Anda di halaman 1dari 29

OLIMPIADE SAINS

NASIONAL
MATEMATIKA
OLEH:
BUDI NURWAHYU
TUJUAN OSN MATEMATIKA
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
MATEMATIKA NASIONAL SECARA
KOMPREHENSIF MELALUI
PENINGKATAN BUDAYA BELAJAR
YANG KRITIS, KREATIF,MOTIVASI
TINGGI UNTUK BERPRESTASI DI
BIDANG MATEMATIKA

ASPEK YANG DIUKUR
Pemecahan masalah (problem
solving),
Penalaran (reasoning), dan
Komunikasi tertulis.

Penugasan dan pemecahan
masalah matematika
PENUGASAN MATEMATIKA:
(Lenchner ,1983: 8)
1. EXERCISE: PROSEDUR PENYELESAIANNYA
DIKETAHUI
2. PROBLEM: PROSEDUR SOLUSINYA TIDAK
LANGSUNG DIKETAHUI
3. PEMECAHAN MASALAH: MENGAPLIKASIKAN
PENGETAHUAN YANG DIPEROLEH
SEBELUMNYA KE DALAM SITUASI BARU
DAN TIDAK DIKENAL(Posamentier 1999: 98)


Pemecahan masalah dipahami sebagai pelibatan diri
dalam masalah tidak-rutin, yaitu masalah yang
metode penyelesaiannya tidak diketahui di muka.

Masalah tidak-rutin menuntut pemikiran produktif
mampu menciptakan strategi, pendekatan dan
teknik untuk memahami dan menyelesaikan soal

Pengetahuan dan ketrampilan saja tidak cukup. Ia
harus dapat memilih pengetahuan dan ketrampilan
mana yang relevan, meramu dan memanfaatkan
hasil pilihannya itu untuk menangani masalah tidak-
rutin yang dihadapinya.


Seseorang secara intuitif dapat menemukan
penyelesaian dari masalah matematika yang
dihadapinya.
Bagaimana ia dapat meyakinkan dirinya bahwa
penyelesaian yang ditemukannya itu memang
benar
Justifikasi yang dituntut disini mestilah
berdasarkan penalaran matematika yang
deduktif.
Peserta OSN Matematika SMA/MA perlu
menguasai teknik-teknik pembuktian seperti
bukti langsung, bukti dengan kontradiksi,
kontraposisi, dan induksi matematika.

OSN Matematika SMA/MA berbentuk tes
tertulis. Oleh karena itu, peserta perlu
memiliki kemampuan berkomunikasi
secara tertulis. Tulisan haruslah efektif,
yaitu dapat dibaca dan dimengerti orang
lain serta menyatakan dengan tepat apa
yang dipikirkan penulis.

PESERTA OSN
KELAS X ATAU XI DAN NILAI MATEMATIKA
MINIMAL 7
SETIAP SEKOLAH MAKSIMAL 5 SISWA
PESERTA TINGKAT PROPINSI BERASAL
DARI PESERTA TERPILIH TINGKAT
KABUPATEN
PESERTA OSN TINGKAT NASIONAL ADALAH
JUARA 1 TINGKAT PROPINSI DITAMBAH
DENGAN PESERTA YANG LOLOS PASING
GRADE TINGKAT NASIONAL
PERAN GURU
MENANAMKAN KONSEP DASAR
MATEMATIKA DAN LATIHAN
MEYELESAIKAN SOAL
MENANAMKAN SIKAP DAN KEBIASAAN
MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA
MENGIDENTIFIKASI DAN MEMELIHARA
POTENSI SISWA DI BIDANG MATH.
PERAN GURU SEBAGAI PELATIH
JANGAN BERTINDAK SEBAGAI GURU, TAPI
SEBAGAI PELATIH/PEMBINA
SEBAGAI MOTIVATOR DAN FASILITATOR
BERPENGALAMAN DALAM MATEMATIKA
NALAR
MAMPU MEMBERIKAN MASUKAN DAN
UMPAN BALIK KE SISWA
MEMPUNYAI KOMITMEN TINGGI UNTUK
MEMBINA
KIAT SUKSES DALAM
OLIMPIADE MATEMATIKA
MEMAHAMI SISTEM OLIMPIADE
MEMBENTUK TIM OLIMPIADE SEKOLAH(KLAS
OLIMPIADE)
MEMPUNYAI JADWAL PELATIHAN TETAP DAN
RUTIN
DUKUNGAN ANGGARAN KHUSUS
MEMPUNYAI KERJASAMA DENGAN PERGURUAN
TINGGI, ORANG TUA DAN LAINNYA
MELAKUKAN STUDI BANDING KE SEKOLAH YANG
TELAH BERPRESTASI DALAM OLIMPIADE

