Anda di halaman 1dari 36

DISTILASI

KELOMPOK 3

Anggoro Wiseso (1206212514)
Mariana (1206212331)
Maylina Chandra Puspita (1206212451)
Sabrina Zahra Fitriani (1206249391)


Suatu proses dimana campuran cairan atau uap dari dua
zat atau lebih dipisahkan menjadi fraksi komponen-
komponennya sesuai dengan kemurnian yang diinginkan,
dengan menggunakan atau menghilangkan panas.

Uap yang dihasilkan dari campuran yang mendidih akan
lebih kaya komponen yang titik didihnya lebih tinggi yang
lebih rendah. Oleh karena itu, ketika uap tersebut
didinginkan dan dikondensasikan, hasil kondensatnya
akan mengandung lebih banyak komponen volatil.
I
DEFINISI DISTILASI
Kolom distilasi berfungsi sebagai sarana pemisahan karena sistem
perangkat sebuah kolom distilasi memiliki bagian-bagian proses yang
memiliki fungsi-fungsi sebagai pemisah.

I
TIPE KOLOM DISTILASI
Kolom Distilasi
Kolom Batch Kolom Kontinyu
distilasi di mana campuran cair secara
terus-menerus (tanpa gangguan)
dimasukkan ke dalam proses dan fraksi
terpisah dikeluarkan terus menerus
sebagai output stream berjalannya
waktu selama operasi.
Distilasi batch merupakan jenis
operasi yang tak tunak (unsteady). Jika
dilakukan satu kali proses, yakni bahan
dimasukkan dalam peralatan, diproses
kemudian diambil hasilnya (distilat
dan residu).
I
KLASIFIKASI KOLOM KONTINYU
Kolom Kontinyu
Jenis Feed yang
Diproses
Kolom Biner
Kolom Multi
Komponen
Jumlah aliran produk
yang dimiliki
Kolom Multi
Produk
Dimana Ekstra
Feed Keluar
Distilasi
Ekstraktif
Destilasi
Azeotropik
Tipe Internal
Kolom
Kolom Tray
Peralatan Distilasi
Gambar 1. Distilasi (sumber:
http://lorien.ncl.ac.uk/ming/Webnotes/sp3/McCabe/mccabe.swf)
Sebuah distilasi umumnya berisi beberapa komponen
utama:
Shell vertikal dimana pemisahan komponen cair
dilakukan Internal
Pada tiap Distillation stage uap naik ke atas
sedangkan liquid turun ke bawah kolom. Komponen
dengan volatilitas tinggi yang menguap dan komponen
dengan volatilitas rendah akan turun ke bawah
Rectifying section adalah stage diatas feed point
Stripping section adalah stage dibawah feed point
dengan kondisi bahan volatil berkurang
Kolom internal seperti tray/pelat dan / atau
kemasan yang digunakan untuk meningkatkan
pemisahan komponen
Overhead vapour mengandung komponen yang lebih
volatil dari feed lalu ke kondensor. Pada heat exchanger
ini digunakan cooling water untuk mengubah uap jadi
liquid
Kolom distilasi terdiri
dari beberapa
komponen, yang
masing-masing
digunakan baik untuk
tranfer energi panas
atau meningkatkan
perpindahan material.
Kondensor untuk mendinginkan dan memadatkan uap meninggalkan bagian atas kolom
Liquid dari kondenser terbagi 2 : reflux (fed kembali ke kolom) dan over head product
(mengandung liquid dengan komposisi yang spesifik pada desain kolom). Rasio antara reflux
flowrate dengan overhead product flowrate disebut reflux ratio dan penting untuk parameter
desain dan operasi kolom distilasi.
Bottom liquid mengandung komponen yang kurang volatil lalu dialirkan ke reboiler. Heat
Exchanger Steam digunakan untuk menguapkan liquid yang kembali mengalir ke kolom.
Reboiler untuk memberikan penguapan yang diperlukan untuk proses penyulingan
Bottom product, memilki komposisi tetap sesuai desain kolom dan merupakan produk kedua
dari kolom distilasi.

