Anda di halaman 1dari 62

Nor Hamidah 260112120014

Oktaviani Pratiwi 260112120012


Yulia Yudha Irianti 260112120018
Siti Hawa 260112120024
Suci Hati Ramdhiani 260112120070
Karina Muthia 260112120074
Jennifer Natalie 260112120120
Galih Widys Pambayun 260112120124
Tahapan Proses Kehidupan
Berdasarkan Umur
Balita
Anak-
anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Farmakodinamik
Obat
Berat Badan
Absorpsi Obat
Dosis Tunggal
Disposisi Kinetik
Faktor yang Dipengaruhi Umur terhadap Kerja Obat
Definisi Variabilitas
Farmakokinetik
Variasi antar individu dari
parameter farmakokinetik ,
yang menghasilkan perbedaan
pada konsentrasi plasma-
profil waktu setelah
pemberian dalam dosis yang
sama, pada pasien berbeda
Pharmacokinetics. Universite de Laussane. http://sepia.unil.ch/pharmacology/index.php?id=78
Faktor Variabilitas Farmakokinetik
Genetik
Penyakit
Usia & Ukuran Tubuh
Obat-Obatan
Lingkungan
Pharmacokinetics. Universite de Laussane. http://sepia.unil.ch/pharmacology/index.php?id=78
Lainnya : Komplikasi, kehamilan,
konsumsi alkohol, jenis kelamin dan
kondisi pengobatan tertentu
Aspek Farmakokinetik & Farmakodinamik
Pharmacokinetics Basics. http://pharmaxchange.info/press/2011/04/pharmacokinetics-basics-
absorption-distribution-metabolism-and-excretion/
Farmakokinetik pada Bayi dan
Anak-Anak
Definisi Usia
Fernandez, et al., 2011. Factors and Mechanisms for Pharmacokinetic Differences
between Pediatric Population and Adults. A Review. Pharmaceutics

Farmakokinetik Bayi & Anak-Anak
ABSORPSI



Jaringan otot masih sedikit, perfusi darah rendah
Produksi HCl belum maksimal
Pengosongan lambung ditunda, gerak peristaltik usus
tidak teratur
Enzim-enzim pencernaan belum bekerja sempurna



DISTRIBUSI

Kadar air sebesar 45 %, obat-obatan yang bersifat larut
air (cnt : Sulfonamid, digoxin) akan rendah kadarnya dalam
plasma - dosis harus ditingkatkan
Pengikatan obat oleh albumin rendah
Distribusi obat-obatan larut lemak lebih rendah (kadar
lemak 10-18%)


Farmakokinetik Bayi & Anak-Anak
Penurunan eliminasi melalui empedu, karena kadar
empedu yang masih rendah
Eliminasi dari ginjal rendah, laju GFR rendah
METABOLISME
Kadar enzim metabolisme hati masih rendah
Klirens obat rendah, eliminasi rendah
Enzim metabolisme dapat meningkat oleh
obat-obat yang bersifat inducer.
ELIMINASI
Sekresi Asam Lambung pada Bayi
sekresi asam lambung
segera setelah
kelahiran, meningkat
dalam beberapa jam
bayi
full-term
sekresi asam lambung
lebih lambat,
konsentrasi tertinggi
pada usia 4 hari.
bayi
pre-term
Komposisi Cairan Tubuh
Neonatus
Neonatus
Neonatus
full-term
Neonatus
pre-term
70%-75%
70% dari
berat badan
85% dari
berat badan
Perbedaan Klirens Bayi dengan
Orang Dewasa
Perubahan Metabolisme Obat dan
Efektivitas pada Anak-Anak
Perbedaan Waktu Paruh Obat Bayi dan
Orang Dewasa
Pemberian Terapi Obat pada Anak-Anak
Rasionalisasi dosis;
Dosis untuk Bayi = Cl bayi/Cl dewasa x Dosis dewasa
Tabel Obat untuk Pediatrik
berdasarkan FDA
Fernandez, et al., 2011. Factors and Mechanisms for Pharmacokinetic Differences
between Pediatric Population and Adults. A Review. Pharmaceutics