STRATEGI BELAJAR SISWA
MENGAHADAPI OLIMPIADE
1. Tahu manfaat dan tujuan
2. Membiasakan diri untuk berpikir kreatif
3. Membiasakan untuk berpikir sistematis, terstruktur dan logis
dalam memecahkan masalah
4. Membiasakan untuk memahami dan tidak hanya mengingat
5. Mengembangkan kemampuan berpikir, kemampuan bernalar,
kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berkomunikasi
6. Aktif bertanya ke guru ataupun pembina
7. Aktif mencari materi olimpiade dari berbagai sumber belajar
(buku-buku referensi dan internet)
8. Pada tahap yang lebih lanjut siswa harus mempunyai
kemampuan untuk transfer of learning dengan cara berlatih secara
keras.
9. untuk menghadapi situasi yang baru yang belum pernah dihadapi
sebelumnya


TEKNIS PELAKSANAAN
MEMAHAMI SILABUS OLIMPIADE MATH.
MELAKUKAN PENJARINGAN BERDASARKAN
KEMAMPUAN KOGNITIF DAN TINGKAT
KECERDASAN(IQ)
PEMBINAAN SECARA KONTINU
PEMBINA MAMPU MEMPERLUAS WAWASAN
STRATEGI PENYELESAIAN SOAL
SELALU MEMBERIKAN BAHAN SOAL OLIMPIADE
KEPADA SISWA
MENDORONG SISWA UNTUK MENCARI SOAL LAIN
DI INTERNET
LAKUKAN DISKUSI DALAM MEYELESAIKAN SOAL.
TUGAS PELATIH

a. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan SISWA
matematika, terutama materi yang berkaitan dengan
IMO
b. Melatih SISWA dalam kegiatan pemecahan SOAL
berstandar IMO
c. Melatih SISWA dalam menuangkan ide dan gagasan
terutama dalam bentuk bahasa tulis
d. Menyeleksi calon peserta yang akan DIIKUTKAN
LOMBA/ TAHAP BERIKUTNYA
Materi yang dilatihkan pada kegiatan ini meliputi:
a. Metode Heuristic (Problem Solving Strategy)
b. Aljabar
c. Teori Bilangan
d. Geometri

KARAKTERISTIK SOAL OLIMPIADE
Tidak rutin (terdapat modifikasi logika)
Memerlukan pengetahuan sekolah menengah,
tetapi memerlukan kematangan DAN
MEMERLUKAN:
Wawasan
Kecermatan
Kejelian
Kecerdikan, dan
Pengalaman
Jawaban soal olimpiade harus memuat
gagasan matematika
KISI-KISI SOAL OLIMPIADE
MATEMATIKA
Soal seleksi olimpiade matematika baik
dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan
nasional disesuaikan dengan soal-soal
Olimpiade Tingkat Internasional (IMO),
yang dikelompokkan dalam 4 (empat)
bidang:
ALJABAR, GEOMETRI, KOMBINATORIK,
TEORI BILANGAN
STRATEGI MEMECAHKAN MASALAH
a. Menebak dan memeriksa
b. Membuat gambar/diagram
c. Mencari pola
d. Membuat daftar yang sistematis
e. Bergerak dari belakang
f. Menyatakan masalah dalam bentuk yang lebih
sederhana
g. Menyelesaikan bagian per bagian dari masalah
h. Menyatakan masalah dengan cara lain
i. Memperhitungkan setiap kemungkinan
j. Mengabaikan hal yang tidak mungkin
k. Membuat model matematika

SILABUS
ALJABAR
- Sistem bilangan real
1. Himpunan bilangan real dilengkapi dengan operasi tambah dan kali
beserta sifat-sifatnya.
2. Sifat urutan (sifat trikotomi, relasi lebih besar/kecil dari, beserta
sifatsifatnya)
- Ketaksamaan
1. Penggunaan sifat urutan untuk menyelesaikan soal-soal ketaksamaan.
2. Penggunaan sifat bahwa kuadrat bilangan real selalu non negatif untuk
menyelesaikan soal-soal ketaksamaan.
3. Ketaksamaan yang berkaitan dengan rataan kuadratik, rataan
aritmatika, rataan geometri, dan rataan harmonik.
- Nilai mutlak
1. Pengertian nilai mutlak dan sifat-sifatnya
2. Aspek geometri nilai mutlak
3. Persamaan dan ketaksamaan yang melibatkan nilai mutlak
- Sukubanyak (polinom)
1. Algoritma pembagian
2. Teorema sisa
3. Teorema faktor


- Fungsi
1. Pengertian dan sifat-sifat fungsi
2. Komposisi fungsi
3. Fungsi invers
- Sistem koordinat bidang
1. Grafik fungsi
2. Persamaan dan grafik fungsi irisan kerucut
(lingkaran, ellips, parabola,dan hiperbola)
- Barisan dan deret
1. Suku ke-n suatu barisan
2. Notasi sigma
- Persamaan dan sistem persamaan
1. Penggunaan sifat-sifat fungsi untuk menyelesaikan
persamaan dan sistem persamaan
2. Penggunaan ketaksamaan untuk menyelesaikan
persamaan dan sistem persamaan