Peralatan Distilasi
FLOW DIAGRAM
OPERASI DISTILASI
feed
overhead
vapour
bottom
liquid
condenser
reboiler
overhead
product
reflux
bottoms
product
vapour
column
Operasi Distilasi
1. Campuran liquid yang akan diproses disebud feed dan masuk melalui bagian tengah kolom
menuju feed tray. Feed tray membagi kolom menjadi 2 bagian yaitu bagian atas (rectification)
dan bagian bawah (stripping).
2. Panas disuplai ke reboiler untuk menghasilkan
uap. Sumber masukan panas dapat berupa cairan
yang sesuai, meskipun dalam kebanyakan pabrik
kimia ini biasanya uap. Di kilang, sumber
pemanasan mungkin berupa aliran output kolom
lainnya. Uap dibesarkan di reboiler yang
kembali dikembalikan lagi ke dalam unit di
bagian bawah kolom. Cairan dihilangkan dari
reboiler dikenal sebagai produk bottom
Gambar 2. Bagian Bawah Destilasi (sumber:
http://lorien.ncl.ac.uk/ming/distil/distileqp.htm)
3. Uap bergerak naik ke kolom, dan saat keluar atas unit,
didinginkan oleh kondensor. Cairan terkondensasi
disimpan dalam penampungan wadah yang dikenal
sebagai drum refluks. Beberapa cairan ini didaur
ulang kembali ke bagian atas kolom dan ini disebut
refluks. Cairan terkondensasi yang dihilangkan dari
sistem ini dikenal sebagai distilat atau produk atas.
Gambar 3. Bagian Atas Destilasi (sumber:
http://lorien.ncl.ac.uk/ming/distil/distileqp.htm)
Operasi di distilasi didasari pada pemisahan berdasarkan
titik didih. Titik didih dari campuran ditentukan oleh
tekanan uap campurannya (fungsi dari volatilitas)



Campuran mendidih jika tekanan uapnya lebih besar
atau sama dengan tekanan uap lingkungan
Tekanan uap campuran menunjukkan volatilitas relatif ()
atau rasio dari volatilitas.

Operasi Distilasi
Semakin
volatil
Semakin mudah
menguap
Tekanan uap
rendah
Tray dan Plate
Kolom baki (tray) - dimana baki dengan macam-macam disain digunakan untuk
menahan cairan untuk menghasilkan kontak yang lebih baik antara uap dan cairan
sehingga diperoleh pemisahan yang lebih baik
a. Bubble Cap Tray
Bubble-cup biasanya didesain di atas plate pada sudut
equilateral triangular, dengan baris yang disesuaikan
secara normal dengan arah aliran menyilang plate
Mempunyai tingkat-tingkat/
cerobong yang terpasang di
atas hole (lubang), dan sebuah
cap yang menutupi tingkat-
tingkat
Digunakan pada kondisi aliran
rendah, di mana tray harus tetap
basah, kecuali kondisi bentuk
polymer, coking, atau fouling yang
tinggi.
Sumber:
http://lorien.ncl.ac.uk
Gambar 1. Bubble Cap Tray
Tray dan Plate
b. Valve Tray
Sumber: http://lorien.ncl.ac.uk
Gambar 3. Valve Tray
Pada valve tray, perforasi
(lubang lubang kecil)
ditutupi dengan valve
yang mudah dilepas
Uap naik melalui perforasi
pada tray, bubble pada
liquid berbentuk sama
Valve yang terangkat
menunjukkan uap
mengalir horizontal ke
dalam liquid, dengan
demikian
menyediakan
campuran yang
mungkin terjadi dalam
sieve tray
b. Valve Tray
Sumber: http://lorien.ncl.ac.uk
Gambar 4. Sieve Tray
Adalah plate metal
sederhana dengan
lubang
diantaranya
Vapor lewat ke atas melalui
lubang-lubang plate dan
terdispersi dalam cairan
sepanjang plate
Karena luas range
operasi, kemudahan
perawatan, dan faktor
biaya, kebanyakan
aplikasinya sieve dan
valve tray diganti
dengan bubble cup tray
Cairan mengalir
turun ke plate di
bawahnya melalui
downcomer dan weir
Operasional Sieve Tray
Sieve tray dirancang untuk membuat uap hasil yang
mengalir naik mengalami kontak dengan liquid yang
mengalir ke bawah (mencegah cairan mengalir bebas ke
bawah melalui lubang-lubang) . Liquid ini mengalir
melintasi tray dan melewati weir (tanggul) ke downcomer
menuju ke tray di bawahnya. Oleh karena itu pola aliran
pada setiap tray adalah aliran silang (crossflow)