Farmakokinetik pada Lansia
Definisi Lansia
Kelompok umur
lanjut (>85 tahun)
Problem psiko-sosial
lebih tinggi
Status : cenderung
lebih inaktif dan
istirahat.
Kebanyakan memiliki
penyakit tertentu
Stegemann S. Ageing Research Reviews.
2010:9:384-398
Periode & Perkembangan Lansia
Stegemann S. Ageing Research Reviews. 2010:9:384-398
Penurunan Fisiologis Berdasarkan Usia
Kapasitas fisiologis
menurun seiring usia
Kondisi ini diperkuat
dengan adanya
gangguan penyakit
tertentu
Keadaan ini merubah
sisi farmakokinetik
obat dalam tubuh.
Kohn RR. Principles of Mammalian Aging.
Prentice-Hall, 1978.
Farmakokinetik Lansia
Kandungan lemak dalam tubuh tinggi, sehingga
eliminasi dan kelarutan lemak diperpanjang
Kandungan air dalam tubuh rendah, sehingga
kandungan senyawa mudah larut air mempertahankan
kadar plasma darah yang tinggi
Penurunan kadar albumin, pengikatan obat berkurang
ABSORPSI

Penurunan produksi HCl, penurunan motilitas
usus
Gangguan pada penyerapan jarang memberikan
implikasi klinis

DISTRIBUSI
Farmakokinetik Lansia
Penurunan aliran darah ke ginjal
Penurunan laju filtrasi glomerulur (GFR)
Penurunan aktivitas tubular
METABOLISME
Penurunan aliran darah ke hati
Penurunan aktivitas enzim
metabolisme di hati
ELIMINASI
Peningkatan Waktu Paruh Obat
Berdasarkan Peningkatan Usia
Ritschel WW. Ritschel WA. Pharmacokinetics in the aged. Pharmacokinetic Aspects of
Aging.
Peningkatan Waktu Paruh Obat
Berdasarkan Peningkatan Usia
Ritschel WW. Ritschel WA. Pharmacokinetics in the aged. Pharmacokinetic Aspects of
Aging.
Faktor yang Mempengaruhi Terapi
Obat pada Lansia
Gangguan secara farmakodinamik, penurunan
sensitivitas
Penurunan mekanisme homeostasis tubuh
Gangguan sistem imun, lebih sering
mengalami alergi obat
Beberapa organ menjadi lebih sensitif,
terutama sistem saraf pusat
Penyebab Terjadinya Efek Merugikan
Obat pada Pasien Lansia
Wehling M s Peiter A Internist, 44:1003-1009, 2003
Efek Samping Obat yang Sering
Muncul di Kalangan Lansia
Kerpel-Fronius S.: childrenelderly/kflectures09
Prinsip Terapi Lansia
Pengobatan secara holistik
(bio-psiko-sosial-religius)
Dilihat riwayat penyakit yang
pernah ada sebelumnya
Mencegah terjadinya
polifarmasi
Monitoring pengobatan
secara berkala
Farmakodinamik Terhadap Usia
Pada Bayi dan anak-anak
Pengikatan pada protein plasma yang lebih sedikit
terdapat obat bebas lebih, toksisitas obat mudah
tercapai, dosis antibiotik harus diturunkan
Aktivitas enzim hati yang lebih rendah waktu
paruh lebih panjang, ada kemungkinan akumulasi
obat
Jaringan yang sedang tumbuh dengan cepat pada
bayi dan anak-anak dapat lebih peka terhadap obat
tertentu terapi kortikosteroid yang menghambat
pertumbuhan pada bayi dan anak2
Pada Lansia
Pasien usia lanjut relaif lebih sensitif
terhadap aksi dari beberapa obat
Peningkatan sensitivitas reseptor,
terutama reseptor di otak (terhadap
obat-obat yang bekerja sentral)
Penurunan mekanisme homeostatik,
misalnya homeostatik kardiovaskular
(terhadap obat-obat antihipertensi)
Contoh soal (1)

















Karena diharapkan waktu paruh
lebih pendek pada anak -anak
dibandingkan orang dewasa,
anak-anak mungkin perlu
diberikan obat dua kali daripada
sekali dalam sehari
Regimen dosis umum untuk dewasa suatu obat adalah 20
mg sekali dalam sehari. Berapakah dosis harian yang
direkomendasikan untuk umur 3 tahun dengan berat
badan 10 kg.
Contoh Soal (2)






Hitung regimen dosis penjagaan gentamisin untuk
mengobati infeksi berat yang diakibatkan
Pseudomonas aeruginosa dengan tujuan menjaga
konsentrasi rata-rata yang sama pada :
a. anak-anak usia 4 tahun, berat 15 kg dengan
fungsi ginjal normal pada umurnya
b. wanita tua, usia 87 tahun, berat 63 kg dengan
fungsi ginjal normal pada umurnya
c. bayi prematur, usia konseptual 36 minggu








= 1,64 ~ 1,6 mg/kg setiap 8 jam secara i.m



= 0,58 mg/kg setiap 8 jam secara i.m

a. 4 tahun, 15 kg, ginjal normal
b. 87 tahun, 63 kg, ginjal normal
Catatan : terdapat perbesaan relatif yang sangat kecil pada dosis
penjagaan (mg/8jam) antara pasien pada poin a dan pasien ini
walaupun terdapat perbedaan yang sangat besar dalam berat badan