GEOMETRI
-Hubungan antara garis dan titik
1. Hubungan antara garis dan garis
- Bangun-bangun bidang datar
1. Segitiga, Segiempat, Segibanyak beraturan,
Lingkaran
2. Kesebangunan dan kekongruenan
3. Sifat-sifat segitiga: garis istimewa (garis berat,
garis bagi, garis tinggi, garis sumbu)
- Dalil Menelaus
- Dalil Ceva
- Dalil Stewart
- Relasi lingkaran dengan titik


Relasi lingkaran dengan garis:
Bersinggungan, Berpotongan,Tidak berpotongan
Relasi lingkaran dengan segitiga:
Lingkaran dalam, Lingkaran luar
- Relasi lingkaran dengan segiempat:
1. Segi empat tali busur (beserta sifat-sifatnya)
2. Dalil Ptolomeus
- Relasi lingkaran dengan lingkaran:
1. Dua lingkaran tidak beririsan: baik salah satu di dalam atau di
luar yang lain
2. Dua lingkaran beririsan di satu titik (bersinggungan): dari dalam
atau dari luar, Dua lingkaran beririsan di dua titik, Lingkaran-
lingkaran sepusat (konsentris)
- Garis-garis yang melalui satu titik (konkuren), titik-titik yang
segaris

- Trigonometri (perbandingan, fungsi, persamaan, dan
identitas)
- Bangun-bangun ruang sederhana


KOMBINATORIKA

- Prinsip pencacahan
1. Prinsip penjumlahan
2. Prinsip perkalian
3. Permutasi dan kombinasi
4. Penggunaan prinsip pencacahan untuk
menghitung peluang suatu kejadian
- Prinsip rumah merpati (pigeonhole principle,
prinsip Dirichlet)
- Prinsip paritas

TEORI BILANGAN
- Sistem bilangan bulat (himpunan bilangan bulat dan sifat-
sifat operasinya)
- Keterbagian (pengertian, sifat-sifat elementer,
algoritma pembagian)
- Faktor persekutuan terbesar dan kelipatan persekutuan
terkecil, relatif prima, algoritma Euklid
- Bilangan prima
- Teorema dasar aritmatika (faktorisasi prima)
- Persamaan dan sistem persamaan bilangan bulat
- Fungsi tangga

PELAKSANAAN OLIMPIADE
MATEMATIKA
OSN TINGKAT NASIONAL(Nilai max:7/soal)
1. Hari Pertama( 3 JAM) : Terdiri dari 4 soal,
yang terdiri dari soal teori bilangan,
geometri, aljabar dan kombinatorik (masing-
masing 1 soal)
2. Hari Kedua( 3 JAM) : Terdiri dari 4 soal (lebih
sulit dari hari pertama), yang terdiri dari
soal teori bilangan, geometri, aljabar dan
kombinatorik (masing-masing 1 soal)
OSN TINGKAT PROVINSI
20 soal isian singkat dengan waktu 90 menit,
setiap jawaban yang benar diberikan nilai 1.
Hasil nilai pada bagian pertama ini menentukan
untuk dapat dikoreksi pada bagian kedua, yaitu
nilai pada bagian pertama minimal 7 baru dapat
masuk ke tahap soal kedua.
5 soal uraian dengan waktu 120 menit, setiap
soal yang benar diberikan nilai 7.
OSN TINGKAT KABUPATEN/ KOTA
Soal terdiri dari 20 soal dan dikerjakan
dalam waktu 120 menit, meliputi 10 pilihan
ganda (1 soal maksimum diberi nilai 6,
minimum 1 (soal tanpa jawaban) dan
10 soal isian singkat (setiap soal
maksimum diberi nilai 9).
KELEMAHAN SISWA
Kelemahan pertama adalah
kekurangmampuan siswa mengemukanan
jawaban secara baik (sistematis,
argumentatif, jelas), meskipun mereka
mendapatkan jawabannya. Dapat diduga
bahwa kelemahan ini merupakan cermin
dari pengajaran matematika sekolah di
Indonesia dan merupakan dampak dari
perhatian yang keliru terhadap UMPTN
atau SPMB
Kelemahan kedua menyangkut sikap dan
kebiasaan. Sikap skeptis /ragu yang
mencerminkan kebutuhan akan
pembuktian jarang tampak pada siswa
kita.
Siswa tidak terbiasa untuk memeriksa
secara teliti kebenaran hasil yang mereka
peroleh.
Kelemahan ketiga Kurikulum tidak
mencakup silabus olimpiade matematika
TERIMA KASIH