Anda di halaman 1dari 18

PENDAHULUAN

Pada prinsipnya ketentuan perencanaan struktur tahan gempa


diberikan untuk gaya rencana akibat gerak gempa yang ditentukan
berdasarkan dissipasi energi didalam daerah nonlinear dari respon struktur
yang dimaksudkan. Dalam hal ini, beban lateral rencana dasar akibat gerak
gempa untuk suatu daerah harus diambil sesuai dengan yang ditetapkan dalam
SK SNI-1726-1989-F tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk
rumah dan gedung
Sehubungan dengan hal tersebut, peraturan menetapkan
suatu taraf gempa rencana yang menjamin struktur gedung tidak
rusak sewaktu menahan gempa kecil atau sedang. Sedangkan
sewaktu menahan gempa kuat yang lebih jarang terjadi, struktur
mampu mempertahankan perilaku perubahan bentuk secara daktail
dengan memancarkan energi dan membatasi gaya gempa yang
masuk kedalam struktur melalui pola rencana yang terkendali
sehingga tidak mengakibatkan keruntuhan fatal.
Adil firmansyah
Pemencaran Energi dan
Tingkat Daktilitas
Tujuan untuk mengendalikan dan mempertahankan
perilaku elasto-plastik dalam struktur pada waktu menahan gaya
genpa merupakan dasar untuk tekknik pencadangan energi yang
dipakai dalam perencanaan struktur daktail, dimana perilaku
struktur yang memuaskan setelah melampaui batas elastik harus
tetap terjamin dengan baik
Mekanisme goyangan portal dengan sendi-sendi
plsatis terbentuk dalam balok seperti tampak pada gambar
dibawah ini.
Adil firmansyah
Gambar : Sendi plastis pada balok-balok Gambar : Sendi plastis pada kolom - kolom
Adil firmansyah
Persyaratan Perencanaan dan
Analisis
Dalam persyaratan kuat tekan bahan beton f c
yang digunkan untuk komponen struktur penahan gaya
akibat gempa tidak boleh kurang dari 20 Mpa. Sedangkan
bila menggunakan bahan aggregat ringan maka kuat
tekannya tidak boleh melampaui 30 Mpa. Baja tulangan
penahan gaya lentur dan aksial akibat gaya gempa yang
digunakan untuk komponen struktur rangka dan dinding
partisi harus memenuhi ketentuan ASTM A-615.
Adil firmansyah
Struktur Rangka dengan
Beban Lentur dan Beban
Aksial Kecil
Gaya tekan aksial terfaktor yang bekerja pada
komponen dibatasi tidak lebih dari
Proporsi penulangan
Untuk sembarang penampang komponen struktur lentur,
jumlah tulangan dihitung dengan :
Adil firmansyah
Dan rasio penulangan
Pada sepanjang dua kali tinggi diukur dari muka komponen
pendukung ke arah tengah bentang
Untuk tingkat daktilitas 3 :
Untuk tingkat daktilitas 2 :
Adil firmansyah
Struktur Rangka dengan Beban
Lentur dan Beban Aksial Besar
Untuk struktur rangka dengan tingkat daktilitas 3, kuat
lentur minimum harus memenui persamaan-persamaan sebagai
berikut
Adil firmansyah
Kemudian gaya aksial rencana Nu,k yang bekerja pada
kolom dihitung sebagai berikut :
Sedangkan untuk struktur rangka dengan tingkat daktilitas
3, kuat lentur minimum kolom harus memenuhi persamaan sebagai
berikut
Gaya aksial rencana yang bekerja pada kolom sebagai berikut :
Adil firmansyah
Proporsi Penulangan ;
Rasio penulangan , tidak boleh kurang dari 0.01 dan
tidak lebih dari 0.06
Tulangan transversal boleh terdiri dari sengkang
tertutup tunggal atau majemuk. Tulangan melintang
transversal harus dipasang dengan jarak spasi tidak
melebihi seperempat dimensi terkecil komponen, 8
kali diameter tulangan pokok memanjang. Jarak spasi
kait silang maupun kaki sengkang trtutup majemuk
tidak boleh lebih dari 350mm.

Adil firmansyah
Ketentuan Kuat Geser
Gaya geser rencana untuk struktur dengan tingkat beban
aksial kecil dengan tingkat daktilitas 2 dihitung sebagai berikut :
Gaya geser rencana untuk struktur dengan tingkat beban
aksial kecil dengan tingkat daktilitas 3 dihitung sebagai berikut :
Tetapi tidak perlu lebih besar dari
Adil firmansyah
Sedangkan untuk komponen struktur dengan beban aksial
besar dengan tingkat daktilitas 2 dihitung sebagai berikut
Untuk struktur dengan tingkat daktilitas 3 dihitung dengan :
Dan dalam segala hal tidak perlu lebih besar dari
Adil firmansyah
Struktur Dinding, Diafragma dan
Rangka Batang
Rasio penulangan dinding struktural di sepanjang sumbu
memanjang dan transversal tidak boleh kurang dari
Sedangkan jarak spasi tulangan pada setiap arah tidak boleh
melampaui :
Apabila tebal dinding lebih besar atau sama dengan 200mm dan
atau apabila nilai gaya geser terfaktor yang bekerja pada suatu
bidang dinding melampaui nilai
Maka pada dinding tersebut paling sedikit harus
dipasang tulangan dalam dua lapis
Adil firmansyah
Titik Pertemuan Rangka
Keseimbangan gaya-gaya pada titik pertemuan rangka dapat dilihat
pada gambar berikut ini
Adil firmansyah
Mekanisme untuk meneruskan gaya geser horizontal


pada inti joint pada dasarnya terdiri dari dua macam gaya yang
dapat ditulis dengan persamaan
Adil firmansyah
Nilai geser

yang dipikul oleh beton strat harus


diperhiungkan sama dengan nol, artinya beton tidak ikut memikul
geser, kecuali untuk ketentuan sebagai berikut
Apabila tegangan rata-rata minimum pada penampang bruto
kolom diatas joint melebihi nilai 0.10fc, maka

diambil
sebagai berikut
Apabila balok diberi prategang melewati titik pertemuan, maka
Apabila penampang kritis dari sendi plastis terletak pada jarak
yang lebih kecil dari tinggi penampang balok diukur dari muka
kolom, maka
Adil firmansyah
Panjang penyaluran

ditentukan sebagai berikut


Tulangan titik pertemuan vertikal harus dapat menahan gaya
geser vertikal

sebesar
Dimana
Panjang penyaluran tulangan lurus

bersiameter D10 hingga D35


tidak boleh kurang dari
2.5 kali panjang perlu sesuai persamaan diatas, apabila tinggi
dari beton yang dituang dalam satu kali pencetakan dibawah
tulangan tersebut tidak melebihi 300mm
3.5 kali panjang perlu sesuai persamaan diatas, apabila tinggi
beton yang dituang dalam satu kali penuangan dibawah
batang tulangan tersebut melebihi 300mm
Adil firmansyah
Adil firmansyah