= 1.2 mg/kg stiap 8 jam
c. Prematur 36 minggu

Catatan : karena waktu paruh yang lebih panjang pada bayi prematur,
jarak pendosisan sekitar 12 atau 24 jam mungkin lebih tepat


Untuk usia konseptual 36 minggu maka,
Tujuan,
Untuk
membandingkan
anak-anak dalam
berbagai tahap
perkembangan
dengan orang
dewasa dalam hal
penanganan PK dari
xenobiotics
Metode
Identifikasi terhadap obat-obatan yang
memiliki keterkaitan data PK untuk
anak-anak dan orang dewasa
mendapatkan dan mengevaluasi studi
utama untuk mengekstrak data kunci
pengorganisasian data ke dalam
database
menganalisis data rata-rata di seluruh
kelompok umur (analisis rata-rata)
menganalisis variabilitas interindividual
dalam kelompok usia (variabilitas
analisis)


Waktu paruh
Klirens
Volume distribusi
Puncak konsentrasi
AUC pada data darah
Data
Kunci
Jumlah
Jenis
Kelamin
dan
Usia
Rute
dan
jumlah
dosis
Data
Farmako
kinetik
HASIL DARI PERBANDINGAN PK
ANAK-ANAK/DEWASA
Penelusuran database menunjukkan bahwa
untuk banyak senyawa kimia, kehidupan awal
tahap (neonatus prematur, neonatus penuh
panjang, bayi yang baru lahir 1 minggu sampai
2 bulan) tampak berbeda daripada orang
dewasa dalam hal klirens, waktu paruh, dan
volume distribusi
Gambar 1
Memberikan ringkasan mengenai
perubahan perkembangan paruh
waktu pada 40 senyawa kimia
Gambar 2
Menunjukkan perbandingan
kelompok usia yang sama tapi
untuk klirens/kg berat badan
Gambar 3 menunjukkan hasil perbandingan
hasil waktu paruh untuk obat-obat yang
dikeluarkan melalui renal (ampicillin,
cimetidine, furosemide, piperacillin,
ticarcillin, tobramycin dan vancomycin)
Gambar 4 menunjukkan hasil
perbandingan hasil waktu paruh untuk
obat-obat yang dimetabolisme oleh
CYP1A2 (caffein dan teofilline)
Gambar 5 menunjukkan hasil perbandingan
hasil waktu paruh untuk obat-obat yang
dimetabolisme oleh CYP3A (alfentanil,
carbamazepine, pentanyl, lignocain,
midazolam, nifedipine, quidine, triazolam)
Gambar 6 menunjukkan hasil
perbandingan hasil waktu paruh untuk
obat-obat yang dimetabolisme oleh
CYP (18 substrat)
Gambar 7 menunjukkan hasil perbandingan hasil waktu paruh untuk obat-obat yang
dimetabolisme oleh glucuronidation (lorazepam, morphine, oxazepam, trikloroetanol,
valproic acid, dan zidovudine)
KESIMPULAN
Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia memiliki dampak signifikan
pada waktu paruh dan kliriens obat dengan ketidakmatangan system
metabolisme dan klirens yang terlihat jelas selama minggu pertama
hingga berbulan-bulan kehidupan pada semua jalur yang dianalisis
Mengetahui perbedaan pada fungsi PK antara anak/orang dewasa
berpotensi penting dalam mempengaruhi cara pemahaman resiko
yang akan dihadapi anak-anak dalam penentuan dosis terapi
Age-related differences in the
pharmacokinetics of stavudine in
272 children from birth to 16 years:
a population analysis

Oleh :
V. Jullien, A. Ras,.Urien,J. Dimet, C. Delaugerre. Bouillon-Pichault, E. Rey,
G. Pons.S. Blanche & J. M. Trluyer,
Untuk mengembangkan farmakokinetik
berdasarkan model populasi untuk
stavudine pada anak-anak dan menyelidiki
konsistensi dosis saat ini direkomendasikan
berdasarkan pada konsentrasi target
dewasa



0,5 mg kg
-1
dua
kali sehari untuk
bayi baru
sampai berumur
13 hari
1 mg kg
-1
dua
kali sehari untuk
anak-anak
berumur lebih
dari 13 hari dan
berat kurang dari
30 kg
30 mg dua kali
sehari untuk
anak-anak
dengan berat
badan antara 30
dan 60 kg
Anak-anak
dengan berat
badan lebih dari
60 kg, dewasa 40
mg dua kali
sehari
Semua sampel pupulasi diberikan stavudine
Konsentrasi plasma stavudine ditentukan
menggunakan metode HPLC-UV yang sudah
divalidasi
Data konsentrasi waktu dianalisis dengan
menggunakan metode firstorder estimasi
bersyarat dan efek pemodelan campuran non
linier NONMEM (versi V, tingkat 1.1, presisi ganda).
Estimasi Individu Bayesian CL / F digunakan untuk
menghitung dosis stavudine yang diperlukan untuk
mencapai nilai dari 1,60 mg l-1 jam untuk AUC (0,12 h),
yang merupakan nilai rata-rata yang dilaporkan pada
orang dewasa pada dosis 40 mg dua kali sehari.