Permukaan zat cair di dalam downcomer harus lebih tinggi
dari permukaan di atas tray karena ada penurunan tekanan
melintas di tray itu.
Sebuah weir pada tray didesain agar
selalu ada sebagian liquid yang tertahan
pada tray dengan tinggi yang masih
diperbolehkan, seperti bubble cap yang
ditutupi oleh liquid
Yang lebih ringan, aliran vapor ke atas
dan bergerak melewati liquid, melalui
bukaan pada setiap tray. Area rendah
untuk aliran vapor pada setiap tray
disebut aktif tray area
Aliran Liquid & Vapor dalam Kolom Tray
Sumber: http://lorien.ncl.ac.uk
Gambar 5. Aliran Liquid dan Vapor
Setiap tray mempunyai dua sisi
bersebelahan pada setiap
sisinya yang disebut
downcomers. Liquid jatuh
melalui downcomer oleh
gaya gravitasi dari satu tray
ke bagian bawahnya
Sumber: http://lorien.ncl.ac.uk
Gambar 6. Aliran pada tiap plate
Efisiensi Tray
Overall efficiency sangat mudah digunakan
tetapi paling kurang fundamental.
Effisiensi ini didefinisikan sebagai rasio
jumlah tray ideal yang diperlukan pada
keseluruhan kolom terhadap jumlah tray
aktual
a. Overall Efficiency,
b. Murphree Efficiency, m
1
1

n n
n n
m
y y
y y

Murphree efficiency merupakan perubahan


komposisi uap dari satu tray ke tray
berikutnya dibagi dengan perubahan yang
terjadi jika uap yang meninggalkan tray itu
berada dalam kesetimbangan dengan zat cair
rata-rata yang berada di atas tray, dan dengan
perbedaan yang penting dalam perbandingan
local efficiency dengan murphree efficiency
meliputi
keseluruhan
kolom
berkaitan
dengan satu
tray
c. Local Efficiency,
1
' '
1
' '
'

n en
n n
y y
y y

dengan :
yn = konsentrasi uap yang meninggalkan
suatu lokasi
yn-1 = konsentrasi uap yang masuk tray ke-n
pada lokasi yang sama
yen = konsentrasi uap yang dalam
kesetimbangan dengan zat cair yang sama
Syarat dalam mendapatkan tray efficiency yang
memuaskan adalah mengoperasikan tray
tersebut sebagaimana mestinya, yaitu:
Adanya kontak antara uap dan zat cair.
Pengoperasian kolom yang tidak effisien
disebabkan oleh pembentukan foam,
distribusi uap yang tidak sempurna,
pemintasan weeping dan penumpahan zat
cair.
menyangkut suatu
lokasi tertentu
pada satu tray
Packed
Ada kecenderungan untuk meningkatkan
pemisahan dengan penambahan penggunaan
tray dengan packing. Packing adalah peralatan
pasif yang didesain untuk meningkatkan kontak
area interfacial uap liquid.
Fungsi penempatan packing di dalam kolom
absorbsi adalah memberikan luas permukaan
kontak yang cukup besar antara fase gas dan
fase cair, dengan cara memecah molekul-
molekul gas dan air menjadi molekul-molekul
yang lebih kecil sehingga mempermudah
terjadinya difusi molekularitas antara kedua
fase tersebut.
Sumber:http://www.google.com/images
Gambar 9. Packed Coloumn
Operasi Packed dan Jenis Packing
Zat cair terdistribusi di atas
isian, kemudian mengalir
dalam bentuk film tipis ke
seluruh permukaan packing
menuruni kolom yang
kemudian terjadi kontak
antara fase gas dan cair.
Pada alat ini terdapat isian
menara packing yang
berfungsi memperluas
bidang kontak antara fase
gas dan fase cair.
Pada saat menyentuh packing,
molekul-molekul gas dan air
akan terpecah menjadi
molekul-molekul yang lebih
kecil sehingga mudah
terjadinya kontak antara
kedua fasa tersebut.
Random packing
Jatuh secara acak (fall randomly)
Tower terlebih dahulu diisi
Ukuran lebih kecil: spesific surface
& gas-pressure drop lebih besar
Ukuran lebih besar: mengurangi
biaya/ unit volume
Regular packing
Gas-pressure drop rendah &
kemungkinan laju alir fluida lebih
baik
Instalasi membutuhkan biaya
lebih banyak
OPERASI
PACKED
Distribusi dan Redistribusi Liquid
Untuk random packing:
Jika jumlah packing yang berada di
sekitar dinding menara sedikit (dari
jumlah total packing) maka ada
kecenderungan bagi liquid untuk
menuju dinding dan gas mengalir di
tengah menara
Penyebab : perbandingan dp/dT < 1/8
Solusi: meletakkan re-distributor dengan
jarak 3-10 kali dT, meletakkan support
plate dibawah packing support

Dry packing
tidak efektif untuk transfer massa!!

