethics
2. Teleology = consequencialist.
Baik/ buruknya, benar/ salahnya seseorang dinilai dari
tujuan yang hendak dicapai. Menurut aliran ini setiap
manusia wajib berbuat sesuatu untuk tujuan yang baik.
Ethical egoism: kewajiban berbuat baik demi
kepentingannya sendiri.
Utilitarianism: kewajiban berbuat baik adalah demi
kepentingan semua fihak (diri dan masyarakat luas).
Doing good : berbuat baik
Do no harm : tidak mencederai
- Diagnosis
- Therapy
- Research
Salah satu kajian dari filsafat yang memandang
fenomena biologi (termasuk Kedokteran) dari
aspek etika/ moral (Sobber, 1993).
Bidang ilmu yang lintas disiplin, yang mencakup
3 (tiga) bidang kegiatan etik: think, feel, dan
behave yang berkaitan dengan pemahaman sosial
dari komunitas medik dan biologi, dan
pemahaman psikologi dari berbagai kebutuhan
yang dirasakan oleh dokter dan pasien, serta
berbagai tekanan terhadapnya (De Wachter,
1982).
Bioethics/ Bioetika..?
Medical ethics
Medical ethics is grounded in
philosophical ethics, it concerns
itself with the ethical questions and
dilemmas in medicine.

Medical ethics is NOT any special ethics but an ethics
which deals with special cases from medical practice.
Tujuan
Menunjukkan bagaimana teori etik mampu menjelaskan
masalah-masalah health care dan membantu mengatasi
terbatasnya formula dari masa lalu mengenai
tanggungjawab etis.
Unreasonable to expect any theory to overcome
all limitations of time & place, and reach a universally
acceptable perspective.
The moral duties of the doctor
The duty to help, cure
The duty to promote and protect the
patients health
The duty to inform
The duty to confidentiality
The duty to protect the patients life
The duty to respect the patients autonomy
The duty to protect privacy
The duty to respect the patients dignity
The moral rights of the patient
The right to high quality medical service
The right to autonomous choice
The right to decide
The right to be informed
The right to privacy
The right to health education
The right to dignity
4 (Four) clusters of principles:
1. Respect for autonomy
respecting the decision making
capacities
2. Nonmaleficence
avoiding the causation of harm
3. Beneficence
providing & balancing benefits
against risks & costs
4. Justice
distributing benefits, risks, &
costs fairly
1. Autonomy
self-rule (Greek) right of
individuals to make choices
See that people are different

Personal choices

Respecting people as equal
persons with their own set of values
a duty to let people make their
own choices
corresponding responsibilities of
individuals towards society
Autonomous action
We analyze autonomous action in terms of
persons who act

I ntentionally
With understanding
Without controlling influences that determine
their action
To respect an autonomous agent
is to acknowledge that persons right to hold views, to
make choices, and to take actions based on personal
values and beliefs. Such respect involves respectful
action, NOT merely a respectful attitude. Respect
involves treating persons to enable them to act
autonomously, whereas disrespect for autonomy
involves attitudes and actions that ignore, insult, or
demean others autonomy and thus deny a minimal
equity to persons.
Simple
meanings
Self governance
Liberty right
Privacy
Individual choice
Freedom of the will
If you visit a doctor do you make treatment decisions on your
own or in discussion with other family member, and the doctor
What factors could we use to make such decisions in our
daily lives ?
When we make decisions for ourselves do we also have
responsibility for what happens ?
2. Beneficence
Beneficence attempt to do good
Balance doing good >< risk of
doing harm
Tools: - risk assessment
- cost-benefit analysis
Cases where beneficence ><
autonomy?

Moralitas TIDAK HANYA kita menjamin autonomy
dan menahan diri dari menimbulkan bahaya/
kerugian (harm), tapi juga harus memberi
kontribusi bagi kesejahteraannya (welfare).
Pikirkan/ diskusikan tentang sebuah kasus dimana kita
memerlukan keseimbangan antara benefit (kebaikan/
keuntungan) dari suatu tindakan yang membatasi autonomy
seseorang untuk menentukan pilihan bebasnya.
Pikirkan/ diskusikan tentang kemungkinan penggunaan sebuah
teknologi kedokteran baru, dan identifikasikan benefits dan
risks-nya.
3. Nonmaleficence
Precise outcome not always
certain!
Uncertainty risk of failure?
chance of success?
Try to minimize or avoid doing
harm
Failure to attempt to do good

Form of doing harm

Examples of risky technology?
Nonmaleficence vs
beneficence
The principle of nonmaleficence asserts an
obligation not to inflict harm intentionally. Principles
of beneficence potentially demand more than the
principle of nonmaleficence, because agents must
take positive steps to help others, not merely refrain
from harmful acts.
Prinsip nonmaleficence: wajib mencegah harm
secara sengaja.
( Primum non nocere : above all (or at first) DO
NO HARM)
Nonmaleficence
Beneficence
One ought NOT to inflict
evil or harm
One ought to prevent
evil or harm
One ought to remove
evil or harm
One ought to do or
promote good
Nonmaleficence
1. Do not kill
2. Do not cause pain
3. Do not incapacitate others
4. Do not cause offense to
others
5. Do not deprive others of the
goods of life
Dapatkah Anda pikirkan tentang sebuah teknologi yang
diduga terlalu berisiko untuk digunakan sekarang ?
Bila dapat, pikirkan pula teknologi mutakhir yang telah kita
gunakan untuk hal yang sama. Ingat lagi ke belakang
apakah teknologi mutakhir ini juga menimbulkan harm ?
4. Justice
Autonomy is limited by balancing desires with
respect for the autonomy of other individuals
Justice = fairness = equity
equality in access to health care
Problems:
- Scarce resources/treatments for patients
- Socioeconomic situation of patient & families
- Healthcare system & healthcare budget
The concept of justice
The terms fairness, desert (what is deserved), and
entitlement (that to which one is entitled) have been
used by various philosophers in attempts to explicate
justice. These accounts all interpret justice as fair,
equitable, and appropriate treatment in light of what
is due or owed to person.
Principles of distributive justice
To each person an equal share (formal equity)
To each person according to need
To each person according to
effort
To each person according to contribution
To each person according to merit
To each person according to free-market
exchanges
1. Setujukah Anda dengan pernyataan: All human
beings have equal rights ? Bandingkan antara
HAM dan kenyataan yang ada !!!!
2. Apa yang dapat Anda kerjakan
untuk membuat keadaan dunia
menjadi LEBIH BAIK bagi semua
orang, sekarang dan di masa
datang ?
References
1. Macer, D.R.J. (editor). A Cross-Cultural Introduction to
Bioethics. Bangkok: Eubios Ethics Institute, 2006.
2. Beauchamp, T.L., Childress J.F. Principles of
Biomedical Ethics, 4th ed. New York: Oxford University
Press, 1994.
3. Lo, B. Resolving Ethical Dilemmas. Baltimore: Williams
& Wilkins, 1995.
4. Jonsen A.R., Siegler, M., Winslade, W.J. Clinical Ethics,
5th ed. New York: McGraw-Hill, 2002.
5. WHO Regional Office for South-East Asia. Health
Ethics Teaching Guidelines for the SEAR Countries.
New Delhi, 2002.