Akurasi model akhir dievaluasi oleh penilaian prediksi visual yang
posterior yang diperoleh dari 1000 simulasi dari database

Parameter dari populasi farmakokinetik untuk stavudine
pada 272 anak-anak dan hasil metode validasi bootrap

Farmakokinetik Stavudine dijelaskan
oleh model satu-kompartemen dengan
penyerapan orde nol.
Tipikal populasi perkiraan (%
variabilitas interindividual) dari volume
distribusi jelas (V / F) dan clearance
plasma (CL / F) adalah 40,9 l (32%) dan
16,5 l h-1 (38%), masing-masing.
Stavudine V / F dan CL / F
sama-sama berkaitan dengan
usia.
Berarti dosis dihitung (0,61 mg kg-1 untuk anak-
anak kurang dari 2 minggu, 1,23 mg kg-1 untuk
anak-anak lebih dari 2 minggu dengan berat
badan kurang dari 30 kg, dan 31,5 mg untuk anak-
anak dengan berat badan antara 30 dan 60 kg)
berada dalam pedoman dosis pediatrik saat ini
(kg-1 mg 0,5, 1 mg kg-1, dan 30 mg, masing-
masing).
Dari hasil penelitian mendukung
direkomendasikannya regimen pada dosis
pediatrik untuk stavudine, karena
menghasilkan eksposur yang sama terhadap
obat seperti pada orang dewasa.

The Effect of Age on Drug
Metabolism


Oleh :
Saskia N de Wildt, Trevor N Johnson, Imti Choonara
Paediatric and Perinatal Drug Therapy, 2003; 5 (3)
Tujuan
Mengetahui hubungan
perubahan beberapa jalur
metabolik utama dan aktivitas
enzim pada pasien pediatrik
dengan usia berbeda.
Khususnya, mengenai CYP1A2
dan CYP3A4 sebagai jalur
metabolisme fase I serta
glukoronidasi dan konjugasi
sebagai contoh metabolisme
fase II
Berbagai klasifikasi
usia :
-Neonatus preterm
-Neonatus Full term
- Bayi (1-24 bulan)
- Anak-anak (2-11 th)
-Remaja (12-17 th)

Variasi Klirens Midazolam (CYP3A4)
Kelompok umur Rata-rata atau nilai tengah klirens
plasma (ml/min/kg)
Neonatus Preterm 1,2
Neonatus Full term

1,8
Bayi

3,0
Anak-anak 9,2
Remaja 10,0


Klirens midazolam yang lebih rendah terjadi pada Neonatus Preterm dan Neonatus
Full term , studi in vitro menunjukkan aktivitas CYP3A4 sangat lemah pada awal
kelahiran dan mengalami peningkatan aktivitas pada tahun pertama usia


Variasi Klirens Kafein (CYP1A2)

Kelompok umur Rata-rata atau nilai tengah klirens
plasma (ml/min/kg)
Neonatus Preterm 4,9
Neonatus Full term

20
Bayi

72,4
Anak-anak 81,6
Remaja -
Dewasa 94
Variasi Klirens Morfin (Konjugasi)

Kelompok umur Rata-rata atau nilai tengah klirens
plasma (ml/min/kg)
Neonatus Preterm 3,5
Neonatus Full term

6,3
Bayi

13,9
Anak-anak 37,4
Remaja 25,4
Variasi Waktu Paruh Paracetamol
(Glukoronidasi)

Kelompok umur Rata-rata atau nilai tengah waktu
paruh (jam)
Neonatus Preterm 5,7
Neonatus Full term

3,5
Bayi

1,6
Anak-anak 1,7
Remaja 1,5

KESIMPULAN
Klirens plasma obat (midazolam, kafein, morfin) menurun pada
periode neonatus (full term dan preterm), bahkan lebih rendah lagi
pada bayi prematur (pre-term) dan baru mengalami peningkatan
pada periode 2 tahun pertama .
Sedangkan waktu paruh (paracetamol) dalam plasma, diperpanjang
pada periode neonatus (full term dan preterm)