Spray Nozzles
banyak entrainment liquid dalam gas!!



Packed VS Tray
Packing
memberikan
area
interfacial
extra untuk
kontak liquid-
vapour
Efisiensi
pemisahan
meningkat
untuk tinggi
kolom yang
sama
Packed
kolom lebih
pendek
daripada
trayed kolom
Kolom Tray menghadapi masalah throughput dan dapat diatasi dengan
menganti tray dengan packing dikarenakan:
Packed kolom dikenal sebagai
continuous-contact columns,
sedangkan trayed columns
dikenal sebagai staged-contact
columns karena karateristiknya
kontak vapour dan liquid.
Untuk liquid korosif, karena alat lebih
murah
Membutuhkan tahanan liquid yg rendah
karena densitasnya yang besar
Memberikan pressure drop per tahap
kesetimbangan yang rendah
Untuk diameter kolom yang kecil
Bisa menangani laju alir liquid dan gas yang
besar
Pembersihan mudah karena bisa dipasang
manhole
Lebih mudah utk pengambilan produk
melalui samping
Desain plate lebih terjamin efisiensi
kerjanya
Dipilih Packed karena: Dipilih Tray karena:
Mengapa Feed Masuk di Tengah?
Packed
Tray

Rectifying
Stripping
Sumber: McCabe, Warren L, et al. 1993
Gambar 13. Diagram Neraca Massa plate n
Karena ada
tahap
enriching-
stripping
pada
packed dan
rectifying-
stripping
pada tray
Perubahan
konsentrasi kontinu
Perubahan
konsentrasi bertahap
Jika konsentrasi di 2 fase
meningkat dengan tinggi
kolom, x
n-1
> x
n
dan y
n

lebih besar dari y
n+1
.
keluaran equibirium
PRINSIP DISTILASI
Kondisi Feed
Kondisi termal dari feed menentukan aliran kolom internal

Jika feed dibawah titik didihnya, panas harus dinaikkan menjadi panas
yang bisa untuk menguapkannya. Panas harus didapatkan dengan
mengkondensasi uap yang ada pada kolom sehingga liquid yang mengalir
kebawah meningkat dengan seluruh jumlah feed ditambah bahan
terkondensasi dan laju uap ke atas menurun.

Jika feed yang masuk sebagai superheated vapor, ia kan menguapkan
liquid untuk menyamakan entalpi. Pada kasus ini laju liquid ke bawah
kolom menurun dan laju uap meningkat dengan seluruh jumlah feed
ditambah bahan yang terkondensasi menjadi uap

Jika feed jenuh (liquid atau uap), tidak ada panas yang harus
ditambahkan dan feed langsung ditambahkan ke aliran liquid atau uap.
PRINSIP DISTILASI
Kondenser
Kondensor atau pendingin yang berguna untuk mendinginkan uap destilat yang melewati kondensor
sehingga menjadi cair. Pendingin atau kondensor air masuknya harus dari bawah sehingga pendingin
atau kondensor akan terisi dengan air maka dapat digunakan untuk mendinginkan komponen zat yang
melewati kondensor tersebut dari berwujud uap menjadi berwujud cair.

Pada kondenser total, seluruh uap yang
meninggkalkan bagian atas kolom di kondensasi.
Komposisi uap yang meninggalkan tray atas sama
dengan produk distilat liquid dan reflux, x
D

Pada kondenser parsial, uap hanya sebagian dijadikan
liquid, dan stream produk uap dihilangkan. Komposisi
dari tiga stream (V
1
, D, dan R) berbeda. Biasanya, D
(komposisi y
D
) setimbang dengan R (komposisi x
D
).
Kondenser parsial berfungsi sebagai penyeimbang
stage separasi sehingga kolom dengan kondenser
parsial memiliki stage yang lebih ideal
Gambar 4. Total Kondenser (sumber:
http://facstaff.cbu.edu/~rprice/lectures/distill.html#ideal)
Gambar 5. Parsial Kondenser (sumber:
http://facstaff.cbu.edu/~rprice/lectures/distill.html#ideal)
PRINSIP DISTILASI
Reboiler
Reboiler adalah heat exchanger yang berfungsi untuk menyediakan panas pada
kolom distilasi.






