Anda di halaman 1dari 18

2 sks

BAB II

WISNU WENDANTO

STMIK-AUB SURAKARTA
2009
DISTRIBUSI FREKUENSI

Pengertian Distribusi Frekuensi :


Distribusi frekuensi adalah
pengelompokan data ke dalam beberapa
kelas dan kemudian dihitung banyaknya
pengamatan yang masuk ke dalam tiap
kelas.
KOMPONEN DISTRIBUSI FREKUENSI

Komponen distribusi frekuensi terdiri dari :


1) Interval Kelas, adalah sejumlah nilai variabel yang
ada dalam batas kelas tertentu. Contoh : 7 – 9
2) Batas Kelas, adalah suatu nilai yang membatasi
kelas pertama dengan kelas yang lain.
3) Titik Tengah Kelas, adalah nilai yang terdapat di
tengah interval kelas. Contohnya :
untuk interval kelas 7 – 9 titik tengah kelasnya :
(7 + 9)
x= =8
2
CONTOH TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

Interval Kelas Batas Kelas Titik Tengah Kelas Frekuensi (f)


(x)

7–9 6,5 – 9,5 8 2


10 – 12 9,5 – 12,5 11 8
13 – 15 12,5 – 15,5 14 14
16 – 18 15,5 – 18,5 17 19
19 – 21 18,5 – 21,5 20 7
LANGKAH-LANGKAH DISTRIBUSI FREKUENSI

a) Mengurutkan data dari terkecil sampai


terbesar.
b) Menentukan jumlah/banyaknya interval
kelas yang diperlukan, atau dapat juga
dengan menggunakan rumus Sturges :
k = 1 + 3,3 log n
keterangan : k = banyaknya interval kelas
n = jumlah data
LANGKAH-LANGKAH DISTRIBUSI FREKUENSI

c) Menentukan rentangan/wilayah data (R)


dengan rumus :
R = data tertinggi – data terendah
d) Membagi wilayah tersebut dengan
banyaknya kelas untuk menduga lebar
interval (C) dengan rumus :
Wilayah (R)
C=
Jumlah kelas (k)
LANGKAH-LANGKAH DISTRIBUSI FREKUENSI

 Menentukan data pada interval kelas.


Langkah pertama adalah meletakkan data
terendah dari data yang telah diurutkan di
atas tadi, selanjutnya dengan
menggunakan rumus C, yaitu dengan cara
menjumlahkan data terendah tadi dengan
lebar kelas (C) dan hasilnya dikurangi 1,
demikian seterusnya untuk menentukan
data pada interval kelas yang lain.
 Menentukan batas kelas : (X-0,5)-(Y+0,5).
LANGKAH-LANGKAH DISTRIBUSI FREKUENSI

g) Menentukan titik tengah kelas : (X+Y)


2
h) Menentukan frekuensi masing-masing kelas.
i) Menjumlahkan kolom frekuensi dan periksa
apakah hasilnya sama dengan banyaknya
total pengamatan (n).
CONTOH SOAL !

Data di bawah ini merupakan data penduduk laki-laki umur


50 tahun keatas pada sensus penduduk tahun 1980 dari
35 kabupaten/kodya di Jawa Tengah (dalam ribuan).

70 78 40 39 71 54 36 64 53 80 38 68
36 45 56 47 26 59 20 42 33 45 33 42
29 36 52 55 65 8 37 5 55 8 7

Buatlah distribusi frekuensi dari data diatas lengkap


dengan langkah-langkahnya !!!.
DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF

Frekuensi Relatif dari suatu kelas adalah proporsi


item atau dalam kelas terhadap jumlah
keseluruhan item dalam data tersebut.
Rumus frekuensi relatif adalah sbb :
Frekuensi Relatif = Frekuensi kelas
n
Distribusi Frekuensi Relatif adalah ringkasan
dalam bentuk tabel dari sekelompok data yang
menunjukkan frekuensi relatif bagi setiap kelas.
DISTRIBUSI FREKUENSI PERSENTASE

Frekuensi Persentase dari suatu kelas adalah


frekuensi relatif kelas tersebut dikalikan dengan
100.
Rumus Frekuensi Persentase adalah sbb :
Frekuensi presentase = Frekuensi Kelas
X 100
n
Distribusi Frekuensi Persentase adalah ringkasan
dalam bentuk tabel dari sekelompok data yang
menunjukkan frekuensi persentase bagi setiap
kelas
Contoh Soal
Perusahaan Frekuensi
Apple 13
Compaq 12
Gateway 2000 5
IBM 9
Packard Bell 11
Jumlah 50

Perusahaan Frekuensi Relatif Frekuensi Persentase


Apple 0,26 26
Compaq 0,24 24
Gateway 2000 0,10 10
IBM 0,18 18
Packard Bell 0,22 22
Total 1,00 100
Less than Cumulative Frequency

Untuk memperoleh angka frekuensi


kumulatif yang kurang dari (less than
cumulative frequency), digunakan nilai
batas atas dari setiap kelas.
Rumus :
Frek. Nilai batas atas kelas
X 100%
n
More than Cumulative Frequency

Untuk memperoleh angka frekuensi


kumulatif yang kurang dari (more than
cumulative frequency), digunakan nilai
batas bawah dari setiap kelas.
Rumus :
Frek.Nilai batas bawah kelas
X 100%
n
CONTOH SOAL

Interval Kelas X f fr fk (%) fk (%)


(Jutaan Rupiah ) (kurang dari/FL) (lebih dari/FM)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
30 – 39 34,5 2 0,02 (2%) 2% 100%
40 – 49 44,5 3 0,03 (3%) 5% 98%
50 – 59 54,5 11 0,11 (11%) 16% 95%
60 – 69 64,5 20 0,20 (20%) 36% 84%
70 – 79 74,5 32 0,32 (32%) 68% 64%
80 – 89 84,5 25 0,25 (25%) 93% 32%
90 – 99 94,5 7 0,07 (7%) 100% 7%

Jumlah 100 1 100%


PENYELESAIAN
 Untuk memperoleh angka frekuensi relatif pada kolom 4,
setiap nilai frekuensi kolom 3 dibagi dengan banyaknya
data (100). Misalnya :
2
100 X 100% = 0,02 / dalam persen = 2%
 Untuk memperoleh angka frekuensi kumulatif yang
kurang dari (less than cumulative frequency), digunakan
nilai batas atas. Karyawan yang yang upahnya sama
atau kurang dari Rp. 39 ribu adalah 2 orang , atau
2
100 X 100% = 2% , dan seterusnya
PENYELESAIAN
 Untukmemperoleh angka frekuensi kumulatif
yang lebih dari (more than cumulative
frequency), digunakan nilai batas atas.
Karyawan yang yang upahnya sama atau lebih
dari Rp. 30 ribu adalah 2 + 3 +…+7 = 100, atau
100
100 X 100% = 100% ;
sementara yang sama atau lebih dari Rp. 40
ribu adalah 3 + 11 +…+ 7 = 98, atau
98
100 X 100% = 98% ; dan seterusnya