Reflux

Reflux dibutuhkan pada proses distilasi untuk mendapatkan distilat yang lebih murni. Liquid
yang di reflux kaya akan produk yang diinginkan. Liquid ini akan berkontak dengan uap yang
meningkat, yang mengandung produk atas dan produk bawah. Sebagai produk atas yang
memilki titik didih yang lebih rendah, setelah kontak dengan aliran uap dari bawah, beberapa
reflux akan menguap, dan pada saat yang sama produk dari bawah akan terkondensasi dan
kembali ke bawah kolom. Jadi, reflux penting untuk pemisahan pada distilasi.

Rasio reflux adalah parameter penting pada operasi kolom. Biasanya hal ini didefinisikan
sebagai rasio dari reflux terhadap distilat (L/D), meskipun formula lain (L/L+D, etc.) biasa
digunakan.


Kebanyakan reboiler adalah reboiler parsial
yang hanya menguapkan sebagian liquid di
dasar kolom. Reboiler parsial juga
menyediakan stage separasi yang ideal
Gambar 6. Reboiler (sumber:
http://facstaff.cbu.edu/~rprice/lectures/distill.html#ideal)
Metode McCabe-Thiele
Salah satu metode yang sering digunakan dalam menghitung
jumlah stage ideal untuk distilasi dua komponen (binary
distillation) adalah dengan menggunakan metode McCabe-
Thiele

Metode McCabe-Thiele ini mengasumsikan bahwa laju alir
molar baik liquid maupun vapour atau L/V konstant, atau
dikenal juga dengan istilah Constant Molar Overflow (CMO),
namun pada keadaan sebenarnya keadaan CMO tidak
konstan.
Kolom Distilasi
L adalah laju alir molar yang kembali ke
kolom (ke stage pertama )

V adalah uap yang keluar dari kolom
menuju ke kondenser untuk di
kondensasikan.

L adalah liquid yang berasal dari kolom
destilasi menuju ke reboiler untuk
diuapkan kembali.

V adalah uap yang terbentuk dari L dan
masuk lagi ke kolom.

Untuk lebih memudahkan, bagian
rectifying akan di tandai dengan
subscript n, dan bagian stripping ditandai
dengan subscript m.
Perhitungan Theoritical
Stage
Dalam perhitungan theoritical stage ada
beberapa tahap yang harus dilakukan , yaitu :
Pembuatan kurva kesetimbangan uap cair
(untuk senyawa atau komponen yang lebih
ringan)
Membuat garis operasi baik seksi rectifying
(enriching) maupun stripping
Membuat garis umpan / feed (q-line), q-line
ini akan menunjukkan kualitas dari umpan itu
sendiri, apakah dalam keadaan uap jenuh,
liquid jenuh, dan lainlain
Membuat atau menarik garis stage yang
memotong kurva kesetimbangan yang
memotong kurva kesetimbangan xy, garis
operasi rectifying dan stripping yang diawali
dari XD dan berakhir pada XB

Kurva Kesetimbangan
Dalam membuat kurva kesetimbangan xy, umumnya kurva dibuat
untuk komponen yang lebih ringan
Jika tidak terdapat data kurva kesetimbangan xy tersebut, terdapat
beberapa cara dalam membuat kurva kesetimbangan ini :
Dengan menggunakan relatif volatilitas :


Jika diketahui tekanan operasi kolom (dan biasanya diasumsikan
tidak terjadi penurunan tekanan dalam kolom) maka kurva
kesetimbangan dapat dibuat dengan rumusan




Garis Operasi Rectifying
Garis operasi rectifying dapat dibuat dengan persamaan:


Garis operasi rectifying dimulai dari titik (X
D
,Y
D
) atau (XD,
XD), Penomoran stage umumnya dimulai dari atas lalu diteruskan
ke bawah hingga berakhir pada reboiler sebagai stage terakhir. garis
operasi rectifying juga dapat dijabarkan dalam persamaan lain
yaitu:


R = rasio refluks
= (arus yang diumpan kembali ke kolom (refluks, L)) / (arus
produk atas yang diambil) =

Garis Operasi Stripping
Garis operasi stripping dapat di jabarkan dengan :


Dimana :
L
m
= laju alir molar liquid stage ke m
V
m+1
= laju alir molar uap stage ke m+1
X
m
= fraksi liquid ke n+1 komponen ringan
X
B
= fraksi bottom produk komponen ringan
B = laju alir molar bottom produk

Jika slope L
m
/V
m
diketahui maka garis operasi stripping dapat
dibuat, tetapi biasanya mudah membuat garis operasi stripping
setelah garis umpan ( q line ) diketahui.

Garis Umpan (q-line)
Feed yang masuk ke kolom destilasi dapat dalam berbagai kondisi antara
lain :
Feed pada kondisi dingin , q > 1
Feed pada kondisi titik gelembung, saturated liquid, q = 1
Feed pada kondisi campuran uap cair 0 < q < 1
Feed pada kondisi titik embun, saturated vapour q = 0
Feed pada kondisi uap panas lanjut, saturated vapour q < 0


Garis umpan dapat dibuat dengan persamaan:


Dimana :
q = nilai kualitas umpan
XF = fraksi umpan atau feed
komponen ringan
Contoh soal 18.2
Sebuah kolom fraksionasi kontinu didesain untuk memisahkan 30.000 kg/jam
campuran yang terdiri dari 40% benzena dan 60% toluena sehingga menghasilkan
produk atas yang mengandung 97% benzena dan produk bawah yang mengandung
98% toluena. Persentase tersebut berdasarkan beratnya. Rasio reflux yang digunakan
adalah 3,5 mol untuk 1 mol produk. Panas laten molal dari benzena dan toluena
adalah 7360 dan 7960 kal/g. Benzena dan toluena membentuk sistem ideal dengan
volatilitas relatif sekitar 2,5. Umpan (feed) memiliki titik didih 95 C pada tekanan 1
atm.
a) Hitunglah mol dari produk atas dan produk bawah untuk setiap jamnya
b) Tentukan jumlah plat ideal dan posisi dari plat umpan (feed)
Jawaban
a) Mr dari benzena 78 dan toluena 92. Sehingga konsentrasi dari umpan,
produk atas, dan bawah dalam fraksi mol adalah sebagai berikut:

Dan Mr rata-rata dari
umpan adalah:
Contoh Soal
Laju alir umpan (F) = 30.000/85,8 = 350 kg mol/h
Sehingga:


b)
Dari kurva yang
digambar tersebut,
diketahui bahwa:

- Dibutuhkan 11
plat ideal
- Posisi umpan
berada pada plat
ke-7 dari atas
Contoh Soal
Feed
Conditions
Vapour
Flow
Conditions
Column
Diameter
Weather
Conditions
State of
Trays and
Packings
Reflux
Conditions
I
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPERASI
KOLOM
Kondisi campuran feed dan
komposisi feed mempengaruhi
garis operasi dan jumlah tahap
yang diperlukan untuk pemisahan.
Hal ini juga mempengaruhi lokasi
feed tray. Selama operasi, jika
penyimpangan dari spesifikasi
desain berlebihan, maka kolom
mungkin tidak lagi mampu
menangani masalah pemisahan.
Kondisi
Feed
I
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPERASI
KOLOM
Kondisi campuran feed dan
komposisi feed mempengaruhi
garis operasi dan jumlah tahap
yang diperlukan untuk pemisahan.
Hal ini juga mempengaruhi lokasi
feed tray. Selama operasi, jika
penyimpangan dari spesifikasi
desain berlebihan, maka kolom
mungkin tidak lagi mampu
menangani masalah pemisahan.
Kondisi
Feed
Rasio refluks meningkat maka
gradien garis operasi untuk bagian
rektifikasi bergerak menuju nilai
maksimum 1. Berarti semakin
banyak cairan yang kaya komponen
yang lebih mudah menguap sedang
didaur ulang kembali ke kolom.
Pemisahan menjadi lebih baik
sehingga lebih sedikit tray yang
diperlukan untuk mencapai tingkat
yang sama pemisahan.
Kondisi
Reflux
I
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPERASI
KOLOM
Kondisi aliran uap yang buruk dapat
menyebabkan :
Busa
Busa yang berlebihan sering
menyebabkan penumpukan cairan
pada tray dan efisiensi kolom
menurun.
Entrainment
Menyebabkan efisiensi tray berkurang,
dapat mencemari distilat kemurnian
tinggi dan menyebabkan flood.


Vapour
Flow
Condition
s
Weeping / Dumping
Weeping yang berlebihan akan
menyebabkan dumping, cairan pada
semua tray akan crash (dump) hingga
dasar kolom (melalui efek domino) dan
kolom akan harus kembali dimulai dan
dapat mengurangi efisiensi pemisahan.
Flooding
Flooding dapat menyebabkan kapasitas
maksimum kolom dapat sangat berkurang
dan penurunan yang signifikan dalam
efisiensi pemisahan.

Diameter
Kolom
I
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPERASI
KOLOM
Faktor yang paling berpengaruh
pada operasi kolom adalah kondisi
aliran uap. Kecepatan aliran uap
tergantung pada diameter kolom.
Jika diameter kolom tidak
berukuran benar, kolom tidak
akan bekerja dengan baik. Tidak
hanya akan terjadi masalah
operasional, pemisahan yang
diinginkan mungkin tidak tercapai.

Diameter
Kolom
Jumlah tray sebenarnya yang
diperlukan untuk pemisahan
tertentu ditentukan oleh efisiensi
plate dan kemasan. Faktor-faktor
yang menyebabkan penurunan
efisiensi tray juga akan mengubah
kinerja kolom, misalnya seperti
fouling, keausan dan korosi, dan
tingkat di mana ini terjadi
tergantung pada sifat dari cairan
yang sedang diproses. Jadi bahan
yang tepat harus ditentukan untuk
konstruksi tray.
Kondisi
Trays dan
Packings
I
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPERASI
KOLOM
Kebanyakan kolom distilasi terbuka
ke atmosfer. Meskipun banyak juga
kolom terisolasi, perubahan
kondisi cuaca masih dapat
mempengaruhi operasi kolom.
Dengan demikian reboiler dan
kondensor harus berukuran tepat
untuk memastikan bahwa uap
yang cukup dapat dihasilkan
selama musim dingin dan berangin
serta musim panas.
Kondisi
Cuaca
Rasio refluks meningkat maka
gradien garis operasi untuk bagian
rektifikasi bergerak menuju nilai
maksimum 1. Berarti semakin
banyak cairan yang kaya komponen
yang lebih mudah menguap sedang
didaur ulang kembali ke kolom.
Pemisahan menjadi lebih baik
sehingga lebih sedikit tray yang
diperlukan untuk mencapai tingkat
yang sama pemisahan.

Kondisi
Refluks
Foust, A.S. et al.. 1980. Principles of Unit Operations, 2nd Edition. Jhon Wiley. pp. 13-14.
New Castle University. Distillation Basic.http://lorien.ncl.ac.uk/ming/Webnotes/sp3/
McCabe/mccabe.swf Diakses pada 12 September 2014 Pukul 12.30.
Tham, M. T. 2004. Distillation: an introduction. http://lorien.ncl.ac.uk/ming/distil/
distil0.htm. Diakses pada 11 September 2014 Pukul 22.30.
Biyanto, Totok R. 2005. Internal Model Control (IMC) Neural Network (NN) Gain
Scheduling untuk Pengendalian KolomDistilasi, Jurnal Teknik Elektro, 5(2),
September 2005, pp. 73-79.
Coulson and Richardsons. 2002. Chemical Engineering, Fifth Edition. Oxford:
Butterworth-Heinemann.
Komariah, Leily Nurul, et al. 2009. Tinjauan Teoritis Perancangan Kolom Distilasi untuk
Pra-Rencana Pabrik Skala Industri. Jurnal Teknik Kimia, 16(4), Desember 2009, pp.
19-27.
McCabe, Warren L, et al. 1993. Unit Operations of Chemichal Engineering, 5th Edition.
Singapore: McGraw-Hill.
W, Vicky Adrian, et al. 2006. Kolom Distilasi. PPT Pengantar Teknik Kimia. Depok:
Program Studi teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
REFERENSI
I
DAFTAR PUSTAKA